Sunday, May 6, 2018

KESEHATAN OTAK

OLEH
MUHAMMAD PLATO

Dalam tulisan ini saya akan meresume hasil penelitian seorang ahli neurologi, kesehatan, dan pendidikan, yaitu Prof. Dr. Taufik Pasiak, Dr., M.Pd., M.Kes. Hasil penelitian dikemas dengan menarik dalam bukunya berjudul Tuhan dalam Otak Manusia. Buku ini menjelaskan pendekatan-pendakatan, dan fakta-fakta, cara mewujudkan ksesehatan spiritual berdasarkan neurosains.

Ada tiga kelemahan praktek kedokteran, pertama; terlalu mementingkan jasmani dari pada manusia. Manusia dianggap hanya fisik belaka, sehingga faktor-faktor lain yang berkontribusi besar terhadap penyembuhan diabaikan. Kedua; lebih mementingkan penyakit dari pada manusia. Sasaran dari pengobatan adalah menyembuhkan penyakit, bukan pada menumbuhkan kesehatan. Ketiga; manusia menjadi agen yang pasif dalam proses penyembuhan. Obat dan intervensi fisik dianggap sebagai hal yang paling penting. Segala aspek manusia, terutama aspek spiritual, tidak mendapat tempat sepantasnya dalam proses pengobatan.

Berdasarkan hasil penelitian  tahun 2003, di lembaga-lembaga pelayanan kesehatan Amerika, ditemukan kenyataan bahwa bentuk perawatan di luar bentuk perawatan konvensional meningkat dari hari ke hari. Pendekatan-pendekatan yang dikenal pendekatan kedokteran timur telah masuk ke ruang-ruang praktik kedokteran. Yoga, reiki, terapi herbal, kiropraksi, dan pelbagai pendekatan alternatif, telah banyak digunakan dalam praktik kedokteran, meskipun secara medis belum diakomodir dalam sistem pendidikan kedokteran.

Temuan mutakhir dalam neurosains, doa yang intens dan meditasi (ritual shalat) secara permanen dapat mengubah jumlah struktur fungsi dalam otak manusia, gilirannya akan mengubah nilai-nilai hidup dan cara pandang terhadap realitas. Tidak hanya berdoa, praktik-praktik spiritual dapat menyusutkan atau menghilangkan stres, dan kecemasan. Sekitar 12 menit meditasi per hari dapat melambatkan proses penuaan. Kontemplasi akan kehadiran Tuhan dapat menyusutkan stres, kecemasan, depresi, dan meningkatkan rasa aman, semangat, dan cinta.

Banyak riset menemukan adanya hubungan positif antara ketaatan pada ajaran agama dengan kesehatan mental. Mereka yang kurang aktif dalam kegiatan religius memiliki frekuensi menderita kanker yang lebih tinggi, kecemasan kronik, depresi, menjadi perokok berat, dan pengguna alkohol.

AGAR ANAK-ANAK POLA PIKIRNYA SEHAT, PENDIDIKANNYA HARUS DIBANGUN SEJAK DALAM KANDUNGAN. PENDIDIKAN ZAMAN 4.0
Hubungan di atas diperkuat dengan penelitian-penelitian tentang otak spiritual (neuroteologi), yang menemukan hubungan bahwa praktik-praktik spiritual yang menjadi kepercayaan religius, meningkatkan fungsi neuron otak dengan cara memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Praktik-praktik spiritual juga dapat meningkatkan kognisi, komunikasi, dan kreativitas, serta sejalan dengan waktu, dapat mengubah persepsi neurologi tentang realitas.  

DISKUSI

Prediksi para ilmuwan, perkembangan ilmu kesehatan abad 21 akan lebih fokus pada bagaimana memelihara agar tubuh tetap sehat dari sumbernya. Sumber kesehatan bisa dibangun dari pola kerja otak. Rumusnya, pola kerja otak negatif akan memperburuk konidisi fisik dan pola kerja otak positif akan meningkatkan kesehatan fisik.

Ajaran-ajaran agama membimbing pola pikir penganutnya agar tetap berpikir positif dalam segala kondisi. Ajaran agama mengajarkan pola-pola berpikir optimistik, agar hidup tetap semangat dan energik.

Kondisi kesehatan seseorang sangat dipengaruhi oleh pola pikir, yang diciptakannya sendiri berdasar pada kejadian yang dialami. Persepsi buruk dalam menyikapi kejadian, akan berdampak pada timbulnya keluhan, kekecewaan, dan sakit secara fisik.

Ustad Yana seorang ahli terapi kesehatan, melalui kecerdasan visualisasi yang dimilikinya, dari berbagai penyakit pasien yang pernah diobatinya, memberikan kesimpulan bahwa penyakit dari leher ke atas rata-rata disebabkan oleh prilaku kehidupan sehari-hari yang beretentangan dengan ajaran agama. Dalam bahasa agama, penyakit manusia dari leher ke atas disebabkan oleh dosa-dosa kecil (prilaku buruk) yang rutin dilakukan, disadari atau tidak disadari. Dosa-dosa kecil ini menjadi sebab timbulnya penyakit pada organ-organ yang ada di wilayah kepala.  Penyakit ini meliputi; otak, mata, telinga, hidung, tenggorakan, dan mulut.

“…kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) adzab yang keras”. (Saba, 34:46).

Nabi Muhammad saw, mendapat sanggkaan gila dari orang-orang kafir (materialis), karena pola-pola pikir Nabi Muhammad yang bersumber dari kitab suci memiliki perbedaan dengan pola pikir material. Hal ini mengindikasikan bahwa orang-orang materialis selalu berprasangka buruk terhadap pola pikir di luar pandangan materialisnya. Maka sebenarnya kaum materialis memiliki sakit di sekitar wilayah organ leher ke atas, yang intinya di otak.

Ustad Yana menejelaskan penyakit leher ke atas, dominan disebabkan oleh nafsu amarah yang tidak terkendali. Prilaku ini menyebabkan lahirnya penyakit vertigo, migrain, radang otak, pecah pembuluh darah, stroke. Penyakit-penyakit ini ada di leher ke atas.

Penyakit kedua yaitu penyakit dari sekitar leher sampai ke pinggang. Penyakit ini disebabkan oleh prilaku-prilaku yang sangat bertentangan dengan ajaran agama, yaitu prilaku kafir, munafik, dusta, tidak mengakui adanya Tuhan,dan mengingkari ke-Esa-an Tuhan. Penyakit ini berdampak pada sakit di jantung, hati, ginjal, usus, lambung, dan kelamin.

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (At Taubah, 9:125)

Dari hasil visualisasi yang dilakukan Ustad Yana, pasien yang keluhan sakitnya dari sekitar leher ke pinggang, rata-rata mereka memiliki praktek-praktek yang bertentangan dengan ajaran agama, yaitu perbuatan menyembah kepada selain Tuhan Yang Esa. Prilaku tersebut antara lain syirik, murtad, fasik, munafik, ria, takabur, dzolim, aniaya dan sebagainya.

Ditarik kesimpulan bahwa hal terpenting dari pengobatan adalah bukan mengobati sakit fisik semata, tetapi bagaimana semua orang bisa sehat dengan memelihara pola prilaku, bersumber dari pola pikir yang baik. Ajaran berprilaku baik, berpikir baik, pedomannya ada dalam kitab suci (Al-Qur'an).

Maka dari itu, sangat masuk akal jika seharusnya para penganut agama hidupnya lebih sehat dan panjang umur. Pola pikir dan prilakunya yang baik, menjagi faktor penyebab organ-organ tubuhnya terpelihara dengan baik.

Sangat masuk logika juga jika kemudian para ilmuwan Barat mulai meneliti hubungan peran otak dengan kesehatan. Dan tidak menutup kemungkinan ke depan untuk mendeteksi kesehatan seseorang, datanya bukan hanya dari photo sinar x, tetapi bisa di diagnosis dari prilaku dan pola pikirnya, dan secara khusus prilaku otak spiritualnya. Salah satu ciri otak sehat adalah membenarkan bahwa perbuatan baik akan berbalas kebaikan dengan yang lebih baik. Wallahu “alam.

(Penulis Master of Logika Tuhan)

Tuesday, May 1, 2018

TUHAN TUHAN PENYEBAB SAKIT

OLEH
MUHAMMAD PLATO

Sudah tidak aneh, jika dokter-dokter di luar negeri mereka menganjurkan pasiennya untuk berdoa terlebih dahulu sebelum diobati. Di beberapa rumah sakit, jika sebelumnya pasien disteril dari pengunjung, kini pihak rumah sakit memberi anjuran kepada pihak keluarga agar pasien dikunjungi.

Fenomena ini memberi tanda bahwa teknik pengobatan pasien bukan hanya terletak pada tindakan medis, tetapi telah memperhitungkan hal-hal yang psikis, dan transenden. Teknik pengobatan abad 21, akan lebih variatif, seiring dengan kondisi masyarakat yang merasa tidak puas dengan pengobatan tindakan medis saja.

Variasi gejala penyakitpun semakin komplek, seiring dengan kualitas kesehatan lingkungan dan makanan tidak lagi alami. Pencemaran air, tanah, udara, sudah terjadi di mana-mana. Pencemaran telah melahirkan jenis-jenis bakteri dan virus yang kebal dengan pencemaran, karena mereka sama-sama beradaftasi.

Virus-virus dan bakteri penyebab peyakit inilah yang di prediksi menjadi penyebab penyakit yang sulit disembuhkan. Virus dan bakteri ini karena telah beradaftasi dengan pencemaran, mereka menjadi kebal terhadap dosis dan obat-obatan yang biasa diresepkan. Untuk itulah pasien sering diresepkan gonta-ganti obat dan dosis. Maka tidak sedikit kasus, pasien keracunan obat dan over dosis.

USTAD YANA SEDANG MENGOPERASI TULANG LENGAN TANPA PISAU BEDAH (MENGISI SELA-SELA SEMINAR RUMUS SUKSES SEHAT DAN SEJAHTERA DI SMAN 1 PASIRKUDA CIANJUR)
Atas dasar fenomena inilah muncul pengobatan-pengobatan alternetif yang tidak menawarkan obat-obat kimia. Dengan ketidakpuasan masyarakat dan keterbatasan fasilitas layanan kesehatan, dan pendanaan di dunia medis, masyarakat dengan sendirinya mulai tertarik dengan pengobatan alternatif yang alami.

Saat ini banyak orang berpikir, bagaimana pun caranya yang penting penyakit bisa sembuh. Namun demikian perlu dipahami oleh masyarakat, dalam melakukan pengobatan ada prasyarat mendasar yang harus ditaati.

Ilmu pengetahuan yang diketahui  manusia saat ini masih belum seberapa dibanding ilmu pengetahuan yang belum diketahui manusia. Dari tujuh matahari yang diciptakan Tuhan, satu bumi saja belum kita ketahui seluruh ruangnya.

Etika paling mendasar dalam pengobatan yang harus ditaati bersama antara ahli pengobatan dan yang diobati dilarang MEMUNCULKAN TUHAN SELAIN TUHAN YANG ESA. Artinya para ahli pengobatan harus menggiring orang yang diobati untuk meluruskan terlebih dahulu keyakinan pasien kepada Tuhan Yang Esa.

Kunci untuk kesembuhan pasien adalah mereka harus yakin bahwa Tuhan Yang Esa adalah pemberi kesehatan. Selanjutnya pasien harus punya komitmen untuk membangun hubungan sosial yang sehat dengan orang tua, kerabat, teman sejawat, dan masyarakat.

Teknik ini dalam ilmu pengobatan masuk kepada pendekatan psikoterapi. Teknik psikoterapi pada intinya adalah membangun hubungan sehat antara orang-orang, dengan melibatkan orang-orang yang dapat membantunya, untuk mengukuhkan kembali optimisme dan kepercayaan dirinya. (Pasiak, 2012).

Selain psikoterapi, dewasa ini dikembangkan pemulihan kesehatan dengan pendekatan spiritual. Pendekatan spiritual ini dilandasi oleh empat kategori, 1) memperbaiki makna hidup, 2) melatih emosi positif, 3) merasakan pengalaman spiritual, 3) melakukan ritual. Dari hasil riset bahwa mereka yang hidup dengan komponen-komponen spiritual tersebut memiliki kehidupan yang relatif lebih sehat dan lebih berbahagia. (Pasiak, xxxvi:2012).

Saat ini tidak ada satu metode pun yang bisa menyelesaikan masalah manusia, maka saat ini sedang dikembangkan metode pendekatan holistik. Semua metode sedang dikembangkan untuk menyelesaikan masalah manusia, khususnya dalam ilmu kesehatan.

Namun demikian, harus dijaga jangan sampai dalam pengobatan melahirkan Tuhan kedua, ketiga, dan seterusnya. Tuhan-tuhan selain Tuhan Yang Esa itu bisa melekat dalam jiwa, dan di luar jiwa manusia.

Dari pengamatan Ustad Yana, selama mengobati penyakit, penyebab sakit karena hadirnya tuhan-tuhan selain Tuhan yang Esa (syirik) dalam jiwa. Zakir Naik menjelaskan dari perbandingan agama, semua kitab suci agama berbicara tentang penyembahan kepada Tuhan yang Esa.


Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar". (Luqman, 31:13)

Saya berasumsi bahwa kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa, di abad ini menjadi ukuran kesehatan spiritual seseorang yang akan menjadi faktor penentu kesehatan psikis dan fisik seseorang.

Teknik pengobatan alternatif yang dilakukan Ustad Yana, sekalipun teknik ini belum bisa dijelaskan secara empiris, asal etikanya tidak membuat pasien keluar dari keyakinan pada satu Tuhan yang Esa, model pengobatan ini sah-sah saja dilakukan. Pada faktnya  pengobatan yang dilakukan ustad Yana, telah membantu masyarakat untuk menikmati hidupnya dengan sehat. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master of Logika Tuhan) 

Sunday, April 29, 2018

FIKSI ATAU GAIB?

OLEH
MUHAMMAD PLATO

Kasihan Profesor, sampai meringis-ringis mencoba menjelaskan tentang makna fiksi yang maknanya sudah beredar dipahami semua orang adalah fiktif. Bagi yang sudah belajar ilmu logika dari kitab suci Al-Qur’an, memahami makna fiski mudah saja.

Saya setuju dengan pendapat Ustad yang memberi panduan dalam memahami makna fiksi. Memahami persepsi seseorang tentang sesuatu, kita harus melihat siapa yang mengemukakannya. Arti kata fiksi bagi pemikir ilmu alam murni, tentu beda makna dengan pemikir yang dipengaruhi ilmu pengetahuan dari kitab suci.

Bagi profesor ahli filsafat materialis, mereka memberi makna fiksi bukan sebagai kata fiktif tetapi sesuatu yang belum terjadi dan masih tersimpan di alam ide. Saya setuju dengan pendapat Ustad, bahwa memahami sebuah pendapat harus dilandasi oleh pengetahuan kita tentang pengetahuan-pengetahuan mana yang dimiliki oleh si pemberi pendapat. Karena setiap pendapat orang dilatarbelakangi oleh asupan pengetahuan yang dimilikinya.

SEGALA SESUATU YANG TIDAK BISA KITA LIHAT ADALAH GAIB SEKALIPUN ADA DALAM PIKIRAN 
Jika mencermati pernyataan Profesor, kata fiksi yang dia lontarkan bukan seperti fiksi yang punya makna seperti di kamus KBBI. Kata fiksi yang dikemukakan profesor diartikan khusus dari kamus filsafat materialis.

Saya punya pendapat, kata fiksi yang dikemukakan oleh profesor lebih amannya menggunakan kata gaib. Karena kata fiksi sudah terpahami oleh semua orang sebagai khayalan yang tidak nyata. Tapi bisa tidak tepat juga karena kata gaib, bukan bahasa filsuf materialis. Tapi setidaknya saya menemukan sedikit titik temu antara kata fiksi dari kaum filsafat materialis dengan kata gaib dari para filosof muslim.

Gaib artinya sesuatu yang tersembunyi di balik tabir, yaitu sesuatu yang tidak bisa ditangkap dengan indera, dan berada di luar jangkauan nalar yang empiris. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, (Al An’aam, 6:59). Dia mengetahui yang gaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Al An’aam, 6:73). Para filosof Muslim mengambil pelajaran dari ungkapan-ungkapan Al-Qur’an ini, dengan menamakan alam materi dengan alam syahadah, sedangkan alam malakut mereka beri istilah alam gaib. (Muthahari, 2001).

Bagi para penganut agama, menyebutkan kitab suci sebagai produk gaib lebih aman dibanding menyebutkan sebagai karya fiksi. Perbedaan kontras terlihat, karya gaib didasari oleh keimanan kepada Tuhan sebagai pencipta. Kata fiksi di dasari oleh kepercayaan bahwa segala sesuatu harus berumber dari karya makhluk (materi).

Untuk itu menyebutkan kitab suci sebagai fiksi, bisa punya makna menyerang keyakinan orang-orang yang percaya pada Tuhan. Pasalnya para filosof materialis tidak menjadikan kitab suci sebagai sumber atau dasar pemikiran mereka. Dengan demikian Profesor telah merendahkan keyakinan para penganut agama yang percaya bahwa kitab suci sebagai karya Sang Gaib. Pernyataan profesor yang punya sudut pandang materialis, telah menganggap kitab suci sebagai karya kreasi, sebuah fiksi dalam arti positif yang bersumber dari makhluk.

Amannya, kata fiksi tidak bisa digunakan untuk menjelaskan kitab suci, lebih baik digunakan untuk menjelaskan karya-karya makhluk ciptaan Tuhan. Sesuatu yang belum terjadi yang berada dalam kitab suci, adalah gaib, karena bagi para penganutnya kitab suci adalah karya suci dari Sang Gaib. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master @logika Tuhan)

Saturday, April 28, 2018

ILMU KESEHATAN ABAD 21

OLEH
MUHAMMAD PLATO

Ustad Hendayana (Ustad Yana), Beliau memiliki klinik pengobatan alternatif As Syifa. Sehari-hari kerja Beliau sebagai guru agama di salah satu SMA negeri di Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat Indonesia.

Teknik pengobatan yang dilakukan Ustad Yana sulit di pahami oleh dunia medis biasa. Tapi praktek pengobatan yang dilakukan Beliau tidak ubahnya praktek pengobatan seorang dokter umum dan dokter spesialis.

Melalui kecerdasan visual yang dimiliki, penglihatan Ustad Yana  seperti sinar X super canggih. Beliau bisa melihat dengan jelas bagaimana darah mengalir, jantung berdetak, dan sumbatan-sumbatan di pembuluh darah dengan Jelas dan detail. 

Melalui kecerdasan visual, Beliau bisa memahami sistem kerja jantung, paru-paru, ginjal, lambung, usus, mata, telinga, dan otak dengan teliti. Padahal tidak pernah belajar ilmu kedokteran. Wal hasil Beliau bisa menyebutkan seluk beluk jantung dengan fasih tanpa belajar ilmu jantung.

Beliau deteksi segala penyakit dengan detail, tanpa menggunakan teknologi-teknologi canggih. Beliau juga melakukan praktek operasi bedah jantung, otak, ginjal, tanpa bedah, tanpa  teknologi canggih.

Menutup jantung bocor, melepas ring di jantung, membebaskan aliran darah yang tersumbat, cangkok otak, operasi tulang, Beliau lakukan dengan hitungan menit. Tanpa ada waktu istirahat rawat inap, pasien bisa merarasakan perubahan signifikan dan sembuh dalam hitungan menit.

Praktek pengobatan dilakukan sejak tahun 2009 sampai sekarang. Berdasarkan catatan buku tamu yang datang berobat ke Beliau, sudah tercatat kurang lebih 24000 orang pasien. Kebanyakan pasien yang datang dari sekitar kabupaten kota di Jawa Barat. Terdapat juga pasien-pasien dari luar negeri diantaranya Brunei, Malaysia, Kuwait, dan Yaman.

KECERDASAN VISUALISASI MANUSIA MELEBIHI KECERDASAN TEKNOLOGI YANG DICIPTAKANNYA TIDAK DAPAT DIBAYANGKAN BAGAIMANA KECERDASAN YANG MENCIPTAKAN MANUSIA
Praktek pengobatan yang dilakukan Ustad Yana seperti telah menggambarkan kepada kita akan adanya alat super cangih yang bisa melihat seluruh organ tubuh manusia dengan transfaran. Organ-organ tubuh bisa diperbaiki dengan teknologi canggih tanpa melakukan alat bedah, tetapi dengan teknologi sinar.

Praktek service, ganti spare part, ke depan akan terjadi pada tubuh manusia layaknya kita memperbaikai barang-barang otomotif dan alektronik. Namun entah kapan teknologi semacam ini dapat dialami kembali oleh manusia. Melihat ke Belakang, teknologi-teknologi super canggih ini pernah dialami manusia pada masa Nabi Musa dan Nabi Sulaeman.

Teknologi visual pengobatan alternatif yang diperkenalkan ustad Yana geraknya terlalu cepat, sehingga ilmu-ilmu medis konvensional yang menggunakan peralatan-peralatan elektrik super canggih menjadi jauh tertinggal. Ilmu pengobatan ini masih di alam fiksi, tetapi nyata.

Orang-orang awam yang belum memahami kecerdasan visual yang dimiliki Ustad Yana, mereka pasti gagal paham dan akan mengambil kesimpulan sebagai teknik pengobatan ghaib atau sihir.

Masuk kategori manakah pengobatan yang dilakukan ustad Yana? Pengobatan sihir biasanya menggunakan syarat bantuan media-media material atau makhluk. Selama saya amati pengobatan yang dilakukan Ustad Yana tidak melakukan media apapun. Pengobatan dilakukan berdasarkan kecerdasan visualisasi yang dimilikinya.

Hal yang belum terkuak dari ilmu pengobatan Ustad Yana adalah bagaimana cara Beliau mendapatkan kecerdasan visualisasi tersebut. Ilmu ini masih ghaib, dan pemilik ghaib adalah Allah swt.

Pada hakikatnya semua ilmu yang berhasil divisualisasikan di  alam pada awalnya ilmu ghaib, hanya saja sedikit demi sedikit manusia bisa memvisualisasikan setiap hal ghaib dengan kemampuan logikanya menjadi ilmu empiris.

Ilmu pengobatan yang dilakukan Ustad Yana, harus terus diteliti agar bisa dikembangkan, dan diwariskan. Jika kecerdasan visualisi ini bisa kita kembangkan, kemungkinan besar ke depan akan ada jurusan ilmu baru dalam kedokteran, dan tidak ada spesialisasi profesi dokter lagi karena semua dokter bisa mengobati berbagai penyakit, dan mereka semua bergelar dokter spesialis umum. Wallahu 'alam.

Masih banyak ilmu-ilmu ghaib milik Allah yang masih belum bisa diungkap oleh manusia. Salah satunya ilmu visualisasi. Dan ini pekerjaan rumah para ilmuwan muslim untuk mengembangkannya. Salah satu ilmu visual yang masih jauh untuk kita ungkap melalui pendekatan rasional empiris, terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an di bawah ini.

Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayit itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti. (Al-Baqarah, 2:73)

Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati. (Ali Imran, 3:13)

Jadi ilmu kedokteran yang sudah kita anggap super canggih sekarang, belum seberapa. Ilmu-ilmu super canggih dari Allah masih ada di alam ghaib (kata Bang Gerung masih Fiksi), dan masih membutuhkan ratusan sampai ribuan tahun untuk mengungkapnya. Namun Allah telah memberikan kecerdasan itu kepada orang-orang yang dikehendakinya untuk memberi tahu kepada manusia agar  terus berpikir memahami sedikit demi sedikit hakikat ilmu Allah yang akan jadi trend di abad 21. Wallahu ‘alam.

(Penulis Master Logika Tuhan)

Saturday, April 21, 2018

JABATAN PENYEBAB OTAK TUMPUL

OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Manusia itu mutlak bodoh, karena setelah langit, bumi, gunung, tidak sanggup mengemban amanah dari Allah sebagai khalifah, entah kenapa manusia  nekad menyanggupinya. Mungkin ini  takdir bodoh manusia dari awal kejadiannya. Apa daya sekarang kita harus menderita, bekerja, dan usaha untuk memikul amanah dari Tuhan.

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh, (Al Ahzab, 33-72).

Inilah dasar ketentuan dari Allah bahwa para pemikul amanah itu adalah mutlak orang-orang bodoh. Mengapa demikian? Karena pemikul amanah punya beban berat di dunia, selanjutnya akan mengahadapi pengadilan yang sangat teliti tentang segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya.

Untuk itu, langit, bumi, dan gunung, mereka kelak tanpa beban karena tidak memikul amanah dan akan terbebas dari pengadilan Allah yang maha teliti. Masuk logika, jika ada manusia di neraka menyesali hidupnya ingin kembali ke dunia menjadi tanah.

PENYEBAB OTAK TUMPUL

Selain para pemikul amanah ditakdirkan sebagai orang-orang bodoh, faktanya amanah jabatan juga penyebab otak tumpul. Mengapa jabatan jadi penyebab otak tumpul? Dalam jabatan ada berbagai fasilitas yang bisa membuat kita berada di zona nyaman.

Fasilitas dalam jabatan yang membuat zona nyaman atntara lain; makanan, minuman, uang, rumah,  kendaraan, hiburan, kehormatan, dan layanan. Maka dari itu, jabatan kecenderungan identik dengan kenyamanan, atas dasar inilah pada hakikatnya jabatan jadi penyebab otak tumpul.

DALAM JABATAN ADA KENYAMAN. ZONA NYAMAN INILAH YANG BIKIN OTAK TUMPUL
Sifat buruk manusia setelah berada di zona nyaman cenderung ingin bertahan dalam zona nyaman. Mencari atau bertahan dalam zona nyaman, memunculkan nafsu-nafsu bodoh yaitu cara-cara curang dalam mendapat dan mempertahankan jabatan.

Untuk itu, dalam jabatan psikologi orang-orang cendeurng korup akibat zona nyaman yang didapat dan ingin mempertahankan. Nafsu-nafsu bodoh muncul karena dominasi kepentingan dan kenyamanan pribadi dalam jabatan yang tidak ingin terganggu. Faktor psikologis inilah yang menyebabkan Sejarahwan Inggris Lord Acton berpendapat bahwa kekuasaan (jabatan) absolut korup.

Untuk itu kembali kepada takdir Tuhan, para pemikul amanah yaitu manusia memang bodoh. Para koruptor adalah fakta lapangan bahwa pada dasarnya jabatan cenderung membuat otak tumpul.

Bukti bahwa kenyamanan membawa efek bodoh pada manusia, dijelaskan oleh Ibnu Khaldun dalam Mukaddimah. Kata Beliau, “penduduk kota yang banyak berurusan dengan hidup enak, terbiasa hidup mewah, selalu berurusan dengan dunia, dan suka menuruti hawa nafsu, jiwa mereka telah dikotori oleh berbagai macam akhlak yang tercela dan berbagai prilaku jahat”.

Sebaliknya orang-orang badui Arab yang hidup sederhana, jauh dari kemewahan, sifat-sifat buruk mereka jauh lebih sedikit. Mereka lebih dekat kepada fitrah, cinta kepada kebaikan dan menjauhi kebiasan-kebiasaan jahat.

Manusia-manusia cerdas adalah mereka yang bertahan hidup sederhana dalam fasilitas mewah, beroritentasi pada kepentingan publik, menjaga hubungan silaturahmi, dan lebih sangat menghindari perpecahan (cenderung damai). Mereka membaca kejadian berdasar keyakinan dan sangat tergantung pada Tuhan. Wallahu 'alam.

(Penulis Master@logika_Tuhan)

Thursday, April 19, 2018

SIHIR ITU ILMU ALAM

OLEH:
MUHAMMAD PLATO


Sihir bukan ilmu ghaib. Keberadaan ilmu sihir sangat mengandalkan bukti nyata. Untuk itu sihir masuk bagian dari ilmu alam. Ilmu yang bisa dipelajari layaknya ilmu-ilmu lain. Secara implisit di dalam Al-Qur’an dijelaskan, “Dan kalau Kami turunkan kepadamu tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata". (Al An’aam, 6:7).

Ayat di atas memperlihatkan perbedaan pola pikir antara orang beriman dan kafir. Orang-orang kafir itu pola pikirnya tidak percaya kepada yang ghaib (Tuhan). Sekalipun telah didatangnkan bukti nyata (memegang dengan tangan sendiri), orang kafir mengatakan hal itu adalah sihir yang nyata. Mengapa orang kafir berkata demikian?

Pola pikir orang kafir, yang nyata itu harus datang dari yang nyata. Inilah yang disebut pola pikir materialis.

SEMUA ILMU YANG DIPELAJARI DARI ALAM ADALAH ILMU SIHIR
Jadi pola pikir orang kafir terbalik-balik. Jika yang nyata datang dari yang ghaib maka itulah sihir. Jika yang ghaib datang dari yang nyata (alam), hasil perbuatan makhluk (terlihat), maka itulah kenyataan. Maka, bagi orang kafir, sekalipun barang itu nyata, bisa dipegang, tapi sumber kenyataan itu datang dari yang ghaib (Tuhan), maka mereka sebut hal itu adalah sihir. Untuk itulah orang-orang kafir lebih tertarik mempelajari sihir (ilmu alam) dari pada kitab suci.

Perbedaan kontras itu terlihat pada cara pandang manusia terhadap sebuah fenomena. Perbedaan pola pandangan dapat dilihat dari kasus dalam Al-Qur’an.

MANUSIA BERIMAN
MANUSIA KAFIR (MATERIAL)
Dan kami wahyu
kan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Karena itu NYATALAH YANG BENAR dan batallah yang selalu mereka kerjakan. (Al A’raaf, &:117-118)
Dan tatkala telah datang kepada mereka KEBENARAN dari sisi Kami, mereka berkata: "SESUNGGUHNYA INI ADALAH SIHIR YANG NYATA".
(Yunus, 10:76)

Ilmu sihir diakui adalah ilmu rekaan manusia yang cenderung destruktif. Eksistensi ilmu sihir ada dan berkembang di masyarakat karena adanya bukti nyata yang disampaikan melalui pesan berantai secara lisan, atau pun secara tertulis. Promosi ilmu sihir benar-benar sangat mengandalkan pada bukti nyata, pernyataan lisan dan tulisan. Tanpa bukti nyata yang bisa dilihat dan dirasa, ilmu sihir tidak dapat diakui keberadaannya.

Ilmu sihir masuk pada kategori ilmu yang dilarang untuk dipelajari karena ilmu ini mengandalkan kekuatan alam dan metafisik sebagai makhluk Tuhan. Ilmu sihir adalah ilmu yang dikembangkan oleh orang-orang kafir, dan orang-orang kafir adalah mereka yang selalu berpikir materialis. Maka saya tegaskan sihir adalah ilmu yang lahir dari ilmu materialis, untuk itu ilmu sihir hasil rekaan manusia masuk kaktegori ilmu alam.

Saya tidak akan mengajarkan ilmu sihir kepada Anda. Tapi memberi pemahaman, di dunia ini ada orang-orang yang memelajari ilmu sihir karena mengikuti hawa nafsunya yang buruk. Ilmu sihir dikembangkan cenderung untuk kepentingan pribadi, materialis, hedonis, dan destruktif. Inilah alasan selanjutnya mengapa ilmu sihir haram untuk dipelajari.

Dengan memahami sedikit seluk beluk ilmu sihir, kita harus belajar bagaimana mementahkan kekuatan ilmu sihir seperti yang dicontohkan Nabi Musa. Ilmu sihir pada hakikatnya sangat lemah, dan sifatnya ilusi seperti hakikat dunia ini yang fana. Maka, dengan memahami hakikat ilmu sihir, kita tidak perlu takut sihir, dan sangat mudah mengantisifasinya.

Para filosof menjelaskan bahwa ilmu sihir merupakan bagian dari ilmu kejiwaan. Ibnu Khaldun mengulas penjelasan para filsuf tentang sihir. Ilmu sihir memengaruhi jiwa manusia yang kemudian memengaruhi fisiknya dengan cara yang tidak wajar dan sebab-sebab sifat fisiknya. Pengaruh sihir itu bisa berwujud kesenangan, kegembiraan, suka cita, dan bahkan melahirkan persepsi-persepsi psikologis yang menimbulkan kekhawatiran.

Hakikat sihir adalah memengaruhi jiwa seseorang untuk bersuka cita, bahagia, dan mencintai keburukan. Sihir juga menciptakan perasaan takut berlebihan atas sesuatu yang dimiliki sehingga jiwanya menjadi tidak tenang dan selalu khawatir. Inilah pangkal sebab timbulnya penyakit-penyakit fisik yang sulit disembuhkan dan sulit dideteksi oleh ahli pengobatan fisik secara medis.

Ibnu Khaldun menyimpulkan bahwa sihir memengaruhi psikologis dengan membangun persepsi-persespi negatif dalam pikiran, yang kemudian berakibat kepada seluruh anggota dan organ tubuhnya. Sihir adalah seni memengaruhi orang dengan menggunakan media-media yang tersedia di alam.

Kunci untuk mematikan ilusi sihir adalah dengan membangun persepsi positif dalam pikiran dengan berpanduan pada kitab suci Al-Qur’an. Dikarenakan sihir mencelakakan orang dengan membangun persepsi negatif, maka kita harus memiliki kemampun berpikir atau berpsepsi positif atas segala kejadian. Persepsi negatif adalah sumber dari segala penyakit hati, dan akan berakibat pada penyakit fisik yang sulit di deteksi.

Di disnilah pentingnya ilmu berpikir berdasarkan patokan atau bimbingan dari Tuhan, agar segala kejadian bisa dipahami benar sehingga timbul sikap tenang dan sabar. Ketenangan jiwa dan kesabaran bisa kita terima jika kabar-kabar berita yang kita terima memang menyenangkan jiwa. Semua kabar yang akan kita terima dari Allah adalah kabar gembira. Jika kita berpikir menurut petunjuk Al-Qur’an maka seluruh kejadian akan membawa kabar gembira.

Musibah kabar gembira, sakit kabar gembira, dihina kabar gembira, dirampok kabar gembira, hilang harta kabar gembira. Semua kejadian harus jadi kabar gembira. Jika semua kejadian sudah jadi kabar gembira maka kekhawatiran akan hilang, kepasrahan kepada Tuhan akan muncul. Jika kekhawatiran sudah hilang maka tidak ada gangguan psikologis manapun bisa mengganggu pikiran.

Untuk itulah belajar logika Tuhan, menjadi hal penting untuk menjaga pikiran dan hati tetap bersih dan tenang. Dengan memahami logika Tuhan, hal-hal mistis, persepsi negatif, tidak akan jadi perhatian, karena semua pemikiran harus sesuai dengan petunjuk dari Tuhan. Sumber berlogika itu adalah kitab suci Al-Qur’an. Dengan memahami logika dari Al-Qur’an, secara tidak langsung Al-Qur’an akan menjadi pola pikir, dan dengan demikian Al-Qur’an akan menjadi benteng dari segala keburukan.

Kunci dari menolak sihir adalah mencoba membebaskan pikiran dari persepsi-persepsi negatif. Di sarankan belajarlah logika Tuhan dari Al-Qur’an, maka Allah akan membantu Anda membebaskan dari segala sihir. Silahkan pelajari logika Tuhan di buku dan blog yang sudah saya sediakan, semoga kita semua selalu di beri hidayah. Amin.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan)

Saturday, April 7, 2018

SEMUA GURU PENDIDIK

OLEH:
MUHAMMAD PLATO

Inilah salah satu contoh aplikasi dari logika Tuhan dalam kehidupan. Persepsi kita tentang segala kejadian menjadi absolut positif, sebagai sifat-sifat Tuhan yang absolut positif.

Ketika ditanya siapa guru-guru, dosen-dosen anda yang sudah sangat menginspirasi, mendidik anda? Jawabannya semua guru dan dosen telah menginspirasi dan mendidik saya. Namun sebagai manusia kita sering lupa terhadap seluruh kejadian yang pernah dilakukan para guru atau dosen dalam mendidik.

Hanya beberapa kejadian yang dapat kita rekam dan membekas dalam memori kita. Kejadian yang membekas pada memori kita biasanya adalah kejadian yang membuat kita sangat bahagia, atau kejadian yang sangat merasa kita kecewa.

Dalam dunia pendidikan, semua kejadian mengecewakan maupun membahagiakan adalah bagian dari pendidikan. Inilah pola pikir yang harus diajarkan oleh para pendidik dari generasi ke generasi.

"SEPATU KU TAKKAN PERNAH PUTUS ASA"
Saya buka kembali lembaran-lembaran memori 18 tahun lalu, apa yang membuat saya kecewa dan bahagia saat menjalani pendidikan di kampus. Dalam memori saya tergambar jelas, omelan Drs. Nainggolan kepada setiap mahasiswa. Omelan sering kita terima dalam setiap perkuliahan tanpa sebab. Dari kejadian itu sebenarn kita belajar hati-hati bagaimana membahagiakan orang lain.

Lembaran berikutnya, terlihat Bapak Julius Siboro, dengan badan tegap dia mengajarkan berpikir logis dengan benar, dengan memberi contoh pada buku yang Beliau tulis tentang sejarah Australia. Beliau mengajarkan bahwa sejarahwan harus berbicara berdasar data. Ibu Hansiswani menegaskan lagi bahwa fakta adalah data yang sudah diberi tafsir.  Dari situ saya belajar bahwa omongan sejarahwan bukan dongeng fantasi, tetapi omongan tentang fakta-fakta yang didukung oleh data.

Selanjutnya, saya menyesal karena Bapak Ismaun, Bapak Helius Syamsudin adalah pendidik yang handal, dengan modul yang Beliau susun sendiri, saya sering tidak konsentrasi saat perkuliahan Beliau karena masalah intonasi. Dari situ saya belajar bahwa ketika belajar kita harus menyesuaikan dengan gaya belajar para dosen, bukan para dosen yang menyesuaikan dengan kita.

Bapak Hamid Hasan, Beliau lebih banyak menginspirasi saya tentang belajar kognitif. Diktat yang Beliau susun bolak balik saya baca. Beliau juga menegaskan pentingnya lingkungan baik untuk menunjang pembentukan karakter peserta didik. Beliau juga mengajarkan etika sederhana yang saya pegang sampai sekarang, “ketika bertamu jangan sekali-kali duduk, sebelum dipersilahkan duduk”. Dari Beliau saya belajar bagaimana membentuk karakter anak-anak dengan belajar berpikir. Saya berkesimpulan bahwa setiap pembelajaran adalah pembelajarn kognitif, hanya di negara kita pembelajaran kognitif tidak pernah tuntas sampai tingkat akhir.

Ibu Rochiati Wiriatmadja, benar-benar telah mengajarkan kepada saya tentang membangun sebuah metodologi baru dalam mengembangkan ilmu. Beliau melempar proposal tesis yang saya buat karena dianggap tidak mengikuti kaidah baku penelitian. Dari Beliau saya belajar terus untuk mengembangkan metodologi baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di abad 21.

Bapak Asmawi Zainul, saya berhutang budi sama Beliau. Kedermawanan Beliau dalam meminjamkan buku, sampai sekarang belum saya kembalikan. Buku itu masih terpelihara, saya simpan dalam rak lemari buku saya. Dari situ saya belajar, bahwa saya harus belajar keras untuk menjadi orang yang amanah.

Bapak Agus Mulyana, Beliau telah mengajarkan kepada saya bahwa jika kita bekerja keras dan banyak membaca, maka siapapun bisa menjadi lebih cerdas. Saya sangat bekerja keras membaca buku-buku filsafat Islam dari timur tengah. Hasilnya, dalam kuliah filsafat saya di apresiasi oleh Baliau dengan nilai A.  Saya belajar bahwa kecerdasan setiap orang bisa berubah tergantung kerja keras setiap orang dalam mengiinput pengetahuan. Saat ini saya terapkan dalam setiap lembaga pendidikan yang saya tempati, bahwa prilaku mendasar yang harus dibiasakan kepada seluruh pencari ilmu adalah budaya input pengetahuan melalui aktivitas baca.

Bapak Syarief Moeis, beliau mengajak mahasiswa santai dengan bermain bridge. Ketika teman saya minta nilai bagus karena telah merasa dekat, Beliau berkata, “kalau mau nilai bagus harus belajar sungguh-sungguh”. Dari kejadian itu saya belajar bahwa sebagai pendidik kita harus profesional, kedekatan dengan murid tidak lantas murid dapat hak istimewa untuk nilai bagus.

Semoga semua guru dan dosen selalu dilimpahi rahmat dari Allah swt. Beliau adalah para Aulia yang akan duduk di singgasananya Allah swt. Semoga kecerdasan dan keraifan Beliau-beliau mengalir di dalam darah para murid-muridnya. Dari semua guru dan dosen saya telah belajar, bahwa “seluruh kejadian dalam pendidikan adalah pendidikan. Tidak ada yang perlu kita sesali karena semuanya mendewasakan kita”. Wallahu’alam.

(Penulis Master Trainer @logika_Tuhan. Lembang, 1 April 2018)

Wednesday, March 14, 2018

RUMUS NGOBROL

Oleh: MUHAMMAD PLATO

Asyiknya ngobrol bisa berlarut-larut, bergelas-gelas kopi, dan berbatang-batang kayu bakar, habis tak terasa. Siang, malam, dan terutama menjelang waktu ashar, di mana orang-orang sedang menikmati waktu istirahatnya, dan waktu kerja sudah berakhir.

Paling asyik ngobrol itu menceritakan kejelekan orang lain, padahal ini terlarang. Mengapa dilarang? Karena membicarakan kejelakan, mencari kesalahan orang lain, masuk kategori berprasangka buruk.

Apalagi dalam situasi menjelang pemilu. Obrolan-obrolan yang berisi prasangka buruk sengaja disebarkan untuk saling menjatuhkan. Sungguh ini prilaku jahiliyah, bagi siapun pelakunya.

RUMUS PERTAMA

Sekarang saya kasih rumus ngobrol, agar ngobrol tetap asyik tapi bebas dosa. Rumus ngobrol itu ada dalam Al-Qur’an. Cuma banyak yang gagal fokus dalam memahaminya.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (Al Hujurat, 49:12)

Rumus ngobrol pertama adalah jangan membicarakan hal-hal yang bersubtansi prasangka buruk. Agar tidak berprasangka buruk, berita yang diterima harus benar, dan prasangka terhadap berita yang kita terima harus baik.

Atau agar obrolan kita tetap baik, obrolkanlah sisi-sisi baik sekalipun berita yang kita terima buruk. Agar obrolan kita tetap baik, tentu anda harus banyak pengalaman, dan pengetahuan tentang hal-hal baik. Banyak gaul dengan orang-orang baik, dan baca buku tentang kisah orang-orang baik.

RUMUS KEDUA

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan. (Al mujaadilah, 58:9)

Jadi yang tidak boleh bukan ngobrolnya, tetapi substansi obrolan yang harus senantiasa diperhatikan. Supaya ngobrol tetap asyik tanpa dosa, maka isi obrolan harus tentang kebajikan dan ketakwaan.


Obrolan kebajikan objeknya bisa siapa saja. Seluruh makhluk yang diciptakan Tuhan bisa jadi objek obrolan, yang penting substansinya harus berisi kebajikan dan mengandung pelajaran agar orang-orang semakin bertakwa kepada Tuhan.

Obrolan yang berisi kebajikan (kebaikan yang jelas diperintahkan Tuhan) adalah rencana-rencana apa saja yang bertujuan untuk membawa kebaikan dan kedamaian bagi masyarakat.

Misalnya rencana membangun sekolah, mendidik anak, memperbaiki jalan, mengolah sampah, menertibkan parkir, membayar utang, mengembangkan ekonomi ummat, membantu anak yatim, membahagiakan orang tua, dan lain sebagainya. Itulah obrolan asyik yang akan membawa manfaat sekalipun berjam-jam.

RUMUS KETIGA

Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). (Adh Dhuhaa, 93:11).

Isi obrolan bisa tentang segala nikmat apa saja yang telah kita terima dari Tuhan. Namun demikian, ketika kita menyebutkan nikmat-nikmat yang telah kita terima dari Tuhan, harus dijelaskan bagaimana proses mendapatkannya, sehingga obrolan tersebut dapat jadi pelajaran, dan menginspirasi lawan bicara.

Obrolan tentang bagaimana mendapatkan rumah, melalui proses shalat dhuha, sedekah, infak, menolong tetangga, menolong orang gila kelaparan, dan apa saja. Bukan nikmat-nikmat yang kita terima yang akan jadi inspirasi orang, tetapi proses kita menerimanya.
Segala nikmat yang kita terima dari Tuhan, jika kita ceritakan proses bagaimana mendapatkannya, setiap orang pasti bisa melakukannya. Karena proses memperoleh kebaikan dari Tuhan, tidak perlu biaya bahkan berbiaya nol. Hanya modal tenaga, kesungguhan, dan keyakinan akan datangnya rezeki dari Tuhan, dan sabar.

RUMUS KE EMPAT

“dan sesungguhnya akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan”. (Adh Dhuhaa, 93:4).

Hal yang sering di lupai orang-orang adalah mengakhiri sesuatu dengan kebaikan. Padahal hal yang harus di waspadai adalah menit-menit akhir. Jikalau dari awal kita ngobrol keburukan, jangan lupa kita belum jadi orang baik karena masih sedang berproses. Kebaikan dilihat dari akhirnya!

Untuk itu, akhirilah obrolan kita dengan hal-hal yang baik. Hal yang sangat dianjurkan adalah akhiri setiap obrolan dengan permohonan ampun dan saling mendoakan.

Hal yang paling mudah kita lakukan dalam mengakhiri obrolan adalah dengan memohon ampun (istigfar) dan saling mendoakan dengan mengucapkan salam. Demikian rumus ngobrol yang bisa saya sampai. Mohon maaf lahir batin, semoga keselamatan dan kesejahteran untuk kita semua.

(Master Trainer @logika_Tuhan)