Sunday, December 10, 2017

GOLONGAN PERTENGAHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Mengapa dunia ini cenderung menipu? Untuk memahaminya kita harus mengkaji tiga jenis ilmu logika yang akan saya jelaskan di bawah ini. Berdasarkan sumber pengetahuannya, ilmu logika terbagi menjadi tiga.

PERTAMA ADALAH LOGIKA BERSUMBER PADA PENGETAHUAN ALAM. Logika ini dikembangkan oleh para ilmuwan yang konsen melakukan penelitian di alam. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pencatatan. Indera yang digunakan adalah penglihatan. Setiap kejadian mereka catat dan dihubungkan dengan pola sebab akibat. Kemudian diuji berulang-ulang melalui pengamatan sampai menemukan sebuah pola baku sebab akibat kejadian hingga mereka jadikan sebuah ketentuan yang disebut teori.

Dalam pemahaman logika dari pengetahuan alam, setiap kejadian sebab akibat yang tidak bisa dibuktikan atau dilihat di alam, tidak dianggap sebagai kebenaran. Cara pandang seperti ini disebut dengan logika materialis (empiris)

Logika berpikir materialis memiliki kelemahan, karena tidak semua yang diamati dapat memenuhi kriteria kebenaran. Sebagai contoh, genangan air yang kita lihat di jalan aspal di siang hari, bukanlah air sesungguhnya yang kita lihat. Bintang yang kita lihat kecil di langit, sesungguhnya sebuah benda yang besar. Bumi yang kita lihat seperti diam, sesungguhnya dia bergerak.  

KEDUA ADALAH LOGIKA BERSUMBER PADA  PENGETAHUAN HASIL PENALARAN. Logika ini dikembangkan dengan menggunakan kemampuan manusia dalam bernalar, menghubung-hubungkan sebuah kejadian dengan perenungan. Pengetahuan yang ada dalam pikiran diolah dihubungkan dengan pola sebab akibat, sampai menemukan pola hubungan sebab akibat langsung (rasional). Pola hubungan sebab akibat ini kemudian diuji lewat percobaan untuk membuktikan hasil pemikirannya. Pandangan semacam ini mewakili golongan rasionalis.

Bernalar adalah menghubungkan pengetahuan dengan pengetahuan yang ada dalam memori, dengan pola hubungan sebab akibat. Sesuatu bisa dikatakan masuk akal jika mengikuti pola hubungan sebab akibat langsung.

Golongan ini memiliki kelemahan karena apa yang dipikirkan sering tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika kita merencanakan sesuatu, sering terjadi tidak sesuai dengan kenyataan. Semisal, dalam hitungan angka seharusnya bisnis kita untung, tetapi dalam kenyataannya gagal. Orang-orang rasionalis juga sama, jika suatu kejadian tidak bisa dipahami dengan nalar, maka kejadian itu dianggap sebagai khayalan dan bukan kebenaran.

Ketika nalar kita mengangap bahwa penyebab kemiskinan adalah karena kebodohan, ternyata orang-orang bodoh banyak yang memiliki kekayaan melebihi orang-orang pintar. Ketika orang-orang rasionalis berpikir bahwa dengan memberi kebebasan kepada manusia, dunia akan sejahtera, ternyata kemiskinan malah merajalela.

Sumber pengetahuan berdasar pada alam dan pikiran, ternyata tidak bisa menjawab sepenuhnya tentang apa hakikat kehidupan sesungguhnya. Mereka selalu terjebak dalam lingkaran berpikir yang tiada ujung dan tiada pangkal. Dalam istilah mereka hal ini disebut dengan lingkaran setan (vicious circle)

JIka kedua model berpikir ini kita gunakan untuk mencari kesejahteraan hidup, manusia cenderung terjerumus pada kehancuran, dan jalan pikirannya tersesat. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kedua golongan ini terjebak pada alam nyata dan pikirannya, dengan menganggap perbuatan buruk menjadi baik dan perbuatan baik menjadi buruk.

fajayyana lahumussyaitoonu ‘amalahum
… syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk),
(An Nahl, 16:63)

Pornografi, prostitusi , judi, mabuk, perkawinan sejenis, riba, menjadi perbuatan baik dilegalisasi negara, dan dilindungi undang-undang. Bagi mereka dunia sangat menyenangkan, dan setelah kematian tidak ada kehidupan.

KETIGA ADALAH LOGIKA BESRUMBER PADA PENGETAHUAN DARI KITAB SUCI DAN HADIS. Dalam kitab suci dijelaskan, ‘Katakanlah (Muhammad): "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal sehat, agar kamu mendapat keberuntungan."’ (Al Maa’idah, 5:100).

Berdasarkan keterangan di atas, dapat dipahami bahwa manusia tidak bisa menemukan kebenaran dengan mengandalkan pengetahuan alam dan nalarnya. Manusia harus mendapat  petunjuk dari  Yang Maha Mengetahui. Dia lah yang maha tahu segala rahasia langit dan bumi.

Logika yang bersumber pada pengetahuan dari kitab suci, saya beri nama logika Tuhan, karena kita suci sumbernya adalah Tuhan, Allah swt. Logika yang bersumber dari kitab suci, tidak menapikan kebenaran empiris dan rasional. Untuk menemukan kebenaran Allah juga memerintahkan kepada manusia untuk mengamati, dan berpikir menggunakan akal sehat berdasar prtunjuk pengetahuan dari Tuhan.   

Dalam kitab suci kita dapat menemukan logika sebab akibat berdasarkan pengetahuan dari Tuhan. Berlogika dengan sumber pengetahuan dari kitab suci, tidak mendorong manusia jadi berpikir irrasional atau mistis, justru sebaliknya. Dengan bersumber pengetahuan dari kitab suci, selain kita bisa memahami logika dari kitab suci, kita dapat mengembangkan kemampuan berpikir rasional dan empiris secara berbarengan.

Saya berkesimpulan, dengna mengembangkan ilmu berpikir dari kitab suci dan hadis, kita bisa menemukan tujuan-tujuan hidup di dunia tanpa meninggalkan akhirat dan sebaliknya. Dalam panduan kitab suci, dalam berpikir kita akan dipandu menjadi umat pertengahan, yang menjaga kesimbangan antara kebutuhan hidup di dunia dan akhirat.

wamintahti arjulihim minhumm ummatum muqqtasidah

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (Al Maidah, 5:66)

Golongan pertengahan ADALAH MEREKA YANG BERPIKIR DENGAN PETUNJUK TUHAN, DAN MENCARI KEBENARAN DI ALAM DENGAN KEMAMPUAN AKAL NYA, UNTUK MENINGKATKAN KEYAKINANNYA KEPADA TUHAN. DIALAH ORANG ORANG YANG BERAKAL SEHAT (ULIL ALBAB).

Kita umat Nabi Muhammad saw adalah umat pertengahan itu. Umat yang menjalankan hukum Al-Qur’an yang diturunkan dari Tuhannya. Dia adalah yang berpikir dengan logika dari petunjuk Tuhan. Wallahu ‘alam.

 (Master Trainer @logika_Tuhan)

Thursday, December 7, 2017

TAKDIR KAUM WANITA


OLEH
MUHAMMAD PLATO

Sudah takdir Tuhan bahwa kaum wanita selalu menjadi objek penderita, namun demikian wanita adalah penyejahtera hidup manusia. Ketika zaman menuntut wanita bekerja di luar rumah, sebenarnya wanita sedang menuju takdir-Nya. Wanita harus menderita (bekerja) dua kali lipat dari laki-laki. Tanda-tanda bahwa wanita akan mengalami dua kali kesusahan diisyaratkan dalam kitab suci AL-Qur’an.

Wawassoinal innsaana biwaalidaihi ihsaana hamalathu ummuhu kurhaw wawado’athu kurhan.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). 
(Al Ahqaaf, 46:15)

Susah payah yang dialami dua kali oleh seorang wanita, seperti takdir hidup wanita. Secara tidak sengaja dari hasil penelitian kaum wanita mengalami kesulitan dua kali lipat dari kaum laki-laki.

Pada tahun 2004, penelitian pemerintah AS yang pertama menemukan bahwa rata-rata wanita kontemporer yang bekerja, menghabiskan waktu dua kali lebih banyak dibandingkan dengan pria yang bekerja, karena wanita juga melakukan tugas-tugas rumah tangga dan mengasuh anak (katherine elison, 2011)

Saat ini, hampir semua perusahaan di dunia, meyakini bahwa pekerja wanita adalah para pekerja yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Maka dari itu, lowongan pekerjaan untuk kaum wanita lebih banyak dari pada untuk kaum laki-laki. Hasilnya kaum laki-laki kekurangan lapangan kerja.

Setelah masuk dunia kerja, kaum wanita kembali terjebak oleh dua kesulitan. Mereka harus taat kepada pimpinan di tempat kerja, dan taat kepada pimpinan di keluarga. Taat kepada pimpinan di dunia kerja dilandasi pada kontrak kerja yang harus ditaati oleh setiap pekerja.

Kesulitan kaum wanita pekerja akan terjadi jika kehidupan rumah tangga menuntut kehadiran sorang ibu untuk anaknya, di dunia kerja dia dituntut untuk disiplin dan profesional. Dunia kerja dan kehidupan keluarga keduanya menuntut tanggung jawab yang sama.

Kesulitan kaum wanita terjadi ketika kedua pemimpin menuntut untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kaum wanita pekerja berada di persimpangan, dia harus taat kepada kedua pimpinannya. Dalam kondisi ini pekerja kaum wanita, harus berkorban. Pilihannya adalah kaum pekerja wanita harus keluar dari salah satu tanggung jawabnya; mengharap keadilan dari salah seorang pemimpinnya; atau berkorban dengan jiwa dan hartanya sendiri untuk menyelematkan keduanya.

Dalam kondisi terjebak di dua kesulitan karena memiliki dua pemimpin, kaum wanita tidak bisa memutuskan karena keputusannya ada di masing-masing pemimpin di mana dia berada. Untuk memecahnya dibutuhkan keadilan, kebijaksanaan, dan pengorbanan seorang pemimpin.

Dalam mengambil keputusan yang adil dan bijaksana dibutuhkan pengetahuan yang matang, agar keputusan tidak menimbulkan gejolak dan fitnah. Dasar keputusan bagi seorang pemimpin adalah mempertimbangkan kepentingan umat yang banyak. Jika pertimbangan ini tidak ditemukan kata sepakat maka dibutuhkan pengorbanan, dan kedermawanan seorang pemimpin.

Sesungguhnya karakter-karakter dasar seorang pemimpin yang mutlak harus dimiliki adalah berani mengambil resiko terburuk dalam situasi yang dihadapinya. Pemimpin-pemimpin yang berani mengambil segala resiko akibat dari tanggung jawab kepemimpinan adalah tanda bagi pemimpin-pemimpin berkelas tinggi. 

Sementara para pekerja kaum wanita berkonflik dengan batinnya, nasibnya ditentukan oleh kearifan para pemimpin berkelas tinggi. Para pemimpin berkelas tinggi adalah mereka yang selalu memikirkan kesejahteraan masyarakat, dan menjunjung tinggi kedudukan kaum wanita. Jika tidak ada, maka kaum wanita harus bersabar karena sudah ditakdirkan akan terjebak pada dua kesulitan yang menyakitkan jiwa. 

TAKDIR KAUM WANITA AKAN SELALU MENGALAMI DUA KESULITAN
Sebaik-baik posisi kaum wanita tidak mengambil posisi kaum laki-laki jika tidak siap menghadapi konsekuensinya. Untuk, itu sebaiknya kaum wanita berdoa kepada Tuhan di pasangkan dengan pemimpin-pemimpin yang arif, dan bijakasana, serta dermawan, agar hidupnya bisa sejahtera tanpa melawan kodrat dari Tuhan. Wallahu’alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)

Saturday, December 2, 2017

DUNIA AKAN DIPERSATUKAN OLEH CIA


Para ilmuwan memprediksi bahwa memasuki awal abad 21, masalah agama baik secara politik maupun kultural akan jadi bahan perdebatan. Diprediksi kesadaran kembali terhadap keberadaan Tuhan, mulai dilirik oleh masyarakat abad 21 terutama dari kalangan remaja dengan melakukan pembaruan.

Presdiksi para ilmuwan tentang kesadaran manusia terhadap Tuhan, berdasarkan pada data bahwa jumlah penganut Atheis di negara-negara sekuler mulai menurun, dan terjadi kenaikan tajam penganut agama di dunia. Salah satu data dikemukakan oleh Huntington (2002), telah terjadi kenaikan data penganut agama salah satunya penganut agama Islam di seluruh dunia. Penambahan pemeluk Islam, disinyalir disumbang dari konversi agama dan reproduksi penduduk di negara-negara berpenduduk muslim.

Pembaruan agama terjadi karena perubahan paradigma dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Saat ini, terjadinya suatu fenomena tidak bisa dipandang dari satu sudut pandang. Dunia diciptakan Tuhan dari kesatuan bukan dari keterpisahan. Untuk itu, setiap kejadian akan melahirkan persepsi dari berbagai sudut pandang ilmu, tidak didominasi oleh satu keilmuan.

Semula pengetahuan-pengetahuan yang bersumber dari agama dianggap bertentangan dengan ilmu alam, sekarang telah menunjukkan keharmonisan dan akan berdampingan setelah diketahui bahwa dunia ini hakikatnya saling berhubungan. Paradigma ini telah membawa kesadaran manusia untuk mengakui bahwa manusia tidak bisa lepas dari penciptanya yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Kesadaran untuk kembali melihat keberadaan Tuhan, berkaitan dengan krisis tujuan hidup dari ideologi-ideologi yang menghilangkan peran Tuhan dalam kehidupan manusia. Kesadaran pembaruan berangkat dari persepsi tentang Tuhan. Persepsi Tuhan yang semula didominasi sebagai penghukum dosa manusia di luar kelompok, sekarang didominasi dengan Tuhan yang maha pengasih dan penyayang kepada seluruh umat manusia.

Prediksi para ilmuwan tentang pembaruan dalam hal agama yang dilakukan kaum muda, tidak bertentangan dengan prediksi Nabi Muhammad saw, seperti yang dijelaskan di dalam hadisnya, “sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini di penghujung setiap seratus tahun, orang yang mengadakan pembaruan (interprestasi) agama untuknya. (H.R. Abu Dawud dari Abi Hurairah).

Seperti kita ketahui, ideologi besar yang berpengaruh di dunia diwakili oleh negara super power yaitu, China mewakili ideologi komunis, dan Amerika Serikat mewakili ideologi liberal.  Menurut Ahmad Basara (2017) dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Cianjur Jawa Barat, ideologi-ideologi yang ditawarkan di dunia masih memiliki kekurangan. Ideologi liberal dia tidak punya keadilan sosial, komunis tidak punya Tuhan, dan khilafah tidak punya persatuan. 

Satu-satunya idedologi negara yang merangkum semua adalah PANCASILA. Di dalam pancasila semua kekurangan idelogi dunia ada. Dari Indonesia, PANCASILA bisa ditawarkan menjadi ideologi untuk mendamaikan dunia.

Pancasila dengan nilai-nilai ajaran agama tidak bertentangan. Orang beragama tidak perlu menjadikan PANCASILA sebagai dasar keimanan, karena PANCASILA adalah nilai-nilai ajaran setiap agama dan budaya. Dengan melaksanakan ajaran agama, di dalamnya sudah tercakup menjalankan PANCASILA. Dan orang-orang yang tidak menyakini Tuhan, mereka bisa diikat oleh moral ideologi PANCASILA sebagai budaya, yang nilai-nilainya bersumber dari ajaran-ajaran agama. Ideologi Pancasila adalah cita-cita dunia yang ingin hidup damai, sejahtera, dan berke-Tuhan-an yang Maha Esa.

NEGARA YANG KITA IMPIKAN ADALAH SEJAHTERA DUNIA DAN AKHIRAT
Dengan ideologi PANCASILA, diawali dari China, Indonesia, Amerika, mewakili negara-negara berpenduduk besar di dunia, bisa dipersatukan dalam cita-cita yang sama. Peluang untuk itu ada karena ketiga negara memiliki persamaan budaya berdasar nilai-nilai agama.

China memiliki budaya yang dilandasi nilai-nilai ajaran Khonghucu. Dalam ajarannya sangat mengutamakan hidup di jalan kebaikan salah satunya ajaran hormat pada orang tua, dan hidup jujur. Amerika sekalipun negara sekuler, negara tersebut masyarakatnya masih memiliki penghargaan tinggi terhadap pentingnya ajaran agama. Indonesia adalah negara beraneka ragam, dan masyarakatnya sangat terbiasa menerima perbedaan suku, agama, ras, dan bangsa, (SARA). 

Untuk itu dari Indonesia kami menawarkan untuk dunia, sebuah ideologi yang menjamin semua hak manusia tanpa membeda-bedakan asal keturunan, suku, agama, ras, dan bangsa. Ideologi Pancasila akan mengembalikan umat manusia kepada kolektif memori sesungguhnya bahwa manusia pada dasarnya adalah satu umat seperti yang sudah di tetapkan Tuhan di awal penciptaannya.

Wamaakaanannaasu illaa ummatan waahidatan pahtalapu
Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. (YUNUS, 10:19)

Tuhan berkehendak untuk menjadikan manusia menjadi satu umat kembali dengan ketetapannya. Pada akhirnya memang manusia akan menjadi umat yang satu, Tuhan telah memberikan peluangnya dengan memberikan ketetapan.

Walausaaa Allohu laza’alahum ummatan waahidatan
Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja),
(ASY SYUURA, 42:8)

Bagaimana caranya agar manusia bersatu. Tuhan pasti memberikan parasarananya kepada manusia. Salah satu prasarananya adalah buah karya pemikiran bersumber dan tidak bertentangan dengan  nilai-nilai ke-Tuhan-an. Salah satu buah karya pemikiran yang bersumber dari nilai-nilai ke-Tuhan-an, dan melindungi kesejahteraan manusia adalah PANCASILA

Maka dari itu, PANCASILA adalah kehendak Tuhan agar manusia menjadi umat yang satu. Ideologi PANCASILA bukan untuk Indonesia, tapi untuk menyatukan umat dunia. PANCASILA akan mempersatukan perbedaan budaya dunia, diawali dengan KOALISI budaya-budaya besar di dunia yaitu CHINA INDONESIA AMERIKA (CIA). Agama yang selama ini menjadi hambatan bersatunya umat, akan dipersatukan dalam ideologi PANCASILA. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)

Friday, December 1, 2017

MAU BERKUASA? DEKATI TUHAN


OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Kawan-kawan dalam setiap kehidupan kita tidak akan lepas dari politik, karena setiap manusia punya naluri berkuasa. Berbagai cara manusia lakukan, demi kekuasaan. Dalam hal ini kekuasaan dalam persepsi manusia memiliki arti kemerdekaan yang akan mengantarkan manusia kepada kesejahteraan. Arti dari kemerdekaan itu sendiri adalah terbebas dari ketergantungan kepada selain Tuhan Yang Esa. Maka dari itu manusia ditakdirkan oleh Tuhan sebagai makhluk merdeka.

Waidqulnaa lil malaaikatisjuduu li adama pasajaduuu illaaa ibliisa a baa

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (Thaahaa, 20:116)

Bagi iblis, diciptakannya Adam adalah rival abadi dalam memperebutkan kekuasaan. Maka dari itu Iblis akan masuk ke dalam jiwa-jiwa manusia untuk menjelma. Iblis bersekutu dan memanfaatkan manusia untuk merebut kekuasaan dari kaum Adam melalui jalan jalan curang. Iblis memengaruhi hati dan pikiran manusia bahwa kemerdekaan adalah hidup dijalan setan. Maka dari itu perjuangan hidup manusia sepanjang hidup adalah melawan iblis untuk menuju kemerdekaan.

Untuk mendapatkan kemerdekaan, manusia harus berusaha menjadi orang-orang yang dekat dengan Tuhan. Upaya menjadi orang terdekat dengan Tuhan adalah dengan banyak-banyak mengingat Tuhan Allah swt. Cara mengingat Allah dicontohkan oleh Rasulullah saw dengan banyak-banyak mendirikan shalat dan sedekah.

Dan inilah janji Tuhan Allah swt bagi orang-orang terdekatnya. Mereka akan diberi kemerdekaan dengan kehidupan surga yang penuh dengan kedamaian dan kesejahteraan.

Ulaa ikal mqorrobuun. Pii jannatinna’iim
Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan
(Al waqi’ah, 65:11-12)

Mendekati Tuhan Yang Esa, adalah mindset dan prilaku dasar yang harus dimiliki para pencari kekuasaan. Ada janji pasti dari Tuhan bahwa orang-orang terdekat-Nya akan diberi kekuasaan dengan dibebaskan dari segala ketergantungan kepada makhluk.

Mengutamakan pendekatan pada manusia untuk tujuan mendapatkan kekuasaan adalah perbuatan syirik. Perbuatan ini sama dengan merendahkan kedudukan Tuhan sebagai penyebab segala kejadian. Mendekati manusia harus tetap berada di jalan Tuhan, dengan niat menjalankan perintah silaturahmi.

Maka dari itu teknik membangun hubungan baik dengan manusia harus dilakukan dalam kontek perniagaan, atau hubungan kerja profesional. Bukan hubungan yang sengaja dibangun untuk memohon, memesan, dan transaksional kekuasaan. Etikanya dalam memperoleh kekuasaan, tidak boleh ada kata terucap untuk meminta atau memohon kekuasaan kepada manusia.

Permohonan kekuasaan harus disampaikan kepada Tuhan pemilik kekuasaan, dengan melakukan pendekatan secara berkesinambungan. Umat Islam membangun permohonannya dengan mendirikan shalat dan sedekah.

Di sekolah-sekolah layaknya dibiasakan dan diajarkan bagaimana memohon kekuasaan kepada Tuhan. Bagi anak-anak muslim, hal paling mendasar yang harus diajarkan dan dibiasakan adalah menjadikan shalat dan sedekah (bermanfaat bagi orang lain) sebagai model pendekatan kepada Tuhan. 

SETIAP MANUSIA DIBERI POTENSI BERKUASA, MAKA CARILAH KEKUASAAN DENGAN MENJADI ORANG TERDEKATNYA TUHAN
Di sekolah-sekolah abad milenial trend nya adalah kembali kepada pendekatan teologis. Pendekatan ini sesuai dengan adat ketimuran yang religius. Namun tidak berarti meninggalkan hal-hal yang bersifat ilmiah. Karena penelitian-penelitian ilmiah dibutuhkan untuk memperkuat keyakinan kepada Tuhan. Hal-hal yang sifatnya teologis tidak berarti harus keluar dari pendekatan ilmiah, karena setiap kebenaran teologis pasti ada bukti-buktinya di alam, namun ada yang sudah bisa terjangkau oleh akal ada yang masih butuh waktu panjang dalam menjangkaunya.

Untuk membuktikan bahwa dengan mendekati Tuhan, kekuasaan dan kesejahteraan akan kita dapat, dibutuhkan ketelitian untuk mengamatinya. Jadikanlah diri kita sendiri sebagai objek penelitiannya dan catat semua kejadiannya. Tuhan akan memberi pengetahuan kepada kita, bahwa apa yang kita pikirkan, Tuhan akan mewujudkannya menjadi kenyataan.

Jadilah orang-orang terdekat dengan Tuhan, karena orang-orang terdekat dengan Nya lah yang pasti akan diwarisi kekuasaan. Bangunlah kedekatan itu, dalam waktu-waktu yang telah ditentukan Tuhan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw, yaitu di waktu subuh, dhuha, dhuhur, ashar, magrib, isya, sepertiga malam, dalam perjalanan, dan dalam kondisi menderita maupun lapang. Selamat mencoba, salam sukses dengan logika Tuhan.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)