Sunday, October 22, 2023

TIGA PRILAKU SETAN YANG HARUS DIWASPADAI

Oleh: Muhammad Plato

Jika kita analisis konsep yang ada dalam Al Quran, ada tiga prilaku setan yang perlu kita waspadai. Prilaku ini sering terjadi pada manusia. Fenomenanya sering terjadi pada diri setiap orang. Bahkan penulis sendiri bisa jadi pelaku dari tiga prilaku setan ini. 

Setan bisa masuk pada alam bawah sadar, sehingga prilaku-prilaku yang sudah biasa kita lakukan tidak sadar bahwa itu prilaku setan. Untuk menghilangkannya butuh panduan dan kesadaran untuk menghentikannya. 

Prilaku pertama  yang dilakukan setan ketika menerima kebenaran adalah berpaling "tawallaitum", (Yunus, 10:72). Setan akan berpaling ketika mendengar kebenaran dari ayat-ayat Allah. Sikap ini sering terjadi dalam kehidupan kita, kadang kita memalingkan muka ketika ada ayat-ayat yang disampaikan, karena tidak menyukai orang yang menyampaikannya. 

Prilaku kedua yang dilakukan setan ketika menerima kebenaran adalah mendustakan "kazzabu", (Yunus, 10:73).  Para pendsuta itu adalah mereka yang tidak mengakuai adanya Tuhan. Mereka tidak merasa bahwa keberadaannya di muka bumi ada campur tangan Tuhan. Mereka yang mendustakan Tuhan, melupakan bahwa seluruh fasilitas yang dia nikmati selama hidup adalah fasilitas yang disediakan Allah. Tanah yang dia pijak, hujan, sinar matahari, oksigen, api, air, para pendusta tidak mengakui bahwa itu fasilitas dari Allah. Belum ada satu ilmuwan pun yang mengkliam menciptakan tanah, air, matahari, bulan, osksigen, gas, dll. 

Prilaku ketiga yang dilakukan setan ketika menerima kebenaran adalah sombong "fastakbaru" (Yunus, 10:75). Prilaku sombong dilakukan oleh orang-orang yang melakukan kejahatan, kemaksiatan, secara terang-terangan. Orang-orang sombong adalah mereka dengan sengaja mempertontonkan prilaku buruk yang mereka lakukan tanpa ada rasa bersalah. 

Untuk menyikapi tidak prilaku setan yang sering dilakukan manusia ini, Allah memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman. "dan kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami - wa agraqnal laziina kazzabu bi aayaatinaa"  (Yunus, 10:74).

Kewaspadaan terhadap tiga sikap setan di atas, bukan mewaspadai terjadi pada orang lain, tetapi mewaspadai agar tidak terjadi pada diri kita sendiri. Sebab, apa yang terjadi pada orang lain, itu bukan tanggung jawab kita. Sedangkan apa yang terjadi pada diri kita itulah tanggung kita pribadi.***

Tuesday, October 17, 2023

MENGENDALIKAN AMARAH



Oleh: Muhammad Plato

Mengendalikan amarah menjadi inti dari buku Psikologi Emotion karya David J. Lieberman. Saya amati buku ini mengajarkan tentang logika-logika yang ada dalam kitab suci Al Quran. Sebelumnya saya sudah menjelaskan logika-logika berpikir yang ada dalam Al Quran, jika dipahami polanya akan mengarah pada pengendalian diri. 

Saya istilahkan logika-logika yang ada dalam Al Quran sangat menyentuh pada pengendalian hati. Bisa dibilang logika dalam Al Quran lebih melatih bagaimana hati berlogika. Logika-logika yang ditawarkan dalam Al Quran akan mengaduk-ngaduk hati untuk memahami segala persitiwa yang terjadi agar bisa diterima oleh hati. 

Al Quran menginformasikan bahwa kehidupan ini ada pengendalinya yaitu Tuhan. Manusia tidak bisa mengendalikan jalannya hidup ini kecuali berserah diri menerima apa-apa yang telah ditakdirkan Tuhan. Matahari bersinar, hujan turun, udara panas, malam berganti siang, semuanya terjadi atas takdir Tuhan. Manusia tidak bisa mengendalikan jalannya alam. Manusia hanya diberi peluang oleh Allah untuk beradaftasi dengan apa yang terjadi di alam. 

Allah memang memberi peluang kepada manusia untuk melakukan perubahan, mengikuti proses perubahan yang telah diatur oleh Allah. Manusia hanya bisa berbuat berdasarkan fasilitas perbuatan yang sudah Allah sediakan. Prinsip perubahan bukan mengubah kejadian alam tetapi mengubah keadaan yang ada pada diri sendiri. 

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (Ar ra'd, 13:11). 

Mengubah keadaan pada diri sendiri sangat mungkin terjadi, karena manusia diberi kemampuan oleh Allah untuk mengubah dirinya. Untuk itu inti perubahan bukan pada lingkungan tetapi pada keadaan diri sendiri. Ketika situasi panas, untuk mengubah lingkungan jadi dingin sangat sulit kecuali manusia mengubah situasi panas dengan bergerak ke tempat dingin, atau memanfaakan benda-benda yang ada di lingkungannya untuk menghindar dari situasi panas. 

Amarah adalah keadaan yang sering terjadi pada diri manusia. Amarah senantiasa meenyeliputi kondisi hati dan pikiran manusia karena segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini tidak selalu menciptakan kondisi nyaman. Untuk itu hal yang paling banyak dibahas dalam buku Psikology of Emotion karya David J. Lieberman yaitu tentang mengendalikan amarah. Sumber dari segala masalah seseorang di muka bumi ini adalah nafsu amarah. 

Al Quran mengabarkan bahwa nafsu manusia terdiri dari dua yaitu nafsu yang buruk (fujur) dan baik (taqwa). Nafsu buruk harus dikendalikan jangan sampai melewati batas, dan nafsu baik harus dihidupkan. Seperti konsep yin dan yang, dua kekuatan ini jika bisa mengendalikannya kehidupan ini akan menjadi baik. Menurut Fritjop Capra dua sifat ini tidak berarti buruk dan baik jika kita bisa menjadi keseimbangannya.  

Amarah adalah nafsu fujur, tidak berarti buruk jika bisa mengendalikannya. Maka ada orang yang tidak bisa mengendalikan amarah, dan ada orang yang bisa mengendalikan amarah. Orang-orang yang bisa mengendalikan amarah, hidupnya jauh lebih berkualitas dari yang tidak. Nabi Muhammad dalam sebuah hadis memberi nasihat, "jangan marah, jangan marah, jangan marah". Nasihat ini diulang-ulang oleh Nabi Muhammad karena memang sumber dari segala permasalahan adalah nafsu amarah, dan hal ini sangat berkaitan dengan hati. 

Nabi Muhammad juga berpesan bahwa di dalam diri manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging ini baik maka akan baik semuanya, dan jika segumpal daging ini buruk maka akan buruk semuanya. Segumpal daging ini adalah hati. Hati yang buruk adalah yang hati yang tidak bisa mengendalikan amarah. 

Peperangan terjadi karena ada nafsu amarah. Peperangan ada yang terkendali ada yang membabi buta. Perang yang dikendalikan oleh nafsu amarah, dalam prakteknya melakukan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi seperti membunuh warga sipil, anak-anak, wanita dan orang tua. Nafsu taqwa bertugas mecegah peperangan untuk terciptanya perdamaian. 

Pada akhirnya manusia akan kembali pada Tuhan. Sesungguhnya apa yang dilakukan manusia di muka bumi kelak akan mendapati pengadilan Tuhan. Percaya atau tidak, Tuhan sudah menetapkan hukum-hukumnya. Siapa yang berniat baik di muka bumi ini dia akan mendapat keabadian hidup sejahtera selamanya. "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali" (Al Baqarah, 2:285)***

Monday, October 16, 2023

MENGAPA ORANG YAHUDI DITAKDIRKAN CERDAS?

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Orang Yahudi memang ditakdirkan oleh Allah sebagai kelompok manusia cerdas. Namun demikian, bukan berarti orang Yahudi satu-satunya kelompok yang bisa memiliki kecerdasan. Orang Yahudi dijadikan cerdas oleh Allah bukan untuk merendahkan kelompok manusia lainnya. 

Allah menjadikan orang Yahudi cerdas sebagai contoh bagi umat manusia untuk saling belajar dari setiap kelompok manusia. Setiap kelompok manusia dilahirkan memiliki keunggulan dan kelemahan. Orang Yahudi diberi keunggulan dalam kecerdasan intelektual. Namun dalam hal kecerdasan spiritual, orang-orang Yahudi diberitakan di dalam Al Quran mereka memiliki kelemahan. Nabi-nabi yang diutus Allah kepada orang Yahudi mereka olok-olok dan mereka bunuh. 

Jadi kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh orang Yahudi di satu sisi memang mereka memiliki keunggulan di kecerdasan itu. Namun dikecerdasan spiritual, orang-orang Yahudi tercatat sebagai orang-orang yang mendustakan Tuhan. Kecerdasan intelektual yang mereka miliki menjada penyebab mereka menjadi orang yang menduustakan nabi dan Tuhan. 

https://youtu.be/-bK4Z8jocVc?si=-Aa96HH4UoYZmEtf

Namun demikian, Allah memerintahkan kepada umat manusia untuk saling mengenal, saling belajar. Sekalipun orang Yahudi ditakdirkan cerdas secara intelektual, bukan berarti kecerdasan hanya milik orang Yahudi. Orang Yahudi bisa saja mengalami penuruan kualitas kecerdasannya, jika tradisi mereka dalam mendidik generasi berikutnya keluar dari tradisi biasa mereka lakukan. 

Orang Yahudi akan mengalami kebodohan secara intelektual jika budaya baca, budaya makan sehat, budaya pola hidup sehat mereka tinggal karena terjadi perubahan gaya hidup. Sebaliknya orang Indonesia, China, Jepang, Korea, Malaysia, Thailand, Filipina, bisa menjadi orang cerdas jika pola hidup, pola makan, pola belajar dimiliki, mereka bisa jadi orang-orang cerdas secara intelektual.

Fakta orang-orang Yahudi cerdas saat ini, karena memang orang Yahudi memiliki pola prilaku hidup yang sangat menjaga keturunannya tetap cerdas. Budaya belajar mereka wariskan pada keturunannya sejak dalam kandungan. Menjaga keturuan tetap cerdas diwariskan turun-temurun dan terjaga hingga sekarang. Budaya makan makanan dengan mengandung protein tinggi, hingga sekarang terus terpelihara. Tradisi ini tidak dimiliki oleh masyarakat dari budaya lain. Jika tradisi ini dijaga dan diimplementasikan oleh siapapun, maka siapapun bisa berubah menjadi manusia-manusia cerdas.

Allah adil menciptakan orang Yahudi cerdas bukan untuk merendahkan manusia lainnya, tetapi untuk mengajarkan kepada umat manusia bagaimana mendidik agar manusia secara intelektual cerdas. Namun tidak jaminan orang yang cerdas secara intelektual dia bisa cerdas secara spiritual. Kecerdasan intelektual bisa jadi jalan buruk bagi orang jika mereka tidak tidak tetap merendahkan diri dihadapan Tuhan. 

Keburukan bagi orang-orang yang punya kecerdasan intelektual adalah mereka merasa cukup, merasa bisa, merasa berkuasa, dan mendustakan Tuhan. Itulah pesan-pesan dari Allah bagaimana kisah orang-orang yang cerdas secara intelektual, tetapi tidak cerdas secara spiritual. Kisah ini direkam pada kisah orang Yahudi di zaman dahulu. Dan sekarang manusia harus bisa belajar dari siapa saja agar dirinya bisa mengenal Tuhan.***


Saturday, September 23, 2023

DISKUSI AGAMA YANG TIDAK PRODUKTIF

 OLEH: MUHAMMAD PLATO

Diskusi umat Islam kebanyakan tentang praktek-praktek agama dalam hal ritual. Diskusi yang tidak berkesudahan dan tidak pernah ada akhirnya. Dikusi tentang siapa yang masuk neraka dan masuk surga. Siapa yang shalatnya diterima dan tidak, bagaimana kalau shalat pakai qunut dan tidak qunut. Itulah beberapa contoh diskusi umat Islam yang tidak produktif. Diskusi hal seperti itu bukan tidak boleh, tetapi porsinya harus diperkecil karena pengetahuannya hanya milik Allah. 

Allah melarang kepada umat manusia berdiskusi tentang hal-hal yang ghaib, karena tidak ada satu orang manusia pun yang tahu kecuali Allah. Diterimanya shalat atau tidak, sahnya shalat pakai qunut atau tidak, wilayah pembenarannya bukan pada manusia, tapi ada pada Allah. Sebaiknya diskusi-diskusi hal ghaib dihindari jangan terlalu banyak dihadirkan di publik. 

Melatih kemampuan murid mengelola aset adalah urusan agama
yang harus banyak didiskusikan.

"Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka (hal gaib), kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.” (Al Kahfi, 18:22).

Nabi Muhammad diberi peringatan oleh Allah, jangan berdebat tentang hal-hal ghaib, kasus dalam hal ini tentang berapa penghuni Gua Kahfi. Kisah sejarah yang sudah lama terjadi dan jejak-jejaknya sudah hilang, sangat tidak mungkin diketahui dengan pasti. Pesannya adalah kita diperingati oleh Allah untuk menghindari perdebatan tentang hal-hal ghaib. 

Perdebatan tentang qunut, siapa masuk surga masuk neraka, siapa shalat diterima atau tidak, muludan boleh atau tidak, tahlilan bid'ah atau bukan, hal-hal seperti itu harus dihindari. Hal ini termasuk diskusi atau perdebatan yang tidak produktif. Hal ghaib sangat sulit dibuktikan di dunia, jika terus diperbedatkan, manusia jadi tidak melakukan apa-apa untuk kehidupan di dunia nyata.

Penghuni neraka adalah mereka yang berprilaku buruk di dunia. Mencuri, korupsi, buang sampah sembarangan, mencemari lingkungan, hidup boros, meminta-minta, parkir di jalan umum, hajatan menggangu jalan umum, tidak menghormati hak tetangga, dll. 

Masalah-masalah prilaku buruk di dunia harus menjadi diskusi di wilayah agama. Mengelola sampah, mencegah pencemaran lingkungan, meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, memberdayakan DKM masjid untuk sejahterakan masyarakat, semestinya menjadi diskusi-diksui hangat di dalam masalah agama.

Organisasi yang berlandaskan agama semestinya, organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Tiga bidang ini harus digaraf serius melibatkan agama. Ketiga bidang ini yang akan menyokong kehidupan masyarakat sejahtera di dunia dan akhirat.***



Saturday, September 16, 2023

KETERAMPILAN KELOLA UANG

Oleh: Muhammad Plato

Keterampilan hidup yang wajib diajarkan pada anak-anak adalah ketermapilan mengelola uang. Keberhasilan hidup yang pasti akan diraih oleh anak-anak di masa dewasa adalah ketika mereka mampu mengelola uang. 

Keterampilan mengelola uang menjadi substansi pendidikan yang harus dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan dari mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi. 

Realitas kehidupan menunutut manusia untuk pandai mengelola harta. Harta yang abadi dan akan membawa kesejahteraan manusia adalah yang dikelola dengan baik. 

Jika pendidikan tidak memberikan keterampilan mengelola uang, tujuan-tujuan hidup yang diimpikan anak-anak akan sulit diwujudkan. 

Nabung saham adalah keterampilan hidup yang harus diajarkan
di setiap lembaga pendidikan

Kehidupan di dunia tidak akan lepas dari harta, kekayaan, dan uang, yang dimiliki seseorang. Harta, kekayaan, uang, jika tidak pandai mengelolanya maka akan membawa malapetakan bagi umat manusia. 

SMAN 15 Bandung berkomitmen mewujudkan profil pelajar Pancasila melalui nabung saham. Nabung saham harus jadi keterampilan hidup anak-anak di abad 21.

Di dalam nabung saham ada enam dimensi nilai yang digali kepada anak-anak, yaitu bernalar, kreatif, wawasan global, gotong royong, mandiri, dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Kemampuan bernalar dan kreatif, mereka dibor untuk menyebarkan dan selalu mencari ide untuk mendapatkan manfaat dari investasi yang mereka lakukan di perusahaan. 

Dengan nabung saham mereka juga harus memahami, bahwa ketika mereka menabung saham mereka sedang membantu kehidupan banyak orang dengan menanam modal di perusahaan.

Ketika nabung saham anak-anak sudah berlatih sejak dini menjadi manusia mandiri, merencakan masa depan yang mapan dan tidak tergantung pada orang lain. 

Dengan menabung saham mereka juga akan memahami bagaimana siklus perjalanan ekonomi global yang saling mempengaruhi. Sehingga mereka paham bahwa hidup saling membutuhkan.

Kemudian harapan-harapan hidup mereka melalui nabung saham, mereka dibor untuk berharap kepada Tuhan YME dengan taat selalu shalat, berdoa memohon pertolongan pada Tuhan YME. 

Toto Suharya, S.Pd., M.Pd. kepala SMAN 15 Bandung mengatakan, "nabung saham adalah keterampilan hidup anak-anak di abad 21. Apapun profesi anak-anak kelak mereka harus pandai nabung saham. 

Keterampilan hidup yang diperoleh anak-anak dari nabung saham adalah kemampuan mengelola uang. Kesuksesan hidup manusia di dunia adalah kemampuan mengelola uang. 

Orang-orang kaya bukan karena punya warisan kekayaan dari orang tua, tapi mereka yang punya ketermapilan dalam mengelola kekayaan. 

Rasulullah SAW, di dalam hadis bersabda, “sesungguhnya aku bersedekah sepanjang apa yang keluar dari tanah itu, dan aku serta keluargaku makan titik-titik dan yang lainnya aku tanam kembali”. (Muslim 2948 dari Abu Hurairah). 

Hadis ini mengandung pesan untuk kita, bahwa dalam mengelola harta harus berada di bagi tiga, lorong untuk makan, lorong untuk sedekah, dan lorong untuk ditanam.

Inilah keterampilan hidup yang harus diajarkan di sekolah kepada anak-anak. Mereka ketika menerima uang saku dari orang tuanya, harus mengelolanya dengan membagi tiga.

Hal terpenting yang harus diajarkan adalah sedekah dan investasi. Sedekah dan nabung saham adalah cara untuk melatih anak-anak agar menanam sejak dini.***

 

Friday, September 8, 2023

AYAT PEMERSATU

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Para ulama memberi makna, ayat-ayat di bawah ini memiliki ajakan kepada semua umat manusia untuk menyembah satu Tuhan yaitu Allah SWT. Perbedaan nama Tuhan hanyalah budaya yang dibangun oleh latar belakang bahasa, sejarah, geografi, dan budaya. Namun intinya, Allah mengajarkan pada umat manusia dia adalah Allah Tuhan Yang Esa. Al Quran adalah petunjuk dan rahmat bagi semesta alam.

Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik." (Ali Imran, 3:67).

Allah tidak mempermasalahkan Yahudi, Nasrani, karena dahulu mereka adalah para penyembah Allah swt. Seiring dengan waktu keimanannya kepada Allah swt mengalami percampuran dengan sangkaan-sangkaan manusia yang mengaku-ngaku sebagai wahyu dari Allah, padahal Allah tidak mengatakan seperti yang mereka sangkakan. Orang-orang Yahudi, Nasrani ada yang mengatakan apa-apa yang tidak Allah jelaskan dalam kitab-Nya.

https://youtu.be/LMTkY1BnuMc?si=XOb9xEckj8f5ZA-0

"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah". Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?" (At Taubah, 9:30).

Dari dahulu Allah mengajarkan hal yang sama kepada orang-orang terdahulu, sembahlah Allah Yang Esa, dan berbuatlah kebajikan di muka bumi. Maka, Allah mengabarkan kepada seluruh umat manusia. 

Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui (Al Baqarah, 2:146).

Orang-orang terdahulu yang memegang teguh pada Al Kitab mereka sudah diajarkan tentang berita kenabian, ciri-ciri, tanda-tanda kedatangannya. Kedatangan Nabi Muhammad telah diceritakan dalam Al Kitab. Maka Allah memberi peringatan pada umat-umat dahulu dan sekarang. Ada peringatkan dengan jelas dalam dua ayat.

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Baqarah, 2:62)

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Al Maidah, 5:69).

Siapapun manusianya, apapun nama agamanya, semua akan mendapat keputusan dari Allah di akhirat. Yahudi, Nasrani, Majusi, Konghucu, Hindu, Budha, mereka akan diadili dihadapan Allah swt. Perkataan-perkataan tentang akhirat yang tidak punya landasan pada kitab suci, hanyalah prasangka belaka. 

Sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. (Al Hajj, 22:17).

Al Quran mengandung ajaran universal yang memberitahu kepada seluruh umat manusia bahwa Allah adalah Esa, Tuhan seluruh umat manusia yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi, tidak lelah, tidak mengantuk, mengurusi semua kebutuhan makhluk-Nya.*** 


Saturday, September 2, 2023

PROSES HILANGNYA TUHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Eksistensi Tuhan tidak perlu pengakuan manusia. Hilangnya eksistensi Tuhan karena hilangnya Tuhan dalam memori manusia. Hal yang paling berbahaya bagi manusia adalah jika Tuhan hilang dalam ingatan manusia. Manusia yang sudah tidak menghargai eksistensi Tuhan, berbuat sesuatu di muka bumi ini berdasar sudut pandangnya. Berikut bagaimana proses Tuhan bisa hilang dari ingatan manusia.

Pengetahuan dunia yang cenderung materalistik, faktor dominan yang membuat Tuhan hilang dalam ingatan manusia. Pengetahuan yang cenderung materialistik akan mengikis eksistensi Tuhan, karena semua dipersepsi berdasar pada kajian sistem secara material. 

Ibn Khaldun mengatakan bahwa kenyamanan membuat otak tumpul. Ketumpulan otak ditandai hilangnya eksistensi Tuhan dalam pikiran karena sudah merasa hidup nyaman. Kehadiran teknologi informasi, punya dua sisi mata pisau yang tajam. Bagi orang-orang yang percaya pada Tuhan, teknologi informasi akan membantu mereka menemukan bukti-bukti eksistensi Tuhan. Bagi mereka yang sudah tidak percaya Tuhan, teknologi informasi akan mengantarkan mereka kepada prasangka-prasangka orang yang mengingakari adanya Tuhan. 

https://youtu.be/73sjTTdftng?si=txKVjEVJqtcraiYu

Melalui teknologi informasi, orang-orang yang tidak percaya percaya Tuhan, mereka akan dipertemukan dengan banyak orang yang pemikirannya sama tidak percaya Tuhan. Orang-orang yang tidak percaya Tuhan mereka hidup dengan prasangkanya. Orang-orang yang tidak percaya Tuhan, berprasangka bahwa dengan banyaknya ketemu orang-orang yang tidak percaya Tuhan, seolah-olah prasangkanya benar. 

Kehadiran teknologi informasi, menghadirkan banyak ragam pemikiran yang dapat dikonsumsi oleh setiap orang. Maka setiap orang akan mendapatkan algoritmanya masing-masing. Jika mereka tidak percaya Tuhan, maka algoritma informasinya akan selalu bertemu dengan orang-orang yang tidak percaya Tuhan. 

Teknologi informasi dengan algoritmanya, akan menuntun setiap orang kepada apa yang dia pikirkan. Orang-orang yang berpikir Atheis, algoritma informasi di otaknya sedikit demi sedikit akan menghilangkan eksistensi Tuhan di memorinya. Inilah orang-orang yang kelak dikategorikan mendustakan kebenaran-kebenaran dari Tuhan. 

Untuk dunia pendidikan kondisi ini menjadi masalah fundamental. Eksitensi Tuhan, bukan arogansi Tuhan untuk diakui keberadaannya. Eksistensi Tuhan sebenarnya dibutuhkan oleh manusia agar mereka bisa bertahan hidup di muka bumi ini. Tanpa kehadiran Tuhan manusia akan menjadi manusia-manusia rapuh, mudah menyerah, komitmen rendah, dan akan terjebak pada kehidupan tanpa arah.

Atheis, agnostik, bisa jadi fenomena kehidupan manusia yang akan mewarnai kehidupan abad teknologi informasi. Gejala ini bisa mengancam eksistensi manusia, seiring dengan hilangnya eksistensi Tuhan dalam memori manusia.***  

 

Saturday, August 19, 2023

TEKNOLOGI ADALAH JIN KARYA IMAJINASI MANUSIA

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Esensi materi pada level kuantum adalah vibrasi energi yang bergerak acak. Dia ada tetapi tidak terlihat. Pada level kuantum keberadaan suatu benda hanya dapat dipahami dengan melakukan hubungan dengan benda lain. Pada level kuantum dunia bukan keterpisahan tapi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Temuan ini digambarkan oleh Fritjop Capra sebagai The Turning Point peradaban. 

Penemuan ini menjadi titik balik kesadaran manusia, bahwa dunia materi tidak sebatas benda-benda yang terlihat tetapi ada benda-benda tidak terlihat, entah itu karena bentuknya sangat kecil, atau punya kemampuan bergerak yang sangat cepat. Benda-benda kecil bisa dilihat dengan bantuan kaca pembesar. Semakin cepat kemampuan kaca pembesar menangkap objek, semakin besar kemungkinan benda-benda paling kecil bisa dilihat mata, semakin besar juga kemungkinan masih ada benda-benda paling kecil dibalik benda-benda paling kecil dan tidak terlihat.

Jadi konsep benda, terbagi menjadi dua ada benda nyata (besar) dan ada benda kecil (halus). Keberadaan benda besar dan benda kecil berujung pada ketidaktahuan manusia. 

Pada ujungnya, kehidupan manusia di dunia ini akan berujung pada ketidaktahuan. Dari ketidaktahuannya itulah, manusia akan berserah diri pada yang Maha Tahu yaitu Tuhan Pencipta Alam Semesta. Ilmuwan tidak dilarang untuk melakukan berbagai riset menggali ilmu dan teknologi, namun seperti penggali sumur, semakin dalam menggali sumur, orang itu akan semakin tinggi risiko tertimpa reruntuhan. Manusia butuh pedoman agar punya keyakinan apa yang dilakukannya aman buat dirinya.

Teknologi yang diciptakan manusia seperti jin atau makhluk-makhluk halus yang diciptakan dalam alam imajinasi manusia. Teknologi  inilah yang akan menjadi sekutu-sekutu manusia, sementara manusia tidak menyadari bahwa teknologi hanyalah hasil ciptaan imajinasinya. 

Alam imajinasi ada di level kuantum. Alam kunatum identik dengan alam kreativitas. Imajinasi manusia identik dengan alam yang mendorong manusia terus berkreativitas. Imajinasi-imajinasi manusia akan menghasilkan kehidupan kreatif sampai disitu tidak berbahaya. Berbahayanya kreativitas bagi manusia adalah ketika manusia menjadikan karya hasil imajinasinya justru menjadi sekutu bagi Tuhan.   

Imajinasi-imajinasi para sainstis berhasil menjadi teknologi (imaJINasi nyata), sedangkan imajinasi-imajinasi dari orang yang berpikir mistik akan jadi makhluk halus dengan berbagai jenis nama. Ketika imajinasi orang Jepang menghasilkan robot-robot pelayan, maka imajinasi-imajinasi orang yang berpikir mistik menghasilkan jin-jin yang bisa melayani keinginan manusia.

Teknologi (jin nyata) dan makhluk halus (jin imateri) sama-sama berbahaya bagi kehidupan manusia, jika kepercayaan hidup manusia tergantung pada teknologi nyata dan makhluk halus. Ada manusia yang menjadikan teknologi dan makhluk halus sebagai sekutu. Padahal teknologi dan makhluk halus adalah hasil karya imajinasi mereka sebagai makhluk Allah. 

Dan mereka menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (Al An'aam, 6:100).

Jika kita kaitkan dengan kisah Nabi Sulaiman. "Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih." (Saba', 34:13). 

Dalam konteks teknologi, bisa diduga para jin pekerja pada kisah Nabi Sulaiman adalah tenaga-tenaga robot atau mesin-mesin dengan ukuran besar. Prof, Fahmi Basya mengidentifikasi bekas benda-benda besar yang bergerak dan ada bekas-bekas bangunan besar di bawah laut. Dalam bahasa ilmiah bisa jadi Jin adalah teknologi dengan kekuatan besar yang diciptakan manusia. 

Pesawat ruang angkasa adalah jin atau teknologi berkekuatan besar hasil karya imajinasi manusia. Untuk sampai ke luar angkasa, pesawat luar angkasa harus bisa tahan api untuk bisa melewati atmosfir.  Dari luar angkasa, manusia bisa mendapat informasi tentang alam semesta. 

"kecuali syaitan yang mencuri-curi yang dapat didengar lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang." (Al Hijr, 15:18). 

Setan adalah sifat buruk yang bisa masuk pada jiwa manusia. Ada manusia yang memanfaatkan informasi-informasi dari luar angkasa untuk hal-hal buruk. Kejahatan cyber menjadi fenomena di abad teknologi informasi sekarang. Pada saat ini, tentara bukan lagi mengandalkan pasukan di darat, laut, dan udara, tetapi harus sudah dibentuk angkatan baru yaitu pasukan cyber. Wallahu'alam.

  



Sunday, August 13, 2023

KEBENARAN TERLETAK PADA VALIDITAS DATA

Oleh: Muhammad Plato

Kebenaran ilmiah terletak pada metode penelitian yang dilakukan dan data yang dihasilkan. Seperti disepakati para ilmuwan, kebenaran sebuah ilmu terletak pada valisitas data. Dalam penelitian sejarah, kebenaran sebuah fakta sejarah terletak pada validitas data. Data yang punya validitas tinggi, dalam penelitian sejarah adalah data dari sumber primer. Sebelum ada sumber primer lain ditemukan, kebenaran sebuah kesimpulan yang dihasilkan dari sumber primer yang telah ditemukan tidak akan terbantahkan.

Demikian juga dalam ilmu-ilmu eksakta, teori yang dihasilkan dari data riset akan menjadi penemuan terbaru sebelum ditemukan teori dari data riset terbaru dikemudian hari. Kunci dari kebenaran ilmu adalah data hasil riset dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.Data yang valid menjadi modal dasar untuk menyatakan bahwa teori ini mendekati kebenaran atau tidak. Jadi produk berharga dari hasil riset adalah ditemukan data baru, sebagai dasar untuk mengoreksi teori-teori terdahulu.

Riset dilakukan untuk menemukan data valid yang bisa dijadikan dasar dalam mengambil kesimpulan dan menjadi teori. Bertahun-tahun para ilmuwan melakukan riset hanya untuk mendapatkan data valid, yang akan menghasilkan mendekati kebenaran ketika ditafsir. Jadi hal yang paling berharga dalam penelitian adalah data valid yang dihasilkan. Hasil penelitian yang tidak berbasis data valid, kebenarannya diragukan. 

Di era teknologi informasi, data-data bertebaran dengan jumlah jutaan sampai tiliunan data. Maka kecerdasan yang harus dimiliki oleh manusia-manusia di era teknologi adalah kemampuan memilah dan memvalidasi data. Kemampuan memilah dan memvalidasi data, dapat dilakukan dengan memperkenalkan penulis, peneliti, atau lembaga-lembaga, yang punya reputasi tinggi dalam kepemilikan data.

Berkaitan dengan data valid, Al Quran adalah kitab suci yang di dalamnya banyak mengandung data. Al Quran berisi data kisah dan fenomena alam yang sudah terbukti dapat dipertanggungjawabkan secara sains. Al Quran adalah anugerah dari Allah untuk manusia, sebab manusia sudah diberi data valid untuk menemukan berbagai ilmu pengetahuan yang ditafsir manusia. Al Quran layak jadi bacaan umat manusia untuk membantu menjelaskan berbagai fenomena kehidupan manusia dan alam di muka dunia. 

Persyaratan untuk memahami berbagai kandungan ilmu yang ada dalam Al Quran adalah perbendaharaan berbagai pengetahuan yang harus dimiliki manusia. Mada dari itu, Allah memerintahkan kepada manusia untuk berpengetahuan (Iqra). Kedangkalan manusia dalam memahami isi Al Quran terletak pada kedangkalan pengetahuan manusia. 

Seiring dengan pemahaman manusia, validitas dan kebenaran Al Quran akan terus terungkap dan semakin bertambah keimanan manusia kepada Tuhan Pencipta Alam. Kemutlakkan kebenaran hanya milik Allah dan manusia hanya penafsir yang berusaha mendekati kebenaran dari Allah. 

Tujuan pendidikan sebagaimana dijelaskan Ki Hadjar Dewantara, untuk mengantarkan manusia kepada kehidupan sejahtera dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, sebagaimana Allah telah menjelaskan di dalam Al Quran. Allah menghendaki manusia berbuat kebaikan di muka bumi dan menghindari perbuatan-perbuatan yang membawa kerusakan. 

Di dalam jiwa manusia ada dua nafsu yang harus dikendalikan, yaitu nafsu perusak dan nafsu pemelihara. Nafsu perusak harus dikendalikan dengan ilmu agar tidak berbuat kerusakan besar, dan nafsu pemelihara harus dibangkitkan agar terciptak kehidupan damai sejahtera di muka bumi. Dunia pendidikan adalah upaya mengendalikan nafsu manusia agar cenderung menjadi manusia-manusia pemelihara. 

Nafsu pemelihara harus diarahkan oleh dunia pendidikan untuk mengakses pengetahuan Al Quran yang sudah dijamin valid untuk memvalidasi pengetahuan-pengetahuan yang beredar dikemukakan berbagai latar belakang manusia. Manusia harus mengetahui, dari sudut pandang Al Quran, kehidupan dunia dan kehidupan akhirat tidak terpisahkan. Dengan sudut pandang ini, manusia pasti memiliki moralitas hidup yang tertanam dalam jiwanya, maka segala perbuatannya akan diperhitungkan untuk kebaikan hidup di dunia dan kehidupan setelah kematian. Kepercayaan pada adanya kehidupan setelah kematian, akan mengendalikan perbuatan-perbuatan manusia di dunia.

Bahaya yang harus diwaspadai oleh umat manusia adalah ketika ilmu-ilmu dikembangkan untuk menghilangkan kepercayaan manusia pada kehidupan akhirat. Buku-buku sains yang menafikan keberadaan kehidupan akhirat akan membawa nafsu manusia pada kerusakan karena prilakunya akan sangat bebas mengikuti nafsu perusak tanpa memperhitungkan akibatnya pada kehidupan setelah kematian.

Kehadiran teknologi informasi menjadi berkah bagi manusia, karena manusia bisa memvalidasi, membandingkan, mengkonfirmasi, berbagai pengetahuan yang diaksesnya. Al Quran layak menjadi sumber pengetahuan dengan validitas paling tinggi, untuk mengembalikan manusia pada kehidupan damai dan sejahtera yang dicita-citakan manusia sebagaimana Allah kehendaki.***

Sunday, August 6, 2023

BUAT PARA PEMBAKAR AL QURAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Buat para pembakar Al Quran, sebagai muslim sebenarnya tidak ada kekhawatiran sedikitpun jika anda berbuat jahat pada Al Quran. Kami sudah belajar dari Al Quran bahwa tidak ada keburukan kecuali akan kembali kepada pelakunya. Maka bagi kami yang telah belajar dari Al Quran, tidak ada kebencian sedikit pun kepada para pembakar Al Quran, sekalipun kalian membakar segudang Al Quran. 

Kami orang Islam berpikir dengan pedoman Al Quran. Kalian yang menjahati orang Islam, sebenarnya kalian adalah teman baik kami. Allah mengajarkan kami dalam Al Quran seperti itu. 

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (Fushshilat, 41:34). 

Kami yang belajar hidup dari Al Quran, telah membuktikan dan meyakini bahwa Al Quran adalah wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dari Al Quran kami mengetahui bahwa yang memelihara Al Quran adalah Allah, bukan kami. Maka jika kalian membakar Al Quran, kami tidak khawatir Al Quran akan hilang dari muka bumi, karena Allah pemilik bumi ini yang memelihara Al Quran. 

sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. (Al Waqiah, 56: 77-79)

Buat para pembakar Al Quran, kalian tidak sedang melukai kami sedikit pun, kalian sedang melukai diri sendiri. Allah mengajarkan cara berpikir yang membuat kami hidup damai di muka bumi ini. Segala keburukan untuk kami tidak datang dari prilaku buruk kalian pada kami, tetapi prilaku buruk kamilah yang akan membuat hidup kami sulit. 

Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Al Qashshas, 28:84). 

Segala prilaku muslim berpedoman pada Al Quran, bukan pada pendapat manusia bernama guru, ustad, kiai, atau ulama. Para ulama kami adalah mereka yang takut pada Allah dan mereka menyampaikan kebenaran Al Quran tanpa menambah atau mengurangi. 

Bagi para pembakar Al Quran, sesungguhnya cara pandang kalian sudah dipenuhi dengan hati benci. Ketika hati benci maka sepenuh langit dan bumi pun kebaikan, kebaikan akan kalian persepsi dengan buruk. Kalian telah memandang baik dan buruk atas dasar pandangan mu sendiri, sesungguhnya kamu sudah menuhankan diri mu sendiri. 

Kami sebagai muslim tidak boleh berkelahi, tidak boleh membunuh, tidak boleh berperang, kecuali jiwa kami terancam akan dibunuh. Kami berperang, bukan demi kekuasaan, arogansi suku, bangsa, atau negara, tetapi untuk menjaga eksistensi kami, atau untuk menghentikan peperangan agar segera tercipta perdamaian.  

Buat para pembakar Al Quran, kami diperintah Allah tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan. Kami sudah tahu apa yang akan terjadi pada kalian. Kami yang belajar dari Al Quran, akan mendoakan kalian semoga keselamatan dan kedamaian menjadi milik kalian.***


Sunday, July 16, 2023

KISAH SEJARAH YANG WAJIB DIKETAHUI UMAT MANUSIA

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Cerita Kabil dan Habil dikenal sebagai kisah Qabil dan Habil atau Kisah Cain dan Abel. Cerita ini terdapat dalam Al Quran dan Al Kitab. Kisah ini menceritakan tentang dua putra Nabi Adam dan Hawa, yaitu Kabil (Cain) dan Habil (Abel). 

Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa". (Al Maa'idah, 5:27).

Informasi dari Al Quran ini menjadi sebab betapa pentingnya kisah dua anak Nabi Adam ini untuk dikisahkan pada seluruh umat manusia. Kisah sejarah yang ditulis dalam Al Quran ini sanngat mengandung pesan ketauhidan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kehidupan sehari-hari, hidup kita tidak lepas dari pengorbanan, karena berkorban adalah takdir Tuhan yang tidak dapat dihindari jika manusia ingin mendapat kesejahteraan hidup di dunia maupun akhirat. Dengan berani berkorban hidup manusia akan terbebas dari sifat-sifat buruk. 

Dalam berbagai kasus dalam kehidupan di muka bumi ini, semua kenikmatan yang diinginkan manusia harus dilalui melalui pengorbanan. Namun demikian, tidak semua pengorbanan yang dilakukan manusia dapat menjadi sebab keberkahan hidup, karena ada pengorbanan yang diterima oleh Allah dan ada yang tidak. 

Sebagaimana kisah Kabil, sekarang ada orang yang berani berkorban demi untuk mendapat cinta kasih dari seseorang. Ada kisah orang berani berkorban demi untuk mendapatkan pekerjaan. Ada juga orang yang berani berkorban untuk mendapat pujian dari orang lain. Ada juga orang yang habis-habisan berkorban demi untuk mendapatkan kekuasaan. Orang-orang seperti inilah yang tidak diterima pengorbanannya oleh Allah, karena pengorbanannya fokus kepada apa yang diinginkannya di dunia. 

Ada juga orang-orang seperti Habil, orang-orang ini melakukan pengorbanan dengan berharap pada cintanya Allah, kesejahteraan dari Allah, kekuasaan dari Allah, pujian dari Allah dan surga dari Allah. Semua pengorbanannya difokuskan kepada Allah, dan inilah orang-orang yang ikhlas dengan berserah diri pada Allah sebagai pemilik segala akibat dari pengorbanan yang dilakukannya.

Kisah Kabil dan Habil adalah dua kisah perjalanan umat manusia yang berusaha keras berkorban berada di jalan lurus yaitu jalan yang fokus kepada Allah, dan orang yang berusaha keras berkorban namun harapannya bukan kepada Allah. 

Kisah sejarah ini, Allah perintahkan kepada umat manusia, sebagai bahan refleksi diri. Apakah pengorbanan-pengorbanan yang selama ini dilakukan fokus kepada Allah atau untuk fokus untuk mendapatkan keinginan-keinginan nafsu semata, yang mengabaikan ketentuan dari Allah? Orang-orang yang fokus kepada Allah, akan melakukan pengorbanan demi mendapatkan apa-apa yang telah dijanjikan Allah, bukan untuk keinginan hawa nafsu semata.

Allah mengatakan hanya orang-orang berakal sehatlah yang akan mendapat pelajaran dari kisah Kabil dan Habil. "Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. (Al Baqarah, 2:269).***

Wednesday, July 12, 2023

SUKSES VERSI LOGIKA TUHAN

Oleh: Muhammad Plato

"dan mereka yang beriman kepada Kitab yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat. (Al Baqarah, 2:4). Inilah dasar pembentuk konsep sukses.

Sukses memiliki banyak perspektif. Secara garis besar kesuksesan dapat dilihat dari dua dunia yaitu dunia materi dan dunia non materi (akhirat). Orang-orang atheis yang tidak percaya akhirat, kesuksesan hidupnya hanya diukur dari dunia materi.

Perbedaan cara pandang terhadap kesukses disebabkan oleh keyakinan manusia diantara dua dunia. Manusia-manusia yang tidak percaya pada kehidupan setelah kematian akan memandang bahwa kesuksesan merupakan sesuatu yang harus terjadi di dunia dan ukurannya sangat material.

Manusia-manusia yang percaya pada akhirat memandang bahwa kesuksesan hanya akan terjadi di akhirat. Sebab segala perbuatan di dunia akan diadili di akhirat. Bagi mereka yang berpilaku buruk di dunia maka mereka akan jadi orang gagal selamanya di akhirat. 

Bagi orang-orang yang tidak percaya akhirat, kesuksesan itu diukur berdasar materi, misalnya kendaraan, kedudukan, rumah, kebun, perusahaan, uang, dll. Kesuksesan yang dipandang sangat material menimbulkan kecemburuan sosial dari lapisan masyarakat yang tidak punya materi.

Sementara, bagi orang-orang yang percaya pada kehidupan setelah kematian kesuksesan tidak tergantung pada materi, tetapi tergantung pada keimanan kepada Tuhan Yang Esa, dan kemampuan berprilaku baik sesuai ketentuan Tuhan selama hidup di dunia. Ukuran kesuksesan ini tidak akan menimbulkan iri dari manusia lain, karena orang-orang sukses yang orientasinya ke akhirat tidak akan menonjolkan hal-hal yang bersifat materi. 

Orang-orang yang terlalu berorientasi sukses kepada akhirat, cenderung tidak mengedepankan kehidupan materi, mereka akan hidup sederhana, bahkan tampil sesederhana mungkin. Orang-orang tasawuf, memiliki pandangan keakhiratan yang tinggi. Sehingga kesuksesan hidup bagi mereka adalah menyatu dengan Tuhan dengan meninggalkan kehidupan gemerlap dunia karena bersatu dengan Tuhan tidak butuh materi. Para ahli tasawuf tampil seperti orang miskin. 

Kesuksesan di dalam Al Quran mengandung dua konsep di dunia dan akhirat. Kesuksesan di dalam Al Quran tidak menafikan kehidupan dunia juga tidak terlalu menonjolkan akhirat. Di dalam konsep Al Quran, perbuatan dosa yang dilakukan oleh seseorang karena orang tersebut melakukan sesuatu secara berlebihan atau melampaui batas. 

Keimanan seseorang tercermin dalam kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat. Nabi Muhammad SAW tidak mengasingkan diri dari kehidupan dunia, tetapi dia juga tidak mementingkan dunia. Kesederhanaan hidup menjadi konsep hidup dalam ajaran agama Islam. Hidup sederhana untuk kepentingan pribadi dan berlomba-lomba untuk mensejahterakan sesama. 

Sukses adalah ketika seseorang bisa mempertahankan keimanan kepada Tuhan. Ukuran berimannya seseorang tidak dilihat dari punya harta dan tidak. Seseorang dikatakan sukses jika dia tetap beriman kepada Allah, dalam situasi tidak punya harta atau punya harta. Itulah kesuksesan yang dibutuhkan oleh setiap orang, di manapun berada. Oleh karena itu setiap orang mungkin sukses, karena keimanan tidak membutuhkan pra syarat yang memberatkan setiap orang.***


Wednesday, July 5, 2023

Kurban dan Klenik??

Oleh: Muhammad Plato

Kurban bukan sekedar ibadah ritual, tetapi ibadah yang diyakini dapat mendatangkan rezeki banyak. Tidak sedikit orang dapat membuktikan kebenarannya. Setiap tahun jumlah hewan kurban mengalami peningkatan. Berdasar data kementerian pertanian tahun 2021, jumlah hewan kurban di Indonesia 1.767.522 ekor (indonesiabaik.id). Ibadah kurban setiap tahun pasti dilakukan oleh umat Islam, karena dilandasi oleh keyakinan yang kuat dalam ajaran agama Islam dan mentradisi.

Klenik adalah cara berpikir yang dibangun oleh logika-logika material pada level kuantum. Makhluk-makhluk yang tidak terlihat adalah benda material di level kuantum. Dukun-dukun mereka memanfaatkan ilmu alam untuk membuat keyakinan. Logika-logika material yang dibangun di level kuantum tanpa teknologi menjadi klenik murni. Keberadaan klenik dibangun karena ada kepercayaan dan diperkuat dengan tindakan-tindakan ritual. 

Pekerjaan-pekerjaan yang dulu dianggap klenik, tidak mungkin dilakukan seseorang, setelah ditemukan teknologinya kini menjadi rasional dan memungkinkan. Dulu tidak mungkin ada orang bekerja dari rumah, tetapi menghasilkan dana ratusan juta per bulan. Jika hal ini terjadi dulu sebelum ada teknologi informasi, maka orang itu dianggap telah melakukan klenik dan hidupnya menyimpang. 

Klenik adalah berpikir loncat tanpa melalui proses metodologi ilmiah. Kekuatan klenik hanya ada di keyakinan pada suatu perbuatan yang kita lakukan. Adapun metode berpikir klenik murni dengan melakukan tindakan-tindakan ritual. Ritual-ritual dilakukan untuk memberi efek pada pikiran dan hati semakin yakin. 

Ketika kita melakukan prosesi kurban, diyakini dapat meningkatkan kemampuan ekonomi pelakunya, karena kurban dapat mengundang banyak rezeki. Ketika melakukan sedekah, akan berbalas dengan 10 kali sampai 700 kali lipat. Dengan melakukan shalat dhuha 12 rakaat, kehidupan kita di jamin rezeki lancar di dunia dan di surga mendapat surga.

Banyak orang mengkritik bahwa cara-cara beragama seperti di atas adalah agama klenik. Seorang ilmuwan yang sudah terkondisikan dan cenderung berpikir ilmiah dengan pembuktian material, sangat menentang keras beragama dengan cara seperti ini. Ketika sebuah riset ditawarkan oleh mahasiswa untuk mendeskripsikan hubungan shalat dengan kecerdasan intelektual, seorang dosen memberi nasihat untuk menghindarkan kajian ilmiah dengan hal-hal klenik. 

Padahal kalau kita kaji lebih dalam, semua ilmu alam itu klenik. Semua yang terjadi di alam dan dapat dibuktikan hanya sebatas ilusi, karena semuanya tidak akan ada artinya ketika sudah meninggal. Namun demikian bukan berarti harus meremehkan ilmu yang dikembangkan di alam sebagaimana ilmuwan meremehkan ilmu agama. 

Ilmu agama tidak seperti yang disangkakan para ilmuwan, bahwa ilmu agama hanya mengandung hal-hal yang sulit dijangkau oleh akal atau klenik. Ilmu agama sudah banyak terbukti mengandung kebenaran-kebenaran di alam. Ilmu fisika, kimia, kedokteran, ekonomi, budaya, banyak terbukti memiliki hubungan dengan informasi ajaran dari agama. 

Penemuan fisika kuantum telah mengubah paradigma, bahwa cara pandang sekuler tidak memberikan pemahaman utuh tentang kehidupan manusia. Pandangan sekuler telah menggiring manusia menjadi manusia rakus yang tidak mengindahkan etika-etika hidup yang diajarkan Tuhan dalam bermasyarakat dan bernegara. 

Dalam dunia kuantum tidak ada lagi batas antara ilmu adan agama. Dalam dunia kuantum agama dan ilmu adalah satu kesatuan yang harus saling menguatkan dan berkolaborasi membangun kehidupan yang dicita-citakan manusia yang hidup damai dan sejahtera secara berkelanjutan, sampai pada kehidupan setelah kematian. Cara pandang integralis dipandang dapat mengerem dan mengendalikan cara-cara hidup manusia yang cenderung hedon dan memuliakan kehidupan dunia dan menafikan kehidupan akhirat. 

Kegiatan ritual kurban dalam ajaran Islam, jangan hanya dipandang sebatas fakta penyembelihan hewan kurban, tetapi harus dipahami secara filosofis adalah pesan-pesan mendalam yang harus dipahami dalam rangka menjaga kelangsungan hidup dan kesejahteraan hidup manusia. Keimanan manusia kepada Tuhan, dapat diriset karena bisa berdampak pada kesehatan mental dan kemampuan bertahan hidup dari kerasnya tekanan-tekanan kebutuhan ekonomi. 

Integrasi pendidikan agama ke dalam kurikulum di sekolah menjadi kekuatan baru dalam membentuk karakter siswa yang tangguh dan berdaya saing. Kekuatan pola pikir agama dan penjelasan rasional dari hasil-hasil riset ilmiah bisa menjadi kekuatan baru bagi para generasi abad 21 dalam melangsungkan kehidupan umat manusia.***