Monday, August 10, 2026

INDIKASI KIAMAT DARI ARAB

Oleh: Muhammad Plato

Fenomena turun salju, padang rumput, dan sungai mengalir sudah terjadi di Arab. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah banyak dan melimpah, sampai-sampai seorang laki-laki keluar membawa zakat hartanya, tetapi ia tidak menemukan seorang pun yang mau menerima zakatnya itu. Dan sebelum tanah Arab kembali menjadi padang rumput yang hijau dan sungai-sungai yang mengalir." (H.R Muslim).

Tanda lainnya, "Kemudian ia bertanya, “Kapan kiamat akan terjadi?” Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Namun, aku akan memberitahumu tentang tanda-tandanya. 1. Ketika seorang budak wanita melahirkan tuannya. 2. Ketika para penggembala unta hitam mulai membanggakan diri dan bersaing dalam membangun bangunan yang tinggi. (HR. Bukhari).

Kondisi tanah Arab saat ini sudah menandakan apa yang dikemukakan Nabi Muhammad. Mengapa Nabi Muhammad memprediksi kiamat akan terjadi setelah tanah Arab kembali menjadi padang rumput yang hijau, dan sungai-sungai mengalir? Dan mengapa kiamat akan terjadi ketika pengembala unta membanggakan diri dan membangun bangunan tinggi? 

Prediksi Nabi Muhammad jika di dalami bersumber pada siklus kehidupan yang dijelaskan di dalam Al Quran. Di dalam Al Quran, puncak dari kehidupan yang dijanjikan Allah kepada manusia adalah kenikmatan hidup di surga yang Allah gambarkan dengan padang rumput dan sungai mengalir di dalamnya. Surga tempat peristirahatan terakhir manusia, dan surga digambarkan oleh Allah dengan warga hijau. 

Allah juga menjelaskan seorang manusia tidak akan mendapati kematiannya, kecuali dia sudah Allah sempurnakan rezekinya. Dalam konteks peradaban, sebuah bangsa akan mencapai puncak peradabannya jika Allah telah teguhkan kedudukannya.

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (An An'aam, 6:6).

Abu Bakar Ash Shidiq memahami pola kehidupan dari Al Quran dan menangis ketika Nabi Muhammad menyampaikan wahyu dari Allah, tentang kemenangan kaum musliman. "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat. (An Nashr, 110:1-3).


Abu Bakar As Shidiq memahami bahwa kemenangan kaum musliman adalah tanda akhir dari perjalanan Nabi Muhammad di muka bumi sudah selesai. Kemenangan kaum muslimin berarti akhir dari perjuangan Nabi Muhammad di muka bumi. Untuk itulah, Abu Bakar Asyidiq menangis ketika mendengar wahyu kemenangan kaum muslimin, karena beliau paham perpisahan dengan Nabi Muhammad telah dekat.

Sepeninggal Nabi Muhammad, peradaban umat Islam terus berlangsung mencapai puncak peradaban, jatuh, bangun, jatuh, dan kembali mencapai puncak kejayaan. Nabi memprediksi puncak kejayaan peradaban Islam terus berlanjut hingga tanah Arab jadi padang rumput, air sungai mengalir, dan gedung-gedung pencakar langit berdiri megah. Inilah tanda bahwa suatu perabadan telah mencapai puncak. 

Setelah itu, akan ada peradaban lain yang menggantikan. Tingginya peradaban selalu ditandai dengan hidup dalam kemegahan dan menurunnya rasa empati dan kemanusiaan. Manusia terbuai dengan kenikmatan dan takut menghadapi kesulitan. Namiun demikian, ada peradaban lain yang sedang merangkak naik menggantikan peradababan. Siapa generasi berikutnya yang akan menggantikan?

Allah memberi tanda, mereka yang akan menggantikan peradaban adalah orang-orang yang tetap beriman dan berbuat kebaikan dan mengingat Allah dengan banyak dan Allah uji mereka dengan penderitaan. Tapi Allah menjanjikan pertolongan kepada mereka setelah mereka mendapat perlakukan dzalim dan  didzalimi. 

Apakah mereka yang dizalimi selama 47 tahun dari masyarakat dunia? Apakah mereka yang penduduknnya di genosida dan rumahnya dibumihanguskan tanpa pembelaan dari saudara-saudaranya padahal saudaranya hidup bermegah-megahan dengan kekayaan? Siapa yang akan menggantikannya, Allah memberi tanda. 

"kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kedzaliman. Dan orang-orang yang dzalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali. (Asy Syu'araa, 26:227)."

Kiamat adalah hari berdirinya sebuah peradaban baru akan menggantikan peradaban lama yang sudah terlalu nyaman dengan kehidupan dunia dan melupakan rasa kemanusiaan. Sisi lain berbahayanya kenyamanan adalah mematikan rasa kemanusiaan.*** 


No comments:

Post a Comment