Sunday, April 4, 2021

RAHASIA KETAMPANAN NABI YUSUF

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Setiap orang pasti terjebak karena selalu membayangkan bahwa ketampanan Nabi Yusuf dilihat dari wajahnya. Untuk itu tidak semua orang bisa tampan seperti Nabi Yusuf. Padahal ketampanan Nabi Yusuf yang hakiki bukan dari wajahnya tetapi dari kepribadiannya. Maka dari itu, semua orang bisa setampan Nabi Yusuf dengan meneladani kepribadian-kepribadian yang dimiliki oleh Nabi Yusuf.

Jika keutamaan Nabi Yusuf dari ketampanan, maka tidak semua orang tampan menarik hati para wanita. Maka dari itu, wanita-wanita baik hanya tertarik pada ketampanan akhlak dari para kaum lelaki. Seperti Khadijah tertarik pada Nabi Muhammad saw bukan karena ketampanan fisiknya sekaipun Nabi Muhammad tampan, namun karena ketampanan akhaknya yaitu kejujurannya.

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: "Marilah ke sini." Yusuf berkata: "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. (yusuf, 12:23)

Ketampanan Nabi Yusuf yang dapat dimiiki oleh kita adalah kemampuan membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan sebagai mana Allah mengajarkan. Nabi Yusuf menolak ajakan mesum karena ingat kebaikan demi kebaikan yang telah dilakukan oleh majikannya.

Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. (12:47). Ketampanan Nabi Yusuf adalah kemampuannya dalam mengelola investasi modal, aset, bahan pokok, miik negara untuk mempersiapkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (12:53). Ketampanan Nabi yusuf terletak pada kemampuannya mengendalikan nafsu yang cenderung pada perbuatan buruk. Kemampuan Nabi Yusuf mengendalikan Nafsunya hingga Beliau tidak tergoda oleh bujuk rayu wanita.

Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan." (12:55). Selanjutnya, ketampanan Nabi Yusuf teretak pada kepandaian dalam mengelola uang negara untuk kepentingan rakyatnya. Beliau pandai dalam mengadministrasikan, dan mengatur pengeluaran serta pemasukan dengan jelas.

Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata: "Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu? (12:59). Ketampanan Nabi Yusuf, Beliau mampu berbuat amanah, memberikan hak bantuan kepada rakyatnya tanpa melihat bagaimana rakyat memperlakukan baik atau buruk terhadap dirinya.

Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?" Yusuf menjawab: "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik". (12;90). Ketampanan Nabi Yusuf adalah kesabaran dan ketakwaannya kepada Allah dalam menghadapi cobaan demi cobaan yang dialaminya.

Dia (Yusuf) berkata: "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (12:92). Terakhir, ketampanan Nabi Yusuf adalah ketika membalas keburukan dengan kabaikan sekalipun dia berkemampuan menghukum orang yang mencelakainya. Yusuf tidak memiliki dendam dan membebaskan serta memaafkan kesalahan orang lain dengan balasan yang lebih baik. Wallahu’aam.

No comments:

Post a Comment