Thursday, August 8, 2019

MAU SUKSES? JANGAN TAKUT SETAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Gara-gara melihat penampakkan, akhirnya jadi takut setan. Ini, gejala anak-anak remaja yang sering dicekoki tontonan video, dan cerita-certita tentang setan. Padahal ada nasehat, “kalau mau sukses jangan takut setan”. (Muhammad Plato). Bagaimanakah cara mengendalikan rasa takut? Mari kita diskusi dengan panduan ayat-ayat pengendali rasa takut di bawah ini.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan rasa takut. Ketakutan yang paling umum dialami oleh manusia diberitakan oleh Allah adalah ketakutan kepada makhluk gaib selain Allah, manusia, dan kondisi buruk dan kekurangan. Ketakutan ini harus dikendalikan, jika tidak dikendalikan maka ketakutan kepada selain Allah akan merusak keimanan.

“Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (At taubah, 9:13).

Ajari anak anak takut kepada Tuhan, karena para penakut akan diberi kemenangan oleh Tuhan. (Muhammad Plato)
Takut kepada setan adalah tanda bahwa kita sedang mengalami krisis keimanan. Takut kepada setan adalah cikal bakal kemusyrikan. Pada saat kita takut pada setan, maka pikiran sudah fokus kepada selain Allah. Pada saat pikiran fokus takut setan, seungguhnya kita telah menghilangkan ketauhidan bahwa Allah sebagai pusat perhatian. Jika takut setan maka akan tergolong kaum yang belum benar keimanannya.

Takut setan adalah salah satu bentuk kemusyrikan yang sengaja dan tidak sengaja dikondisikan oleh lingkungan, pikiran, perasaan, dan ini bagian tipu daya setan. Kemusyrikan dalam bentuk takut setan bisa terkondisikan oleh suasana gelap, mitos, waktu-waktu tertentu yang dikeramatkan, video penampakkan, film horor, dan cerita-cerita penampakkan, dan tampilan-tampilan menyeramkan.

Takut kepada setan, adalah tanda krisis keimanan, karena mereka yang benar-benar beriman menjadikan Allah saja sebagai sumber ketakutan. Jika kita takut setan, maka kita gagal fokus pada Allah, dan jika kita takut kepada Allah maka kita tidak akan takut kepada segala hal. Takut kepada setan akan memunculkan rasa takut kepada segala hal, sebaliknya takut hanya kepada Allah akan memunculkan keberanian untuk menghadapi segala kenyataan hidup di dunia nyata dan ghaib.

Orang-orang yang takut kepada Allah tergolong orang yang taat dan bertaqwa. Orang yang takut kepada Allah akan terus fokus pada Allah. Sesunguhnya orang-orang yang takut kepada Allah adalah pemilik kemenangan. Dengan demikian, sebenarnya para penakut adalah pemenang.

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (An Nuur, 24:52). 

Inilah ayat-ayat yang memandu manusia dalam berpikir. Ayat-ayat pengendali rasa takut, agar hanya takut kepada Allah supaya ketauhidan tetap terjaga. Sesungguhnya setan-setan memasukkan tipu dayanya melalui pikiran dan perasaan. Untuk itulah Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pemandu berpikir dan merasa yang benar. Wallahu ‘alam.

(Penulis Head Master Trainer)

No comments:

Post a Comment