Sunday, December 3, 2023

GERAKAN BADAI TAHAJUD UNTUK AL AQSA

Oleh: Muhammad Plato

Melihat kekejian yang terus terjadi di Palestina, sebenarnya hati setiap muslim bersatu. Setiap muslim pasti membela saudara-saudaranya. Pembelaan terhadap saudara semuslim mulai dari hati, pikiran, lisan, dan tindakan. Muslim di Palestina bertindak melalui empat diminesi yaitu hati, pikiran, lisan, dan tindakan.

Muslim di luar Palestina mereka membela dengan berbagai cara masing-masing. Allah tidak memerintahkan kepada semua umat Islam untuk semua berperang. Masing-masing mengambil bagian dari berbagai sisi sesuai kemampuan. Dari pandangan muslim, makhluk-makhluk selain Allah semuanya lemah. 

Ada banyak cara untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Ada negara-negara yang berjuang melalui jalur-jalur diplomasi, dengan tegas menyuarakan dukungan kepada rakyat Palestina untuk mendapatkan hak kemerdekaan. Ada masyarakat yang turun memenuhi jalan menyuarakan hati rakyat Palestina dengan berdemonstrasi.  

Untuk bela Palestina, setiap orang bisa mengambil peran sesuai kemampuannya masing-masing. Upaya boikot produk-produk yang terbukti membantu agresi zionis Israel dilakukan diberbagai negara. Upaya boikot produk zionis Israel jika dilakukan terhadap satu produk saja, bisa bernilai besar dihadapan Allah bagi seseorang dari pada tidak sama sekali berbuat. 

Tindakan masyarakat lainnya adalah membuat tekanan-tekanan kepada akun-akun media sosial zionis Israel. Tekanan mental di media sosial bisa membuat seseorang mengalami depresi. Upaya lainnya adalah dengan menyebarluaskan berita-berita tentang hak-hak manusia untuk hidup aman, damai, dan merdeka. 

Tindakan lainnya adalah dengan membangun gerakan doa bersama di waktu-waktu terbaik ketika berhadapan dengan Allah. Gerakan Badai Tahajud untuk Al Aqsa dapat dilakukan oleh seluruh umat Islam di dunia. Gerakan ini sebagai gerakan paling berbahaya jika dilakukan oleh umat Islam serentak setiap hari bersama-sama di seluruh dunia. 

Menghindari perang bukan berarti muslim tidak berani perang, tetapi menghindari korban manusia dalam jumlah banyak. Sudah cukup bukti bagaimana perang dunia ke-1 dan ke-2 menelan jutaan korban manusia. Cukuplah kita belajar dari dua kisah perang itu.

Orang Palestina berjihad dengan berperang. Jihad tidak selalu perang. Maka Gerakan Tahajud untuk Al Aqsa bisa jadi jihad terbesar dari seluruh muslim di dunia. Gerakan Badai Tahajud bisa jadi kekuatan gelombang besar yang akan membuat laut terbelah. Kapal-kapal induk ditenggelamkan dan pesawat-pesawat tempur canggih berjatuhan. Ketapel bisa jadi senjata mematikan yang mengalahkan Jalut. 

"...Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al Baqarah, 2:249).

Seburuk-buruknya hati seorang muslim dia akan tetap beriman kepada Allah. Setiap muslim yang beriman kepada Allah, dia akan merasa punya rasa tanggung jawab kepada muslim yang lain. Seburuk apapun kondisi seorang muslim hatinya akan tetap bersatu dengan iman kepada Allah.

Benteng pertahanan seorang muslim, ketika tangan dan kakinya sudah terbelenggu, maka hatinya akan tetap tenang karena menyimpan Allah. Tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk tidak membantu muslim yang lain. Allah yang maha pemurah memberi keringanan bagi siapa yang dikehendakinya.

Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman, akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya adzab yang besar. (An Nahl, 16:106)

Gerakan Badai Tahajud untuk Al Aqsa bagi orang-orang tidak beriman adalah sebuah kelemahan. Tapi bagi orang-orang beriman seluruh kekuasaan langit dan bumi milik Allah, maka Gerakan Badai Tahajud untuk Al Aqsa akan menjadi badai terburuk bagi siapa saja yang menghadapinya. Gerakan Badai Tahajud untuk Al Aqsa akan menjadikan pasukan berlipat ganda. Bala bantuan akan terlihat berdatangan tidak akan ada habis-habisnya. 

Gerakan Badai Tahajud untuk Al Aqsa dapat menyebarluaskan ketakutan yang amat sangat kepada musuh-musuh Allah. Angin bertiup kencang, mesin-mesin perang mati, dan pasukan-pasukan musuh Allah bertaburan saling menyelematkan diri. 

Islam tidak menyebarkan teror, Islam menyebarkan kasih dan damai kepada seluruh penduduk dunia. Ketika kemenangan Islam tiba, semua manusia diampuni, dan dijamin keselamatannya. Keteladanan telah dicontohkan oleh Rasulullah ketika menguasai Mekah, setelah penduduk Mekah 22 tahun memusuhi, maka pada hari kemenangan tiba, terjadilah hari pengampunan untuk seluruh penduduk Mekah. Ini bukti, misi Nabi Muhammad membawa Islam bukan untuk kekuasaan tetapi untuk menjamin kedamaian dan kesejahteraan hidup manusia.***

No comments:

Post a Comment