Saturday, September 26, 2026

MENGENDALIKAN CHATTER (BISIKAN) DALAM OTAK?

Oleh: Muhammad Plato

Ethan Kross menulis buku berjudul "Chatter the Voice in Our Head, Why it Matters, and How to Harness It". Buku ini sangat membantu kita memahami diri kita dan bagaimana mengendalikan diri kita. Apakah yang dimaksud chatter dan mengapa ada dalam diri kita?

Menurut Ethan Kross, chatter adalah percakapan dengan diri sendiri (inner voice) yang telah berubah menjadi negatif, berputar-putar, dan tidak terkendali. Menurut beliau chatter bisa berubah menjadi pembisik buruk yang merugikan manusia. 

Menurut Ethan, chatter ada di sistem otak manusia dan merupakan Default Mode Network (DMN). Jaringan ini Ethan bilang DMN merupakan jaringan saraf bawaan pabrik (built in) ada dalam setiap otak yang akan otomatis menyala ketika kita melamun atau berpikir.

Pandangan Ethan berdasarkan pada ilmu psikologi dan neuroscientiest yang digelutinya. Untuk memahami lebih mendalam perlu membaca buku-buku tentang psikologi dan neurosains. Penjelasan Ethan cukup menarik untuk dijelaskan dari sudut pandang lain. 

Saya sependapat dengan Ethan, dan akan menguatkan keberadaan chatter dalam sistem otak manusia. Sumber yang saya gunakan adalah Al Quran. Chatter berkaitan dengan penciptaan jiwa manusia. 

"dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya, (Asy Syams, 91:7-8).

Sedikit berbeda dengan Ethan, berdasarkan informasi Al Quran, chatter di otak ada dua potensi yaitu bisikan berdampak buruk dan bisikan berdampak baik. Keberadaan dua pembisik merupakan jaringan saraf bawaan ada dalam otak. 

Chatter di dalam Al Quran dikenalkan dengan istilah bisikan. "dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia." (An Naas, 4-6).

Otak merespon setiap kejadian yang didapat melalui panca indera. Chatter atau bisikan yang ada di otak aktif merespon kejadian atau informasi yang masuk ke otak. Bisikan burukan aktif dalam bentuk keluhan, putus asa, merendahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, membuat emosi tidak stabil. 

Chatter atau bisikan buruk lebih cepat aktif dibandingkan dengan bisikan baik. Bisikan baik muncul membutuhkan kinerta otak rasional untuk bepikir. Bisikan buruk ada dalam sistem kerja otomatis sehingga kerjanya cepat. 

Bagaimana cara mengendalikannya? Di dalam Al Quran, Allah mengajarkan manusia untuk meminta pertolongan pada Allah. "Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. (An Naas, 1-3).

Bukti adanya pertolongan, Allah menurunkan petunjuk berpikir untuk diikuti. Hal ini dijelaskan di dalam Al Quran. "Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (Al Baqarah, 2:2).

Salah satu perlindungan untuk manusia dari bisikan yang selalu ada di otak, manusia diberi petunjuk, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Al Hujuraat, 49:12). 

Bisikan-bisikan harus diubah mengikuti petunjuk berpikir bersumber dari Al Quran. Semua bisikan yang ada di otak dikendalikan menjadi prasangka baik yang melahirkan ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan. Bisikan-bisikan buruk diubah dengan mengaktifkan bisikan-bisikan baik berpedoman pada Al Quran. 

Salah satu cara mengendalikan bisikan buruk di otak yaitu aktifkan bisikan baik dengan berprasangka baik pada Allah. Berprasangka baik pada Allah adalah absolut harus dilakukan sebagai perintah ibadah.

Allah berdasarkan informasi dari Al Quran, di kenal sebagai maha baik, maha penolong, maha pengasih, maha penyayang, maha adil, maha bijaksana, maha pemberi. Dengan mengenal Allah, semua bisikan buruk di otak dapat diubah dengan berprasangka baik pada Allah sebagai pemberi pertolonangan dan absolut maha pemberi dan selalu memberi karena maha pemurah. 

Untuk memperkuat prasangka baik, di dalam Islam diajarkan shalat sehari lima kali. Shalat adalah aktivitas menita tolong pada Allah dengan sabar. "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2:45).

Gerakan shalat terdiri dari berdiri, rukuk, sujud, pada saat sujud bisikan-bisikan baik atau doa diperbanyak dengan mengubah bisikan buruk menjadi menjadi permohonan perlindungan kepada Allah. Setiap bisikan buruk dalam shalat menjadi doa permohonan dan perlindungan pada Allah. Dengan demikian semua bisikan menjadi baik.***

Saturday, September 19, 2026

JANGAN MENJADI TUHAN

Oleh: Muhammad Plato

Untuk memahami ilmu logika Tuhan perhatikan kata kata ini. Manusia adalah bayang-bayang Tuhan. Tuhan pemilik bayang-bayang, Dia bisa mematikan bayang-bayang. Maka bayang-bayang bukan Tuhan. Bayang-bayang dan Pemilik bayang-bayang tidak terpisah. Bayang-bayang mengikuti kehendak Pemilik bayang-bayang. Bayang-bayang sangat tergantung pada Pemilik bayang-bayang.

Hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (Ar ra'd, 13"15).

Kisah bayang-bayang ini menjadi sumber pemikiran Ibn Arabi dalam menjelaskan apa itu kesatuan wujud. Kesatuan wujud dipahami dalam bentuk hubungan antara bayang-bayang dengan pemilik bayang-bayang. Pemikiran Ibn Arabi dapat dipahami jika kita membaca sumber pemikiran beliau dari Al Quran. Tuhan dan manusia kedekatannya seperti "manusia dengan bayang-bayangnya". 

Untuk memahami logika Tuhan, kedudukan manusia sebagai bayang-bayang bukan pemilik kehendak, tetapi diberi sedikit kehendak oleh Tuhan. Manusia bisa mengubah dirinya menjadi apa yang diinginkan melalui segala sesuatu yang telah ditetapkan Tuhan.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar r'ad, 13:11).

Mempelajari ilmu logika Tuhan sama dengan mempelajari diri manusia sebagai ciptaan Tuhan menggunakan seluruh potensi yang telah diberikan Tuhan. Memahami ilmu logika Tuhan, memahami hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, dan akan kembali kepada Tuhan. 

Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu, kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan. (Al Furqan, 25:45-46).

Bayang-bayang bukan pemilik kehidupan, bayang-bayang hanya bisa tunduk dan patuh pada pemilik bayang-bayang. Pemilik bayang bayang dan bayang-bayang sangat dekat. Kemampuan bayang-bayang pergi pemilik bayang-bayang bergerak mengikutinnya. Hubungan Pemilik bayang bayang dengan bayang-bayang sangat dekat.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Al Baqarah, 2:186).

Mengapa Allah begitu dekat dengan manusia? Faktanya ada dijelaskan di dalam Al Quran, tentang siapa manusia, dan mengapa manusia bisa hidup? 

"Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya"." (Shaad, 38:72).

Ruh Allah yang ditiupkan ke dalam jiwa manusia menjadikan manusia bisa hidup. Ketika masanya berakhir ruh akan kembali kepada Allah. Ketika Ruh Allah masih ada dalam jiwa manusia, manusia tetap hidup dan Allah ada di  dalam jiwa manusia dan manusia jadi bayang-bayang Allah.***

 


Sunday, September 13, 2026

LOGIKA TUHAN MENGAJAK SEMUA BERPIKIR

Oleh: Muhammad Plato

Allah mengajak kepada semua orang untuk berpikir. Al Quran adalah wahyu otentik yang bisa diakses oleh semua orang. Semua orang bisa mempelajarinya dengan kapasitas intelektual setiap orang. Al Quran turun langsung dari Allah, tidak mengenal batas usia bagi siapa saja yang mau mempelajarinya.

Allah menjadi milik semua orang, demikian juga Al Quran menjadi milik semua orang karena diturunkan dari Tuhan seluruh alam. Untuk itulah keajaiban Al Quran dalam masalah hafalan bisa dihafal mulai balita sampai lansia. 

Allah maha pemurah dan yang memudahkan segala urusan bagi seluruh umatnya yang beriman. Allah menjelaskan Al Quran diturunkan bukan untuk menyulitkan tetapi untuk memudahkan. Tidak semua orang bisa memahami Al Quran, maka tugas orang-orang berilmu untuk memudahkan memahami Al Quran sesuai kapsitas keilmuan masing-masing.

"Kami tidak menurunkan Al Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), (Thahaa, 20: 2-3)."

Logika Tuhan adalah ilmu untuk memudahkan semua orang agar semua orang gemar dan bisa memahami secara mendalam yang terkandung dalam Al Quran. Selama ini, bagi orang-orang yang tidak berlatar belakang paham bahasa Arab, dipaksa puas hanya membaca Al Quran dalam teks bahasa Arab berulang-ulang. 

Logika Tuhan adalah konsep yang sengaja diperkenalkan bahwa cara berpikir terbaik yaitu dengan menngikuti pola pikir yang Allah ajarkan dalam Al Quran. Logika Tuhan tidak mengajak semua orang jadi Tuhan, tetapi mengajak semua orang menjadi hamba Allah yang taat, diawali dengan belajar membaca cara berpikir yang diajarkan Allah dalam Al Quran. 

Logika Tuhan sekilas mengajarkan kekakuan dalam berpikir, padahal apa yang diajarkan Allah dalam Al Quran jauh dari kata kaku, justru dengan memahami logika Tuhan cara berpikir orang bisa menjadi orang-orang santun, ramah, inklusif, penyabar, dan penyayang, seperti sifat-sifat Allah. 

Mungkin juga ada orang berprasangka, logika Tuhan mengajarkan orang menjadi manusia manusia ekslusiv, teroris, dan intoleran, justru sebaliknya, logika Tuhan mengajarkan menjadi manusia pengasih dan penyayang kepada sluruh alam, hal ini sesuai dengan sifat-sifat Allah yang maha rahman dan rahim.

Secara fisik siapa orang yang mengaplikasikan logika Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Tidak ada manusia lain sebagai contoh teladan kita adalah Nabi Muhammad Rasullah SAW. Saya menyadari, ada orang yang sulit menerima konsep logika Tuhan, karena berbeda metode saja dalam memahami Al Quran. Tapi tidak sedikit pula orang yang menerima karena memiliki metode dan pemikiran yang sama. 

Artinya, Allah maha luas ilmunya, dan setiap orang diberi kapasitas oleh Allah untuk memahami Al Quran bagi orang yang menginginkannya. Sebagaimana, seorang Kiai berpendapat, "ilmu itu diberikan kepada orang yang mau belajar, dan tidak mungkin ilmu diberikan kepada orang yang tidak menginginkannya". Maka dari itu Allah menghendaki memberikan ilmu kepada orang-orang yang menghendakinya, yaitu orang-orang yang mau belajar.

Berlogika Tuhan adalah ilmu berpikir bersumber pada Al Quran dan dengan mempelajarinya, kehidupan di bumi akan menjadi kehidupan penuh rahmat dan kasih sayang kepada sesama manusia, sebagai mana Nabi Muhammad contohkan. 

Ajaran Islam otentik ada dalam Al Quran dan hadis, bukan di kitab-kitab yang dikarang oleh manusia. Hadis Nabi Muhammad tidak boleh bertentangan dengan Al Quran, karena Nabi Muhammad berpedoman pada Al Quran. Belajar logika Tuhan adalah upaya manusia belajar agama Islam dari sumbernya langsung. 

Perbedaan pendapat yang kelak menjadi sumber perpecahan, bukan karena Al Quran tetapi karena ego-ego yang dimiliki oleh kepentingan manusia. Belajar logika Tuhan adalah upaya melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan pribadi dan semua harus dikembalikan kepada Tuhan, karena manusia diciptakan dari dua sifat bawaan yang ditetapkan Allah yaitu punya potensi berbuat baik dan buruk.

Kita saksikan saat ini, Islam lahir di dunia Arab, tetapi tidak semua penganut Islam di Arab punya rasa persaudaraan sesama umat Islam. Bukan Islamnya yang salah, tetapi hal ini membuktikan bahwa pemahaman Islam tidak berdasarkan logika Tuhan, tetapi berdasarkan pada logika-logika yang dikendalikan hawa nafsunya, sehingga lahirlah aliran-aliran, dan kepentingan-kepentingan kekuasaan dan kekayaan, maka hasilnya wilayah Arab tidak pernah berhenti konflik hingga sekarang.

Untuk itulah Allah lebih banyak mengingatkan pada umat manusia, "apakah kamu tidak berpikir?". Allah mengajak kepada seluruh umat manusia untuk terus memperbaiki diri, berpikir, refleksi diri, apakah selama ini kita telah berlogika Tuhan atau menuhankan diri kita sendiri? 

"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang dzalim seorang penolongpun. (Faathir, 35:37).***

ILMU NABI YUSUF KELOLA ASET

Oleh: Muhammad Plato

Sudah menjadi takdir Allah, hidup ini ada masa sulit dan ada masa senang, ada masa menanam, ada masa paceklik. Dua masa ini Allah simpan dalam berbagai kejadian dalam Al Quran, termasuk terjadinya malam dan siang. Selama kita hidup di dunia dua pola ini tidak dapat diubah siapapun orangnya dan belahan bumi manapun orang itu hidup. 

Untuk itu renungkanlah peringatan Allah kepada Nabi Yusuf. Dalam kehidupan, manusia akan mengalami dua masa yang datang silih berganti. Pelajarilah siklus ini agar manusia bertahan hidup di muka bumi ini. Nabi Yusuf telah membuktikan dan kehidupan tetap berjalan lancar.

"Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. (Yusuf, 12: 47-48)."

Dalam kehidupan selalu ada siklus, sebagaiman Allah jelas dalam berbagai perumpanaan ayat Al Quran, seperti psoses terjadinya siang dan malam yang terus berulang. "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya."  (Yasin, 36:40). 

Hidup telah ditetapkan sebagai siklus berulang, yang pada ujungnya dari Allah akan kembali kepada Allah. Sistem ini ada dalam sistem kehidupan di alam. Hal inilah yang Allah ajarkan kepada Nabi Yusuf untuk jadi pelajaran bagi umat manusia. 

Allah mengajarkan pada Nabi Yusuf bagaimana cara menghadapi siklus perubahan musim dalam jangka panjang yaitu "MASA BERTANAM dan MASA SULIT. Artinya dalam siklus hidup manusia harus memahami ada masanya aktif berproduksi untuk hidup dan ada masanya bertahan untuk hidup. Atau, ada masanya untuk aktif menyerang dan ada masanya untuk aktif bertahan, itulah siklus hidup. 

Untuk menghadapi dua masa ini, ada tiga langkah yang harus dilakukan, lakukan perencanaan jangka panjang, optimalkan masa produktif, dan kelola aset dengan baik. Dalam mengelola aset hasil produksi ada tiga hal yang harus dilakukan, yaitu simpan aset ditempat yang tumbuh, efisiensi konsumsi, dan sediakan dana darurat dan sedekah.     

Perencanaan mengacu pada kesiap siagaan dalam menghadapi dua musim yaitu masa tanam/produksi dan masa sulit/paceklik. Prediksi kapan masa-masa terbaik untuk berpoduksi dan kapan kemungkinan terjadi masa-masa paceklik, menjadi garapan sains untuk memetakannya untuk ketetapan dalam perencanaan aksi.

Kemampuan mengelola harta, harus menjadi bagian dari kompetensi dasar dalam kurikulum pendidikan. Tujuan pendidikan adalah melatih anak-anak menjadi manusia dewasa ditandai dengan kemampuan mengelola aset. Di dalam Al Quran, Allah menandai orang dewasa dengan ciri kemampuan kelola harta atau aset. 

Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas, maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa." (An Nisaa, 3:6).

Ilmu Nabi Yusuf bersumber dari Al Quran, wajib diajarkan dan dipraktekkan di sekolah agar anak-anak tumbuh menjadi manusia dewasa. Kemampuan mengelola aset bagian dari keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap anak di sekolah. Kemampuan mengelola aset ilmu dasar dalam menghadapi kehidupan sukses di masyarakat.

Inilah manfaat belajar logika Tuhan. Kita bisa belajar dari kisah-kisah yang diajarkan Allah kepada para nabi. Pola pemahaman Al Quran seperti ini, dapat membantu manusia hidup sukses di dunia tanpa melupakan etika-etika hidup yang diajarkan Allah pada manusia.***