Thursday, December 27, 2012
SEBELAS ALASAN SEPAK BOLA JADI AGAMA
Jika kita saksikan berjubelnya umat Islam berkumpul mengitari Ka’bah, itu karena keyakinan terhadap ajaran agama. Selanjutnya jika kita lihat berjubelnya orang-orang Katolik berkumpul di gereja Vatikan, itu juga karena keyakinan terhadap ajaran agama. Tujuan mereka adalah mendekatkan diri kepada Tuhan.
Pada saat berlangsung pertandingan sepak bola, pernahkan anda berpikir? Atas dasar apa ribuan orang berjubel berkumpul di stadion? Dan untuk apa jutaan manusia tertuju pada pesawat televisi di rumahnya? Tujuannya memenuhi kesenangan hidup di dunia. Sedikit sekali rasanya, jika orang menonton sepak bola lantas menemukan ajaran moral di dalamnya.
Berbicara sepak bola, “di Eropa khususnya di Inggris sepak bola sudah seperti agama, di mana-mana orang membicarakan sepak bola”. Demikian potongan dialog film sepak bola yang mengisahkan perjalanan sosok bernama Santiago Mones asal Argentina yang terobsesi menjadi pemain klub sepak bola ternama di Inggris.
Ada sebelas alasan mengapa sepak bola sudah seperti agama. Pertama, sepak bola mampu memotivasi para pengikutnya melakukan apa saja. Seseorang berani mengorbankan seluruh hartanya untuk agama, demikian juga dengan orang yang mencintai sepak bola, berani mengeluarkan ribuan dolar (triliunan rupiah) untuk membeli pemain terbaik demi membela klub sepak bola kesayangannya.
Kedua, ajaran agama mampu mendorong orang rela bangun malam untuk melaksanakan ibadah (tahajud). Demikian juga demi sepak bola orang mampu meluangkan waktu, bangun malam bahkan berjamaah untuk menonton pertandingan sepak bola.
Ketiga, karena dorongan ajaran agama orang bisa rela mati, demikian juga karena kecintaannya pada klub sepak bola, orang rela menuliskan kata-kata “berani mati” dalam kaus yang dipakainya, dan berkelahi demi membela kesebelasannya.
Keempat, dalam ajaran agama kita sering saksikan pengikut-pengikut fanatik, demikian juga dalam sepak bola. Seperti pengikut fanatik agama yang mudah tersinggung, demikian juga pengikut fanatik sepak bola.
Kelima, dalam agama kita sering lihat penggunaan pakaian tertentu dan simbo-simbol, dalam sepak bola pun sama. Lambang-lambang kesebelasan, bendera, pakaian, topi, kaus, dipakai para pengemar fanantik sepak bola.
Keenam, dalam perbedaan agama kita sering saksikan konflik terbuka, demikian juga konflik terbuka sering terjadi antar pendukung klub sepak bola. Antar pendukung sepak bola sering terjadi saling serang dan ada yang terbentuk hubungan tradisi konflik semacam musuh bebuyutan.
Ketujuh, penganut ajaran agama tersebar di seluruh penjuru dunia, itu pun terjadi pada “penganut” sepak bola. Pendukung-pendukung sepak bola tersebar lintas benua dan negara. Baik negara maju maupun negara miskin.
Kedelapan, jika dibandingkan antara jumlah penganut agama dengan “penganut” sepak bola, mungkin jumlahnya sama bahkan mungkin lebih banyak “penganut” sepak bola. Pikirkan, perayaan hari-hari besar agama hanya dinikmati oleh penganutnya saja di seluruh dunia. Tidak semua orang merayakan idul fitri, idul adha, waisak, nyepi, imlek dan natal. Dalam penyambutan acara empat tahunan sepak bola piala dunia, semua negara, semua orang, semua lapisan masyarakat, semua agama, semua umur, ikut menyambut acara empat tahunan itu. Bisa dipastikan, dana penyambutan yang dikeluarkanpun jauh lebih besar dari penyambutan hari-hari raya keagamaan.
Kesembilan, seluruh masyarakat larut menyambut sepak bola piala dunia dengan suka cita. Pesta-pesta kecil penyambutan acara piala dunia digelar, dari lingkungan masyarakat terendah sampai kepresidenan. Layaknya sebuah ajaran agama, sepak bola mampu menyedot para penganutnya untuk melakukan “ritual”. Selama satu bulan layaknya shalat taraweh di bulan Ramadhan, masyarakat melakukan acara nonton bareng setiap pertandingan digelar. Jadwal pertandingan pun seperti jadwal puasa di bulan Ramadhan, di pampang agar setiap pertandingan tidak terlewatkan.
Kesepuluh, sepak bola sudah jauh memengaruhi prilaku masyarakat menyaingi ajaran agama. Pemain sepak bola bersaing dengan para ulama, pendeta, dan biksu, ikut memengaruhi masyarakat. Gaya hidup pemain sepak bola dengan mudah diikuti masyarakat, terutama generasi muda.
Kesebelas, setiap hari tak terlewatkan, berita-berita di media cetak atau elektronik merilis perkembangan sepak bola di dalam maupun luar negeri. Persis seperti ceramah keagamaan yang tampil setiap pagi.
Perbedaannya, dalam sepak bola, tenaga, pikiran, dan dana, ribuan dolar digunakan untuk membiayai kesenangan semata dan sia-sia. Dalam agama pengorbanan yang dilakukan umatnya akan mendapat balasan dari Tuhan di dunia dan akhirat. Sungguh, sepak bola itu hanya kesenangan dunia dan sedikit sekali bermanfaat bagi akhirat.
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Al-An’am:32).
Mungkin kah kita telah terperdaya oleh “agama-agama” yang menyesatkan? Apakah agama itu bernama sepak bola? Tak pernah ada fatwa bahwa sepak bola itu menyesatkan, sekalipun sudah banyak bukti sepak bola bikin rusuh, menimbulkan korban, fanatisme, penghamburan uang, dan memengaruhi prilaku masyarakat. Maka, perlu kearifan dan kebijaksanaan dalam menyikapinya. JANGAN TERLALU... Wallahu ‘alam.
Tuesday, December 25, 2012
MENYALAHKAH ORANG LAIN, HARAM LO!
Mengapa menyalahkan orang lain hukumnya haram? Bukan karena mengandung lemak babi, hehe...tapi bacalah tulisan di bawah ini atas nama Tuhan mu, bukan atas nama prasangka buruk mu.
Siapa
yang tidak pernah menyalahkan orang lain? Pasti semua orang pernah melakukannya
baik sengaja maupun tidak sengaja. Mungkin hal itu manusiawi dilakukan manusia.
Tapi kalau Anda belajar logika dari ajaran agama, sebenarnya menyalahkan orang
lain bertentangan dengan logika agama.
Mengapa logika agama melarang menyalahkan orang lain? Mereka yang hidupnya biasa menyalahkan orang lain, akan menunjukkan kualitas rendah sebagai manusia. Kebiasaan menyalahkan orang lain akan menutup pemahaman tentang siapa dirinya. Kekurangan yang ada dalam dirinya tidak akan dikenali. Ekstrimnya orang-orang yang senang menyalahkan orang lain akan menjadi manusia narsis. Narsisme adalah sikap berlebihan yang selalu memandang orang lain salah dan kebenaran ada pada dirinya. Jika manusia narsis ini berkuasa, maka dia akan menjadi pemimpin yang sangat berbahaya bagi kehidupan dunia. Itulah rasionalnya mengapa agama melarang keras menyalahkan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, coba perhatikan orang-orang yang suka menyalahkan orang lain. Dia tidak pernah bisa berubah dari kebiasaan buruknya. Kesalahan yang dilakukannya merasa bukan perbuatannya dan selalu melihat sebabnya dari orang lain. Biasanya orang-orang seperti ini, tidak akan pernah bisa diterima kehadirannya di masyarakat.
Sekarang
dari mana logikanya, kalau agama melarang keras menyalahkan orang lain?
Sumbernya harus kembali kepada Tuhan.
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,... (Al-Isra:7).
Inilah hukum gravitasi manusia, seperti yang terjadi pada bumi. Hukum ini melandasi seluruh aktivitas kehidupan manusia di muka bumi. Dengan hukum ini, maka kita harus membaca bahwa setiap kejadian yang menimpa kita semuanya datang dari diri kita sendiri. Tidak ada perantara orang lain. Untuk itulah menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa kita, menjadi bertentangan dengan hukum ini. Segala sesuatu yang menentang ketentuan dari Tuhan adalah haram.
Banyak sekali orang yang tidak paham dan sadar berlakunya hukum ini, dan asyik dengan menyalahkan orang lain. Padahal keburukan, kegagalan, rasa sakit, pengkhianatan, santet, bencana yang diterima, semua bersumber pada diri kita sendiri.
Setiap keburukan yang kita lakukan pasti berbalas. Lupa terhadap apa yang kita lakukan adalah faktor yang membuat kita merasa tidak bersalah dan tidak menyadari bahwa keburukan yang kita terima bersumber dari keburukan diri kita sendiri. Lupalah yang membuat kita bertanya, “mengapa saya menerima keburukan ini? Padahal saya sudah berbuat baik selama ini.”
Selain lupa, ada perbuatan buruk (dosa) yang tidak terasa kita lakukan. Contoh saja dalam ucapan yang kita keluarkan, kita tidak tahu bahwa diantara orang-orang yang mendengar ucapan kita, ada yang tersakiti, demikian juga dalam perbuatan. Kita tidak sadar dengan sampah yang kita buang ke sungai, bisa menyebabkan banjir bagi orang-orang di hilir. Berapa banyak ucapan-ucapan yang menyakiti orang lain kita lontarkan, berapa banyak perbuatan-perbuatan buruk kita yang menyebabkan orang lain sengsara? Tidak terasa dan lupa kan? Itulah yang membuat kita tidak sadar bahwa segala keburukan adalah datang dari diri kita sendiri. Begitulah hukum yang ditetapkan Tuhan.
Jika sudah menjadi ketetapan Tuhan, tak ada yang bisa mengubahnya. Kecuali kita memahami, menyadari, dan menjadikannya petunjuk dalam kehidupan, agar selamat dunia dan akhirat. Itulah sedikit alasan mengapa menyalahkan orang lain hukumnya haram. Selanjutnya tinggal kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah jika kita konsisten hidup di atas petunjuk Tuhan, maka Tuhan berjanji akan mengantarkan kita pada kehidupan sejahtera dunia dan akhirat. SALAM SUKSES DENGAN LOGIKA TUHAN.
Wednesday, December 19, 2012
ANAK-ANAK MODERN ABAD 21
Modern sepertinya menjadi kata positif bagi masyarakat. Tapi kalau tahu, ciri modern menurut Alex Inkeles adalah anak-anak terbebas dari otoritas orang tua, apakah ini modern? Dari sudut pandang budaya kita, ciri modern seperti ini tidak dapat kita terima. Dalam budaya kita, anak-anak harus tunduk dan patuh kepada ORANG TUA. Apa dasarnya? “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya...” (Al Israa:23).
Orang-orang modern versi Alex Inkeles pasti protes mendengar hujah seperti ini. Mungkin mereka bilang, itu namanya ortodox, tradisonal, atau ketinggalan zaman. Tapi coba baca selanjutnya penjelasan di bawah ini.
Percaya tidak? Tuhan menetapkan aturan bukan untuk menyulitkan manusia, tapi untuk kesejahteraan manusia. Jika anak-anak disuruh tunduk dan patuh kepada orang tua, itu sebenarnya untuk kesejahteraan anak-anak. Mengapa? Yang mensejahterakan kita semua adalah kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan disyaratkan secara mutlak pada ketaatan anak-anak terhadap orang tuanya.
Mengapa Tuhan sampai memutlakkan anak harus tunduk pada orang tuanya? Mari kita telusuri dari proses penciptaan sampai lahirnya anak. Atas nama Tuhan, sperma dipancarkan oleh Ayah membuahi sel telur di rahim Ibu. “...sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan,...” (al Hajj:5).
Berdasarkan proses di atas, siapa yang menyebabkan anak terlahir ke muka bumi? Faktanya Ibu dan Ayah. Mungkinkah anak bisa ada tanpa perantara ibu atau ayah? Tidak. Maka di dunia, Ibu dan Ayah mewakili Tuhan sebagai pencipta anak-anak (manusia). Itulah sebab, layaknya Sang Pencipta, Ibu dan Ayah diberi kedudukan oleh Tuhan sebagai orang yang harus ditaati dan dipatuhi oleh anak-anak. Tapi Tuhan selalu mengingatkan, janganlah menyekutukan Ku. Inilah argumen pertama mengapa anak-anak harus tunduk dan patuh pada orang Tuanya.
Argumen kedua, posisi anak sejak dalam kandungan dan masa belum dewasa, hidupnya sangat tergantung pada orang tua. Posisi ini menjadikan Ibu dan Ayah menjadi pengasih dan pemurah seperti Tuhan. Maka dari itu, Tuhan memutlakkan anak-anak untuk bersyukur kepada Ibu dan Bapaknya. Bersyukur dalam arti menggunakan harta yang dimilikinya untuk kebaikan Ibu dan Ayahnya.
Argumen ketiga, selama dalam pemeliharaan Ibu dan Ayah, anak-anak menyulitkan keduanya. Posisi yang menyulitkan Ibu dan Ayahnya, dari sudut pandang lain bisa dikatakan dosa. Perbuatan dosa akan mendatangkan balasan setimpal dari Tuhan. Maka kewajiban anak memelihara Ibu dan Bapaknya adalah konsekuensi hidup untuk membalas dosa-dosanya di waktu kecil. Jika ada pendapat posisi anak di waktu kecil terpaksa berdosa karena tidak berdaya apa-apa, justru hal inilah yang menjadikan kemutlakkan seorang anak untuk tunduk dan patuh pada Ibu dan Ayahnya.
Ketundukkan dan kepatuhan kepada Ibu dan Ayahnya, tidak akan menyulitkan atau menyengsarakan. Kepatuhan kepada Ibu dan Ayahnya, justru akan menjadi pembebas dari kesulitan dan kesengsaraan. Kepatuhan kepada Ibu dan Ayahnya akan menutup dosa-dosa anak di waktu kecil. Dosa-dosa di waktu kecil adalah penghambat kesuksesan (rezeki) anak ketika dewasa. Bisa diamati, anak yang tidak patuh kepada Ibu dan Ayahnya, kesejahteraanya cenderung terhambat karena telah melanggar hukum Tuhan yang mutlak sehingga hilang keberkahannya.
Lalu siapa anak modern itu? Ya, mereka yang bersyukur kepada Ibu Bapaknya dan tidak menyekutukan Tuhan. Dan Tuhan menetapkan hukum tersebut agar manusia sejahtera di dunia dan akhirat. Itu baru budaya kita yang dilandasi nilai-nilai ke-Tuhan-an. Inilah anak-anak modern abad 21. Sekarang Anda mau percaya Tuhan atau Alex Inkeles?
Orang-orang modern versi Alex Inkeles pasti protes mendengar hujah seperti ini. Mungkin mereka bilang, itu namanya ortodox, tradisonal, atau ketinggalan zaman. Tapi coba baca selanjutnya penjelasan di bawah ini.
Percaya tidak? Tuhan menetapkan aturan bukan untuk menyulitkan manusia, tapi untuk kesejahteraan manusia. Jika anak-anak disuruh tunduk dan patuh kepada orang tua, itu sebenarnya untuk kesejahteraan anak-anak. Mengapa? Yang mensejahterakan kita semua adalah kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan disyaratkan secara mutlak pada ketaatan anak-anak terhadap orang tuanya.
Mengapa Tuhan sampai memutlakkan anak harus tunduk pada orang tuanya? Mari kita telusuri dari proses penciptaan sampai lahirnya anak. Atas nama Tuhan, sperma dipancarkan oleh Ayah membuahi sel telur di rahim Ibu. “...sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan,...” (al Hajj:5).
Berdasarkan proses di atas, siapa yang menyebabkan anak terlahir ke muka bumi? Faktanya Ibu dan Ayah. Mungkinkah anak bisa ada tanpa perantara ibu atau ayah? Tidak. Maka di dunia, Ibu dan Ayah mewakili Tuhan sebagai pencipta anak-anak (manusia). Itulah sebab, layaknya Sang Pencipta, Ibu dan Ayah diberi kedudukan oleh Tuhan sebagai orang yang harus ditaati dan dipatuhi oleh anak-anak. Tapi Tuhan selalu mengingatkan, janganlah menyekutukan Ku. Inilah argumen pertama mengapa anak-anak harus tunduk dan patuh pada orang Tuanya.
Argumen kedua, posisi anak sejak dalam kandungan dan masa belum dewasa, hidupnya sangat tergantung pada orang tua. Posisi ini menjadikan Ibu dan Ayah menjadi pengasih dan pemurah seperti Tuhan. Maka dari itu, Tuhan memutlakkan anak-anak untuk bersyukur kepada Ibu dan Bapaknya. Bersyukur dalam arti menggunakan harta yang dimilikinya untuk kebaikan Ibu dan Ayahnya.
Argumen ketiga, selama dalam pemeliharaan Ibu dan Ayah, anak-anak menyulitkan keduanya. Posisi yang menyulitkan Ibu dan Ayahnya, dari sudut pandang lain bisa dikatakan dosa. Perbuatan dosa akan mendatangkan balasan setimpal dari Tuhan. Maka kewajiban anak memelihara Ibu dan Bapaknya adalah konsekuensi hidup untuk membalas dosa-dosanya di waktu kecil. Jika ada pendapat posisi anak di waktu kecil terpaksa berdosa karena tidak berdaya apa-apa, justru hal inilah yang menjadikan kemutlakkan seorang anak untuk tunduk dan patuh pada Ibu dan Ayahnya.
Ketundukkan dan kepatuhan kepada Ibu dan Ayahnya, tidak akan menyulitkan atau menyengsarakan. Kepatuhan kepada Ibu dan Ayahnya, justru akan menjadi pembebas dari kesulitan dan kesengsaraan. Kepatuhan kepada Ibu dan Ayahnya akan menutup dosa-dosa anak di waktu kecil. Dosa-dosa di waktu kecil adalah penghambat kesuksesan (rezeki) anak ketika dewasa. Bisa diamati, anak yang tidak patuh kepada Ibu dan Ayahnya, kesejahteraanya cenderung terhambat karena telah melanggar hukum Tuhan yang mutlak sehingga hilang keberkahannya.
Lalu siapa anak modern itu? Ya, mereka yang bersyukur kepada Ibu Bapaknya dan tidak menyekutukan Tuhan. Dan Tuhan menetapkan hukum tersebut agar manusia sejahtera di dunia dan akhirat. Itu baru budaya kita yang dilandasi nilai-nilai ke-Tuhan-an. Inilah anak-anak modern abad 21. Sekarang Anda mau percaya Tuhan atau Alex Inkeles?
Tuesday, December 11, 2012
MAU TAHU FUNGSI HATI SEBENARNYA?
Kata orang bijak, “Tuhan itu tidak bisa dikenal dengan logika tapi dengan hati”. Pernyataan ini tidak salah, tapi jangan lupa! Sebelum hati berfungsi logika harus bekerja. Kayaknya tidak mungkin hati bisa bekerja optimal jika tidak kerjasama dengan logika.
Saya coba kasih pengertian sedikit tentang fungsi hati. Perhatikan bunyi ayat di bawah ini;
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (Al hajj [22] : 46)
Mukjizat Al-Qur’an kata demi kata punya keterkaitan. KARENA saya baca dalam buku yang bisa dipertanggung jawabkan salah satu arti kata dari Al-Qur’an itu sendiri adalah SALING KETERKAITAN. Maka saya yakin, dengan mencari keterkaitan kata dalam Al-Qur'an, kita bisa sedikit demi sedikit memahami sesuatu. Coba kita perhatikan ada berapa kata kerja dalam ayat di atas.
1) Berjalan
2) Memahami
3) Mendengar
4) Melihat
Empat kata kerja di atas menjelaskan fungsi hati. Artinya hati bisa berfungsi jika kita berjalan di muka bumi (dalam arti aktif mencari pengetahuan), lalu mencoba memahami, mendengar, dan melihat dengan teliti, dan penuh pertimbangan.
Memahami adalah cara kerja otak, mendengar cara kerja telinga, melihat cara kerja mata. Pada prakteknya memahami, mendengar, dan melihat dikendalikan oleh otak.
Jadi bagaimana hati itu berfungsi? Ya, kalau seluruh indera kita bisa bekerja dengan baik. Mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, dan otak memahami (logikanya berfungsi). Pemahaman, penglihatan, dan pendengaran bisa buta, jika tidak mendapat petunjuk dari Tuhan. Oleh karena itu Tuhan menurunkan kitab suci berisi petunjuk-petunjuk bagaimana kita memahami (berlogika), melihat dan mendengar agar hati kita berfungsi.
To the point aja deh! Fungsi hati itu bagaimana? Ya, mendengar (telinga), melihat (mata) dan memahami (logika) titik. Jadi berfungsinya hati adalah berfungsinya seluruh indera manusia. Berfungsinya seluruh indera tidak lepas dari berfungsi seluruh bagian otak yaitu otak kiri, kanan, dan tengah. Berfungsinya hati sama dengan berfungsinya otak. Begitu!!!
Jadi, orang-orang yang hatinya bekerja, sudah pasti otaknya (logikanya) cerdas bahkan seharusnya super cerdas. Tidak ada petunjuk dari Tuhan, jika mau memungsikan hati harus mematikan logika. Tidak percaya? Bacalah... Al-Qur’annya!!!
Ciri-ciri orang-orang yang menggunakan hatinya, dia tidak berpikir parsial. Dia memahami kebenaran dari berbagai sudut pandang (holistis). Melihat permasalahan dari berbagai sisi, memutuskan masalah dengan penuh pertimbangan, dan logikanya tidak lepas dari petunjuk Tuhan. So pasti, orang yang hatinya bekerja punya kepribadian agung. Contohlah Nabi Muhammad SAW. Salam Sukses Dengan Logika Tuhan. Wallahu ‘alam.
Saya coba kasih pengertian sedikit tentang fungsi hati. Perhatikan bunyi ayat di bawah ini;
“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada”. (Al hajj [22] : 46)
Mukjizat Al-Qur’an kata demi kata punya keterkaitan. KARENA saya baca dalam buku yang bisa dipertanggung jawabkan salah satu arti kata dari Al-Qur’an itu sendiri adalah SALING KETERKAITAN. Maka saya yakin, dengan mencari keterkaitan kata dalam Al-Qur'an, kita bisa sedikit demi sedikit memahami sesuatu. Coba kita perhatikan ada berapa kata kerja dalam ayat di atas.
1) Berjalan
2) Memahami
3) Mendengar
4) Melihat
Empat kata kerja di atas menjelaskan fungsi hati. Artinya hati bisa berfungsi jika kita berjalan di muka bumi (dalam arti aktif mencari pengetahuan), lalu mencoba memahami, mendengar, dan melihat dengan teliti, dan penuh pertimbangan.
Memahami adalah cara kerja otak, mendengar cara kerja telinga, melihat cara kerja mata. Pada prakteknya memahami, mendengar, dan melihat dikendalikan oleh otak.
Jadi bagaimana hati itu berfungsi? Ya, kalau seluruh indera kita bisa bekerja dengan baik. Mata bisa melihat, telinga bisa mendengar, dan otak memahami (logikanya berfungsi). Pemahaman, penglihatan, dan pendengaran bisa buta, jika tidak mendapat petunjuk dari Tuhan. Oleh karena itu Tuhan menurunkan kitab suci berisi petunjuk-petunjuk bagaimana kita memahami (berlogika), melihat dan mendengar agar hati kita berfungsi.
To the point aja deh! Fungsi hati itu bagaimana? Ya, mendengar (telinga), melihat (mata) dan memahami (logika) titik. Jadi berfungsinya hati adalah berfungsinya seluruh indera manusia. Berfungsinya seluruh indera tidak lepas dari berfungsi seluruh bagian otak yaitu otak kiri, kanan, dan tengah. Berfungsinya hati sama dengan berfungsinya otak. Begitu!!!
Jadi, orang-orang yang hatinya bekerja, sudah pasti otaknya (logikanya) cerdas bahkan seharusnya super cerdas. Tidak ada petunjuk dari Tuhan, jika mau memungsikan hati harus mematikan logika. Tidak percaya? Bacalah... Al-Qur’annya!!!
Ciri-ciri orang-orang yang menggunakan hatinya, dia tidak berpikir parsial. Dia memahami kebenaran dari berbagai sudut pandang (holistis). Melihat permasalahan dari berbagai sisi, memutuskan masalah dengan penuh pertimbangan, dan logikanya tidak lepas dari petunjuk Tuhan. So pasti, orang yang hatinya bekerja punya kepribadian agung. Contohlah Nabi Muhammad SAW. Salam Sukses Dengan Logika Tuhan. Wallahu ‘alam.
KALAU MAU SUKSES, JADILAH PECANDU SHALAT!
Oleh: Muhammad Plato
Dari semua persepsi yang mereka kemukakan, ketika disuruh memilih salah satu, mayoritas mereka memilih bahwa shalat adalah kewajiban. Untuk itu penulis berkesimpulan bahwa persepsi mereka tentang shalat adalah kewajiban.
Persepsi ini bukan salah tapi mengandung sedikit kelemahan. Di dalam melaksanakan ibadah keagamaan, kita mengenal hukum wajib dan sunat. Ibadah-ibadah wajib tidak boleh ditinggalkan, dan ibadah yang sunat mendapat pahala jika dikerjakan, dan tidak berdosa jika tidak dikerjakan.
Persepsi ini bukan salah tapi mengandung sedikit kelemahan. Di dalam melaksanakan ibadah keagamaan, kita mengenal hukum wajib dan sunat. Ibadah-ibadah wajib tidak boleh ditinggalkan, dan ibadah yang sunat mendapat pahala jika dikerjakan, dan tidak berdosa jika tidak dikerjakan.
Dari pemahaman ini muncul istilah kewajiban untuk melaksanakan ibadah-ibadah wajib, dan tidak begitu peduli pada yang sunah-sunah. Orang akan merasa telah memenuhi target jika telah melaksanakan yang wajib-wajib. Persepsi ini menjadi membatasi target ibadah dan merasa puas setelah melaksanakan ibadah wajib.
Semisal dalam melaksanakan shalat. Jika sholat sebagai kewajiban, maka persepsinya akan terbatas pada shalat-shalat wajib. Ketika ditawarkan sholat-sholat sunah, jadi kurang militan untuk melaksanakannya.
Ketika shalat dhuha menjadi program sekolah, berubahlah shalat menjadi wajib bagi setiap siswa karena sudah jadi program. Namun ada saja yang protes, shalat dhuha itu sunah, jadi tidak bisa diwajibkan di sekolah. Nah, itulah akibatnya jika ibadah shalat dianggap kewajiban.
Maka dalam hal ini, penulis tawarkan alternatif konsep shalat yang lain. Konsep shalat tersebut terdapat dalam Al-Qur’an, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah:45).
Merujuk pada ayat di atas, penulis mengambil makna shalat sebagai kegiatan minta tolong kepada Allah. Lalu siapa orang-orang yang diwajibkan meminta tolong kepada Allah? Mereka yang punya masalah dalam kehidupan.
Maka dalam hal ini, penulis tawarkan alternatif konsep shalat yang lain. Konsep shalat tersebut terdapat dalam Al-Qur’an, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah:45).
Merujuk pada ayat di atas, penulis mengambil makna shalat sebagai kegiatan minta tolong kepada Allah. Lalu siapa orang-orang yang diwajibkan meminta tolong kepada Allah? Mereka yang punya masalah dalam kehidupan.
Jadi kalau begitu, kita shalat kalau punya masalah? Ya iyalah. Lalu bagaimana kalau tidak punya masalah? Ya tidak shalat lah. Tapi penulis tanya, "adakah manusia yang tidak punya masalah?" Kayaknya semua sepakat, setiap manusia hidup dalam lautan masalah. Kalau ada, saya berani bilang dia bukan manusia. Nah, jadi kalau semua manusia pasti bermasalah ya semuanya pasti butuh dan minta dengan shalat.
Selain yang punya masalah, mereka yang diwajibkan shalat adalah yang hidupnya kekurangan. Jadi kalau sudah merasa tidak kekurangan tidak shalat? Ya iyalah. Tapi coba Anda pikir, adakah manusia yang sudah tidak kekurangan? Kalau ada saya berani bertaruh dia bukan manusia.
Selain yang punya masalah, mereka yang diwajibkan shalat adalah yang hidupnya kekurangan. Jadi kalau sudah merasa tidak kekurangan tidak shalat? Ya iyalah. Tapi coba Anda pikir, adakah manusia yang sudah tidak kekurangan? Kalau ada saya berani bertaruh dia bukan manusia.
Sekaya-kayanya manusia mereka masih tetap kekurangan. Buktinya apa? Tuh lihat orang-orang kaya punya uang milyaran rupiah sehari-harinya masih makan, karena isi perutnya kekurangan. Mereka juga pasti tiap hari kerja karena rezekinya ingin terus bertambah banyak.
Bagi mereka yang punya cita-cita dalam hidupnya diwajibkan shalat. Jangan bertanya, "jadi kalau tidak punya cita-cita tidak shalat?". Itu pertanyaan konyol. Kalau Anda manusia pasti punya cita-cita. Gantungkan cita-cita Mu setinggi langit. Dan raihlah cita-cita mu dengan shalat.
Jadi, kalau Anda bermasalah solusinya minta tolong sama Allah (shalat), kalau Anda kekurangan, ya solusinya shalat, dan kalau Anda punya impian dalam hidup, itu juga solusinya shalat. Kalau begitu, shalat itu adalah solusi dalam hidup ini? Betul. Maka, karena orang-orang yang hidup pasti punya masalah, selalu kekurangan, dan punya cita-cita, selama hidupnya tidak akan pernah meninggalkan shalat, kalau dia memahami shalat sebagai kegiatan minta tolong kepada Allah.
Kesimpulannya, orang-orang yang menjadikan shalatnya sebagai kegiatan minta tolong pada Allah, pasti serius (khusyu) shalatnya. Anda coba perhatikan orang-orang yang sedang bermasalah ketika minta tolong pada seseorang, dia pasti serius karena sangat ingin mendapat pertolongan.
Bagi mereka yang punya cita-cita dalam hidupnya diwajibkan shalat. Jangan bertanya, "jadi kalau tidak punya cita-cita tidak shalat?". Itu pertanyaan konyol. Kalau Anda manusia pasti punya cita-cita. Gantungkan cita-cita Mu setinggi langit. Dan raihlah cita-cita mu dengan shalat.
Jadi, kalau Anda bermasalah solusinya minta tolong sama Allah (shalat), kalau Anda kekurangan, ya solusinya shalat, dan kalau Anda punya impian dalam hidup, itu juga solusinya shalat. Kalau begitu, shalat itu adalah solusi dalam hidup ini? Betul. Maka, karena orang-orang yang hidup pasti punya masalah, selalu kekurangan, dan punya cita-cita, selama hidupnya tidak akan pernah meninggalkan shalat, kalau dia memahami shalat sebagai kegiatan minta tolong kepada Allah.
Kesimpulannya, orang-orang yang menjadikan shalatnya sebagai kegiatan minta tolong pada Allah, pasti serius (khusyu) shalatnya. Anda coba perhatikan orang-orang yang sedang bermasalah ketika minta tolong pada seseorang, dia pasti serius karena sangat ingin mendapat pertolongan.
Nah seperti itu seharusnya saat kita minta tolong pada Allah, harus serius (khusyu). Kalau mau shalat khusyu, berangkatlah dari masalah serius, dan cita-cita yang ingin ada wujudkan adalah masalah serius.
Jadikan shalat bukan kewajiban tapi kebutuhan, karena tidak ada yang bisa diwujudkan di muka bumi ini kecuali atas pertolongan Allah. Shalat adalah cara untuk mendapat pertolongan Allah. jadi KALAU MAU SUKSES JADILAH PECANDU SHALAT.
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (Fushshilat, 41:49). Salam Sukses bagi para pecandu yang tak jemu-jemu shalat.
Wednesday, November 28, 2012
MANAJEMEN DOA
Raih Sukses Dengan Kekuatan Doa!
Sukses pasti menjadi dambaan setiap orang. Namun tidak sedikit, mereka yang kurang percaya diri untuk meraih kesuksesan. Mereka yang kurang percaya diri, kata-katanya tidak pernah bersemangat. Dari mulutnya selalu keluar keluhan dan pesimisme. Mereka yang kurang percaya diri, sering sibuk dengan alasan-alasan yang menjadikan dirinya terbatas. Optimisme orang lain sering dipatahkan dengan syarat-syarat yang memberatkan. Bagi mereka yang kurang percaya diri, dunia ini penuh dengan ketidakmungkinan.
Jika Anda adalah orang yang kurang percaya diri, sekarang penulis akan mengubah Anda menjadi orang yang penuh optimis. Kata kuncinya, pakai logika Tuhan. Dalam logika Tuhan tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin karena sebabnya adalah Tuhan. Apakah yang menyebabkan semuanya mungkin? Jawabannya adalah doa. Berdoalah kepada Tuhan. Doa adalah penyebab, yang dijadikan oleh Tuhan untuk mengubah takdir Anda, dari yang miskin menjadi kaya, dari yang bodoh menjadi cerdas, dari kekurangan menjadi kecukupan dan dari rendah menjadi tinggi.
Doa menurut ilmu bahasa adalah kata BENDA. Artinya bahan pembuat doa itu adalah benda, yaitu gelombang energi kuanta yang disebut PIKIRAN dan PERASAAN (Erbe Sentanu: 2007). Pendapat Erbe Sentanu diperjelas dengan bunyi hadis berikut, Do'a adalah SENJATA seorang mukmin dan TIANG (pilar) agama serta CAHAYA langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la). Doa adalah alat kesuksesan bagi semua orang. Tidak ada yang tidak bisa berdoa di muka bumi ini. Semuanya bisa. Maka semuanya bisa mewujudkan mimpi-mimpinya dengan manajemen doa.
Untuk meraih kesuksesan kekuatan doa bisa dioptimalkan. Kekuatan doa bisa dioptimalkan dengan collecting (mengumpulkan) doa. Kumpulkan doa dari orang-orang yang punya kedudukan spesial dihadapan Tuhan. Orang-orang yang punya kedudukan dihadapan Tuhan adalah orang tua (ibu dan ayah), istri/suami, guru, ulama, kiyai, ustad, pemimpin yang adil (jujur), orang-orang teraniaya, fakir miskin, anak-anak yatim, orang berpuasa, dan musafir. Sejahterakanlah mereka dan berdoalah kepada Tuhan, semoga hati mereka tergerak untuk mendoakan kesuksesan hidup kita di dunia dan akhirat.
Collecting doa sangat dianjurkan adalah dari kedua orang tua. Doa mereka tulus dan ikhlas. Itulah sebab kekuatan doa dari kedua orang tua. Agar mendapatkan doa yang banyak dari kedua orang tua, dan kekuatannya lebih dahsyat, maka peliharalah dan santuni mereka dengan harta yang kita miliki. Penuhi segala hajat kedua orang tua dengan penuh keikhlasan. Berjihadlah untuk mensejahterakan kedua orang tua.
Selain doa tulus dari orang tua, doa tulus bisa didapat dari seorang istri, atau suami bagi yang sudah berkeluarga. Dalam keluarga harmonis, seorang istri pasti doanya tulus untuk suami, dan sebaliknya doa seorang suami pasti tulus untuk istrinya. Suami dan istri ibarat pakaian, keduanya saling melengkapi. Suami berjihadlah untuk menafkahi istri agar mendapatkan kekuatan dahsyat dari doa seorang istri, dan seorang Istri dengan keshalehannya, tunduklah kepada suami, agar mendapatkan dahsyatnya doa sang suami.
Doa tulus bisa didapatkan juga dari seorang guru (kiyai, ustad, ulama). Guru adalah pekerjaan mulia. Kemuliaan seorang guru menjadikan mereka orang-orang spesial dihadapan Tuhan. Tidak ada guru yang menginginkan anak didiknya gagal. Setiap guru selalu mengupayakan kesuksesan anak didiknya. Untuk itulah guru punya ketulusan doa.
Mengapa orang-orang teraniaya, fakir miskin, yatim piatu, orang berpuasa, dan musafir, memiliki kedudukan spesial dihadapan Tuhan? Karena mereka berada pada posisi ektrem (kesulitan yang luar biasa). Dalam posisi ekstrem Tuhan sangat dekat dengan mereka. Tuhan sangat dekat dengan mereka. Kedekatan mereka dengan Tuhan menjadikan doanya menjadi langsung urusan Tuhan. Bersahabat baiklah dan jadilah pelindung mereka, agar mereka terbantu dan tulus mendoakan kita.
Selain collecting doa dari orang-orang spesial, manfaatkan waktu-waktu spesial dalam berdoa. Waktu-waktu spesial dalam berdoa adalah sepertiga malam (shalat malam), sepertiga siang (shalat dhuha), sehabis shalat-shalat wajib, diantara adzan dan iqomah, diwaktu sujud, diperjalanan, dan diwaktu tahiyat akhir sebelum salam. Memohonlah kepada orang-orang spesial untuk mendoakan kesuksesan kita di waktu-waktu spesial.
Doa berwujud dalam perasaan, pikiran dan perbuatan. Dalam pikiran doa adalah prasangkat baik terhadap segala ketentuan Tuhan. Dalam perasaan doa adalah kesenangan dalam melaksanakan segala perintah Tuhan. Dalam perbuatan, doa adalah karakter-karakter baik yang dilakukan baik dalam kondisi sempit maupun lapang. Penulis doakan dengan tulus, semoga para pembaca menjadi orang-orang sukses dan kelak mampu berkurban dengan 100 ekor Jaguar (ini serius). Dengan manajemen, insya Allah doa akan menjadi kekuatan dahsyat dalam mendorong keberhasilan Anda. Dengan kekuatan doa tidak ada yang tidak mungkin, dan semua orang punya kesempatan untuk memanaj doanya agar menjadi kekuatan dahsyat dalam memperoleh kesuksesan. Salam sukse dengan logika Tuhan (SDLT).
Sukses pasti menjadi dambaan setiap orang. Namun tidak sedikit, mereka yang kurang percaya diri untuk meraih kesuksesan. Mereka yang kurang percaya diri, kata-katanya tidak pernah bersemangat. Dari mulutnya selalu keluar keluhan dan pesimisme. Mereka yang kurang percaya diri, sering sibuk dengan alasan-alasan yang menjadikan dirinya terbatas. Optimisme orang lain sering dipatahkan dengan syarat-syarat yang memberatkan. Bagi mereka yang kurang percaya diri, dunia ini penuh dengan ketidakmungkinan.
Jika Anda adalah orang yang kurang percaya diri, sekarang penulis akan mengubah Anda menjadi orang yang penuh optimis. Kata kuncinya, pakai logika Tuhan. Dalam logika Tuhan tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin karena sebabnya adalah Tuhan. Apakah yang menyebabkan semuanya mungkin? Jawabannya adalah doa. Berdoalah kepada Tuhan. Doa adalah penyebab, yang dijadikan oleh Tuhan untuk mengubah takdir Anda, dari yang miskin menjadi kaya, dari yang bodoh menjadi cerdas, dari kekurangan menjadi kecukupan dan dari rendah menjadi tinggi.
Doa menurut ilmu bahasa adalah kata BENDA. Artinya bahan pembuat doa itu adalah benda, yaitu gelombang energi kuanta yang disebut PIKIRAN dan PERASAAN (Erbe Sentanu: 2007). Pendapat Erbe Sentanu diperjelas dengan bunyi hadis berikut, Do'a adalah SENJATA seorang mukmin dan TIANG (pilar) agama serta CAHAYA langit dan bumi. (HR. Abu Ya'la). Doa adalah alat kesuksesan bagi semua orang. Tidak ada yang tidak bisa berdoa di muka bumi ini. Semuanya bisa. Maka semuanya bisa mewujudkan mimpi-mimpinya dengan manajemen doa.
Untuk meraih kesuksesan kekuatan doa bisa dioptimalkan. Kekuatan doa bisa dioptimalkan dengan collecting (mengumpulkan) doa. Kumpulkan doa dari orang-orang yang punya kedudukan spesial dihadapan Tuhan. Orang-orang yang punya kedudukan dihadapan Tuhan adalah orang tua (ibu dan ayah), istri/suami, guru, ulama, kiyai, ustad, pemimpin yang adil (jujur), orang-orang teraniaya, fakir miskin, anak-anak yatim, orang berpuasa, dan musafir. Sejahterakanlah mereka dan berdoalah kepada Tuhan, semoga hati mereka tergerak untuk mendoakan kesuksesan hidup kita di dunia dan akhirat.
Collecting doa sangat dianjurkan adalah dari kedua orang tua. Doa mereka tulus dan ikhlas. Itulah sebab kekuatan doa dari kedua orang tua. Agar mendapatkan doa yang banyak dari kedua orang tua, dan kekuatannya lebih dahsyat, maka peliharalah dan santuni mereka dengan harta yang kita miliki. Penuhi segala hajat kedua orang tua dengan penuh keikhlasan. Berjihadlah untuk mensejahterakan kedua orang tua.
Selain doa tulus dari orang tua, doa tulus bisa didapat dari seorang istri, atau suami bagi yang sudah berkeluarga. Dalam keluarga harmonis, seorang istri pasti doanya tulus untuk suami, dan sebaliknya doa seorang suami pasti tulus untuk istrinya. Suami dan istri ibarat pakaian, keduanya saling melengkapi. Suami berjihadlah untuk menafkahi istri agar mendapatkan kekuatan dahsyat dari doa seorang istri, dan seorang Istri dengan keshalehannya, tunduklah kepada suami, agar mendapatkan dahsyatnya doa sang suami.
Doa tulus bisa didapatkan juga dari seorang guru (kiyai, ustad, ulama). Guru adalah pekerjaan mulia. Kemuliaan seorang guru menjadikan mereka orang-orang spesial dihadapan Tuhan. Tidak ada guru yang menginginkan anak didiknya gagal. Setiap guru selalu mengupayakan kesuksesan anak didiknya. Untuk itulah guru punya ketulusan doa.
Mengapa orang-orang teraniaya, fakir miskin, yatim piatu, orang berpuasa, dan musafir, memiliki kedudukan spesial dihadapan Tuhan? Karena mereka berada pada posisi ektrem (kesulitan yang luar biasa). Dalam posisi ekstrem Tuhan sangat dekat dengan mereka. Tuhan sangat dekat dengan mereka. Kedekatan mereka dengan Tuhan menjadikan doanya menjadi langsung urusan Tuhan. Bersahabat baiklah dan jadilah pelindung mereka, agar mereka terbantu dan tulus mendoakan kita.
Selain collecting doa dari orang-orang spesial, manfaatkan waktu-waktu spesial dalam berdoa. Waktu-waktu spesial dalam berdoa adalah sepertiga malam (shalat malam), sepertiga siang (shalat dhuha), sehabis shalat-shalat wajib, diantara adzan dan iqomah, diwaktu sujud, diperjalanan, dan diwaktu tahiyat akhir sebelum salam. Memohonlah kepada orang-orang spesial untuk mendoakan kesuksesan kita di waktu-waktu spesial.
Doa berwujud dalam perasaan, pikiran dan perbuatan. Dalam pikiran doa adalah prasangkat baik terhadap segala ketentuan Tuhan. Dalam perasaan doa adalah kesenangan dalam melaksanakan segala perintah Tuhan. Dalam perbuatan, doa adalah karakter-karakter baik yang dilakukan baik dalam kondisi sempit maupun lapang. Penulis doakan dengan tulus, semoga para pembaca menjadi orang-orang sukses dan kelak mampu berkurban dengan 100 ekor Jaguar (ini serius). Dengan manajemen, insya Allah doa akan menjadi kekuatan dahsyat dalam mendorong keberhasilan Anda. Dengan kekuatan doa tidak ada yang tidak mungkin, dan semua orang punya kesempatan untuk memanaj doanya agar menjadi kekuatan dahsyat dalam memperoleh kesuksesan. Salam sukse dengan logika Tuhan (SDLT).
Wednesday, November 21, 2012
Jangan Benci dan Suka Tanpa Pengetahuan
“Tuhan adalah Esa. Jika ada satu kata saja disandingkan langsung dengan Tuhan tanpa kata penghubung, maka dia bukanlah Tuhan melainkan makhluk.” (toto suharya)
Kenyataan, kita bisa jatuh cinta pada seseorang tanpa harus mengenalnya terlebih dahulu. Kecantikan dan ketampanan bisa menarik hati seseorang tanpa harus mengenal siapa orangnya terlebih dahulu. Logika Tuhan, mungkin bagi Anda seperti perempuan berwajah buruk, atau laki-laki berpenampilan jelek. Untuk itu tidak sedikitpun menarik perhatian Anda untuk mengenalnya lebih dekat.
Tapi ingatlah apa kata Allah, “...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Al Baqarah:216). Menurut penulis, dari ayat inilah mungkin lahir sebuah pepatah, “tak kenal maka tak sayang”. Atau pesan langsungnya, “janganlah membenci atau menyukai sesuatu tanpa pengetahuan”.
Kuncinya, membenci dan menyukai segala sesuatu harus didasari oleh pengetahuan. Menyukai sesuatu tanpa pengetahuan seperti Anda mencintai seseorang karena kecantikan atau ketampanan wajahnya saja. Sebaliknya membenci sesu
atu tanpa pengetahuan seperti Anda membenci seseorang karena buruk rupanya saja. Sesungguhnya orang-orang yang berpengetahuan akan selalu menemukan kebaikan dibalik kebaikan dan menemukan kebaikan dibalik keburukan. Untuk itulah orang-orang yang berpengetahuan selalu mendapatkan kebaikan dalam hidupnya.
Untuk itu, agar kita bisa menemukan kebaikan dari logika Tuhan, penulis akan perkenalkan. Makhluk apakah logika Tuhan itu? Logika Tuhan adalah pola berpikir sebab akibat yang mengacu atau merujuk pada pola sebab akibat (logika) yang terdapat dalam Al-Qur’an. Kalau rujukannya Al-Qur’an, mengapa tidak dikasih nama logika Al-Qur’an? Pertimbangan penulis, kalau diberi nama logika Al-Qur’an akan merujuk pada satu golongan yaitu umat Islam, maka dipilih nama logika Tuhan agar dapat diterima seluruh umat manusia (universal). Tujuannya adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Lalu apakah inti dari logika Tuhan itu? Murthada Muthahhari (2012:156) menjelaskan ada tiga logika Al-Quran yang dipahami selama ini yaitu logika Jabr (keterpaksaan), Tafwidh (penyerahan total) dan Amrun Baina al-Amraini (satu hal diantara dua hal).
Logika Jabr mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu syarat bagi sesuatu. Jika Tuhan sudah menghendaki sesuatu, sesautu itu pasti terjadi tanpa memerlukan sebab. Logika Tafwidh menjelaskan bahwa sebagian sesuatu adalah kehendak Tuhan, dan sebagian lainnya adalah bukan kehendak Tuhan. Logika Amrun Baina al-Amraini mengatakan bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Tuhan dan di dalam alam ini, segala sesuatu memiliki syarat.
Selanjutnya Murtadha Muthahari menegaskan, jika kita benar-benar mengenal logika Al-Qur’an, kita akan melihat bahwa kita mesti memiliki keyakinan, bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Allah, dan segala sesuatu mempunyai syarat tertentu, dan dengan syarat-syarat itulah ia terwujud, dan tanpa syarat-syarat itu mustahil ia dapat terwujud.
Di mana posisi logika Tuhan? Tidak ada pada ketiganya. Sepakat dengan pendapat Murthada Muthahari, tapi dalam pandangan logika Tuhan segala sesuatu bisa terwujud karena kehendak Tuhan, dan keterwujudan sesuatu membutuhkan sebab-sebab. Sebab-sebab itu sendiri tidak berada diluar kehendak Tuhan. Kesimpulannya segala sesuatu terjadi memerlukan sebab, dan seluruh sebab yang ada dimuka bumi ini, itulah kehendak Tuhan.
Apa manfaat kalau kita berpikir dengan logika Tuhan? Berpikir dengan logika Tuhan dapat membantu kita untuk selalu ingat Tuhan, karena berkeyakinan seluruh kejadian dimuka bumi ini terjadi atas kehendak Tuhan. Dapat juga, membantu kita untuk selalu berprasangka baik (positif thinking). Dalam logika Tuhan tidak berlaku hukum negatif dan positif, semuanya akan berlaku positif. Jika berpikir dengan logika Tuhan, hal-hal negatif yang ditakuti kedatangannya akan diubah menjadi harapan. Salam Sukses dengan Logika Tuhan.
Monday, October 22, 2012
RUMUS SEJAHTERA DALAM LOGIKA TUHAN
KALAU MAU SUKSES HARUS CARI KESULITAN...
Sedikit orang tahu, bahwa kunci kesejahteraan itu adalah kesulitan. Berikut ini akan saya jelaskan dari mana rumus hidup ini di dapat. Sebagai makhluk Tuhan, tentu kita selalu mendapat petunjuk hidup dari Tuhan. Bagi kami yang meyakini adanya Tuhan, cara-cara hidup itu telah ditentukan oleh Tuhan. Kami juga meyakini bahwa segala aturan-aturan yang telah ditetapkan Tuhan tiada lain hanya untuk kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat.
Rumus hidup sejahtera itu kami temukan dalam pesan Tuhan sebagai berikut, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah:5-6).
Bagi yang sudah mengetahui arti ayat ini dari terjemahan mungkin biasa-biasa saja. Tapi coba kita kaji dengan logika yang kita miliki. Arti logika itu cukup sederhana yaitu pola hubungan sebab akibat. Dengan logikanya, manusia bisa mengungkap rahasia langit dan bumi. Caner Taslaman (2010) memberi penegasan bahwa tanpa logika, akal manusia tidak akan berfungsi. Bisa juga berarti bahwa orang-orang yang tidak memungsikan logikanya berarti sama saja tidak berakal.
Dalam surat Alam Nasyrah ayat 5-6, terdapat dua konsep yang saling berhubungan yaitu kesulitan dan kemudahan. Dua konsep ini kalau kita kaji dengan logika, dapat ditempatkan sebagai berikut; kesulitan berada pada posisi sebab, kemudahan berada pada posisi akibat.
Dari pemilahan posisi di atas, mungkin ada yang bertanya, dari mana dasarnya bahwa kesulitan harus menduduki sebab? Jawaban sederhannya, jika menggunakan logika berurut, dalam ayat itu dijelaskan bahwa urutan kesulitan mendahului kemudahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan adalah sebab dan kemudahan adalah akibat.
Untuk menguatkan logika berurut di atas, saya punya dalil bahwa kesulitan itu sebab dari kemudahan. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (Al Balad:4). Dalam tafsir Hasbi Asshidiqqi, ayat ini ditafsirkan lebih tegas dengan kata sumpah, “Demi Allah, sesungguhkan kami ciptakan manusia diharuskan menempuh susah payah”. Mengapa Allah mengharuskan manusia menempuh susah payah? Jawabannya balik lagi pada surat Alam Nasyrah ayat 5-6, bahwa kesulitan (susah payah) adalah sebab kemudahan. Dan itulah rumus hidup dari Tuhan kita.
Mungkin anda tidak puas dengan rumus tersebut karena anda anggap itu hanya permainan logika saja. Orang bilang, “ah itu kan teori”. Tapi semestinya anda tahu kebenaran itu ada tiga, kebenaran dari Tuhan (wahyu), kebenaran logika, dan satu lagi kebenaran empiris (kenyataan). Tadi, saya sudah jelaskan kebenaran rumus itu, pertama dari Tuhan melalui wahyu, dan kedua dari logika. Sekarang kita uji saja kebenaran rumus tersebut secara empiris.
Coba saja amati oleh anda, orang-orang yang hidupnya diberi kemudahan oleh Tuhan, dia pasti mengalami kesulitan terlebih dahulu. Buktinya banyak, baca saja biografi orang-orang sukses di muka bumi ini. Mulai dari orang Barat, Timur, Utara, Selatan, kesuksesan itu mereka dapatkan dengan cara menempuh kesulitan. Anda tahu, mengapa orang-orang China bisa kaya-kaya di negara kita? Mereka punya jam kerja yang panjang, bangun jam 4 pagi dan baru berangkat tidur jam 11 malam. Apakah itu hal mudah untuk dilakukan?
Bagi umat Islam, dalam sejarah banyak sekali dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia biasa yang diutus oleh Tuhan menjadi Nabi. Dalam mengemban kenabiannya Beliau menghadapi kesulitan yang luar biasa. Beliau mengemban kenabian dengan mengorbankan jiwa dan raganya. Anda bisa bayangkan bagaimana tingkat kesulitan yang dialami Nabi Muhammad saw ketika Perang Badar. Dalam perang itu lawannya tidak seimbang. Perbandingannya dijelaskan dalam Al-qur’an 1:10. Sungguh itu kesulitan yang hebat dan dihadapi oleh Nabi Muhammad saw. Tapi coba baca, setelah kesulitan itu, kenabian Nabi Muhammad saw, menyebar dari benua Asia, Afrika dan Eropa dalam waktu singkat. Kaum orientalis yang mempelajari sejarah kenabian Nabi Muhammad saw, ada yang menempatkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah model pemimpin nomor satu dunia. Sudah jelas bukan rumus hidup sukses itu adalah kesulitan bukan kemudahan. Jadi kalau anda ingin sukses jangan cari kemudahan, carilah KESULITAN! Logis kan?
Sedikit orang tahu, bahwa kunci kesejahteraan itu adalah kesulitan. Berikut ini akan saya jelaskan dari mana rumus hidup ini di dapat. Sebagai makhluk Tuhan, tentu kita selalu mendapat petunjuk hidup dari Tuhan. Bagi kami yang meyakini adanya Tuhan, cara-cara hidup itu telah ditentukan oleh Tuhan. Kami juga meyakini bahwa segala aturan-aturan yang telah ditetapkan Tuhan tiada lain hanya untuk kesejahteraan manusia di dunia dan akhirat.
Rumus hidup sejahtera itu kami temukan dalam pesan Tuhan sebagai berikut, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah:5-6).
Bagi yang sudah mengetahui arti ayat ini dari terjemahan mungkin biasa-biasa saja. Tapi coba kita kaji dengan logika yang kita miliki. Arti logika itu cukup sederhana yaitu pola hubungan sebab akibat. Dengan logikanya, manusia bisa mengungkap rahasia langit dan bumi. Caner Taslaman (2010) memberi penegasan bahwa tanpa logika, akal manusia tidak akan berfungsi. Bisa juga berarti bahwa orang-orang yang tidak memungsikan logikanya berarti sama saja tidak berakal.
Dalam surat Alam Nasyrah ayat 5-6, terdapat dua konsep yang saling berhubungan yaitu kesulitan dan kemudahan. Dua konsep ini kalau kita kaji dengan logika, dapat ditempatkan sebagai berikut; kesulitan berada pada posisi sebab, kemudahan berada pada posisi akibat.
Dari pemilahan posisi di atas, mungkin ada yang bertanya, dari mana dasarnya bahwa kesulitan harus menduduki sebab? Jawaban sederhannya, jika menggunakan logika berurut, dalam ayat itu dijelaskan bahwa urutan kesulitan mendahului kemudahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesulitan adalah sebab dan kemudahan adalah akibat.
Untuk menguatkan logika berurut di atas, saya punya dalil bahwa kesulitan itu sebab dari kemudahan. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. (Al Balad:4). Dalam tafsir Hasbi Asshidiqqi, ayat ini ditafsirkan lebih tegas dengan kata sumpah, “Demi Allah, sesungguhkan kami ciptakan manusia diharuskan menempuh susah payah”. Mengapa Allah mengharuskan manusia menempuh susah payah? Jawabannya balik lagi pada surat Alam Nasyrah ayat 5-6, bahwa kesulitan (susah payah) adalah sebab kemudahan. Dan itulah rumus hidup dari Tuhan kita.
Mungkin anda tidak puas dengan rumus tersebut karena anda anggap itu hanya permainan logika saja. Orang bilang, “ah itu kan teori”. Tapi semestinya anda tahu kebenaran itu ada tiga, kebenaran dari Tuhan (wahyu), kebenaran logika, dan satu lagi kebenaran empiris (kenyataan). Tadi, saya sudah jelaskan kebenaran rumus itu, pertama dari Tuhan melalui wahyu, dan kedua dari logika. Sekarang kita uji saja kebenaran rumus tersebut secara empiris.
Coba saja amati oleh anda, orang-orang yang hidupnya diberi kemudahan oleh Tuhan, dia pasti mengalami kesulitan terlebih dahulu. Buktinya banyak, baca saja biografi orang-orang sukses di muka bumi ini. Mulai dari orang Barat, Timur, Utara, Selatan, kesuksesan itu mereka dapatkan dengan cara menempuh kesulitan. Anda tahu, mengapa orang-orang China bisa kaya-kaya di negara kita? Mereka punya jam kerja yang panjang, bangun jam 4 pagi dan baru berangkat tidur jam 11 malam. Apakah itu hal mudah untuk dilakukan?
Bagi umat Islam, dalam sejarah banyak sekali dijelaskan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia biasa yang diutus oleh Tuhan menjadi Nabi. Dalam mengemban kenabiannya Beliau menghadapi kesulitan yang luar biasa. Beliau mengemban kenabian dengan mengorbankan jiwa dan raganya. Anda bisa bayangkan bagaimana tingkat kesulitan yang dialami Nabi Muhammad saw ketika Perang Badar. Dalam perang itu lawannya tidak seimbang. Perbandingannya dijelaskan dalam Al-qur’an 1:10. Sungguh itu kesulitan yang hebat dan dihadapi oleh Nabi Muhammad saw. Tapi coba baca, setelah kesulitan itu, kenabian Nabi Muhammad saw, menyebar dari benua Asia, Afrika dan Eropa dalam waktu singkat. Kaum orientalis yang mempelajari sejarah kenabian Nabi Muhammad saw, ada yang menempatkan bahwa Nabi Muhammad saw adalah model pemimpin nomor satu dunia. Sudah jelas bukan rumus hidup sukses itu adalah kesulitan bukan kemudahan. Jadi kalau anda ingin sukses jangan cari kemudahan, carilah KESULITAN! Logis kan?
Wednesday, October 3, 2012
NGETES APAKAH ANDA SUDAH BERLOGIKA TUHAN?
Tadi siang ada anak datang, minta nilai...sosiologi
tentu, pendidik tak boleh kasih nilai sembarangan, tanpa imbalan
seperti biasa anak di tes dulu.
jika 1-1 berapa jumlahnya....
anak jawab, "nol". Saya jawab salah...
lalu berapa pak? tanya anak.
"coba kamu keliling kampus pasti kamu temukan jawabannya". kata saya.
lima menit anak berkeliling dan kembali.
Apakah sudah kamu temukan jawabannya? "tidak pak" jawab anak.
"begini, jika kamu miskin apa yang harus kamu lakukan?" "Bekerja pak", jawab anak.
"salah" kata saya. "Lalu apa pak", kata anak
"coba kamu keliling kampus pasti kamu temukan jawabannya". kata saya.
lima menit anak kembali....
apa sudah kamu temukan jawabannya? "Tidak pak", jawab anak
baik jika kamu membeli barang yang kamu inginkan apakah uang yang kamu keluarkan nilainya sama dengan yang kamu dapatkan? "sama pak" jawab anak. "salah" kata saya.
Mengapa pak? kata anak.
Barang yang kamu dapatkan lebih bernilai dari uang yang kamu keluarkan. "Mengapa Pak?" tanya anak.
Jika kamu membeli sebuah pulpen Rp.1000, apakah kamu bisa membuat Pulpen dengan Rp. 1000?
"tidak pak", jawab anak. itu artinya pulpen yang kamu beli nilainya lebih dari Rp. 1000.
itu berarti, jika kamu punya Rp. 1000 dikeluarkan untuk membeli pulpen harga Rp. 1000, maka yang kamu dapatkan lebih dari Rp. 1000 nilainya.
artinya dalam ilmu sosiologi berlaku rumus 1-1 tidak = 0 melainkan 1-1=10 atau bisa jadi 1-1=700.
Pulpen yang kamu beli Rp. 1000 bisa menghasilkan uang lebih dari Rp. 1000.
Sekarang bapak tanya, "dengan rumus 1-1=10 atau 1-1=700, jika kamu hendak meningkatkan jumlah yang kamu miliki apa yang harus kamu lakukan? Mengurang atau menambah?
"Mengurang pak", jawab anak. "Mengapa?" kata saya
ya karena saya yakin, 1-1=700.
kamu lulus......ingat itu rumus hidup dari Tuhan mu.
Baik pak.
Semoga Tuhan menujukkan jalan yang lurus.....
SALAM SUKSES DENGAN LOGIKA TUHAN. FOLLOW ME @Logika_Tuhan
tentu, pendidik tak boleh kasih nilai sembarangan, tanpa imbalan
seperti biasa anak di tes dulu.
jika 1-1 berapa jumlahnya....
anak jawab, "nol". Saya jawab salah...
lalu berapa pak? tanya anak.
"coba kamu keliling kampus pasti kamu temukan jawabannya". kata saya.
lima menit anak berkeliling dan kembali.
Apakah sudah kamu temukan jawabannya? "tidak pak" jawab anak.
"begini, jika kamu miskin apa yang harus kamu lakukan?" "Bekerja pak", jawab anak.
"salah" kata saya. "Lalu apa pak", kata anak
"coba kamu keliling kampus pasti kamu temukan jawabannya". kata saya.
lima menit anak kembali....
apa sudah kamu temukan jawabannya? "Tidak pak", jawab anak
baik jika kamu membeli barang yang kamu inginkan apakah uang yang kamu keluarkan nilainya sama dengan yang kamu dapatkan? "sama pak" jawab anak. "salah" kata saya.
Mengapa pak? kata anak.
Barang yang kamu dapatkan lebih bernilai dari uang yang kamu keluarkan. "Mengapa Pak?" tanya anak.
Jika kamu membeli sebuah pulpen Rp.1000, apakah kamu bisa membuat Pulpen dengan Rp. 1000?
"tidak pak", jawab anak. itu artinya pulpen yang kamu beli nilainya lebih dari Rp. 1000.
itu berarti, jika kamu punya Rp. 1000 dikeluarkan untuk membeli pulpen harga Rp. 1000, maka yang kamu dapatkan lebih dari Rp. 1000 nilainya.
artinya dalam ilmu sosiologi berlaku rumus 1-1 tidak = 0 melainkan 1-1=10 atau bisa jadi 1-1=700.
Pulpen yang kamu beli Rp. 1000 bisa menghasilkan uang lebih dari Rp. 1000.
Sekarang bapak tanya, "dengan rumus 1-1=10 atau 1-1=700, jika kamu hendak meningkatkan jumlah yang kamu miliki apa yang harus kamu lakukan? Mengurang atau menambah?
"Mengurang pak", jawab anak. "Mengapa?" kata saya
ya karena saya yakin, 1-1=700.
kamu lulus......ingat itu rumus hidup dari Tuhan mu.
Baik pak.
Semoga Tuhan menujukkan jalan yang lurus.....
SALAM SUKSES DENGAN LOGIKA TUHAN. FOLLOW ME @Logika_Tuhan
Tuesday, April 24, 2012
NABI IBRAHIM BAPAK EKSPERIMEN
OLEH: MUHAMMAD PLATO
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Baqarah:260).
Jika kita pikirkan, ayat ini memberikan gambaran bagaimana perjalanan Nabi Ibrahim dalam mencari keyakinan pada Allah swt. Nabi Ibrahim ingin memantapkan keyakinannya kepada Allah. Dengan panduan dari Allah, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk melakukan percobaan (eksperimen). Lalu Nabi Ibrahim diberi sebuah metode oleh Allah untuk membuktikan keberadaan-Nya. Metode itu adalah “Allah berfirman: "ambillah empat ekor burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dalam dunia ilmu pengetahuan metode ini kita kenal metode eksperimen atau percobaan.
Kisah Nabi Ibrahim ini memberi petunjuk kepada kita, bahwa keimanan itu perlu kita tingkatkan mulai ainul yakin, ilmal yaqin, sampai menjadi haqul yakin. Untuk mencapai derajat haqul yakin (keimanan tanpa ainul dan ilmal) manusia harus membuktikan kebenaran-kebenaran yang diwahyukan Allah. Nabi Ibrahim menyadari bahwa dirinya makhluk rasional dan nyata (empiris). Untuk meningkatkakan keyakinannya terhadap Allah, Nabi Ibrahim meminta pembuktian nyata tentang kebenaran adanya Allah. Untuk itu Nabi Ibrahim melakukan percobaan sesuai dengan perintah Allah.
Belajar dari Nabi Ibrahim, kita bisa meningkatkan keimanan kepada Allah setiap hari dengan melakukan percobaan (eksperimen). Allah menjelaskan sedekah yang kita keluarkan akan mendapat pahala berlipat ganda sampai 700 kali lipat, dan orang yang mengeluarkannya tidak akan sedikitpun dirugikan. "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki". Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui. (Albaqarah, 2:261). Jadi berdasarkan ayat di atas, dalam hidup ini berlaku rumus 1-1=700. Anda dengan teori manusia saja bisa percaya, mengapa ajaran dari Allah tidak? Tetapi mungkin masih ragu untuk menerapkannya, maka dibutuhkan eskperimen, untuk mendapat keyakinan. Untuk mendapatkan derajat haqul yakin, Anda harus mengujinya dengan melakukan percobaan sebagai dicontohkan oleh Nabi Ibrahim.
Percobaan dapat kita lakukan dengan sederhana. Modalnya hanya buku harian dan alat tulis. Untuk memulai percobaan, pertama kita keluarkan sedekah bertahap mulai dari sedekah sekemampuan, 2,5 persen, 10 persen, barang-barang yang kita cintai, dan berkorban. Mulailah dari yang termudah tapi rutin. Lalu tulis setiap barang yang kita sedekahkan di dalam buku harian. Catat setiap hari, minggu atau bulan, perkembangan apa saja yang terjadi setelah kita mengeluarkan sedekah. Pikirkan, rasakan, dan amati, apa yang terjadi pada kehidupan kita. Niscaya pembalasan Allah itu akan datang dengan segera, sebagaimana Nabi Ibrahim membuktikan burung itu hidup kembali.
Jika Anda tidak merasakan perubahan pada diri Anda, lakukan eksperimen dengan sedekah yang lebih besar. Jika masih belum Anda rasakan, Anda perlu berpikir dan merasakan lebih keras lagi untuk menemukan balasan itu. Dan ketahuilah bahwa Allah maha menepati janji. Kelak kebenaran itu akan ditemukan. Jika Anda sudah membuktikan kebenaran itu, sampaikan kepada orang lain bahwa yang Anda alami adalah benar-benar kenyataan dari Allah. Anda sudah bersedekah lagi untuk orang lain dengan ilmu yang Anda miliki. Wallahu ‘alam.
Tuesday, April 17, 2012
BACA INI RUMUS BISNIS ANTI GAGAL
Jika anda bisnis, niatnya untuk apa?
tujuan saya untuk berinvestasi untuk anak-anak dan keluarga saya.
ok, itu niat yang baik tapi terbatas pada anak dan keluarga.
ini pendapat saya, dan dasarnya dari wahyu Tuhan (Al Qur'an)
niat bisnis itu grand theory-nya adalah membantu orang
coba anda perhatikan
semua kegiatan bisnis itu membantu orang
ga usah lah saya sebutkan satu persatu
terlalu banyak, karena seluruh aktivitas bisnis merupakan kegiatan membantu orang
membantu orang berada pada prinsip sedekah
jadi bisnis itu bahasa agamanya sedekah,
jual beli pada prinsipnya sedekah
belajar mengajar pada prinsipnya sedekah
tukar menukar informasi adalah sedekah
tukang bisnis harus jadi pemberani
tukang bisnis harus jago spekulasi
tukang bisnis harus ulet
tukang bisnis tak mudah menyerah
Keempat ciri pebisnis di atas bisa dimiliki jika niat bisnisnya bantu orang
bisnis yang diniatkan untuk bantu orang tidak akan pernah rugi
binsis yang diniatkan untuk bantu orang tidak akan bangkrut
bisnis yang diniatkan untuk bantu orang akan terus berkembang
bisnis yang diniatkan untuk bantu orang tidak akan
bisnis yang diniatkan bantu orang, memasuki hukum sedekah
setiap bantuan akan dilipat gandakan 10 kali lipat
setiap bantuan akan dilipatkan gandakan 700 kali lipat
bisnis-bisnis yang diniatkan bantu orang akan dikembangkan oleh jaringan Tuhan
jagalah niat anda untuk tetap bantu orang
hidup adalah bisnis yang tidak pernah berkesudahan
bisnis adalah perintah Tuhan
tak ada manusia yang tidak berbisnis, kecuali orang-orang yang mengingkari hukum Tuhan
tujuan saya untuk berinvestasi untuk anak-anak dan keluarga saya.
ok, itu niat yang baik tapi terbatas pada anak dan keluarga.
ini pendapat saya, dan dasarnya dari wahyu Tuhan (Al Qur'an)
niat bisnis itu grand theory-nya adalah membantu orang
coba anda perhatikan
semua kegiatan bisnis itu membantu orang
ga usah lah saya sebutkan satu persatu
terlalu banyak, karena seluruh aktivitas bisnis merupakan kegiatan membantu orang
membantu orang berada pada prinsip sedekah
jadi bisnis itu bahasa agamanya sedekah,
jual beli pada prinsipnya sedekah
belajar mengajar pada prinsipnya sedekah
tukar menukar informasi adalah sedekah
tukang bisnis harus jadi pemberani
tukang bisnis harus jago spekulasi
tukang bisnis harus ulet
tukang bisnis tak mudah menyerah
Keempat ciri pebisnis di atas bisa dimiliki jika niat bisnisnya bantu orang
bisnis yang diniatkan untuk bantu orang tidak akan pernah rugi
binsis yang diniatkan untuk bantu orang tidak akan bangkrut
bisnis yang diniatkan untuk bantu orang akan terus berkembang
bisnis yang diniatkan untuk bantu orang tidak akan
bisnis yang diniatkan bantu orang, memasuki hukum sedekah
setiap bantuan akan dilipat gandakan 10 kali lipat
setiap bantuan akan dilipatkan gandakan 700 kali lipat
bisnis-bisnis yang diniatkan bantu orang akan dikembangkan oleh jaringan Tuhan
jagalah niat anda untuk tetap bantu orang
hidup adalah bisnis yang tidak pernah berkesudahan
bisnis adalah perintah Tuhan
tak ada manusia yang tidak berbisnis, kecuali orang-orang yang mengingkari hukum Tuhan
Wednesday, March 7, 2012
PERANG BADAR
PERANG BADAR
HIDUP ADALAH PEPERANGAN
PERANG TIDAK SEIMBANG
LEBIH BANYAK HAWA MUSUH
SEDIKIT KAWAN
DOA
ADALAH KAWAN
YANG BISA MENDATANGKAN
RIBUAN BANTUAN PASUKAN
BANTUAN PASUKAN
DIPERSIAPKAN SEPERTIGA MALAM
DENGAN PENUH KESUNGGUHAN
DIPERSIAPKAN SAMPAI PAGI
SAMBIL BERSUJUD
BERULANG-ULANG
YA ALLAH
“YAA HAYYU YA QAYYUM”.
YA ALLAH,
JANGAN ENGKAU MENGECEWAKAN SAYA,
MENGHINAKAN SAYA,
DAN MENYUSAHKAN SAYA.
YA ALLAH,
BERILAH KAMI KEMENANGAN
DAN PERTOLONGAN
YANG ENGKAU JANJIKAN KEPADA SAYA.
AKU
MENDATANGKAN BALA BANTUAN
KEPADAMU
DENGAN SERIBU MALAIKAT...
KANG MASTER
7 MARET 2012
HIDUP ADALAH PEPERANGAN
PERANG TIDAK SEIMBANG
LEBIH BANYAK HAWA MUSUH
SEDIKIT KAWAN
DOA
ADALAH KAWAN
YANG BISA MENDATANGKAN
RIBUAN BANTUAN PASUKAN
BANTUAN PASUKAN
DIPERSIAPKAN SEPERTIGA MALAM
DENGAN PENUH KESUNGGUHAN
DIPERSIAPKAN SAMPAI PAGI
SAMBIL BERSUJUD
BERULANG-ULANG
YA ALLAH
“YAA HAYYU YA QAYYUM”.
YA ALLAH,
JANGAN ENGKAU MENGECEWAKAN SAYA,
MENGHINAKAN SAYA,
DAN MENYUSAHKAN SAYA.
YA ALLAH,
BERILAH KAMI KEMENANGAN
DAN PERTOLONGAN
YANG ENGKAU JANJIKAN KEPADA SAYA.
AKU
MENDATANGKAN BALA BANTUAN
KEPADAMU
DENGAN SERIBU MALAIKAT...
KANG MASTER
7 MARET 2012
Monday, January 16, 2012
Dialog Res Cognitans dan Res Extensa
Bangun tidur, tubuh sudah mengajak diskusi kepada jiwa saya. Saya ikut Descartes dalam hal ini. Manusia terdiri dari dua substansi, yaitu jiwa (res cognitans) dan materi /keluasan (res extensa). Jiwa saya adalah res cognitan, dan tubuh adalah res extensa. Saya adalah res cognitans dan tubuh adalah orang lain yaitu Res extensa. Diskusi ini saya tweet ke teman-teman. Terakhir teman-teman yang saya tweet hanya 87 orang. Mudah-mudahan teman-teman di beri berkah oleh Allah.
Pertanyaan pertama yang lahir dari tubuh (Res Extensa) terhadap jiwa saya (Res Cognitans) adalah;
Pertanyaan pertama yang lahir dari tubuh (Res Extensa) terhadap jiwa saya (Res Cognitans) adalah;
Res Exstensa : Apakah Tuhan punya logika?
Res Cognitans : kalau semua yakin Tuhan punya hukum, mengapa logika tidak?
Res Exstensa : Dari mana bisa tahu ada logika Tuhan?
Res Cognitans : Saya tidak mengarang logika Tuhan sendiri. Sumbernya ada dalam kitab suci Al Qur’an.
Res Extensa : Ah Itu persepsi Anda saja Tuhan punya logika!
Res Cognitans : Lahirnya hukum Tuhan akibat persepsi kita. Keberadaan Tuhan tidak lepas dari persepsi kita.
Res Extensa : Jadi Tuhan ada karena persepsi?
Res Cognitans : Kalau Tuhan tidak kita persepsi, mengapa ada perbedaan nama Tuhan dan agama? Hakikat Tuhan memang ada tanpa harus kita persepsi. Tapi agar kita kenal Tuhan kita butuh persepsi.
Res extensa : Apa manfaat logika Tuhan bagi kita?
Res Cognitans : Agar kita kenal dekat dengan Tuhan. Kita bisa selalu dekat dengan Tuhan karena pikiran akan selalu dipandu oleh aturan aturan, pola pikir (logika) dari Tuhan.
Res Extensa : Apakah memahami logika Tuhan tidak akan menentang ajaran agama yang ada?
Res Cognitans : tidak, justru akan menguatkan karena lebih paham pada ajaran agama yang ada.
Res Extensa : Apakah ajaran yang ada tidak cukup jelas?
Res Cognitans : logika Tuhan bukan ajaran, tapi “metode” alternatif untuk memahami ajaran agama agar kita bisa lebih taat pada Tuhan. Jadi maksud saya logika Tuhan berusaha memahami terjemahan wahyu-wahyu Tuhan yang mudah kita pahami dengan pola logika (sebab akibat). Bukan bikin bikinan logika baru.
Res Extensa : Mengapa nama metode ini Anda beri nama logika Tuhan?
Res Cognitans : Kualitas manusia ada di kerja otaknya. Saya ingin jadi manusia cerdas. Metode logika Tuhan akan melahirkan manusia-manusia berpikiran super cerdas secara intelektual dan spiritual. Saya juga ingin umat menggali lebih dalam wahyu Tuhan, bukan hanya di baca berulang-ulang sedang isinya dikesampingkan.
Res Extensa : Saya kira akun twitter Anda kurang diminati tuh?
Res Cognitans : Untuk berbuat baik perlu kesabaran, begitu menurut logika dari Tuhan. Nabi saw butuh 13 tahun untuk memperbaiki peradaban bangsa Arab.
Res Extensa : Anda yakin logika Tuhan bisa diterima umat?
Res Cognitans : Yakin, masalahnya sekarang umat masih alergi dengan kata logika, apa lagi jika dikaitkan dengan Tuhan.
Res Extensa : Mengapa umat alergi dengan logika?
Res cognitans : pandangan saya, logika selalu dikaitkan dengan filsafat dan Barat, jadi dianggap asing.
Res extensa : Alasan lainnya?
Res Cognitans : perjalanan kelam sejarah umat yang telah mengeluarkan logika dari agama.
Res extensa : Jadi apa yang sedang Anda lakukan sekarang?
Res Cognitans : Ingin mendamaikan agama dengan logika, yang sudah sekian abad bermusuhan.
Res Extensa : Untuk apa?
Res Cognitans : Agar kehidupan umat lebih sejahtera di dunia dan akhirat.
Res extensa : Semoga Allah memberkati Anda sekalian.....
Res Cognitans : Amin....terimakasih.
Setelah berdiskusi , Res Cognitans merasa bergairah untuk berbuat baik. Res Extensa mendorong semua rencana baik Res Cognitans. Mengawali paginya, Res Cognitans melakukan shalat dhuha. Bagi Res Cognitans, penyebab rezeki adalah Tuhan. Tidak masuk logika jika setiap pagi kita tidak meminta-meminta rezeki kepada Tuhan, jika kita yakin Yang Maha Pemberi Rezeki itu adalah Tuhan.
Res Cognitans berkomitmen tidak akan terpengaruh oleh kondisi Res Extensa. Dalam kondisi Res Extensa sakit, lumpuh, sedih, Res Cognitans akan tetap shalat dhuha. Keinginan Res Cognitans tidak tergantung pada Res Extensa. Keinginan baik Res Cognitans pasti dan harus diikuti oleh Res Extensa.
wallahu 'alam.
Res Cognitans : kalau semua yakin Tuhan punya hukum, mengapa logika tidak?
Res Exstensa : Dari mana bisa tahu ada logika Tuhan?
Res Cognitans : Saya tidak mengarang logika Tuhan sendiri. Sumbernya ada dalam kitab suci Al Qur’an.
Res Extensa : Ah Itu persepsi Anda saja Tuhan punya logika!
Res Cognitans : Lahirnya hukum Tuhan akibat persepsi kita. Keberadaan Tuhan tidak lepas dari persepsi kita.
Res Extensa : Jadi Tuhan ada karena persepsi?
Res Cognitans : Kalau Tuhan tidak kita persepsi, mengapa ada perbedaan nama Tuhan dan agama? Hakikat Tuhan memang ada tanpa harus kita persepsi. Tapi agar kita kenal Tuhan kita butuh persepsi.
Res extensa : Apa manfaat logika Tuhan bagi kita?
Res Cognitans : Agar kita kenal dekat dengan Tuhan. Kita bisa selalu dekat dengan Tuhan karena pikiran akan selalu dipandu oleh aturan aturan, pola pikir (logika) dari Tuhan.
Res Extensa : Apakah memahami logika Tuhan tidak akan menentang ajaran agama yang ada?
Res Cognitans : tidak, justru akan menguatkan karena lebih paham pada ajaran agama yang ada.
Res Extensa : Apakah ajaran yang ada tidak cukup jelas?
Res Cognitans : logika Tuhan bukan ajaran, tapi “metode” alternatif untuk memahami ajaran agama agar kita bisa lebih taat pada Tuhan. Jadi maksud saya logika Tuhan berusaha memahami terjemahan wahyu-wahyu Tuhan yang mudah kita pahami dengan pola logika (sebab akibat). Bukan bikin bikinan logika baru.
Res Extensa : Mengapa nama metode ini Anda beri nama logika Tuhan?
Res Cognitans : Kualitas manusia ada di kerja otaknya. Saya ingin jadi manusia cerdas. Metode logika Tuhan akan melahirkan manusia-manusia berpikiran super cerdas secara intelektual dan spiritual. Saya juga ingin umat menggali lebih dalam wahyu Tuhan, bukan hanya di baca berulang-ulang sedang isinya dikesampingkan.
Res Extensa : Saya kira akun twitter Anda kurang diminati tuh?
Res Cognitans : Untuk berbuat baik perlu kesabaran, begitu menurut logika dari Tuhan. Nabi saw butuh 13 tahun untuk memperbaiki peradaban bangsa Arab.
Res Extensa : Anda yakin logika Tuhan bisa diterima umat?
Res Cognitans : Yakin, masalahnya sekarang umat masih alergi dengan kata logika, apa lagi jika dikaitkan dengan Tuhan.
Res Extensa : Mengapa umat alergi dengan logika?
Res cognitans : pandangan saya, logika selalu dikaitkan dengan filsafat dan Barat, jadi dianggap asing.
Res extensa : Alasan lainnya?
Res Cognitans : perjalanan kelam sejarah umat yang telah mengeluarkan logika dari agama.
Res extensa : Jadi apa yang sedang Anda lakukan sekarang?
Res Cognitans : Ingin mendamaikan agama dengan logika, yang sudah sekian abad bermusuhan.
Res Extensa : Untuk apa?
Res Cognitans : Agar kehidupan umat lebih sejahtera di dunia dan akhirat.
Res extensa : Semoga Allah memberkati Anda sekalian.....
Res Cognitans : Amin....terimakasih.
Setelah berdiskusi , Res Cognitans merasa bergairah untuk berbuat baik. Res Extensa mendorong semua rencana baik Res Cognitans. Mengawali paginya, Res Cognitans melakukan shalat dhuha. Bagi Res Cognitans, penyebab rezeki adalah Tuhan. Tidak masuk logika jika setiap pagi kita tidak meminta-meminta rezeki kepada Tuhan, jika kita yakin Yang Maha Pemberi Rezeki itu adalah Tuhan.
Res Cognitans berkomitmen tidak akan terpengaruh oleh kondisi Res Extensa. Dalam kondisi Res Extensa sakit, lumpuh, sedih, Res Cognitans akan tetap shalat dhuha. Keinginan Res Cognitans tidak tergantung pada Res Extensa. Keinginan baik Res Cognitans pasti dan harus diikuti oleh Res Extensa.
wallahu 'alam.
Subscribe to:
Posts (Atom)

