Sunday, September 13, 2026

ILMU NABI YUSUF KELOLA ASET

Oleh: Muhammad Plato

Sudah menjadi takdir Allah, hidup ini ada masa sulit dan ada masa senang, ada masa menanam, ada masa paceklik. Dua masa ini Allah simpan dalam berbagai kejadian dalam Al Quran, termasuk terjadinya malam dan siang. Selama kita hidup di dunia dua pola ini tidak dapat diubah siapapun orangnya dan belahan bumi manapun orang itu hidup. 

Untuk itu renungkanlah peringatan Allah kepada Nabi Yusuf. Dalam kehidupan, manusia akan mengalami dua masa yang datang silih berganti. Pelajarilah siklus ini agar manusia bertahan hidup di muka bumi ini. Nabi Yusuf telah membuktikan dan kehidupan tetap berjalan lancar.

"Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. (Yusuf, 12: 47-48)."

Dalam kehidupan selalu ada siklus, sebagaiman Allah jelas dalam berbagai perumpanaan ayat Al Quran, seperti psoses terjadinya siang dan malam yang terus berulang. "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya."  (Yasin, 36:40). 

Hidup telah ditetapkan sebagai siklus berulang, yang pada ujungnya dari Allah akan kembali kepada Allah. Sistem ini ada dalam sistem kehidupan di alam. Hal inilah yang Allah ajarkan kepada Nabi Yusuf untuk jadi pelajaran bagi umat manusia. 

Allah mengajarkan pada Nabi Yusuf bagaimana cara menghadapi siklus perubahan musim dalam jangka panjang yaitu "MASA BERTANAM dan MASA SULIT. Artinya dalam siklus hidup manusia harus memahami ada masanya aktif berproduksi untuk hidup dan ada masanya bertahan untuk hidup. Atau, ada masanya untuk aktif menyerang dan ada masanya untuk aktif bertahan, itulah siklus hidup. 

Untuk menghadapi dua masa ini, ada tiga langkah yang harus dilakukan, lakukan perencanaan jangka panjang, optimalkan masa produktif, dan kelola aset dengan baik. Dalam mengelola aset hasil produksi ada tiga hal yang harus dilakukan, yaitu simpan aset ditempat yang tumbuh, efisiensi konsumsi, dan sediakan dana darurat dan sedekah.     

Perencanaan mengacu pada kesiap siagaan dalam menghadapi dua musim yaitu masa tanam/produksi dan masa sulit/paceklik. Prediksi kapan masa-masa terbaik untuk berpoduksi dan kapan kemungkinan terjadi masa-masa paceklik, menjadi garapan sains untuk memetakannya untuk ketetapan dalam perencanaan aksi.

Kemampuan mengelola harta, harus menjadi bagian dari kompetensi dasar dalam kurikulum pendidikan. Tujuan pendidikan adalah melatih anak-anak menjadi manusia dewasa ditandai dengan kemampuan mengelola aset. Di dalam Al Quran, Allah menandai orang dewasa dengan ciri kemampuan kelola harta atau aset. 

Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas, maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa." (An Nisaa, 3:6).

Ilmu Nabi Yusuf bersumber dari Al Quran, wajib diajarkan dan dipraktekkan di sekolah agar anak-anak tumbuh menjadi manusia dewasa. Kemampuan mengelola aset bagian dari keterampilan hidup yang harus dimiliki setiap anak di sekolah. Kemampuan mengelola aset ilmu dasar dalam menghadapi kehidupan sukses di masyarakat.

Inilah manfaat belajar logika Tuhan. Kita bisa belajar dari kisah-kisah yang diajarkan Allah kepada para nabi. Pola pemahaman Al Quran seperti ini, dapat membantu manusia hidup sukses di dunia tanpa melupakan etika-etika hidup yang diajarkan Allah pada manusia.***

No comments:

Post a Comment