Saturday, October 3, 2020

ALLAH PUSAT GERAK TERTINGGI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Hidup adalah gerak. Seluruh jagat raya bergerak untuk menjaga kesimbangan. Satu saja berhenti maka bumi akan mengalami dampaknya. Sama dengan kehidupan manusia, ketika seluruh manusia di bumi disuruh berhenti bergerak (lock down), maka hidup manusia di seluruh dunia mengalami gangguan. Ribuan karyawan di PHK, kemiskinan meningkat, kematian meningkat, harga saham terjun bebas, kualitas pendidikan menurun dan angka kelahiran meningkat.

Swedia salah satu negara yang sedikit sekali terkena dampak Covid-19, penduduk di sana tidak menggunakan masker dan bebas lalu Lalang. “Mereka berpendapat tingkat kematian meningkat ketika masyarakat dibatasi ruang gerak. Ketika ruang gerak dibatasi maka tingkat stress meningkat karena masyarakat harus memenuhi segala kebutuhan hidupnya dengan bergerak. Membatasi ruang gerak masyarakat sama dengan membunuh masyarakat pelan-pelan”. Masuk akal juga sih. Traumatik masyarakat pada pandemi Covid-19 adalah setengah penyakit masyarakat.

Gerak adalah sumber kehidupan. Dalam konsep Al-Qur’an gerak diberitakan dalam kata Hijrah para Nabi dari satu tempat ke tempat lain, khususnya hijrah nabi Muhammad saw dari Madinah ke Mekah. Allah menjanjikan rezeki yang banyak dan tanah yang luas bagi siapa saja yang berhijrah karena Allah. Berhijrah karena Allah artinya berangkat dari rumah dengan niat seiring perintah Allah antara lain mencari ilmu, mencari nafkah, mencari kerja, mencari jodoh, mencari sembuh, maka Allah janjikan rezeki sesuai kehendak-Nya. Mencari adalah perintah dari Allah agar manusia hidup tidak merugikan orang lain. Itulah kemurahan Allah kepada umat manusia.

Seluruh gerak jagatraya ini pusatnya adalah Allah. “Sucikanlah (Maha Penggerak=Tafsir Fahmi basya) Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,” (Al ‘Ala, 87: 1-3).

Dari pusat Maha Penggerak Tertinggi seluruh jagat raya patuh kepada-Nya. “dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh,” (Al Insyiqaaq, 84:2). Sumber gerak adalah Tuhan Semesta Alam, Dia memberi kadar, dan Dia yang memberi petunjuk kemana arah seluruh makhluk di muka bumi harus bergerak.

Membatasi gerak sama dengan menentang takdir Allah. Ketika gerak manusia dibatasi maka berbagai keburukan akan menimpa. Pandemi Covid-19 yang membatasi manusia dalam bergerak, jadi tanda untuk seluruh manusia agar kembali kepada Tuhannya sebagai Pusat Gerak Tertinggi. Pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak manusia menjadi peringatan kepada umat manusia bahwa seluruh manusia untuk harus kembali merenung dan kembali bergerak mengikuti arah yang telah ditentukan Allah.

Resesi ekonomi tengah membayangi dunia. Resesi artinya akan ada pengangguran dalam jumlah besar, akan ada kelaparan, akan ada kejahatan, dan akan ada penurunan kualitas hidup bangsa. Manusia-manusia dermawan berjiwa gotong royong dan sosial tinggi akan tampil menyelamatkan bangsa dengan berbagaimacam kemampuan. Orang-orang beriman akan terus bergerak rukuk dan sujud berjamaah di tempat-tempat yang aman. Tidak ada yang bisa menyelamatkan keadaan kecuali orang-orang yang mengikuti ketetapan Tuhan.

Orang-orang beriman, berpegang pada tali Allah dengan teguh dan akan tetap optimis. Janji Allah yang dipegang teguh oleh orang-orang beriman adalah “Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka pahala yang tidak putus-putusnya.” (Al Insyiqaaq, 84:25). Bersabar adalah gerak dalam diam yang senentiasa Allah perintahkan kepada manusia-manusia tidak berdaya karena ditimpa kesulitan. Penelitian untuk menemukan vaksin dari wabah Covid-19 adalah bentuk sabar dalam diam.

Lalu Allah beritakan kabar gembira kepada mereka yang ditimpa kesulitan, “sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Alam Nasyrah, 94:6). Apapun keadaan menimpa dunia, tidak akan pernah ada keluhan dari orang-orang yang yakin bahwa pada akhirnya semua akan bergerak kembali kepada Allah sebagai Maha Penggerak Tertinggi. Wallahu’alam.   

No comments:

Post a Comment