Sunday, September 4, 2022

KECERDASAN MENGAMBIL KEPUTUSAN

Oleh: Muhammad Plato

Ambilan keputusan! "Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?"  (Al Mursalat, 77:50). Ini pertanyaan penting yang Allah kabarkan di dalam surat Al Mursalat. Pertanyaan yang harus dijawab oleh umat manusia. Atas dasar apa umat manusia tidak percaya pada ayat-ayat Al Qur'an yang diturunkan pada Nabi Muhammad? Sementara ayat-ayat Al Quran begitu terang benderang menjelaskan tentang berbagai kejadian alam dan kejadian ghaib yang tidak diketahui manusia. Malaikat-malaikat ditugaskan untuk mengurus berbagai urusan. 

Al Quran bukan dongeng seperti yang ada dalam alam pikiran manusia. Semua yang diberitakan di dalam Al Quran adalah kejadian yang benar-benar terjadi. Allah mengabarkan semua yang terjadi di masa lalu dan masa yang akan datang di dalam Al Quran untuk menjadi pelajaran. Bukti-bukti kebenaran sudah Allah beberkan di dalam Al Quran, dan bisa disaksikan dengan mata kepala telanjang. 

"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan yang terbang dengan kencangnya, dan yang menyebarkan dengan seluas-luasnya, dan yang membedakan dengan sejelas-jelasnya, dan yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, (Al Mursalat, 77:1-6).

Bagi Iblis yang bisa bersemayam di dalam seluruh unsur tubuh manusia, mereka mengetahui, sangat berbahaya bagi Iblis jika manusia mulai tertarik untuk memahami, mengidentifikasi, dan memaknai, ayat-ayat Al Quran. Berbagai argumen dan penolakan terhadap upaya-upaya manusia yang berusaha memahami ayat-ayat Al Quran, iblis lakukan. Iblis selalu berusaha mempersulit manusia dalam memahami ayat-ayat Al Quran, sedangkan Allah menghendaki kemudahan bagi manusia. 

Iblis selalu berupaya keras memalingkan manusia dari upaya-upaya baik manusia dengan membuat bisikan-bisikan. Untuk itu manusia harus terus berupaya berpegang teguh pada Allah dengan berpedoman pada ayat-ayat Al Quran dan Sunnah.

Untuk itu, Allah memeringatkan manusia berulang-ulang sampai 10 kali di dalam Al Quran. "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al Mursalaat, 77:15). Peringatan ini dapat diidentifikasi dalam surat Al Mursalaat sampai 10 kali. Ini tanda peringatan penting dari Allah kepada manusia. 

Salah satu yang diperingatkan oleh Allah adalah tentang keputusan. Peringatan terhadap adanya hari keputusan dan harus sesegera mungkin mengambil keputusan. Silahkan putuskan sekarang, mau beriman kepada perkatan mana lagi, setelah turun dengan jelas perkataan-perkataan Allah di dalam Al Qur'an. Keputusannya sangat personal, dan tergantung pribadi masing-masing. Keputusan manusia sekarang akan diuji pada hari keputusan. Selama manusia diberi hidup, dia sedang diberi tangguh pada batas sampai hari keputusan. Allah kabarkan kecelakaan bagi orang yang tidak percaya pada hari keputusan.

"Sampai hari apakah ditangguhkan?" Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan". (Al Mursalaat, 77:12-15).

Segeralah mengambil keputusan dari sekarang, apakah mau beriman kepada Al Quran atau tetap mendustakan. Cepat...cepat...cepatlah....putuskan... apa lagi yang membuat ragu. Hari keputusan itu akan segera tiba dan datangnya hanya Allah yang tahu. Mungkin detik ini, jam ini, esok, lusa, atau nanti, mumpung Allah masih memberi tangguh. 

Hari keputusan itu adalah ketika kita merasakan kematian. Hari kematian sangat dekat dengan kehidupan manusia di dunia. "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (Al Ankabuut, 29:57).

Kecerdasan manusia dalam mengambil keputusan adalah kecepatan manusia mengenal kebenaran dan sesegera mungkin mengambil keputusan. Keberanian mendasar dalam mengambil keputusan adalah keberanian kita untuk berada di atas jalan kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa. Dasar dari kecerdasan mengambil keputusan adalah kemampuan membedakan baik buruk, menolak keburukan, dan menerima kebaikan, berdasarkan argumen-argumen data yang telah Allah sajikan dalam Al Quran. wallahu'alam.***

MUDAHNYA MENEMUKAN ILMU DARI AL QURAN

Oleh: Muhammad Plato

Jika anda seorang ilmuwan, apakah yang membuat sebuah teori dikatakan benar? Jawabannya karena teori tersebut telah diuji dengan penelitian menggunakan sebuah metodologi yang disepakati. Jadi sumber kebenaran teori adalah kebenaran data yang dianggap sudah memiliki ]validitas dan reliabilitas. Validitas dan reliabilitas data menjadi dasar sebuah teori dapat diakui kebenarannya.

Ribetnya para ilmuwan menemukan kebenaran, didasarkan pada kesepakatan dalam menggunakan metodologi penellitian. Berbagai metode penelitian dikembangkan, dan yang diakui benar yang paling banyak pemakainya. Dunia sains pada akhirnya seperti dunia pasar. Siapa yang paling banyak diminati pasar maka dialah yang akan memimpin pasar. 

Konsensus ilmuwan, tanpa metodologi penelitian sekalipun orang menemukan kebenaran secara empiris, tetap saja orang tersebut tidak dapat dinggap sebagai ilmuwan. Metodologi penelitian sebenarnya hanya aturan yang disepakati, agar setiap orang bisa mempertanggungjawabkan keilmuannya.

Apa yang dicari ilmuwan? Hanya kebenaran empiris, hasil dari pengukuran yang alat ukurnya valid dan hasil reliabel. Inilah kunci dasar sebuah teori dapat diakui atau tidak diakui, yaitu data valid dan reliabel. Sekali saya tegasnya, sumber dari klaim kebenaran ilmuwan terhadap teori adalah data valid dan reliabel. Jadi teori merupakan hasil tafsir  dari data valid dan reliabel. 

Jika data valid dan reliabel yang yang dicari ilmuwan untuk menemukan sebuah kebenaran teori, maka Al Quran adalah kitab data. Data-data yang ada dalam Al Quran sudah memenuhi tingkat validitas dan reliabilitas tinggi. Mengapa demikian, karena Al Quran tidak ada penelitinya, tidak ada ilmuwannya, dan Al Quran mengklaim dirinya sebagai data yang bersumber dari Tuhan Semesta Alam.

Jadi ketika ada orang yang tidak percaya kepada data-data yang ada dalam Al Quran, seharusnya tidak ada yang marah, karena orang yang tidak percaya tersebut sedang berdiskusi dengan Tuhannya. Kita persilahkan saja orang tidak percaya, tetapi konsekuensi-konsekuensi bagi orang tidak percaya, Al Quran juga punya data-data bagaimana mereka akhir dari mereka yang menolak kebenaran Al Quran.

Sebenarnya Allah sudah memberi kemudahan kepada manusia dalam menemukan kebenaran. Allah menurunkan Al Quran sebagai data-data yang valid dan reliabel. Data yang ada dalam Al Quran datang dari Allah diwahyukan pada Nabi Muhammad melalui malaikat. Informasi ini di dapat dari Al Quran sendiri bukan dari karangan manusia. Allah mengatakan bahwa Al Quran diturunkan dari Allah untuk memudahkan urusan manusia.

"Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy." (Thahaa, 20:1-5).

Dengan demikian, kebenaran yang dikemukakan oleh ilmuwan bukan pada mulut ilmuwan tapi pada data yang dijadikan rujukkannya. Demikian juga para pendakwah, mulut-mulut mereka bukan sumber kebenaran, tapi data-data valid dan reliabel yang mereka gunakan sebagai dasar kebenaran. Maka sebuah pendapat, teori, dapat diakui kebenarannya dengan mencari tahu validitas dan reliabilitas data.

Lalu validitas dan reliabilitas bagaimana lagi yang harus dipertanyakan?  "Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah." (Thahaa, 20:6). 

Allah sudah menyediakan data-data valid dan reliabel dalam Al Quran. Jika ingin menemukan kebenaran, maka semua orang bisa menggunakan data-data valid dan reliabel dalam Al Quran untuk menemukan berbagai macam solusi bagi manusia dalam memecahkan masalah dalam berbagai bidang kehidupan. Kemampuan yang Allah berikan sebagai alat agar manusia bisa menyelesaikan masalah hidupnya adalah hati dan akal. 

Namun demikian, orang-orang tidak boleh mendustai Tuhan, dengan mengaku-ngaku sebagai pemilik kebenaran. Allah berpesan bahwa semua kebenaran mutlak milik Allah, karena semua yang disampaikan dari mulut manusia data-datanya semua datang dari Allah. Manusia tidak lain hanya penyampai pesan, pembawa amanah, tidak lebih dari itu. Amanah Allah pada manusia sampaikanlah kehidupan damai dan sejahteralah untuk seluruh umat manusia. Semoga Allah memberi hidayah (great knowledge) kepada kita semua.*** 

 

Saturday, September 3, 2022

WAKTU YANG DAPAT MENYELAMATKAN MANUSIA

Oleh: Muhammad Plato

"Demi masa, sesunguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kesabaran" (Al 'Ashr, 103, 1-3). Waktu atau masa adalah milik Allah siapa memanfaatkan untuk kebaikan, dialah orang-orang beruntung. Manusia-manusia berkualitas tinggi diawali dengan menghargai waktu. 

Allah telah bersumpah demi masa atau waktu. Ada hal bear yang harus kita pikirkan mengapa Allah bersumpah dengan waktu? Pikiran kritis kita harus muncul dengan bertanya apa sebenarnya waktu? Jika kita kembali kepada Al Qur'an Allah menjelaskan berbagai macam konsep waktu atau masa. Konsep waktu yang kita kenal sehari-hari di alam seperti malam, sepertiga malam, siang, sore, fajar, dhuha, dan subuh. 

Lalu Allah juga memperkenalkan shalat yang ditentukan waktu-waktunya. Subuh, dhuhur, ashar, magrib, Isya. Dalam perkembangan fisik dan psikologi manusia dikenal masa anak-anak, remaja, dewasa, dan tua. Di alam kita kenal pergantian musim, seperti hujan dan kemarau, dingin, panas, semi, dan gugur. Nabi Muhammad dalam hadis mengingatkan masa sehat, kaya, luang, dan hidup sebelum datang masa sakit, miskin, sibuk, dan mati.

Allah juga mengingatkan ada masa kehidupan setelah kematian. Allah mengabarkan tentang alam kubur, kiamat, hari perhitungan, hari pembelasan, hari pengadilan, berada di masa kehidupan akhirat.  Masa-masa yang telah ditetapkan Allah memiliki karkater-karakter tersendiri. Manusia harus terus membaca, belajar, memahaminya agar manusia bisa hidup dalam kesejahteraan. 

Inilah suatu masa yang diingatkan Allah. "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (Al Ankabuut, 29:57). 

Manusia ternyata hidup dalam ketentuan-ketentuan masa atau waktu. Mengapa Allah memperingatkan demi masa atau waktu kepada manusia? Berbagai jawaban bisa kita pahami dari berbagai sudut pandang. Dari sudut pandang sejarah, waktu tidak bisa diciptakan manusia. Waktu berjalan dari masa lalu menuju masa yang akan datang. Orang-orang beruntung yang mengisi sepanjang waktunya dengan hal-hal baik untuk diri dan orang lain. 

Namun deminkian dari jutaan masa yang diciptakaan Allah, inilah masa-masa yang akan menyelamatkan umat manusia. "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (An Nisaa, 4:103).

Hadis Nabi Muhammad menjelaskan shalat yang telah ditentukan waktunya adalah subuh, dhuhur, asar, magrib dan isya. Kelima waktu ini akan menyelamatkan manusia dari segala kondisi kehidupan yang dianggap baik atau buruk yang dialami manusia. Wallahu'alam.***  


RAHASIA VIER ABDUL JAMAL THE GREAT MAN STOCK TRADER

Oleh: Muhammad Plato

Kali ini saya sajikan tokoh besar dari tokoh pasar modal, beliau adalah Vier Abdul Jamal. Disertasi yang sedang saya tulis berbicara tentang kisah-kisah sukses tokoh besar dunia. Kisah-kisah tokoh besar di dunia mengalami empat kisah yang sama, yaitu usaha, gagal, derita, dan sukses. Saya membaca kisah Vier Abdul Jamal dari buku otobiografinya berjudul, "Vier Abdul Jamal Legenda Pasar Modal Indonesia". Buku ini saya terima langsung dari beliau saat datang memenuhi undangan Talk Shaw di sekolah. 

Sebuah anugerah terbesar untuk dunia pendidikan, tokoh besar pasar modal mau hadir diundang ke sekolah untuk berbagi ilmu trading saham di pasar modal. Saya berharap tokoh-tokoh besar dari berbagai bidang memiliki kepdedulian yang tinggi pada dunia pendidikan seperti Vier Abdul Jamal. Tanpa protokoler beliau mau menerima undangan kami untuk berbagi ilmu dengan siswa-siswi SMA. Semoga beliau tetap diberi kesehatan dan menjadi berkah bagi umat manusia dimanapun berada. 

Dari beberapa kisah yang saya baca dari buku otobiobiografinya, beliau memiliki empat kisah yang sama dilalui oleh tokoh-tokoh besar di dunia, yaitu kisah usaha, gagal, derita, dan sukses. Dalam menjalani karirnya Vier Abdul Jamal memiliki banyak usaha yang dilakukannya. Segala usaha yang dibangunnya tidak lepas dari kreatifitas gagasan yang dimilikinya. Selanjutnya beliau juga mengisahkan kegagalan demi kegagalan dari usaha yang dilakukannya. Kemudian beliau mengisahkan masa-masa penderitaan hidup yang harus dialaminya. Hingga akhirnya beliau menjadi tokoh besar berpengaruh khususnya di pasar modal.

Dari kisah-kisah yang dilaluinya, kita bisa dapatkan filosofi-filosofi hidup layaknya tokoh-tokoh kelas dunia. Sebagai tokoh besar di pasar modal, Vier Abdul Jamal mengidolakan tokoh besar Nabi Muhammad saw. Kisah Nabi Muhammad adalah model perjalanan hidup yang dilalui tokoh-tokoh besar dunia. Setiap kisah tokoh besar dimanapun mengandung pelajaran nilai-nilai ketuhanan. Nilai-nilai itu  sebagaimana firman Allah di dalam Al Quran. 

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah, 2:261)

Vier Abdul Jamal mengimplementasikan ayat di atas dengan mengatakan, "ilmu jika dibagikan dia tidak akan pernah habis". Komitmen beliau untuk berbagi ilmu trading dengan gratis dilandasi oleh filosofi yang bersumber dalam Al Quran.  

Selain itu, filosofi berdalil lainnya yang dimiliki oleh Vier Abdul Jamal adalah, "kekurangan adalah kekuatan". Kekurangan yang dia miliki selama ini, justru menjadi kekuatan yang tidak dimiliki orang lain dalam bidang trading saham. Mata juling yang dimiliki beliau yang dianggap orang kekurangan, ternyata telah menjadi kekuatan ketika trading beliau bisa melihat beberapa monitor tanpa membutuhkan asistes. 

Filosofi hidup yang beliau miliki Allah jelaskan di dalam Al Qur'an, "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Alam Nasyraah, 94:5-6). Bersama kelemahanan seseorang Allah menyimpan kekuatan yang dimiliki seseorang. Itulah pelajaran buat kita bahwa Allah maha adil.

Rahasia sukses Vier Abdul Jamal tidak lepas dari keyakinan pada Allah. Beliau praktekkan keyakinannya pada Allah dengan melaksanakan ritual shalat malam 11 rakaat setiap malam, dan malah sampai 100 rakaat. Ritual itu pernah dilakukan sebelumnya selama bulan Ramadan penuh. Doanya, "ya Allah alirkan rezekiku sederas air sungai dan seluas lautan, tapi jangan palingkan wajahku dari Mu". Doa dilakukan terus menerus hingga menjelang enam bulan belum ada jawaban. Jawaban pun tiba, seorang investor menawarkan modal 30 Miliar, dan sukses berkembang menjadi 300 miliar.

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Baqarah, 2:153).

Orang-orang besar dibentuk oleh Allah dengan karakter unggul dan keyakinan dengan filosofi tinggi bersumber pada Al Quran. Itulah rahasisa sukes Vier Abdul Jamal.  Allah tampilkan model manusia-manusia unggul dari berbagai bidang pada umat manusia agar mereka bisa meneladaninya. Wallahu'alam.***




PENYEBAB PENDERITAAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Kegagalan, penderitaan, kesuksesan, kesejahteraan, kelapangan adalah takdir Allah. Tidak ada yang bisa menghapukan kesulitan dan kemudahan di muka bumi, keduanya sudah ditakdirkan Allah pasti terjadi dalam kehidupan. Jika tujuan hidup menghindarkan diri dari kegagalan semua akan berada dalam kegagalan. Jika hidup mencari kesejahteraan semua mendapat kesejahteraan tanpa harus dicari.

Cara berpikir orang-orang beriman itu berbeda dengan kebiasaan. Orang-orang beriman selalu menjaga pikiran berada dalam kesadaran ingat Tuhan. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan membawa kesejahteraan bagi orang lain, tetapi pikiran orang-orang beriman tetap fokus pada pandangan dari Tuhan. 

Penderitaan bukan dilihat dari kenyataan fisik yang biasa kita saksikan. Orang-orang hidup hidup di muka bumi dalam berbagai ragam keadaan. Jika kesejahteraan hanya dirasakan oleh orang-orang dengan fasilitas hidup dari kekayaan, maka Allah tidak adil karena kesejahteraan hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang. Oleh karena itu, Allah maha adil karena kesejahteraan bisa dinikmati oleh setiap orang dalam segala kondisi. Ada seorang ayah bahagia mendapatkan uang Rp. 10.000 karena baginya keselamatan hidup hari itu untuk dana pendidikan anak-anaknya. 

Jadi apa sesunguhnya penyebab penderitaan? Allah berfirman bahwa semua sebab kemalangan datang dari diri sendiri. 

Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. " (Al An'aan, 6:120). 

Semua penderitaan disebabkan dari apa yang kita kerjakan. Ada dua pekerjaan yang kita lakukan yaitu pekerjaan atas nama Allah dan pekerjaan yang melupakan Allah. Pekerjaan yang melupakan Allah akan jadi penderitaan. Semua tindakan yang dilakukan dengan perencanaan singkat (spontan) atau pun dengan perencanaan matang akan berujung pada penderitaan jika melupakan Allah. 

Penederitaan adalah hasil dari olahan pikiran yang menghasilkan kesimpulan-kesimpulan buruk. Kesimpulan buruk akan memengaruhi hati menjadi khawatir, kecewa, atau benci. Kesejahteraan adalah hasil olahan pikiran yang menghasilkan kesimpulan-kesimpulan baik. Kesimpulan baik akan melahirkan harapan, optimisme, ketenangan atau kedamaian dalam hati. 

Kendala umumnya adalah hasil olahan pikiran seseorang lebih biesar dipengaruhi oleh situasi yang sedang dihadapinya. Situasi-situasi krisis yang dialami seseorang kadang mendominasi hasil kesimpulan yang dihasilkan. Hanya orang-orang yang paham saja, yang mampu mengendalikan situasi krisis menjadi peluang, dan harapan-harapan baik. Mereka adalah manusia berkarakter unggul dengan kemampuan berpikir positif tingkat tinggi.  

Maka untuk menghindari penderitaan, sangat tergantung pada hasil olah pikir yang akan memengaruhi suasana hati. Untuk itu Allah menyampaikan di dalam Al Quran apapun kejadiannya harus tetap menghasilkan kesimpulan yang baik. Carilah dari setiap kejadian sisi-sisi baik yang dapat menghasilkan harapan, optimisme, dan kedamaian. 

"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (Fushshilat, 41:34).***

Tuesday, August 16, 2022

CARA MENJADI ORANG BERUNTUNG

OLEH: MUHAMMA PLATO

Keberuntungan adalah kemujuran hidup yang datangnya tidak disangka-sangka. Keberuntungan sering diyakini sebagai suatu keadaan yang tidak semua orang tahu apa sebabnya. Tentang keberuntungan banyak orang mengaitkannya dengan nasib-nasiban. Ada orang dinasibkan beruntung hidupnya ada orang yang kurang beruntung. Keberuntungan menjadi hal yang tidak bisa ditebak, dan kadang menjadi seperti undian. 

Kadang-kadang keberuntungan sering dijadikan alasan orang untuk menghindar dari sikap kerja keras. Keberuntungan juga sering dijadikan alasan oleh orang ketika mengalami kegagalan. Ada juga keyakinan bahwa tidak semua orang memiliki nasib beruntung. Tidak sedikit orang mencari keberuntungan dengan cara-cara mistis takhayul.

Al Qur an menjelaskan siap-siapa saja orang yang akan diberi keberuntungan. Merujuk pada Al Quran kita bisa menentukan siapa orang beruntung dan siapa yang merugi. Keberuntungan tidak ujug-ujug, tetapi ada sebab-sebab yang harus dimiliki agar orang bisa beruntung. Panduannya bisa kita kembangkan dari Al Qur'an. 

Satu-satunya orang yang tidak akan mendapat keberuntungan adalah mereka yang berbuat dosa. Perbuatan dosa adalah prilaku-prilaku tidak produktif dari hal kecil sampai hal besar. Semua peraturan yang baik datangnya dari Allah. Maka sikap dan prilaku yang tidak baik seperti indisipliner, tidak taat pada aturan, malas, melecehkan, tidak taat pada guru, pemimpin, adalah prilaku dosa (bertentangan dengan perintah Allah).  "Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa" (Yunus, 10:17).

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imran, 3:200).

Salah satu penyebab keberuntungan seseorang adalah kesabaran. Kesabaran adalah sebuah tindakan, dalam bentuk gerak pasif atau pun aktif. Kesabaran dilakukan dalam kegiatan-kegiatan positif berdasarkan keyakinan pada Tuhan. Bersabar dalam kebaikan adalah penyebab keberuntungan.

Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan." (Al Maa'idah, 5:100).

Penyebab keberuntungan kedua adalah mereka yang memiliki kemampuan akal untuk membedakan baik dan buruk tanpa terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan pribadi. Akal memiliki kedudukan netral, yang akan membedakan cara pandang seseorang adalah pengetahuan yang dimiliki.

Setiap pengetahuan yang masuk ke dalam memory otak akan jadi pembentuk cara pandang. Sumber pengetahuan dapat dibagi dua, yaitu pengetahuan alam material dan non material (kitab suci). Dominasi pengetahuan alam materi dalam otak akan membentuk cara pandang materialistik. Sebaliknya dominasi cara pandang non material dari kitab suci, akan memebntuk cara pandang mistik.

Cara pandang jalan tengah adalah cara pandang holistik yang menjadikan sumber pengetahuan alam dan sumber pengetahuan non alam (kita suci), saling berkaitan, saling memperkuat dan membawa kepada cara pandang hidup damai dan sejahtera. 

Orang yang akan mendapat keberuntungan bukan yang rajin shalat lupa bekerja, bukan pula yang rajin bekerja lupa shalat. Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang rajin shalat dan rajin bekerja. Bagi orang-orang yang rajin shalat mereka akan rajin bekerja karena bekerja bagian dari implementasi sedekah. Inilah tanda bagi orang-orang yang akan mendapat keberuntungan.***


Saturday, August 13, 2022

ORANG SUCI TAKUT PADA ALLAH

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Rasa takut adalah naluri manusia. Setiap orang memiliki rasa takut. Rasa takut dapat menjadi penggerak seluruh aktivitas manusia. Rasa takut menjadi faktor penggerak manusia kreatif, bekerja, berpikir, dan mencipta. Rasa takut harus dikendalikan menjadi hal-hal produktif, agar manusia bisa hidup sejahtera di dunia dan akhirat. 

Rasa takut bisa lahir karena imajinasi manusia dan segala hasrat manusia. Imajinasi manusia tentang alam dan makhluk-makhluk transenden, bisa jadi penyebab rasa takut manusia. Imajinasi manusia tentang alam melahirkan keganasan alam yang menghancurkan infrastruktur kehidupan manusia. Alam dipersepsi sebagai kekuatan di luar manusia yang bersifat destruktif. 

Imajinasi manusia tentang makhluk transenden, berwujud menjadi makhluk-makhluk dengan wajah mengerikan dengan sifat-sifat yang buruk. Hantu-hantu lahir dalam imajinasi manusia sesuai dengan latar belakang budaya dan lingkungan alam dimana manusia tinggal. Mitologi-mitologi tentang makhluk transenden diciptakan turun-temurun, dan divisualisaskan dalam bentuk gambar-gambar hasil imanjinasi.

Lalu berbagai hasrat manusia untuk memiliki harta, keturunan, perusahaan, perkebunan, kendaraan, pasangan hidup, dan kedudukan, melahirkan rasa takut kekurangan. Rasa takut yang disebabkan hasrat manusia tentang keduniawiaan menjadi penyebab segala tindakan manusia untuk kepentingan-kepentingan pribadi yang cenderung pada duniawi. Persaingan teknologi informasi dan produksi, perang, adalah tindakan yang disebabkan oleh rasa takut kekurangan dengan kencenderungan kepentingan duniawi. 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (Al Baqarah, 2:155).

Rasa takut pada makhluk transenden, melahirkan tindakan-tindakan klenik atau takhayul. Tindakan-tindakan klenik, takhayul, terpelihara dalam sistem budaya masyarakat. Pada masyarakat rasional, budaya takhayul dikemas dalam karya-karya kreatif film horor. Berisi cerita-cerita karya imajinasi, animasi dikemas dengan mengembangkan berbagai teknologi desain grafis dan disebarkan melalui media informasi. Karya-karya film hasil imajinasi dianggap sebagai karya ilmiah, padahal tidak jauh beda dengan cerita kuntilanak dan genderwo yang ada pada masyarakat mistis. 

Dalam persaingan politik, rasa takut dapat diciptakan untuk mengendalikan orang atau bangsa. Islamophobia adalah rasa takut yang diciptakan untuk mengendalikan dan mendeskreditkan sebuah kelompok dengan tujuan-tujuan tertentu. Teror, kekerasan, ancaman, adalah bentuk-bentuk tindakan yang dapat menimbulkan rasa takut. 

Dalam konsep religius, rasa takut dapat menjadi pengendali manusia. Manusia-manusia suci adalah mereka yang takut mendurhakai Tuhannya karena takut pada akibat-akibat buruk dari perbuatannya yang telah ditetapkan Tuhan. Jiwa-jiwa yang kotor adalah mereka yang takut kepada selain Tuhan. 

"Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada adzab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan shalat. Dan barang siapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya ia menyucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allah-lah kembali" (Fathir, 35:18).

Segala sesuatu telah diciptakan dan ditakdirkan Tuhan. Maka apapun rasa takut yang terjadi di dunia ini, seharusnya menjadi sebab ketakutan kepada Tuhan. Covid 19 terlepas dari berbagai pendapat, dia disebabkan oleh prilaku manusia yang buruk, maka kepada Tuhan kita memohon ampun, dan berbuat sebaik mungkin yang bermanfaat bagi banyak orang untuk mengakhirinya. Murakami (2006) ahli DNA dari Jepang mengakatan jika kita punya kepentingan dalam hidup, jalan terbaik untuk memenuhinya adalah memenuhi kepentingan orang lain. 

Atas dasar kasih sayangnya Allah menurunkan petunjuk jalan hidup kepada manusia. Rasulullah diutus untuk membawa petunjuk hidup berupa kabar baik bagi orang-orang yang takut kepada-Nya. Orang-orang yang takut kepada Allah adalah mereka yang pikiran dan hatinya suci. Sesungguhnya rasa takut yang akan membawa hidup manusia damai dan sejahtera adalah takut kepada Allah.

Maka, orang yang ingin selalu menyucikan dirinya dari perbuatan buruk adalah mereka yang punya rasa takut pada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi orang-orang suci adalah mereka yang punya rasa takut pada Allah dengan menyucikan diri dari perbuatan-perbuatan merugikan orang lain dan perbuatan yang dibenci oleh Allah. Jiwa-jiwa yang kotor adalah mereka yang menciptakan rasa takut untuk keuntungan diri dan golongan, dan menggiring pikiran serta hati orang lain takut kepada selain Allah. Iblis adalah makhluk yang selalu hadir dalam imajinasi manusia, untuk membelokkan rasa takut manusia pada selain Allah.***


sumber:

Murakami, K. (2006). The Divine Message of DNA. Mizan Pustaka.

Wednesday, August 10, 2022

PSIKOLOGI MEMBANGUN HARAPAN MENURUT AL QURAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Dunia pendidikan adalah upaya membangun harapan. Melalui pendidikan orang harus punya harapan bisa hidup lebih sejahtera. Pendidikan yang berbasis pengetahuan ajaran agama, cita-cita kebahagiannya tidak hanya di dunia, tetapi berkelanjutan dengan kesejahteraan hidup di akhirat. Inilah salah satu keuntungan jika pendidikan menggunakan sumber pengetahuan dari ajaran agama.

Membangun harapan adalah upaya pendidikan dalam membangun mental optimis. Untuk itu dalam dunia pendidikan tidak boleh ada kata-kata negatif yang bisa mematikan harapan siswa. Guru-guru harus mengajari cara-cara berkomunikasi positif, sehingga dalam kondisi apapun siswa tetap harus punya harapan positif.

Shalat Dhuha 12 Rakaat adalah tindakan yang akan melahirkan harapan.
Harapan abadi karena digantungkan pada Allah.

Kata-kata positif bisa dilatihkan pada siswa dengan mengawali pembelajaran dengan kegiatan berdoa bersama dan ceramah-ceramah motivasi setiap hari. Al Quran mengabarkan bahwa bagi orang-orang yang berpikirkan positif kata-kata yang keluar dari mulutnya semuanya kata-kata bernilai positif.  

"Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta" (An Naba', 78:35). Inilah gambaran dari lingkungan pendidikan. Semua perkatan harus dibiasakan perkataan-perkataan yang mengandung harapan baik. Setiap perkataan dalam lingkungan pendidikan harus mengandung kabar baik. "Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik". (Al Hajj, 22:37).

Agar para siswa selalu punya pikiran dan keyakinan hati yang postif, mereka harus dilatih untuk melakukan hal-hal baik setiap hari. Gerakan doa bersama untuk siswa muslim dan non muslim menjadi latihan otak untuk selalu bermental positif. Gerakan doa bersama bagi yang muslim, diawali dengan gerakan shalat dhuha 12 rakaat, dan non muslim dalam kegiatan doa harian.

Gerakan doa bersama, melalui shalat dhuha 12 rakaat dan doa harian untuk non muslim, sebuah tindakan baik yang akan terus memandu siswa setiap hari tetap opitmis. Secara psikologis, optimisme lahir setelah kita melakukan tindakan-tindakan baik. Sebaliknya pesimisme akan muncul jika tindakan-tindakan kita tidak baik. 

Al Quran memandu kita bagaiaman agar selalu punya harapan baik. "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap (Alam Nasyrah, 94:7-8). Pada hakikatnya semua yang diprogramkan dalam dunia pendidikan dalam upaya membangun harapan-harapan baik. Dan sebaik-baiknya harapan harus digantungkan kepada Tuhan. Karena Tuhan Abadi, maka harapan-harapan siswa yang digantung kepada Tuhan akan abadi. Para siswa akan tampil menjadi generasi-generasi optimis tanpa batas, pantang menyerah, dan pantang pustus asa.*** 


Sunday, August 7, 2022

JIKA MUSLIM SUMBER BERPIKIRNYA AL QURAN TIDAK AKAN KONFLIK

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Konflik pertama yang terjadi di muka bumi adalah antara Habil dan Kabil. Penyebab konflik kedua umat manusia ini terbagi dalam dua kategori, manusia yang satu berserah diri kepada Allah, dan manusia yang satu lagi mengikuti hawa nafsunya. Sejarah dua umat manusia ini dicatat dalam Al Quran.

Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Kabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti membunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa" (Al Maidah, 5:27). 

Penyebab terjadinya konflik adalah manusia-manusia yang cenderung membawa hawa nafsunya sendiri. Mereka berpikir dengan hawa nafsunya yang cenderung ingin selalu menang sendiri, selalu ingin menjadi yang terbaik, dan merasa dirinya paling benar. Ucapan-ucapannya selalu menyalahkan dan menyesatkan orang lain. Menyalahkan dan menyesatkan orang lain, berarti dia telah merasa diri menjadi sosok paling benar, sementara kebenaran mutlak milik Allah dan hak Allah untuk menghakiminya kelak di akhirat. Orang-orang ini digambarkan sebagai manusia yang menuhankan dirinya sendiri, seperti jejak langkah Fir'aun yaitu generasi Kabil.

Tugas Pendidikan Melahirkan Generasi Sabar dengan Keyakinan Pada Allah
Sebagai Tempat Bergantung Segala Makhluk

Nabi Muhammad adalah Rasul yang diutus untuk menyampaikan kebenaran dan menyempurnakan akhlak. Dalam menjalankan tugasnya Nabi penuh dengan kelembutan dan selalu menjadi suri teladan dalam membalas keburukan dengan kebaikan, sabar, memudahkan dan tidak menyulitkan. 

Dan manusia-manusia penyebab damai adalah mereka yang berusaha keras untuk berserah diri kepada Allah. Manusia-manusia penyebab damai adalah mereka yang menyerahkan segala kerja kerasnya atas petunjuk Allah, dan hasilnya pun mereka berserah diri kepada Allah.  

Tidak ada konflik dalam hati dan pikiran orang-orang yang berserah diri kepada Allah. Dalam melaksanakan tugasnya seperti apa yang dilakukan Nabi Muhammad, hanya menyampaikan kebenaran dari Tuhan Semesta Alam. "Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". (Yasin, 36:17). 

Kesabarannya dalam menyampaikan kebenaran tidak ada batasnya. Orang-orang yang berserah diri kepada Allah meyakini bahwa kesabaran akan selalu mendatangkan kebaikan. Kesabaran selalu menjadikan akhlaknya menjadi lemah lembut. Kesabaran akan menjadikan dirinya tetap optimis dan kreatif dalam menjalani kehidupan. Orang sabar beriman kepada apa yang diajarkan Allah.

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. (Al 'Araaf, 7:87). 

Doa-doa yang terucap dari mulut seorang muslim selalu mendoakan keselamatan untuk seluruh umat manusia. Seorang muslim tunduk dan patuh kepada Allah. Segala tindakannya yang diatasnamakan pada Allah selalu membawa kesejahteraan dan kabar baik untuk umat. Sebagaimana Allah berfirman:

Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa". (Al 'Araaf, 7:128).

Bagi seorang muslim, jaminan dari Allah terhadap orang-orang sabar sudah mendamaikan hatinya. Tugasnya di dunia tiada lain hanya menyampaikan kebenaran dan mendoakan semoga keberkahan dari langit dan bumi menimpa orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah.

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (Ar Ra'ad, 13:22).

Seorang muslim bermental kuat dan kekuatan itu hanya datang dari Allah. Dia meminta tolong kepada Allah dengan shalat dan sabar, menafkahkan sebagian rezekinya, untuk menolak kejahatan dengan kebaikan. Walalhu'alam.***


KAUM GENERALIS PEMERSATU UMAT

OLEH: MUHAMMAD PLATO 

Secara tidak sadar sebenarnya hidup kita sekarang sedang mewarisi budaya konflik dari umat terdahulu. Collingwood & Collingwood (1994) berpendapat, “the past survives in the present” artinya ada hubungan antara masa lalu dengan masa sekarang. Umat yang hidup sekarang adalah warisan dari masyarakat zaman dahulu. Sekarang dan masa lalu seperti dua sisi dari mata uang yang tidak terpisahkan.

Untuk memahami apa yang terjadi sekarang manusia harus belajar dari masa lalu. Jadi masa lalu bukan sekedar pengetahuan fakta, tapi pengetahuan tentang nilai-nilai hidup untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Belajar dari sejarah merupakan bagian dari perintah Allah.

Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa (Fathir, 35:44).

Tujuan Kita Sama Bekerja Sungguh Sungguh
Menuju Tuhan Yang Esa

Berjuta-juta tahun yang lalu, karakter manusia itu bisa dibaca dengan belajar sejarah. Bangsa-bangsa yang merasa kuat pada akhirnya akan binasa karena prilaku manusia itu sendiri. Sebagaimana kuatnya sebuah bangsa, dia sifatnya hanya sementara. Hal itu sudah menjadi hukum sejarah atau takdir Tuhan.

Konflik antar umat beragama sudah terjadi sejak dahulu. Orang-orang yang taat pada Allah dalam ajaran agama tidak perlu khawatir dengan usaha-usaha jahat dari kalangan manusia. Bumi Allah sangat luas maka berhijrahlah dijalan Allah. 

Sejak dahulu konflik terjadi karena perbedaan pendapat. Memperhatikan pola pikir cara orang beragama saat ini, dapat disimpulkan menjadi dua pendekatan. Pertama spesialis dan kedua generalis. Kelompok spesialis adalah kelompok yang memahami agama dengan pendekatan tahapan-tahap hukum fiqih yang telah dikembangkan para pemikir agama terdahulu.

Kelompok spesialis yang memahami hukum-hukum agama berangkat dari kesadaran untuk menjaga kemurnian ajaran agama. Seiring dengan waktu, pendekatan spesialis menjadi dominan. Dominasi kaum spesialis melahirkan kekakuan-kekakuan dalam menyikapi perkembangan zaman, seiring dengan produk-produk hukum lama terus dipertahankan mengacu pada teks sunnah. 

Kelompok kedua adalah kaum generalis, kelompok kreatif yang cepat beradftasi dengan perubahan zaman. Kelompok generalis cenderung berpikir adaftif. Kelompok generalis menjadikan teks sunnah sebagai dasar pijakan pemikiran analogis. Pada pelaksanaannya dua pendekatan ini tidak bisa bertahan sendiri-sendiri.

Tidak ada yang benar 100 persen, karena Allah menciptakan manusia sempurna dengan dua potensi yaitu salah dan benar. Egoisme nafsu manusialah yang sering membuat pertikaian. Para pemikir spesialis dan generalis seperti pertentangan masalah bumi bulat atau datar. Dua-duanya punya argumen yang masuk akal namun kebenarannya hanya milik Tuhan Pencipta Alam.

Pemikir spesialis dan generalis harus menyadari tujuan bersama yaitu menyejahterakan umat manusia di muka bumi dan akhirat. Itulah yang bisa mempersatukan kita semua. Selain itu untuk menyatukan visi bersama, maka pemikir spesialis dan generalis harus sepakat untuk menjadikan kitab suci Al Quran sebagai sumber dan petunjuk berpikir. 

Al Quran sebagai ayat qauliyah dijadikan sebagai dasar untuk memahami ayat-ayat kauliah di kejadian alam dan fenomena sosial. Hakikatnya semua manusia sedang bergerak menuju Allah. Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya (Al Insyiqaaq, 84:6).

Berbantah-bantahan atas dasar pemikiran akal manusia adalah hal sia-sia. Sekalipun pikiran berbeda, namun dalam langkah kita harus menuju tujuan yang sama yaitu menuju keridhaan Allah. Apapun pemikirannya tujuan hanya untuk menuju Allah dengan berlomba-lomba berbuat kebaikan antar sesama umat manusia. Al Quran adalah kitab general petunnjuk berpikir untuk umat manusia.*** 

 

SETIAP ORANG MENGGUNAKAN PIKIRANNYA SENDIRI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Tidak ada yang bisa melarang setiap orang untuk berpikir. Larangan berpikir bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk berpikir. Melarang manusia berpikir sama dengan pemaksaan terhadap kodrat setiap orang. Melarang berpikir sama dengan menentang perintah Allah yang berkali-kali mengajak kepada seluruh manusia untuk berpikir. 

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir? (Al Baqarah, 2:44).

Ketika seseorang memutuskan untuk menerima atau menolak sebuah pemikiran tentunya dengan pikirannya sendiri. Pada saat adzan berkumandang, apakah dia mau langsung shalat atau menantikannya, berdasarkan pada pemikirannya sendiri. Ketika seseorang memutuskan untuk berbuat baik atau menolak kebaikan, berdasarkan pada pemikirannya sendiri. 

Ketika datang seorang penipu merayu seseorang untuk membeli barang hasil curiannya, keputusannya berasal dari keputusan dari pemikirannya sendiri. Ketika Nabi Adam dirayu Iblis untuk memakan buah khuldi, maka Nabi Adam memakan buah khuldi karena hasil keputusan pemikirannya sendiri. Untuk itu Nabi Adam bertobat kepada Allah dengan tidak menyalahkan Iblis.

"Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (Al A'raaf, 7:23).

Setiap orang bertindak, berprilaku, berdasarkan keputusan pikiran dan hatinya. Di akhirat kelak semua diadili sendiri-sendiri, karena setiap orang bertindak dari hasil keputusan pemikirannya sendiri-sendiri. Untuk itu Allah menurunkan Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dalam berpikir. 

Pembelajaran dengan keterampilan berpikir bukan karena sekarang ada di abad 21, tetapi karena keterampilan berpikir adalah subtansi dasar dari pendidikan. Apapun mata pelajarannya, siswa harus diajari tentang kemampuan berpikir. Pendidikan agama, sejarah, sosiologi, matematika, fisika, semuanya melatih manusia berpikir. 

Ketika terjadi perbedaan keyakinan, perbedaan pendapat, semuanya berawal dari perbedaan pemikiran. Faktor penyebab terjadinya perbedaan pemikiran dilatarbelakangi oleh perbendaharaan pengetahuan. Sumber pengetahuan dasarnya dua yaitu dari pengetahuan alam (kauniah) dan pengetahuan kitab suci Al Quran (Qauliyah). 

Dalam kenyataannya, sebagian besar orang mendapat pengetahuan dari Kauniah, dan sedikit sekali pengetahuan dari sumber Qauliyah. Pemikiran-pemikiran dalam sumber Kauniah melahirkan aliran pemikiran materalistik. Jadi kesalahan berpikir terjadi karena manusia terlalu fokus pada pengetahuan Kauniah, dan sangat miskin pengetahuan Qauliyah.

Kemiskinan pengetahuan Qauliyah salah satunya disebabkan oleh doktrin larangan berpikir yang berujung pada stagnasi orang untuk menggali pengetahuan-pengetahuan Qauliyah dalam menyelesaikan masalah-masalah di alam. Metode membaca Al Quran cenderung pada belajar tajwij, sangat kurang keberanian untuk mendalami, menyelamai, memikirkan, kandungannya.

Maka alih-alih melarang orang memikirkan isi Al Quran menurut pikirannya sendiri, sebaliknya harus dianjurkan kepada semua orang untuk menggali berbagai pengetahuan Al Quran sebagai bahan berpikir untuk menyelesaikan masalah-masalah pribadi seseorang. Diakhirat setiap orang akan diadili sendiri-sendiri. Orang-orang yang belajar memikirkan isi Al Quran pahalanya tinggi. Wallahu'alam.***


Saturday, July 30, 2022

SETIAP ORANG ADA KARAKTER FIR'AUNNYA

Oleh: Muhammad Plato

Setiap orang ada Fir'aunnya. Kisah Fir'aun yang dikabarkan dalam Al Quran bukan hanya sebagai sosok manusia yang pernah hidup di muka bumi, tetapi sebagai karakter manusia. Allah menjelaskan secara nyata dengan memberi contoh kisah bagaimana sifat fujur (buruk) yang ada pada manusia. Salah satunya manusi berkarakter Fir'aun. 

Karakter Fir'aun selalu ada pada setiap diri manusia. Jadi Fir'aun bukan menceritakan prilaku manusia zaman dahulu kala, tetapi sedang menceritakan karakter manusia yang hidup sekarang termasuk saya dan anda. Jadi ketika Al Quran berbicara tentang Fir'aun, Al Quran sedang berbicara tentang saya dan anda.

Apa sesungguhnya karakter Fir'aun yang pasti ada pada setiap manusia? Karakter Fir'aun yang pasti ada adalah egois. Sifat-sifat yang menjadi ciri sebagai seorang individu. Kisah Fir'aun dalam Al Quran mengabarkan sebuah kisah bagaimana sifat keegoan manusia yang melampaui batas kewajaran. Maka dikatakan dalam Al Qur'an, Fir'aun adalah manusia berdosa karena melampaui batas.

Dalam diri setiap orang ada karakter Fir'aunnya, maka
Allah memimpin manusia supaya takut kepada-Nya

"Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas," (An Naazi'aat, 79:17). 

Kisah tentang Fir'aun bukan berarti hanya terjadi sekali di masa lalu. Secara historis fakta kisah Fir'aun hanya terjadi sekali di masa lalu, namun secara generalis kisah Fir'aun akan berulang sampai akhir zaman. Karakter Fir'aun yang akan berulang dalam setiap rezim atau zaman yaitu karakter berkuasa hingga menghilangkan kekuasaan Tuhan. Dalam setiap zaman selalu pasti ada manusia-manusia yang berperan sebagai Fir'aun dengan gonta-ganti nama tokoh.

Inilah karakter Fir'aun yang ada pada diri manusia dalam kehidupan keluarga maupun negara. "Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang. Maka dia mengumpulkan lalu berseru memanggil kaumnya. berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi". (An Nazaazi'aat, 22-24).

Sifat merendahkan orang lain, merasa benar, merasa berkuasa, ada pada setiap diri manusia. Perkelahian, pertengkaran, perselisihan, kedengkian, kebencian, bersumber pada karakter Fir'aun yang dominan muncul pada diri seseorang. Kisah Fir'aun menggambarkan bagaimana egoisme manusia yang telah melampaui batas hingga merasa dirinya sebagai Tuhan sebagai penentu segala kehidupan manusia. 

Untuk itu setiap zaman selalu ada manusia-manusia yang akan mengingatkan setiap orang untuk menyampaikan pengajaran-pengajaran agar manusia menyucikan diri dari sifat-sifat Fir'aun. "dan katakanlah: "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar." (An Naazi'aat, 79:18-20). 

Proses penyucian jiwa untuk meredam karakter Fir'aun dalam diri manusia adalah dengan beriman dan mempelajajari ayat-ayat Allah, menemukan kebenaran dan beserah diri kepada Allah dengan rasa takut melalui shalat dan sedekah. Wallahu'alam.***


Saturday, July 2, 2022

Al Quran Berbicara Big Data

Oleh: Muhammad Plato

Dalam pandangan integralis, apa yang terjadi dalam fenomena zaman saat ini tidak terpisah dari apa yang dijelaskan di dalam Al Qur'an. Konsep big data mulai dikenal setelah teknologi internet diterapkan dalam alat komunikasi media sosial. Jumlah pengguna internet semakin hari semakin bertambah. Data terakhir yang pernah penulis dengan adalah 4,2 miliar manusia di dunia sudah terkoneksi internet dari jumlah total 7 miliar lebih jumlah manusia yang ada di muka bumi. Saat ini mungkin datanya sudah berubah. Faktannya adalah hampir tiga perempat jumlah manusia di dunia sudah terkoneksi internet. 

Para pengunan internet bisa berkomunikasi dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi media sosial yang dimiliki secara privat dalam bentuk perusahaan swasta. Jadi saat ini pemilik data penduduk bukan lagi dimonopoli oleh pemerintah, tetapi oleh perorangan dalam lembaga swasta pemilik aplikasi media sosial. Saat ini, pemilik kerajaan, atau negara, bukan lagi dominan lembaga negara, tetapi terpolarisasi pada pemilik big data. Para pemilik big data yang real time adalah sektor swasta. Kekuatan pemerintah benar-benar hanya dalam tataran regulasi. 

Para pemilik big data kalangan swasta menjadi sangat berkuasa. Mereka bisa mengendalikan opini dan memengaruhi kebijakan negara. Mereka bisa mengendalikan pikiran orang dengan regulasi yang mereka ciptakan sendiri dalam media komunikasi yang mereka miliki. Pemilik big data bisa menghapus peta negara skehendaknya dari peta dunia. Sepertinya dengan kehadiran para pemilik big data, kita tidak berdaya. Di pengadilan dunia para pemilik big data mereka merasa bisa mengendalikan keinginan sekehendak, karena merasa sebagai pemilik big data. 

Melalui big data mereka bisa memprediksi siapa yang potensial jadi presiden. Prediksinya bisa sangat akurat karena jumlah data yang mereka gunakan sangat besar. Melalui big data mereka bisa mengambil keputusan akurat tanpa diketahui orang banyak. Para pemilik big data seperti tuhan-tuhan yang berkuasa.

Namun demikian pemilik big data sesungguhnya adalah Allah. Di dalam Al Quran Allah menjelaskan bahwa seluruh catatan miliaran prilaku manusia sudah tercatat. Sepeninggal Nabi Muhammad, kurang lebih 1400 tahun yang lalu sudah berbicara big data. 

"Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin. Tahukah, kamu apakah sijjin itu? (Ialah) kitab yang bertulis." (Al Mutaffifiin, 83:7-9). Kitab big data sijjin berisi catatan-catatan kecurangan manusia. 

"Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang berbakti itu (tersimpan) dalam `Illiyyin. Tahukah kamu apakah `Illiyyin itu? (Yaitu) kitab yang bertulis, (Al Mutaffifiin, 83:18-20). Kitab big data 'Illiyyin menyimpan data orang-orang yang berbakti.

Pantas saja Allah bisa mengungakap skandal-skandal kecil dan besar setiap orang dengan teliti dan adil karena bisa membeberkan setiap prilaku orang semasa hidup di dunia. Semakin panjang usia seseorang semakin panjang catatan hidup mereka selama di dunia. Dari sini kita bisa menyimpulkan siapa orang-orang paling beruntung, mereka yang diberi catatan big data 'Illiyyin. Siapa yang merugi, mereka yang diberi catatan big data Sijjin. Jika begitu kualitas hidup manusia tidak dipandang dari panjang pendeknya umur, juga tidak dipandang berkedudukan dan tidak berkedudukan di dunia. Sangat mengerikan semua catatan skandal-skandal manusia, rencana-rencana jahat manusia tercatat dalam big data Sijjin. 

Artinya kehidupan dunia ini bukan masalah menguasai big data atau tidak. Pengendali dunia saat ini bukan di pemilik big data di internet. Pemilik big data sesungguhnya adalah Allah, yang sudah mencatat segala prilaku hidup manusia dalam sebuah kitab bernama Sijjin dan 'Illiyin. Sudah jelas sekali perlombaan hidup di muka bumi ini adalah mencatatkan rencan-rencana dan tindakan-tindakan baik apa yang akan kita lakukan. 

Para pemilik big data di internet jika mereka mengunakan big data yang mereka untuk kejahatan, penindasan, dan ketidakdilan, maka mereka sedang berhadapan dengan prilaku hidup yang penuh dengan risiko. Mereka akan mendapat pengadilan yang adil dari pemilik big data yaitu Allah. Bagi para pemilik big data yang menggunakannya untuk mensejahterakan umat manusia, dan menciptakan keadilan dan perdamaian, dialah manusia paling beruntung di muka bumi ini. Mereka akan mendapatkan catatan amal bakti dengan diserahi kitab "Iliyyin. 

Janji Allah untuk para pemilik big data yang menggunakan data untuk kebajikan, mereka akan mendapat kenikmatan abadi di sisi Allah. "Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam keni'matan yang besar (surga)" (Al Mutaffifiin, 83:22).***