Friday, June 8, 2018

HATI DAN KESEHATAN


OLEH: MUHAMMAD PLATO

Manusia bisa punya jatah hidup sampai 125 tahun, akan tetapi sebagian besar manusia meninggal sebelum memenuhi rentang usia yang cukup, karena manusia menggunakan usianya dengan cara yang buruk, dengan mengeluarkan hormon racun secara terus menerus. Maka manusia tersebut telah memperpendek rentang usianya sendiri. (Haruyama, 2014). Kelangsungan hidup manusia besar dipengaruhi oleh pikiran dan perasaannya.

Di dalam hadis dikatakan bahwa jiwa dan raga kita tergantung pada hati. Hati itu sifatnya sabar, tenang, dan kooperatif. Hati yang baik selalu mengajak bekerja sama. Tidak mungkin ada hati yang baik, di sisi lain menjelek-jelekkan otak.

Menjaga hati tetap tenang, tidak bisa bekerja sendiri. Hati yang tenang dibangun oleh informasi-informasi yang menenangkan. Rasa tenang tergantung informasi dari otak. Hati akan selalu berkomunikasi dengan otak untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Ketika hati merasa gelisah, hati akan bertanya pada otak apa yang terjadi? Otak akan memberi tahu sesuai dengan informasi yang dimiliki. Jika informasi yang dimiliki buruk, hati akan semakin gelisah. Pada saat ini hormon racun akan keluar dan menurunkan daya tahan tubuh.

Agar hati bisa tenang, ketika hati merasa gelisah, seharusnya otak sudah menyiapkan informasi yang positif. Otak juga harus punya alasan bahwa informasi menyenangkan bukan sekedar penghibur hati untuk sementara. Otak harus memiliki informasi yang sumbernya dijamin benar. Sumber informasi yang benar dan punya hubungan dengan hati adalah kitab suci (Al-Qur’an).

Informasi dari Al-Qur’an yang bisa dijadikan pegangan untuk menjawab segala kegelisahan hati adalah informasi yang menjelaskan bahwa KESULITAN (kekecewaan, kekhawatiran, kegundahan) adalah sebab datangnya KELAPANGAN (kebahagiaan, kesenangan, keceriaan). (lihat, QS. Alam Nasyrah, 5-6).

Jadi KESULITAN dan KELAPANGAN adalah dua keadaan yang selalu saling berhubungan sebab akibat. Alamiahnya hal yang paling ditakuti manusia adalah kesulitan, ketika kesulitan (kegelisahan) dijadikan sebab kebahagiaan maka kejadian apa lagi yang ditakuti manusia? Karena kesulitan (kegelisahan) dijadikan sebab kebaikan, maka kesulitan (kegelisahan) berubah menjadi harapan baik. Keluarlah hormon yang menyebabkan seluruh tubuh menjadi sehat.

Kesehatan kita sangat tergantung dari suasana hati. Bila kita mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, tekanan darah akan segera meningkat 20-30 kali. Sebaliknya jika kita menarik napas 2,3 kali, dengan masukkan informasi yang menenangkan hati maka tekanan darah akan kembali turun. Dokter manapun mengetahui hal ini. Akan tetapi dengan pemahaman bahwa hati dan badan terpisah, gejala sejenis ini nyaris terabaikan (Haruyama, 2014).

Setiap hari, hati merespon segala kejadian atau informasi dari otak dengan rasa  senang dan kecewa. Jika setiap informasi direspon dengan kecewa maka hati  akan terus teracuni. Sebaliknya jika kita pandai mengolah semua informasi menjadi menyenangkan maka hati akan sehat.

Rumus berpikir yang saya beri nama logika Tuhan, adalah rumus baku dalam berpikir yang diajarkan Tuhan. Saya pakai setiap hari dalam menyikapi segala kejadian dan informasi menjadi baik. Jika rumus berpikir ini tersimpan dalam otak dan terus menerus kita gunakan dalam menyikapi setiap kejadian dan informasi menjadi baik, maka sesungguhnya kita telah mendapatkan cara hidup sehat di dunia dan akhirat kelak. Wallahu ‘alam

(Penulis Master of logika_Tuhan)

No comments:

Post a Comment