Saturday, August 16, 2014

SUATU SAAT AKAN SANGAT SULIT MENCARI PENGEMIS?



Ada diskusi menarik, saya lakukan dengan seorang pemilik perguruan tinggi. Karirnya di mulai dari seorang office boy di perguruan tinggi hingga jadi pemilik 15 cabang perguruan tinggi di Indonesia. Kini dia sedang membangun sebuah universitas di luar Jawa, dan membangun kampus empat lantai di Kota Bandung.

Ketika saya dalami, kapan awal kesuksesannya di mulai? Beliau bercerita dengan penuh antusias. Usahanya mengembangkan perguruan tinggi dimulai tahun 2007. Setelah saya korek tentang bagaimana kiat sukses membangun kerajaan perguruan tingginya? Pada tahun 2007 di saat-saat perguruan tinggi yang dikelolanya merugi, dia menggunakan logika Tuhan, bersumber dari Al-Qur’an At-thalaq ayat 7, yang intinya disaat kekurangan disitulah kita harus mengeluarkan apa yang kita miliki di jalan Tuhan.

Logika dari Tuhan ini, Dia lakukan dengan penuh kepastian, bahwa sedekah yang dikeluarkan akan mendapat pengembalian sampai 700 kali lipat bahkan lebih. Pada saat itu Beliau sedekahkan sebidang tanah untuk tempat dibangunnya sebuah masjid. Jika diuangkan tanah tersebut bernilai 70 juta. Setelah mengeluarkan sedekah tanah saat kekurangan, dalam beberapa bulan ke depan jumlah mahasiswa di perguruan tinggi yang dibinanya mengalami peningkatan signifikan. Kampusnya terus berkembang hingga 15 cabang di seluruh Indonesia.

Logika hidup seperti di atas, Beliau terus praktekkan untuk meningkatkan, mengembangkan kerajaan perguruan tingginya. Terakhir Beliau cerita, saat menghadapi lebaran, saldo rekeningnya tidak cukup untuk memenuhi kewajiban membayar THR dan transport pesawat karyawan yang mau pulang ke pulau Jawa. Dengan penuh kepastian, seluruh saldo rekening yang dimilikinya dia sumbangkan untuk yatim piatu, pembangun masjid, dan berbagai kegiatan amal lainnya. Lalu menjelang jatuh tempo pembayaran THR dan kepulangan para karyawan, Beliau cek rekeningnya sudah kembali penuh dan lebih dari cukup untuk membayar THR dan biaya tranport mudik para karyawannya.

Sekarang, dia sedang membutuhkan uang banyak sekali untuk membangun universitasnya di luar Jawa. Maka untuk mewujudkan cita-citanya, Beliau bertransaski dengan Tuhan dengan merenovasi masjid di kampungnya yang sudah bertahun-tahun tidak mengalami perubahan. Kini Beliau sedang membangun Masjid di kampungnya persis seperti salah satu masjid yang ada di rest area tol Cipularang. Ketika saya lihat, photo masjid yang sedang dibangunnya, masjid dengan desain seperti itu saya taksir akan menghabiskan uang miliaran rupiah.

Ketika saya tanya mengapa melakukan itu? Beliau menjawab, kampus yang dibangunnya memerlukan biaya besar, maka pengungkit rezekinya pun harus besar. Luar biasa! Ternyata Beliau adalah master of god logic.

Lalu saya bertanya, “apakah diantara kawan-kawan Beliau sebagai pengusaha, muslim maupun non muslim melakukan hal yang sama?”  Beliau menjawab, “sama!” Bahkan orang-orang non muslim sudah meyakini bahwa hukum menerima lebih banyak dengan lebih dahulu memberi, adalah hukum alam. 

Kata Beliau, hukum alam ini sudah lumrah dan banyak dilakukan oleh para pengusaha di seluruh negara di dunia, tanpa melihat etnis, bangsa, dan agama. Semua orang, para pengusaha, telah yakin bahwa untuk meningkatkan kekayaan yang dimilikinya, mereka harus mengeluarkan kekayaan yang dimilikinya dalam jumlah banyak. Program charity, CSR, melalui foundation, dikeluarkan oleh pengusaha-pengusaha kaliber dunia, dengan keyakinan bahwa semakin banyak pengeluaran maka perusahaannya akan semakin berkembang berlipat-lipat. 

Khusus yang beragama Islam, seharusnya mereka menjadi orang-orang yang paling banyak memberi, karena printahnya sangat jelas ada dalam kitab suci Al-Qur'an. Bagi non muslim, dan ilmuwan Barat, hukum memberi lalu menerima adalah hukum alam, tetapi bagi seorang muslim itulah ketentuan Tuhan. Dan bagi seorang muslim memberi menjadi sebuah kewajiban ibadah kepada Tuhan.

Dari hasil diskusi ini saya mengambil sebuah penalaran bahwa suatu saat logika orang-orang dalam mengumpulkan harta kekayaan akan mengalami perubahan. Semula mengumpulkan kekayaan dengan mengambil dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya, dengan menjadi peminta-minta, dan kikir,  akan berubah dengan menjadi dermawan, mengeluarkan harta sebanyak-banyaknya agar hartanya bertambah banyak. Karena pola berpikir ini akan menjadi pola pikir mainstream seluruh lapisan masyarakat, maka sangat logis jika suatu saat, akan sangat sulit mencari orang-orang yang mau menerima pemberian. Semua orang akan beramai-ramai memberi, karena yakin dan pasti dengan cara demikianlah harta dan kesejahteraannya akan bertambah lebih banyak lagi.

Jika logika masyarakat sudah terjadi demikian, maka ramalan Nabi Muhammad saw yang diungkapkannya dalam sebuah hadis, sangat logis dan akan benar-benar terjadi.

Haritsah bin Wahab (al-Khuza'i 2/116) berkata, "Saya mendengar Nabi bersabda, 'Bersedekahlah! Sesungguhnya akan datang atasmu suatu masa ketika seseorang berjalan membawa sedekahnya lalu ia tidak menjumpai orang yang mau menerimanya. Seseorang berkata, 'Seandainya kamu membawanya kemarin, niscaya saya terima. Adapun hari ini maka saya tidak membutuhkannya.' (Shahih Bukhari)

Abu Musa r.a mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa yang mana seseorang berkeliling-keliling dengan (membawa) sedekah emasnya. Kemudian ia tidak mendapati seseorang yang mau mengambilnya. Tampaklah (pada masa itu) seorang laki-laki diikuti oleh 40 orang wanita, yang mereka bersenang-senang dengan laki-laki itu, karena sedikitnya jumlah kaum laki-laki dan banyaknya kaum wanita." (Shahih Bukhari)

Sekalian umat manusia, apakah kamu tidak berpikir? Apa yang dikemukakan Nabi Muhammad saw, bersumber dari logika Tuhan. Shalawat dan salam sejahtera untuk Nabi Muhammad saw sang maha guru logika Tuhan.

Salam Sukses dengan Logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan.

Sunday, August 3, 2014

ALLAH MAHA PEMILIK LOGIKA

Oleh: Muhammad Plato

Seorang teman yang sudah membaca buku saya, berjudul “Hidup Sukses dengan Logika Tuhan”, melalui telepon memberi masukkan. Di antara masukkannya adalah isi buku yang saya tulis sudah baik, namun berdasarkan hasil konsultasi Beliau dengan sarjana lulusan luar negeri bergelar Lc, kita tidak boleh membuat lagi sifat Allah selain dari sifat-sifat yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Alasan lain kata logika, hanya untuk manusia dan kurang pas jika dikaitkan dengan Tuhan.

Saya terima usulan Beliau dan akan memikirkannya terlebih dahulu, sebelum saya mengambil keputusan. Saya masih belum yakin apakah logika hanya untuk manusia, dan tidak boleh dikaitkan dengan Tuhan.
Baiklah apakah benar logika hanya untuk manusia, dan tidak layak untuk Tuhan. Dan apakah logika bukan sifat Tuhan? Mohon izin inilah penjelasan saya.


Dari 20 wajib sifat Tuhan yang ke 13 yaitu qalam (kalam) diartikan berbicara. Saya menemukan kata kalam, ada yang mengartikan bukan berbicara tapi logika. Beliau yang menafsirkan kata kalam dengan arti logika adalah KH. FAHMI BASYA. Beliau orang Sumatera Barat generasi ke enam Syekh Arsyad Al-Banjar Kalampayan. Sebagai seorang dosen dan peneliti, Beliau berhasil memadukan ilmu dan agama, lewat buku-bukunya yang terkenal yaitu Bumi itu Al-Qur’an dan Matematika Islam.

Matematika Islam telah diajarkan di perguruan tinggi, yakni di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, dan telah tercatat secara internasional sebagai mata kuliah, karena UIN Jakarta tercatat secara internasional yang ditandatangani di Australia.

Berikut adalah argumentasi Beliau menafsirkan kata kalam dengan arti logika. Sebelumnya sudah saya tulis, bahwa kegagalan kita dalam mengelola bumi ini berangkat dari keterbatasan kita dalam memahami kata kalam.

Kata kalam terdapat dalam surat Al-Alaq ayat ke 4, berbuyi “alladzi ‘allama billqalam”. (Dia Yang memberi tahu (mengajar) dengan perantara kalam). Lalu bagaimanakah cara Tuhan mengajar dengan kalam itu? KH. FAHMI BASYA menafsirkan kata kalam dengan mengambil contoh bagaimana Tuhan mengajarkan (Kabil) seorang anak Adam yang sedang kebingungan ketika hendak memperlakukan mayat saudaranya.

“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal”. (Al Maidah:31).

Apa yang dilakukan burung gagak kemudian ditiru oleh Kabil untuk menguburkan mayat saudaranya. Proses peniruan inilah yang membuat Kabil mengerti (tahu), atau belajar bahwa mayat saudaranya harus dikuburkan. Proses peniruan ini adalah logika (Alqalam).

Dalam peniruan ada proses berpikir sebab akibat. Pada saat Kabil melihat burung gagak, sebelum memutuskan untuk meniru burung gagak, Kabil melakukan pemahaman, pertimbangan, mengunakan pola sebab akibat. Hasilnya, oleh sebab melihat gagak menguburkan mayat, akibatnya saya (Kabil) mengubur mayat saudaranya”.

Dalam keseharian kita juga sering meniru (berlogika). Umat Islam sering berlogika (meniru) prilaku Nabi Muhammad saw. Misalnya; saya harus membalas keburukan dengan kebaikan, kaena Nabi Muhammad saw melakukannya.

Tidak semua meniru dapat menghasilkan kebaikan. Maka dari itu dibutuhkan proses berpikir (berlogika sebab akibat), sebelum kita memutuskan untuk meniru. Maka dari itu Tuhan memberi petunjuk dalam bentuk pengetahuan bagaimana cara berpikir sebab akibat, agar meniru kepada hal-hal baik, untuk kebaikan seluruh alam. Maka Tuhan menurunkan wahyu Al-Qur’an sebagai sumber pengetahuan dan cara berlogika yang diberkahi Tuhan.
 
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Yang Maha Pemilik Logika. Maha Logika adalah sifat Tuhan yang berarti Alqalam sifat wajib ke 13 dari 20 sifat yang wajib diketahui umat manusia. Wallahu ‘alam. 

salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Sunday, July 27, 2014

SETELAH BERDHUHA DIKASIH KOS-KOSAN



Saya tidak bermaksud untuk riya menceritakan apa yang telah saya terima dari Tuhan. Tapi saya mengikuti petunjuk Tuhan, bahwa kita harus menyebut-nyebut apa-apa yang telah diberikan Tuhan. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (Ad dhuha:11) 

Secara tertulis dalam buku datatan harian keluarga saya, saya mulai meprogramkan shalat dhuha minimal 6 rakaat dan 12 rakat, sejak Senin, 6 september 2010. Saya target shalat dhuha minimal enam rakaat karena saya merasa kekurangan dalam ekonomi. Ketika membaca pahala shalat dhuha 12 rakaat dijanjikan rumah di surga di akhirat nanti, saya jadi penasaran.

Selama 13 tahun bekerja, saya belum memiliki rumah yang layak untuk ditinggali. Di Cianjur, rumah RSSS yang saya cicil 450ribu per bulan kondisinya sangat-sangat tidak layak huni. Developer membangun asal-asalan maklum program rumah murah. Karena saya tinggal di Bandung, jadi sampai 13 tahun saya hidup rumah dikontrakan. 

Saya tertarik pada shalat dhuha 12 rakaat yang dijanjikan Allah pahala rumah di surga. Saya berpikir, pahala Allah itu tidak saja di akhirat. Jika Allah menjanjikan pahala rumah di surga, menurut pendapat saya Allah juga menjanjikan pahala rumah di dunia. Kehendak Allah tidak dibatasi ruang dan waktu, karena Dia Maha Berkehendak atas segalanya. Saya yakin seperti itu!!

Berangkat dari keyakinan itu, seperti gayung bersambut, kebetulan saya belum punya rumah tinggal di Bandung. Maka saya niatkan untuk berdhuha rutin 12 rakaat tiap hari dengan harapan Allah memberikan saya rumah untuk keluarga.

Dengan penuh harap dan penasaran, ingin membuktikan kebenaran janji Allah, Saya kerjakan shalat dhuha 12 rakaat dalam keadaan sempit dan lapang. Ketika dalam perjalanan, rapat, di sekolah, di rumah, sedang liburan, dengan konsisten saya kerjakan shalat dhuha 12 rakaat. Hanya satu dua kali saja saya tidak sempat dhuha 12 rakaat biasanya karena terlalu sibuk dan kelupaan. Itupun saya evaluasi agar tidak kelupaan, pagi-pagi selalu ditargetkan terlebih dahulu shalat dhuha 12 rakaat.

Untuk memotivasi, ketika hendak melaksanakan shalat dhuha saya selalu fokus pada janji pahala rumah dari Allah yang kebetulan sangat saya butuhkan. Saya juga ajak istri untuk sama-sama melaksanakan shalat dhuha dengan harapan pahala yang telah dijanjikan Allah.

Kebetulan juga, sekolah di mana tempat saya mengajar memprogramkan shalat dhuha setiap pagi. Jam 7.00 semua murid diabsen dan wajib shalat dhuha. Sekalian saja, sambil berharap pahala dhuha dari Allah, juga saya biasakan shalat dhuha di masjid sekolah, dengan tujuan memberi contoh kepada anak-anak didik untuk konsisten melaksanakan shalat dhuha. Jadi pahala dhuhanya bisa doble!!!. 

Pada buku catatan harian keluarga saya tercatat, SELASA, 9 JULI 2013 (MENGITUNG HARI AKAD RUMAH). Jumat, 12 juli 2013, bertepatan dengan bulan Ramadhan akad rumah terjadi. Saya kredit rumah dari bank dengan cicilan 5,8 juta per bulan. Mengapa saya berani ambil kredit dengan cicilan tinggi. Saya melihat rumah yang saya kredit bukan rumah tinggal tapi kos-kosan dengan jumlah 9 kamar. Letaknya pun hanya 100 meter dari perguruan tinggi swasta ternama di Bandung. 

Sujud syukur saya penjatkan kehadirat Allah swt. Saya tetap tinggal di rumah kontrakan yang sederhana, tetapi saya punya usaha rumah kos-kosan yang bisa menghasilkan lagi rumah. Saya sempat tidak percaya bahwa ini balasan dari Allah atas kebaikan yang telah saya programkan yaitu shalat dhuha 12 rakaat. 

Saya evaluasi lagi bagaimana, proses bisa membeli rumah kontrakan 9 kamar. Awalnya tidak ada bank yang mau membiayai kredit rumah kos-kosan yang akan saya beli. Setelah berkeliling ke beberapa bank, hanya tinggal satu bank yang belum didatangi. Ini harapan terakhir. Dibantu teman, saya mendatangi bank syariah milik pemerintah Jawa Barat, dan hasilnya bank ini menerima ajuan kredit saya.  Mengapa semua bank menolak ajuan kredit saya, karena letak rumah kontrakan yang akan saya beli tidak masuk kendaraan roda empat. Heran, hanya bank syariah inilah yang siap membiayai kredit yang saya ajukan, sekalipun dengan biaya cicilan tinggi.

Beberapa bulan kemudian saya tanyakan, apakah bank tersebut masih menerima pembiayaan kredit untuk rumah di dalam gang (tidak masuk kendaraan roda empat). Program itu sudah tidak ada!!! Subhanallah....saya bersyukur dan berpikir, “saya yakin ini janji balasan pahala yang dijanjikan  Allah swt di dunia!!”

Alasan lain, mengapa saya yakin bahwa kejadian ini merupakan balasan pahala dari Allah di dunia. Ketika menjelang akad rumah, kurang lebih dua bulan, dan menjelang akad, hampir setiap malam saya bertahajud, dan memohon kepada Allah, “jika rumah ini rezeki saya dan keluarga mudahkanlah dan berikanlah untuk saya dan keluarga ya Allah, dan jika rumah ini bukan rezeki saya sekeluarga, maka saya tunduk pada ketetapan Mu, dan saya ikhlas untuk tidak memilikinya, karena pasti Engkau akan mengganti dengan yang lebih baik”

Setelah benar-benar terjadi akad rumah di notaris, maka sungguh saya haqul yakin bahwa Allah selalu memenuhi janji-janjinya. Setelah kurang lebih tiga tahun memohon rumah kepada Allah melalui shalat dhuha 12 rakaat, Allah mengabulkannya.

Terimakasih ya Allah selama tiga tahun, Engkau telah memberi pelajaran berharga dan mendidik saya serta keluarga menjadi pribadi-pribadi yang sabar dan taat pada segala ketentuan Mu. Semoga dengan kejadian ini saya dan keluarga menjadi orang-orang yang selalu dekat dekat Mu.

Kisah ini saya tulis, tidak ada niat untuk berbangga hati, tapi semata-mata untuk melaksanakan perintah Allah, bahwa hendaklah kamu menyebut-nyebut nikmat Tuhan yang telah kamu terima. Harapan lain adalah semoga kawan-kawan mendapat hikmah dari kejadian ini. Janji-janji pahala dari Allah, bukan hanya seperti dongeng menjelang tidur, bukan pula seperti cerita-cerita mitos purbakala, tetapi janji-janji Allah itu mengandung kebenaran nyata (di dunia), bisa dilihat oleh mata kepala sendiri dan kebenaran-kebenaran  ghaib di akhirat. Dua kebenaran ini harus kita yakini agar kita menjadi umat-umat yang bisa hidup dengan kualitas terbaik baik di dunia maupun di akhirat. 

Jika pikiran anda masih tidak percaya apa yang terjadi pada diri saya bukan balasan pahala dhuha 12 rakaat dari Tuhan. Coba Anda pikirkan, apakah Anda bisa menjaga dhuha setiap hari 12 rakaat selama tiga tahun? Saya sarankan jangan mempercayai apa yang saya ceritakan, sekarang giliran anda untuk membuktikannya. Tuhan tidak akan takut jika kebenarannya akan diuji umatnya. Tuhan sangat menyenangi orang-orang yang selalu ingin membuktikan kebenaran-Nya. Wallahu 'alam.   
 
Salam Sukses dengan Logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Monday, June 30, 2014

LOGIKA KAMPANYE!

Oleh: Muhammad Plato

Kampanye hitam sama dengan fitnah, karena prakteknya membuka keburukan orang lain tanpa bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Normatifnya, pelaku kampanye hitam sangat tidak mungkin dilakukan oleh kalangan umat beragama. Paling mungkin, pelaku kampanye hitam dilakukan oleh pengikut Machiavelli, yang membolehkan merebut kekuasaan, dengan cara-cara kotor.

Selain kampanye hitam, ada pengamat politik yang membolehkan kampanye negatif. Kampanye negatif adalah membuka keburukan seseorang dengan bukti-bukti yang dapat dipertanggung jawabkan. Katanya, kampanye semacam ini diperbolehkan karena dapat membuka wawasan masyarakat tentang kredibilitas kandidat yang akan maju menjadi calon pemimpin.

Namun jika dikaji dari norma-norma kehidupan agama, kampanye hitam maupun kampanye negatif sama-sama dilarang. Bernegara tidak ada bedanya dengan beragama. Dalam ajaran agama ada larangan membuka aib orang di muka umum (kampanye negatif), apalagi memfitnah (kampanye hitam). Para pelakunya dikategorikan pendosa besar dan diancam dengan api neraka.

Mengenang sejarah 1400 tahun lalu, kampanye hitam bukan hanya dilakukan di masa sekarang, pada zaman perjuangan Nabi Muhammad saw menegakkan ajaran Islam, kampanye hitam telah terjadi. Agama bagi pembesar Mekkah adalah sumber kedudukan, kekuasaan, dan sumber pendapatan. Untuk itu, perjuangan Nabi Muhammad saw dianggap mengancam kepentingan-kepentingan politik para pembesar Mekkah.

Upaya-upaya menghambat perkembangan agama Islam, dilakukan penguasa-penguasa Mekkah dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan kampanye hitam. Kampanye hitam dilakukan dengan melakukan propaganda bahwa Nabi Muhammad saw bukan utusan Tuhan, tetapi digambarkan sebagai orang yang haus dengan kekuasaan, pemberontak ajaran nenek moyang, pembohong besar, orang sakit jiwa, dan tukang sihir.

Kampanye hitam terhadap Nabi Muhammad saw dan pengikutnya tercatat dalam Al-Qur’an, “mereka berkata: ‘Hai yang menerima wahyu, sesungguhnya engkau adalah gila!’” (QS. Al-Hijr:6). Dalam surat lain dikabarkan, “...Orang itu (Muhammad saw) adalah tukang sihir dan pendusta”. (QS. Shaad:4).

Tak putus dirundung malang, kampanye hitam terhadap Nabi Muhammad saw terus berlanjut sampai sekarang. Kampanye hitam dilakukan dengan menampilkan gambar kartun Nabi Muhammad saw sebagai seorang teroris. Lebih keji lagi secara terang-terangan kampanye hitam dimuat dalam sebuah film, Nabi Muhammad saw di gambarkan sebagai seorang yang punya kelainan seks. Naudzubillah...

Beruntung, sebuah pelajaran besar telah dicontohkan Nabi Muhammad saw, kepada umat manusia, khususnya umat Islam. Beliau mengajarkan cara-cara agung dalam menghadapi berbagai jenis keburukan. Dalam catatan sejarah (hadis shahih), digambarkan bahwa Nabi Muhammad saw tidak membalas keburukan dengan keburukan, melainkan dengan kebaikan.

Mengapa Nabi Muhammad saw mencontohkan membalas keburukan dengan kebaikan? Bagi Nabi Muhammad saw tidak ada kebaikan yang dibangun di atas keburukan. Logikanya sudah jelas tertuang dalam Al-Qur’an, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri,...” (QS. Al-Israa:7).  Keburukan dan kebaikan tidak datang dari luar, tetapi datang dari dalam diri kita sendiri. Membalas keburukan orang lain sama dengan sengaja memasukkkan diri pada lingkaran keburukan.

Perintah-Nya sangat tegas, dijelaskan dalam Al-Qur’an, “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia”. (QS. Fushilat:34).

Segala bentuk kampanye hitam tidak berpotensi merendahkan, kecuali bagi pelakunya sendiri. Maka jika ingin tetap menjadi orang baik, kandidat yang baik, partai yang baik, jurkam yang baik, kepastiannya adalah kampanye hitam jangan dibalas dengan kampanye hitam.

Kata Haruyama (2012), penulis buku Keajaiban Otak Kanan, mereka yang bisa tetap baik sekalipun lawan bersikap buruk, tergolong manusia tingkat tinggi (high level). Nabi Muhammad saw dan para calon pemimpin adalah manusia-manusia high level.

Berlomba-lombalah dalam kebaikan, dengan menampilkan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan, atau kebaikan-kebaikan yang akan dilakukan. Jangan terjebak oleh pikiran-pikiran setan yang menyesatkan.  Pada saat orang lain berbuat jahat, inginnya kita membalas dengan kejahatan yang lebih jahat. Pada saat orang berencana jahat, inginnya kita merencanakan kejatahan yang lebih jahat.

Bersabarlah dalam kebaikan sebab kepastian-Nya , “...Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri...” (QS. Faathir:43). Logikanya keburukan yang kita terima disebabkan oleh keburukan diri kita sendiri. Maka tidak ada alasan untuk berkampanye negatif, atau kampanye hitam. Mari berkampanye positif, dengan menyebarluaskan kebaikan-kebaikan para calon pemimpin kita, agar bangsa kita masuk dalam lingkaran Tuhan bukan lingkaran setan. Wallahu ‘alam.

salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan

Thursday, June 19, 2014

KEPEMIMPINAN GOLDEN LOGIC



Dalam evaluasinya tim seleksi calon kepala sekolah mengemukakan, “rata-rata para calon kepala sekolah hanya mengungkapkan teori-teori kepemimpinan. Jika hanya teori kepemimpinan yang diungkapkan, semua orang bisa melakukannya karena tinggal mengutif dari buku sumber. Sementara yang diharapkan berupa implementasi kepemimpinan efektif, pengalaman-pengalaman nyata, dan rencana-rencana perubahan di sekolah tidak terungkap. Akhirnya, kondisi ini menyulitkan bagi tim seleksi dalam mengambil keputusan”.

Menanggapi hasil evaluasi di atas, penulis ingin sedikit berbagi tentang kepemimpinan sekolah. Apa yang diceritakan  penulis bukan hanya teori tetapi bagian dari best practice (pengalaman terbaik) selama memimpin sekolah.

Model kepemimpinan ini dikembangkan menggunakan nilai-nilai ajaran agama. Agama mengandung logika. Logika dalam agama berbeda dengan logika ilmu alam. Maka model kepemimpinan ini saya sebut sebagai kepemimpinan golden logic.

Kepemimpinan golden logic pada intinya memimpin dengan logika Tuhan (logika yang dikembangkan dari petunjuk wahyu suci Al-Qur’an). Logika Tuhan menjadi panduan dalam setiap langkah kepemimpinan. Keunggulan memimpin dengan logika Tuhan, dalam kondisi sempit maupun lapang, seorang pemimpin akan tetap punya optimisme.

Logika Tuhan mengajarkan, setiap keberhasilan harus selalu dilakukan dengan menerima dan kreatif memanfaatkan apa yang telah kita miliki secara optimal. Kedua, berani berkorban, karena setiap pengorbanan akan membawa keberhasilan besar. Ketiga, komunikatif menjalin hubungan silaturahmi, karena melalui silaturahmi akan terjadi pelipatgandaan keberhasilan. Keempat, berkomitmen menjalankan seluruh rencana demi rencana dengan penuh kesabaran, karena pekerjaan yang dilakukan dengan penuh kesabaran akan menghasilkan keberuntungan dua kali lipat. Kelima, teguh pendirian untuk mencapai tujuan dengan tawakal, karena ketawakalan akan menghasilkan kesuksesan yang tidak disangka-sangka.   

Pada prakteknya, kepemimpinan golden logic menjadi sebuah langkah managemen yang dilaksanakan melalui 4S1T yaitu Syukur, Sedekah, Silaturahmi, Sabar, dan Tawakal. Dalam model managemen, kelima konsep di atas, bukan dilihat sebagai ajaran moral melainkan langkah-langkah strategis dan efektif dalam menjalankan kepemimpinan.      

Langkah SYUKUR (Planning), adalah langkah perencanaan program dengan melihat potensi-potensi, peluang-peluang, yang bisa dioptimalkan untuk peningkatan mutu sekolah. Langkah selanjutnya SEDEKAH (Budgeting).  Sedekah di aplikasikan dalam kegiatan pengalokasian anggaran secara efektif dan efisien terhadap program-program yang akan dilaksanakan. Setelah sedekah, optimalisasi kepemimpinan dilakukan dengan SILATURAHMI (Organizing). Silaturahmi dilakukan dengan cara menyusun struktur organisasi, melakukan pembagian tugas, membangun komunikasi efektif dengan semua pihak, dan menjajaki kerjasama-kerjasama dengan pihak terkait untuk meningkatkan keberhasilan program.

Langkah ke empat adalah SABAR (Actuating). Melaksanakan program yang telah direncanakan secara berkesinambungan. Melakukan pengawasan dengan teliti, dan membuat catatan kegiatan dan melaporkannya secara periodik. Langkah terakhir adalah TAWAKAL (Evaluating), membuat laporan akhir seluruh program sebagai bahan evaluasi.  Kegiatan evaluasi meliputi kendala-kendala apa yang dihadapi selama pelaksanaan program, dan ketercapaian tujuan program yang digambarkan dalam bentuk presentase, grafik, atau bagan.

Dengan model kepemimpinan golden logic, alhamdulillah selama memimpin tidak pernah merasa gagal, pesimis, atau putus asa. Sedikit demi sedikit namun pasti, kerja tim diakui oleh berbagai stake holder pendidikan, bahwa kualitas pendidikan di sekolah yang saya pimpin mengalami peningkatan. Beberapa kejuaraan dan penghargaan kami dapatkan, antara lain Juara dua sekolah sehat, Juara satu atletik, mendapat penghargaan bidang managemen sebagai 10 besar sekolah terbaik nasional dari lembaga swadaya masyarakat nasional Tre Uno, dan ditunjuk oleh dinas pendidikan sebagai sekolah induk untuk mengembangkan sekolah kelas jauh. Juara satu kepala sekolah berprestasi tingkat kabupaten, dan juara tiga  kepala sekolah berprestasi tingkat provinsi Jawa Barat.

Salam sukses dengan logika Tuhan. Follow me @logika_Tuhan