Saturday, November 18, 2023

MEMAHAMI MANUSIA DARI AL QURAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Kisah penciptaan manusia dikabarkan di dalam Al Quran. Dalam proses penciptaan manusia, dikabarkan ada konsep-konsep manusia yang bisa kita perhatikan. 

Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (insan) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.  Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr, 15:26-27).

Penciptaan manusia dalam konsep insan terbuat dari tanah liat kering dari lumpur hitam, bergandengan dengan penciptaan jin dari api yang sangat panas.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia (basyar) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (Al Hijr, 15:28).

Berita pencitaan manusia berikutnya dikabarkan Allah dengan konsep basyar, bergandengan dengan konsep malaikat.  Kesamaan penciptaan manusia dalam konsep insan dan basyar sama-sama terbuat dari tanah liat kering dari lumput hitam yang diberi bentuk.

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Al Hijr, 15:29).

Menarik untuk diteliti, mengapa Allah menciptakan manusia dengan dua konsep yaitu insan dan basyar? Padahal dua-duanya diciptakan dari bahan yang sama yaitu tanah liat kering dari lumpur hitam.  

Jika kita lakukan hubungan konsep berdasarkan kedekatan konsep. Kita gandengkan pasangan konsep sebagai berikut, jin-insan; malaikat-basyar.

Dari dua pasangan ini kita sudah bisa berikan makna. Kedua pasangan ini menggambarkan unsur-unsur yang ada dalam diri manusia. Unsur-unsur ini menjadi pembentuk karakter manusia.

Sebagaimana dijelaskan di dalam jiwa manusia ada dua unsur yang berlawanan yaitu fujur dan takwa. "dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan (fujur) dan ketakwaannya, (Asy Syams, 91:8).

Jika dikaitkan dengan surat Al Hijr, kita dapatkan pasangan sebagai berikut; jin-insan-fujur; malaikat-basyar-takwa. 

Pendapat sementara adalah insan adalah jiwa manusia yang memiliki sifat-sifat jin. Basyar adalah jiwa manusia yang memiliki sifat-sifat malaikat.

Orang-orang yang suka membangkang, malas, sombong, takabur, egois, adalah manusia-manusia yang jiwanya kotor. Orang-orang yang cinta pada kebaikan, taat kepada perintah Allah adalah manusia-manusia yang jiwanya suci.

Perkembangan jiwa manusia dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang buruk akan mengaktifkan sifat-sifat jin pada unsur insan. Lingkungan yang baik akan mengaktifkan sifat-sifat malaikat pada unsur basyar. 

"sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya". (Asy Syams, 91: 9-10)

Jika demikian, bisa dipahami jika bayi-bayi yang lahir disunahkan oleh Rasulullah SAW untuk diadzani pada telinga sebelah kanan, dengan tujuan memengaruhi jiwa manusia yang baru lahir untuk menumbuhkan sifat-sifat malaikat. 

Maka dapat disimpulkan, usaha yang dilakukan dalam dunia pendidikan adalah menciptakan lingkungan baik agar para siswa bisa tumbuh dan berkembang dengan sifat-sifat malaikat. Sifat-sifat malaikat digambarkan sebagai manusia-manusia yang tunduk, patuh, taat, disiplin, dalam melaksanakan segala perbuatan yang diperintahkan Allah. 

Upaya ideal yang harus tercipta dalam lingkungan pendidikan adalah sekolah yang lingkungan selalu bersih, tertata rapi, tertib, sejuk, dan indah. Menjaga lingkungan sekolah tetap bersih, rapi, sejuk dan indah, adalah upaya-upaya yang harus selalu diciptakan di lingkungan pendidikan.

Guru-guru adalah manusia-manusia terpilih yang bisa memberi pengaruh semaksimal mungkin pada siswa dengan cara memberi teladan, membimbing, dan menuntun mereka tumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia basyar yaitu manusia yang memiliki sifat-sifat malaikat. 

Program-program pendidikan paling dasar yang harus dibentuk yaitu membentuk karakter taat pada Tuhan dengan shalat dan mau berbuat baik pada sesama (sedekah) diawali dengan mau berbakti pada kedua orang tua, dan secara umum kepada umat manusia serta alam semesta. 

Usaha-usaha yang dilakukan dunia pendidikan harus mengembangkan jiwa-jiwa manusia menjadi sosok manusia cerdas, kreatif, bernalar kritis, gotong royong, mandiri, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME sebagai refresentasi dari sifat-sifat malaikat.***



Saturday, November 11, 2023

ORANG BERIMAN TIDAK TAKUT MATI

Oleh: Muhammad Plato

Mengapa pejuang-pejuang Palestina tidak takut mati? Seperti orang setiap hari melihat kematian, lama-lama kematian jadi bagian kehidupan sehari-hari. Beribu-ribu orang Palestina meregang nyawa akibat genosida yang dilakukan tentara Israel. Kondisi berat ini telah mengubah pola pikir masyarakat Palestina.

Kita saksikan, masyarakat Palestina menghadapi situasi sulit dengan penuh keteguhan dan kebahagiaan. Mereka menjadi terbiasa dengan situasi sulit karena mereka mengalaminya berpuluh-puluh tahun. Agama ikut mewarnai pola pikir mereka dalam melihat kesulitan. Mereka yang biasa hidup terkungkung, tertindas, dan terbatas, tidak punya lagi harapan bantuan hidup kepada manusia. Harapan mereka hanya kepada Tuhan dan berharap kehidupan baik di akhirat. 

Pola pikir ini terdistribusi ke anak-anak Palestina, ketika mereka berkata, "saya ingin mati masuk surga bersama ayahnya yang telah mati dan masuk surga". Kolektif memori warga Palestina menjadi masyarakat holistik yang cara pandang hidupnya bukan lagi mendapat kesenangan di dunia, tetapi mendapat kesenangan di akhirat yang akan di dapatnya setelah mendapat kematian.

Maka orang-orang terbaik sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad, SAW ada di bumi syam. "lihatlah, ini Malik menyebutkan bahwa ia telah mendengar Mu'adz bin Jabal mengatakan bahwa kelompok tersebut berada di Syam." (HR. Bukhari). 

Informasi dari hadis Nabi Muhammad SAW sangat memungkin benar adanya. Manusia-manusia berkualitas lahir dari daerah-daerah ekstrim. Orang-orang yang hidup di tempat ekstrim dan dibalut dengan keyakinan agama, maka di daerah itu akan lahir manusia-manusia berkualitas tinggi dihadapan Allah. Hidup di dunia ini bukan sekedar persaingan teknologi, ekonomi, politik, dan senjata. Pertarungan terbaik di muka bumi ini adalah perjuangan hidup agar mati dalam keadaan muslim. 

Lingkungan yang keras, kelaparan, tekanan dari zionis Israel, semakin menguatkan ideologi warga Palestina menjadi manusia-manusia tegar dan punya daya tahan tinggi dalam menghadapi kesulitan. Keyakinan beragama telah membantu kehidupan warga Palestina tetap hidup bahagia dalam keterbatasan.***

 

DETIK-DETIK AKHIR TAKDIR ISRAEL

Oleh: Muhammad Plato

Israel sudah berada di akhir kisah sejarahnya. Genosida terhadap warga Palestina adalah tanda-tanda akan berakhirnya kekuasaan Israel di Timur Tengah. Apa yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina adalah kekejian yang akan mengubur Israel sebagai bangsa terbuang. 

Siapapun yang berprilaku buruk dan melampaui batas, dia akan mendapatkan balasan setimpal sesuai dengan perbuatannya. Bangsa Israel sedang membuat kisah hidupnya akan terus berulang, menjadi bangsa terbuang, tertindas, dan terus berada di pengasingan. 

"dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman dan membinasakan orang-orang yang kafir". (Ali Imran, 3:141).

Sesungguhnya Allah maha melihat, bukan bangsa Palestina yang akan binasa, tetapi bangsa Israel lah yang akan binasa. Perbuatan buruk bangsa Israel terhadap warga Palestinalah yang akan membinasakan Israel. 

Tidak ada bangsa-bangsa di dunia menjadi binasa karena dibinasakan bangsa lain. Semua bangsa-bangsa di dunia binasa karena perbuatan-perbuatan keji yang dilakukannya. Sesungguhnya prilaku bangsa Israel telah melampaui batas kewajaran dalam perang. Orang-orang yang melampaui batas telah berbuat dosa besar pada Tuhan. Dan inilah takdir bangsa Israel, waktunya sudah semakin dekat.

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (Al An'aam, 6:6)

Orang-orang Arab di Mekah ketika memerangi Nabi Muhammad, mereka punya kekuatan dan senjata lengkap. Namun kekuasaan mereka akhirnya binasa, karena prilaku buruk yang mereka lakukan. Mereka sombong dan angkuh karena merasa punya kekuatan pasukan dan alat-alat perang. 

Pada saat itu, orang-orang Mekah bergerak menuju Badar. Mereka keluar dari Mekah dengan angkuh dan memperlihatkan kekuatan pasukannya dengan tujuan menghalangi orang-orang dari jalan Allah. Kisah ini dijelaskan oleh Allah dalam Al Quran, dan menjadi sebab kekalahan orang Mekah di perang Badar.  

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan." (Al Anfaal, 8:47).

Demikian juga dengan bangsa Israel, mereka dengan angkuh dan ria mempelihatkan persenjataan perang yang dimiliki mereka. Padahal kekalahan dan kemenangan perang bukan pada kekuatan senjata, tetapi pada ketaatan manusia kepada perintah Tuhan. Sehebat-hebatnya kekuasaan manusia di dunia, dia hanya sementara karena setiap manusia ada ajalnya.***


Sunday, October 29, 2023

DAHSYATNYA KEKUATAN TENTARA MUSLIM

Oleh: Muhammad Plato

Perlu dipahami negara-negara yang bersekutu saling membela karena urusan kepentingan politik di dunia. Jangan remehkan bangsa-bangsa kecil yang lemah, karena kekuatan Tuhan ada pada orang-orang yang terlihat lemah. Tuhan tidak bersama orang-orang sombong.

Dunia ini sudah semakin sesak, jumlah penduduk dunia terus bertambah. Ruang hidup terfokus pada wilayah-wilayah tertentu yang telah menjamin kenyamanan hidup. Semakin banyak jumlah manusia tantangan hidup semakin kuat. Manusia akan dibentuk berdasarkan tekanan hidup yang dihadapinya. Pandangan-pandangan hidup yang bisa melepaskan manusia dari kesulitan adalah pandangan keagamaan. 

Tentara-tentara di Palestina yang terlatih dengan situasi kondisi terbatas, mereka telah beradaftasi dan berubah menjadi mesin-mesin perang super canggih. Tekanan demi tekanan yang dilakukan tentara Israel pada wilayah gaza, seperti menekan bola di dalam air. 

Sebagaimana hukum fisika, sebuah tekanan akan menghasilkan tekanan berlawanan dengan kekuatan yang sama. Konflik antara Palestina dan Israel akan mengalahkan siapa saja diantara kedua negara ini yang melampaui batas kemanusiaan.

Tentara-tentara yang dilandasi oleh jihad karena Allah dia tidak memiliki rasa takut. Kematian para tentara di medan jihad tidak akan menyurutkan tentara berikutnya untuk berhenti bertempur. Tentara tentara yang sudah terdoktrin jihad karena Allah membela tanah air, kekuatannya akan berubah menjadi 1 banding 10. Kekuatan mereka bukan lagi pada kekuatan senjata material tetapi melibatkan Tuhan dalam segala tindakannya. 

Logika-logika berpikir seperti ini tentu tidak akan bisa diterima akal biasa. Logika orang-orang beragama khususnya Islam, berpedoman pada Al Quran. Diakui atau tidak kebenaran logika ini, pembenarannya hanya bisa disaksikan melalui pembuktian.

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Al Anfaal, 8:17).

Fakta peperangan antara orang-orang yang berada di jalan Allah dengan orang-orang yang membela karena kepentingan ekonomi atau politik, tidak bersyarat pada kemutakhiran senjata atau jumlah. Fakta ini terjadi pada kisah-kisah peperangan terdahulu. 

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah, 2:249).

Doktrin-doktrin agama pada tentara, tidak akan menyurutkan usaha-usahanya untuk bertempur. Kemenangan dan kematian menjadi tidak ada bedanya. Kondisi ini harus menjadi perhatian semua pihak karena kondisi ini bisa menular dengan cepat. Upaya-upaya damai harus disegerakan untuk menghindari konflik lebih luas.***

Saturday, October 28, 2023

SEBENARNYA ISRAEL BUKAN BANGSA CERDAS

Oleh: Muhammad Plato

Setiap orang melihat, mendengar, dan mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang dia peroleh. Melihat konflik antara negara Palestina dengan Israel. Saya melihat dan mendengar, dan mengeluarkan komentar berdasarkan pengetahuan yang masuk ke otak. 

Saya tidak tahu dari mana saya bisa dapat informasi yang benar tentang negara Palestina dan Israel. Konflik dua negara ini selalu menyulut emosi sedih saya ketika melihat korban perang dari warga sipil, orang tua, dan anak-anak balita. 

Perang kedua negara ini harus diakhiri. Negara Palestina dan Israel harus didudukan sebagai sebuah negara berdaulat. Penyelesaian harus dilakukan melalui jalan-jalan damai. Upaya bangsa-bangsa di dunia adalah mengupayakan damai.

Saya menyaksikan ada peran besar Amerika Serikat yang menciptakan konflik antar Palestina dan Israel tetap berlangsung. Amerika Serikat sangat menjaga eksistensi Israel di Timur Tengah, karena eksistensi Israel di Timur Tengah sama dengan eksistensi Amerika Serikat. Sekuat tenaga Amerika Serikat selalu memveto keputusan PBB yang menyudutkan Israel. 

Israel menjadi mesin perang Amerika Serikat untuk menjaga kekuatan politik Amerika Serikat di Timur Tengah. Israel seperti negara bagian Amerika Serikat, karena suplai bantuan kepada Israel mengalir dalam jumlah miliaran dolar. 

Amerika Serikat cukup cerdas dalam bermain politik di Timur Tengah. Amerika Serikat tidak perlu mengerahkan bala tentaranya untuk berperang di Timur Tengah, mereka cukup membayar orang-orang Yahudi untuk berperang dengan memberikan bantuan senjata canggih atas nama bantuan untuk menjaga kedaulatan sebuah negara.

Amerika Serikat sepertinya membutuhkan situasi konflik antara Israel dan Palestina tetap berlangsung, sebagai dasar bagi Amerika Serikat untuk memberikan bantuan pada Israel. Konflik Palestina dan Israel juga menjadi komoditas pasar senjata bagi Amerika Serikat. Pada saat perang perusahaan senjata di bursa saham meningkat tajam dengan keuntungan sampai ratusan triliun dolar.

Keturunan Yahudi memang diakui memiliki keturunan yang cerdas secara intelektual. Namun dalam hal politik, sosial, ekonomi, dan agama, orang-orang Yahudi tetap saja bodoh. Negara Israel yang mereka bangun, tidak punya pondasi kuat lahir dari rasa nasionalisme cinta tanah air. Negara Israel yang mereka bangun sangat mengandalkan pada dukungan negara-negara berkekuatan besar. Nasib Israel sangat tergantung pada dukungan Amerika Serikat. 

Propaganda Israel sebagai negara orang Yahudi yang cerdas terus dikampanyekan, agar semua orang meyakini bahwa Israel sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di Timur Tengah. Propaganda keunggulan Israel terus dilakukan untuk menutupi peran sentral Amerika Serikat di balik Israel.

Sudah jadi suratan takdir bangsa Yahudi, dia tidak akan pernah berperan di muka bumi ini, kecuali mereka diperalat oleh orang lain atau dihinakan. 

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al Maa'idah, 5:78).

Kecerdasan yang dimiliki Israel bukan menjadi keunggulan bangsa Israel dihadapan Allah. Kecerdasan bangsa Israel menjadi kebodohan mereka karena merasa semuanya bisa dikendalakikan oleh kecerdasannya. Kebodohan bangsa Israel dicatat dalam Al Quran.

Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (Al Maa 'idah, 5:70).

Allah maha adil, dibalik kelebihan sebuah bangsa ada keburukan yang dimilikinya. Orang Yahudi ditetapkan oleh Allah menjadi bangsa cerdas secara intelektual, namun mereka punya kelemahan dari karakter. 

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur'an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (Al Maa'idah, 5:64).

Jika kita saksikan sepak terjang Israel, mereka sangat membabi buta dalam berperang. Perang yang dilakukan Israel tidak punya etika, mereka menyerang rumah sakit, sekolah, rumah warga sipil, dan tidak peduli pada anak-anak, wanita, atau orang tua. Semua fasilitas dimusnah ratakan dengan tanah. Sebuah perang tidak seimbang kita saksikan, antara Jet Tempur melawan roket seperti memburu tikus dengan dinamit.  Melihat sepak terjang Israel kita bukan sedang menyaksikan manusia terbaik pilihan Tuhan.***


Monday, October 23, 2023

BETERNAK HARTA

Oleh: Muhammad Plato

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz) (Huud, 11:6)

Ada beberapa konsep yang bisa kita temukan dari ayat di atas. "binatang melata", "rezeki", "tempat", "penyimpanan", "nyata". Jika kita kaji khusus tentang rezeki, konsep-konsep yang lainnya dapat membantu menjelaskan tentang rezeki. 

Jika kita kembangkan, rezeki berkaitan dengan hak setiap makhluk. Rezeki berkaitan dengan tempat dimana makhluk itu berada dan bagaimana cara penyimpanannya. Rezeki berkaitan dengan hal-hal yang nyata. 

Hal menarik adalah ada satu terjemahan yang memberi makna "daabbah" sebagai binatang ternak. Dalam kehidupan dunia, rezeki berkaitan dengan hal-hal yang nyata antara lain harta. 

Rezeki berkaitan dengan binatang melata, binatang ternak, yang bisa dipelihara, dibudidayakan. Untuk mengembangbiakkan harta analoginya seperti memelihara binatang ternak.

Mengembangbiakkan atau mengelola harta perlu memperhatikan tempat, penyimpanan, pemeliharaan. Peternak sapi, kambing, ayam, mereka menghasilkan rezeki dari memelihara ternaknya. 

Jika rezeki dikaitkan dengan uang, emas, perak, sama seperti binatang ternak, dia harus memiliki tempat, penyimpangan, dan pemeliharaan. Untuk itu, guna meningkatkan jumlah kekayaan dibutuhkan sistem pengelolaan seperti pemeliharaan binatang ternak.

Praktek penggandaan uang melalui cara-cara ghaib bertentangan dengan keterangan bahwa rezeki (harta) dalam kehidupan dunia ini merupakan benda nyata (materi). Ilmu yang dibutuhkan berkaitan dengan tempat dan penyimpanan, yang nyata.

Contoh, pasar modal adalah tempat dan penyimpanan, seperti padang rumput dan kandang. Sebagaimana binatang ternak agar tumbuh besar dan bertambah banyak dia harus dipelihara. 

Hasil ternak, pertanian, harus dikeluarkan zakatnya. Demikian juga dengan hasil investasi di pasar modal harus dihitung dan dikeluarkan zakatnya, seperti zakat hasil peternakan dan pertanian.

Demikian juga uang yang diinvestasikan di pasar modal, dia harus dipelihara. Ketika binatang ternak harus diberi makanan secara teratur, maka dana yang di simpan di pasar modal dalam sebuah perusahaan, agar nilainya terus bertambah, investasinya harus terus ditambah secara bertahap dan disiplin.

Para investor sukses, adalah mereka yang mengelola, memlihara investasinya di tempat yang baik bertahun-tahun hingga mereka bisa menghasilkan panen yang maksimal, seperti para peternak. 

Binatang ternak dapat dipanen setelah menginjak umur dan waktunya panen. Demikian juga uang yang disimpan di pasar modal dapat dipanen setelah menginjak umur dan target yang hendak dicapai. 

Beternak dan investasi, dua hal ini memiliki konsep sama. Keduanya harus dipelihara, dirawat, dan dijaga agar hasilnya maksimal. Beternak dan investasi butuh waktu tertentu. Tempat dan penyimpanannya harus dipilih yang baik agar aman, bersih, dan mendukung pada pertumbuhannya.

Oleh karena itu, rezeki yang bisa menunjang kehidupan manusia di muka bumi ini, harus digali dikembangkan dengan cara-cara nyata, bukan dengan cara-cara ghaib. Pemahaman ini, akan menghindarkan kita dari praktek-praktek ghaib dalam mengembangkan harta yang bisa menyesatkan manusia.***

Sunday, October 22, 2023

TIGA PRILAKU SETAN YANG HARUS DIWASPADAI

Oleh: Muhammad Plato

Jika kita analisis konsep yang ada dalam Al Quran, ada tiga prilaku setan yang perlu kita waspadai. Prilaku ini sering terjadi pada manusia. Fenomenanya sering terjadi pada diri setiap orang. Bahkan penulis sendiri bisa jadi pelaku dari tiga prilaku setan ini. 

Setan bisa masuk pada alam bawah sadar, sehingga prilaku-prilaku yang sudah biasa kita lakukan tidak sadar bahwa itu prilaku setan. Untuk menghilangkannya butuh panduan dan kesadaran untuk menghentikannya. 

Prilaku pertama  yang dilakukan setan ketika menerima kebenaran adalah berpaling "tawallaitum", (Yunus, 10:72). Setan akan berpaling ketika mendengar kebenaran dari ayat-ayat Allah. Sikap ini sering terjadi dalam kehidupan kita, kadang kita memalingkan muka ketika ada ayat-ayat yang disampaikan, karena tidak menyukai orang yang menyampaikannya. 

Prilaku kedua yang dilakukan setan ketika menerima kebenaran adalah mendustakan "kazzabu", (Yunus, 10:73).  Para pendsuta itu adalah mereka yang tidak mengakuai adanya Tuhan. Mereka tidak merasa bahwa keberadaannya di muka bumi ada campur tangan Tuhan. Mereka yang mendustakan Tuhan, melupakan bahwa seluruh fasilitas yang dia nikmati selama hidup adalah fasilitas yang disediakan Allah. Tanah yang dia pijak, hujan, sinar matahari, oksigen, api, air, para pendusta tidak mengakui bahwa itu fasilitas dari Allah. Belum ada satu ilmuwan pun yang mengkliam menciptakan tanah, air, matahari, bulan, osksigen, gas, dll. 

Prilaku ketiga yang dilakukan setan ketika menerima kebenaran adalah sombong "fastakbaru" (Yunus, 10:75). Prilaku sombong dilakukan oleh orang-orang yang melakukan kejahatan, kemaksiatan, secara terang-terangan. Orang-orang sombong adalah mereka dengan sengaja mempertontonkan prilaku buruk yang mereka lakukan tanpa ada rasa bersalah. 

Untuk menyikapi tidak prilaku setan yang sering dilakukan manusia ini, Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman. "dan kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami - wa agraqnal laziina kazzabu bi aayaatinaa"  (Yunus, 10:74).

Kewaspadaan terhadap tiga sikap setan di atas, bukan mewaspadai terjadi pada orang lain, tetapi mewaspadai agar tidak terjadi pada diri kita sendiri. Sebab, apa yang terjadi pada orang lain, itu bukan tanggung jawab kita. Sedangkan apa yang terjadi pada diri kita itulah tanggung kita pribadi.***

Tuesday, October 17, 2023

MENGENDALIKAN AMARAH



Oleh: Muhammad Plato

Mengendalikan amarah menjadi inti dari buku Psikologi Emotion karya David J. Lieberman. Saya amati buku ini mengajarkan tentang logika-logika yang ada dalam kitab suci Al Quran. Sebelumnya saya sudah menjelaskan logika-logika berpikir yang ada dalam Al Quran, jika dipahami polanya akan mengarah pada pengendalian diri. 

Saya istilahkan logika-logika yang ada dalam Al Quran sangat menyentuh pada pengendalian hati. Bisa dibilang logika dalam Al Quran lebih melatih bagaimana hati berlogika. Logika-logika yang ditawarkan dalam Al Quran akan mengaduk-ngaduk hati untuk memahami segala persitiwa yang terjadi agar bisa diterima oleh hati. 

Al Quran menginformasikan bahwa kehidupan ini ada pengendalinya yaitu Tuhan. Manusia tidak bisa mengendalikan jalannya hidup ini kecuali berserah diri menerima apa-apa yang telah ditakdirkan Tuhan. Matahari bersinar, hujan turun, udara panas, malam berganti siang, semuanya terjadi atas takdir Tuhan. Manusia tidak bisa mengendalikan jalannya alam. Manusia hanya diberi peluang oleh Allah untuk beradaftasi dengan apa yang terjadi di alam. 

Allah memang memberi peluang kepada manusia untuk melakukan perubahan, mengikuti proses perubahan yang telah diatur oleh Allah. Manusia hanya bisa berbuat berdasarkan fasilitas perbuatan yang sudah Allah sediakan. Prinsip perubahan bukan mengubah kejadian alam tetapi mengubah keadaan yang ada pada diri sendiri. 

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar ra'd, 13:11). 

Mengubah keadaan pada diri sendiri sangat mungkin terjadi, karena manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk mengubah dirinya. Untuk itu inti perubahan bukan pada lingkungan tetapi pada keadaan diri sendiri. Ketika situasi panas, untuk mengubah lingkungan jadi dingin sangat sulit kecuali manusia mengubah situasi panas dengan bergerak ke tempat dingin, atau memanfaakan benda-benda yang ada di lingkungannya untuk menghindar dari situasi panas. 

Amarah adalah keadaan yang sering terjadi pada diri manusia. Amarah senantiasa meenyeliputi kondisi hati dan pikiran manusia karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak selalu menciptakan kondisi nyaman. Untuk itu hal yang paling banyak dibahas dalam buku Psikology of Emotion karya David J. Lieberman yaitu tentang mengendalikan amarah. Sumber dari segala masalah seseorang di muka bumi ini adalah nafsu amarah. 

Al Quran mengabarkan bahwa nafsu manusia terdiri dari dua yaitu nafsu yang buruk (fujur) dan baik (taqwa). Nafsu buruk harus dikendalikan jangan sampai melewati batas, dan nafsu baik harus dihidupkan. Seperti konsep yin dan yang, dua kekuatan ini jika bisa mengendalikannya kehidupan ini akan menjadi baik. Menurut Fritjop Capra dua sifat ini tidak berarti buruk dan baik jika kita bisa menjadi keseimbangannya.  

Amarah adalah nafsu fujur, tidak berarti buruk jika bisa mengendalikannya. Maka ada orang yang tidak bisa mengendalikan amarah, dan ada orang yang bisa mengendalikan amarah. Orang-orang yang bisa mengendalikan amarah, hidupnya jauh lebih berkualitas dari yang tidak. Nabi Muhammad dalam sebuah hadis memberi nasihat, "jangan marah, jangan marah, jangan marah". Nasihat ini diulang-ulang oleh Nabi Muhammad karena memang sumber dari segala permasalahan adalah nafsu amarah, dan hal ini sangat berkaitan dengan hati. 

Nabi Muhammad juga berpesan bahwa di dalam diri manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging ini baik maka akan baik semuanya, dan jika segumpal daging ini buruk maka akan buruk semuanya. Segumpal daging ini adalah hati. Hati yang buruk adalah yang hati yang tidak bisa mengendalikan amarah. 

Peperangan terjadi karena ada nafsu amarah. Peperangan ada yang terkendali ada yang membabi buta. Perang yang dikendalikan oleh nafsu amarah, dalam prakteknya melakukan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi seperti membunuh warga sipil, anak-anak, wanita dan orang tua. Nafsu taqwa bertugas mecegah peperangan untuk terciptanya perdamaian. 

Pada akhirnya manusia akan kembali pada Tuhan. Sesungguhnya apa yang dilakukan manusia di muka bumi kelak akan mendapati pengadilan Tuhan. Percaya atau tidak, Tuhan sudah menetapkan hukum-hukumnya. Siapa yang berniat baik di muka bumi ini dia akan mendapat keabadian hidup sejahtera selamanya. "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali" (Al Baqarah, 2:285)***

Monday, October 16, 2023

MENGAPA ORANG YAHUDI DITAKDIRKAN CERDAS?

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Orang Yahudi memang ditakdirkan oleh Allah sebagai kelompok manusia cerdas. Namun demikian, bukan berarti orang Yahudi satu-satunya kelompok yang bisa memiliki kecerdasan. Orang Yahudi dijadikan cerdas oleh Allah bukan untuk merendahkan kelompok manusia lainnya. 

Allah menjadikan orang Yahudi cerdas sebagai contoh bagi umat manusia untuk saling belajar dari setiap kelompok manusia. Setiap kelompok manusia dilahirkan memiliki keunggulan dan kelemahan. Orang Yahudi diberi keunggulan dalam kecerdasan intelektual. Namun dalam hal kecerdasan spiritual, orang-orang Yahudi diberitakan di dalam Al Quran mereka memiliki kelemahan. Nabi-nabi yang diutus Allah kepada orang Yahudi mereka olok-olok dan mereka bunuh. 

Jadi kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh orang Yahudi di satu sisi memang mereka memiliki keunggulan di kecerdasan itu. Namun dikecerdasan spiritual, orang-orang Yahudi tercatat sebagai orang-orang yang mendustakan Tuhan. Kecerdasan intelektual yang mereka miliki menjada penyebab mereka menjadi orang yang menduustakan nabi dan Tuhan. 

https://youtu.be/-bK4Z8jocVc?si=-Aa96HH4UoYZmEtf

Namun demikian, Allah memerintahkan kepada umat manusia untuk saling mengenal, saling belajar. Sekalipun orang Yahudi ditakdirkan cerdas secara intelektual, bukan berarti kecerdasan hanya milik orang Yahudi. Orang Yahudi bisa saja mengalami penuruan kualitas kecerdasannya, jika tradisi mereka dalam mendidik generasi berikutnya keluar dari tradisi biasa mereka lakukan. 

Orang Yahudi akan mengalami kebodohan secara intelektual jika budaya baca, budaya makan sehat, budaya pola hidup sehat mereka tinggal karena terjadi perubahan gaya hidup. Sebaliknya orang Indonesia, China, Jepang, Korea, Malaysia, Thailand, Filipina, bisa menjadi orang cerdas jika pola hidup, pola makan, pola belajar dimiliki, mereka bisa jadi orang-orang cerdas secara intelektual.

Fakta orang-orang Yahudi cerdas saat ini, karena memang orang Yahudi memiliki pola prilaku hidup yang sangat menjaga keturunannya tetap cerdas. Budaya belajar mereka wariskan pada keturunannya sejak dalam kandungan. Menjaga keturuan tetap cerdas diwariskan turun-temurun dan terjaga hingga sekarang. Budaya makan makanan dengan mengandung protein tinggi, hingga sekarang terus terpelihara. Tradisi ini tidak dimiliki oleh masyarakat dari budaya lain. Jika tradisi ini dijaga dan diimplementasikan oleh siapapun, maka siapapun bisa berubah menjadi manusia-manusia cerdas.

Allah adil menciptakan orang Yahudi cerdas bukan untuk merendahkan manusia lainnya, tetapi untuk mengajarkan kepada umat manusia bagaimana mendidik agar manusia secara intelektual cerdas. Namun tidak jaminan orang yang cerdas secara intelektual dia bisa cerdas secara spiritual. Kecerdasan intelektual bisa jadi jalan buruk bagi orang jika mereka tidak tidak tetap merendahkan diri dihadapan Tuhan. 

Keburukan bagi orang-orang yang punya kecerdasan intelektual adalah mereka merasa cukup, merasa bisa, merasa berkuasa, dan mendustakan Tuhan. Itulah pesan-pesan dari Allah bagaimana kisah orang-orang yang cerdas secara intelektual, tetapi tidak cerdas secara spiritual. Kisah ini direkam pada kisah orang Yahudi di zaman dahulu. Dan sekarang manusia harus bisa belajar dari siapa saja agar dirinya bisa mengenal Tuhan.***


Saturday, September 23, 2023

DISKUSI AGAMA YANG TIDAK PRODUKTIF

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

Diskusi umat Islam kebanyakan tentang praktek-praktek agama dalam hal ritual. Diskusi yang tidak berkesudahan dan tidak pernah ada akhirnya. Dikusi tentang siapa yang masuk neraka dan masuk surga. Siapa yang shalatnya diterima dan tidak, bagaimana kalau shalat pakai qunut dan tidak qunut. Itulah beberapa contoh diskusi umat Islam yang tidak produktif. Diskusi hal seperti itu bukan tidak boleh, tetapi porsinya harus diperkecil karena pengetahuannya hanya milik Allah. 

Allah melarang kepada umat manusia berdiskusi tentang hal-hal yang ghaib, karena tidak ada satu orang manusia pun yang tahu kecuali Allah. Diterimanya shalat atau tidak, sahnya shalat pakai qunut atau tidak, wilayah pembenarannya bukan pada manusia, tapi ada pada Allah. Sebaiknya diskusi-diskusi hal ghaib dihindari jangan terlalu banyak dihadirkan di publik. 

Melatih kemampuan murid mengelola aset adalah urusan agama
yang harus banyak didiskusikan.

"Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka (hal gaib), kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al Kahfi, 18:22).

Nabi Muhammad diberi peringatan oleh Allah, jangan berdebat tentang hal-hal ghaib, kasus dalam hal ini tentang berapa penghuni Gua Kahfi. Kisah sejarah yang sudah lama terjadi dan jejak-jejaknya sudah hilang, sangat tidak mungkin diketahui dengan pasti. Pesannya adalah kita diperingati oleh Allah untuk menghindari perdebatan tentang hal-hal ghaib. 

Perdebatan tentang qunut, siapa masuk surga masuk neraka, siapa shalat diterima atau tidak, muludan boleh atau tidak, tahlilan bid'ah atau bukan, hal-hal seperti itu harus dihindari. Hal ini termasuk diskusi atau perdebatan yang tidak produktif. Hal ghaib sangat sulit dibuktikan di dunia, jika terus diperbedatkan, manusia jadi tidak melakukan apa-apa untuk kehidupan di dunia nyata.

Penghuni neraka adalah mereka yang berprilaku buruk di dunia. Mencuri, korupsi, buang sampah sembarangan, mencemari lingkungan, hidup boros, meminta-minta, parkir di jalan umum, hajatan menggangu jalan umum, tidak menghormati hak tetangga, dll. 

Masalah-masalah prilaku buruk di dunia harus menjadi diskusi di wilayah agama. Mengelola sampah, mencegah pencemaran lingkungan, meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, memberdayakan DKM masjid untuk sejahterakan masyarakat, semestinya menjadi diskusi-diksui hangat di dalam masalah agama.

Organisasi yang berlandaskan agama semestinya, organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Tiga bidang ini harus digaraf serius melibatkan agama. Ketiga bidang ini yang akan menyokong kehidupan masyarakat sejahtera di dunia dan akhirat.***



Saturday, September 16, 2023

KETERAMPILAN KELOLA UANG

Oleh: Muhammad Plato

Keterampilan hidup yang wajib diajarkan pada anak-anak adalah ketermapilan mengelola uang. Keberhasilan hidup yang pasti akan diraih oleh anak-anak di masa dewasa adalah ketika mereka mampu mengelola uang. 

Keterampilan mengelola uang menjadi substansi pendidikan yang harus dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. 

Realitas kehidupan menunutut manusia untuk pandai mengelola harta. Harta yang abadi dan akan membawa kesejahteraan manusia adalah yang dikelola dengan baik. 

Jika pendidikan tidak memberikan keterampilan mengelola uang, tujuan-tujuan hidup yang diimpikan anak-anak akan sulit diwujudkan. 

Nabung saham adalah keterampilan hidup yang harus diajarkan
di setiap lembaga pendidikan

Kehidupan di dunia tidak akan lepas dari harta, kekayaan, dan uang, yang dimiliki seseorang. Harta, kekayaan, uang, jika tidak pandai mengelolanya maka akan membawa malapetakan bagi umat manusia. 

SMAN 15 Bandung berkomitmen mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui nabung saham. Nabung saham harus jadi keterampilan hidup anak-anak di abad 21.

Di dalam nabung saham ada enam dimensi nilai yang digali kepada anak-anak, yaitu bernalar, kreatif, wawasan global, gotong royong, mandiri, dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Kemampuan bernalar dan kreatif, mereka dibor untuk menyebarkan dan selalu mencari ide untuk mendapatkan manfaat dari investasi yang mereka lakukan di perusahaan. 

Dengan nabung saham mereka juga harus memahami, bahwa ketika mereka menabung saham mereka sedang membantu kehidupan banyak orang dengan menanam modal di perusahaan.

Ketika nabung saham anak-anak sudah berlatih sejak dini menjadi manusia mandiri, merencakan masa depan yang mapan dan tidak tergantung pada orang lain. 

Dengan menabung saham mereka juga akan memahami bagaimana siklus perjalanan ekonomi global yang saling mempengaruhi. Sehingga mereka paham bahwa hidup saling membutuhkan.

Kemudian harapan-harapan hidup mereka melalui nabung saham, mereka dibor untuk berharap kepada Tuhan YME dengan taat selalu shalat, berdoa memohon pertolongan pada Tuhan YME. 

Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. kepala SMAN 15 Bandung mengatakan, "nabung saham adalah keterampilan hidup anak-anak di abad 21. Apapun profesi anak-anak kelak mereka harus pandai nabung saham. 

Keterampilan hidup yang diperoleh anak-anak dari nabung saham adalah kemampuan mengelola uang. Kesuksesan hidup manusia di dunia adalah kemampuan mengelola uang. 

Orang-orang kaya bukan karena punya warisan kekayaan dari orang tua, tapi mereka yang punya ketermapilan dalam mengelola kekayaan. 

Rasulullah SAW, di dalam hadis bersabda, “sesungguhnya aku bersedekah sepanjang apa yang keluar dari tanah itu, dan aku serta keluargaku makan titik-titik dan yang lainnya aku tanam kembali”. (Muslim 2948 dari Abu Hurairah). 

Hadis ini mengandung pesan untuk kita, bahwa dalam mengelola harta harus berada di bagi tiga, lorong untuk makan, lorong untuk sedekah, dan lorong untuk ditanam.

Inilah keterampilan hidup yang harus diajarkan di sekolah kepada anak-anak. Mereka ketika menerima uang saku dari orang tuanya, harus mengelolanya dengan membagi tiga.

Hal terpenting yang harus diajarkan adalah sedekah dan investasi. Sedekah dan nabung saham adalah cara untuk melatih anak-anak agar menanam sejak dini.***

 

Friday, September 8, 2023

AYAT PEMERSATU

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Para ulama memberi makna, ayat-ayat di bawah ini memiliki ajakan kepada semua umat manusia untuk menyembah satu Tuhan yaitu Allah SWT. Perbedaan nama Tuhan hanyalah budaya yang dibangun oleh latar belakang bahasa, sejarah, geografi, dan budaya. Namun intinya, Allah mengajarkan pada umat manusia dia adalah Allah Tuhan Yang Esa. Al Quran adalah petunjuk dan rahmat bagi semesta alam.

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." (Ali Imran, 3:67).

Allah tidak mempermasalahkan Yahudi, Nasrani, karena dahulu mereka adalah para penyembah Allah swt. Seiring dengan waktu keimanannya kepada Allah swt mengalami percampuran dengan sangkaan-sangkaan manusia yang mengaku-ngaku sebagai wahyu dari Allah, padahal Allah tidak mengatakan seperti yang mereka sangkakan. Orang-orang Yahudi, Nasrani ada yang mengatakan apa-apa yang tidak Allah jelaskan dalam kitab-Nya.

https://youtu.be/LMTkY1BnuMc?si=XOb9xEckj8f5ZA-0

"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?" (At Taubah, 9:30).

Dari dahulu Allah mengajarkan hal yang sama kepada orang-orang terdahulu, sembahlah Allah Yang Esa, dan berbuatlah kebajikan di muka bumi. Maka, Allah mengabarkan kepada seluruh umat manusia. 

Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui (Al Baqarah, 2:146).

Orang-orang terdahulu yang memegang teguh pada Al Kitab mereka sudah diajarkan tentang berita kenabian, ciri-ciri, tanda-tanda kedatangannya. Kedatangan Nabi Muhammad telah diceritakan dalam Al Kitab. Maka Allah memberi peringatan pada umat-umat dahulu dan sekarang. Ada peringatkan dengan jelas dalam dua ayat.

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah, 2:62)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Maidah, 5:69).

Siapapun manusianya, apapun nama agamanya, semua akan mendapat keputusan dari Allah di akhirat. Yahudi, Nasrani, Majusi, Konghucu, Hindu, Budha, mereka akan diadili dihadapan Allah swt. Perkataan-perkataan tentang akhirat yang tidak punya landasan pada kitab suci, hanyalah prasangka belaka. 

Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. (Al Hajj, 22:17).

Al Quran mengandung ajaran universal yang memberitahu kepada seluruh umat manusia bahwa Allah adalah Esa, Tuhan seluruh umat manusia yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi, tidak lelah, tidak mengantuk, mengurusi semua kebutuhan makhluk-Nya.*** 


Saturday, September 2, 2023

PROSES HILANGNYA TUHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Eksistensi Tuhan tidak perlu pengakuan manusia. Hilangnya eksistensi Tuhan karena hilangnya Tuhan dalam memori manusia. Hal yang paling berbahaya bagi manusia adalah jika Tuhan hilang dalam ingatan manusia. Manusia yang sudah tidak menghargai eksistensi Tuhan, berbuat sesuatu di muka bumi ini berdasar sudut pandangnya. Berikut bagaimana proses Tuhan bisa hilang dari ingatan manusia.

Pengetahuan dunia yang cenderung materalistik, faktor dominan yang membuat Tuhan hilang dalam ingatan manusia. Pengetahuan yang cenderung materialistik akan mengikis eksistensi Tuhan, karena semua dipersepsi berdasar pada kajian sistem secara material. 

Ibn Khaldun mengatakan bahwa kenyamanan membuat otak tumpul. Ketumpulan otak ditandai hilangnya eksistensi Tuhan dalam pikiran karena sudah merasa hidup nyaman. Kehadiran teknologi informasi, punya dua sisi mata pisau yang tajam. Bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan, teknologi informasi akan membantu mereka menemukan bukti-bukti eksistensi Tuhan. Bagi mereka yang sudah tidak percaya Tuhan, teknologi informasi akan mengantarkan mereka kepada prasangka-prasangka orang yang mengingakari adanya Tuhan. 

https://youtu.be/73sjTTdftng?si=txKVjEVJqtcraiYu

Melalui teknologi informasi, orang-orang yang tidak percaya percaya Tuhan, mereka akan dipertemukan dengan banyak orang yang pemikirannya sama tidak percaya Tuhan. Orang-orang yang tidak percaya Tuhan mereka hidup dengan prasangkanya. Orang-orang yang tidak percaya Tuhan, berprasangka bahwa dengan banyaknya ketemu orang-orang yang tidak percaya Tuhan, seolah-olah prasangkanya benar. 

Kehadiran teknologi informasi, menghadirkan banyak ragam pemikiran yang dapat dikonsumsi oleh setiap orang. Maka setiap orang akan mendapatkan algoritmanya masing-masing. Jika mereka tidak percaya Tuhan, maka algoritma informasinya akan selalu bertemu dengan orang-orang yang tidak percaya Tuhan. 

Teknologi informasi dengan algoritmanya, akan menuntun setiap orang kepada apa yang dia pikirkan. Orang-orang yang berpikir Atheis, algoritma informasi di otaknya sedikit demi sedikit akan menghilangkan eksistensi Tuhan di memorinya. Inilah orang-orang yang kelak dikategorikan mendustakan kebenaran-kebenaran dari Tuhan. 

Untuk dunia pendidikan kondisi ini menjadi masalah fundamental. Eksitensi Tuhan, bukan arogansi Tuhan untuk diakui keberadaannya. Eksistensi Tuhan sebenarnya dibutuhkan oleh manusia agar mereka bisa bertahan hidup di muka bumi ini. Tanpa kehadiran Tuhan manusia akan menjadi manusia-manusia rapuh, mudah menyerah, komitmen rendah, dan akan terjebak pada kehidupan tanpa arah.

Atheis, agnostik, bisa jadi fenomena kehidupan manusia yang akan mewarnai kehidupan abad teknologi informasi. Gejala ini bisa mengancam eksistensi manusia, seiring dengan hilangnya eksistensi Tuhan dalam memori manusia.***