Sunday, December 17, 2023

ORANG KAFIR AMALNYA TIDAK DIHITUNG

Oleh: Muhammad Plato

Orang-orang yang berbuat baik di muka bumi ini, semua amalnya tidak akan diperhitungkan. Mengapa demikian? Orang yang akan diperhitungkan amalnya jika dia beriman kepada Allah. Jika tidak beriman kepada Allah, maka tidak ada perhitungan bagi dia, sebab mereka akan kembali kepada tuhan-tuhan yang mereka sembah.

"Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi mereka pada hari kiamat." (Al Kahfi, 18:105). 

Orang beriman dan tidak beriman, di muka bumi ini sama-sama berbuat baik. Orang beriman mereka beramal dan orang tidak beriman juga beramal. Orang beriman belajar ilmu pengetahuan, dan orang tidak berimanpun belajar ilmu pengetahuan. Lalu perbedaannya apa?

Orang-orang beriman mereka berbuat baik, beramal saleh, karena berasas pada perintah Allah. Sementara orang-orang yang tidak beriman mereka melakukan perbuatan baik dan beramal atas dasar pada pemahaman dirinya sendiri. 

Ketika di akhirat, orang-orang yang beriman kepada Allah mereka akan bertemu dan mendapat penilaian dari Allah. Sementara orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dia tidak akan bertemu Allah, dan tidak akan ada penilaian. Mereka akan ditempatkan pada tempat dimana tuhan-tuhan mereka berada yaitu tempatnya setan yaitu neraka. 

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." (Al Kahfi, 18:103-104).

Shalat adalah tanda bahwa seseorang beriman. Sejelek-jeleknya orang ketika melakukan shalat pasti ada konsep ibadah kepada Tuhan. Namun sebaik-baiknya perbuatan baik di dunia, belum tentu ada Tuhannya. Maka dari itu, aktivitas shalat menjadi dasar bahwa seseorang beriman pada Tuhan atau tidak.

Tidak semua perbuatan baik yang kita lihat bisa menghasilkan kebaikan, karena kebaikan yang sesungguhnya bukan pada perbuatannya yang dapat kita lihat, tetapi ada pada niat perbuatan baik dan tidak terlihat. Orang-orang kafir sudah pasti dibalik perbuatan baiknya ada tujuan-tujuan pribadi, karena orang kafir dokendalikan oleh hawa nafsunya sendiri. Hal ini masuk akal kerena orang kafir tidak merasa diperintah Tuhan, dan yang mereka lakukan adalah hasil pemikirannya sendiri tidak berdasar pada kitab suci. 

Sebenarnya bagi orang-orang kafir, ketika dia sadar percaya kepada Tuhan, tidak ada harta sedikitpun yang diambil. Beriman dan tidak beriman pada Tuhan, hanya ada dalam hati dan pikiran orang. Orang kafir berbuat baik, dan orang beriman berbuat baik. Perbedaannya adalah orang beriman akan diperhitungkan segala perbuatannya di akhirat, dan orang kafir tidak ada perhitungan karena tempatnya sudah jelas.*** 




No comments:

Post a Comment