Tuesday, January 30, 2024

NEUROSAINS DAN KESADARAN?

Oleh: Muhammad Plato

Kesadaran sampai saat ini terus menjadi perbincangan para ahli neurosains. Penelitian tentang otak sedang terus dikembangkan untuk menguak misteri kehidupan manusia dan alam semesta. Otak memiliki struktur dan fungsi. Hal yang menjadi pertanyaan para ahli neurosains, apakah yang dimaksud kesadaran? Belahan otak mana yang memiliki fungsi kesadaran manusia?

Otak terbagi menjadi tiga bagian, otak depan, tengah, dan belakang. Para ahli telah mengungkap fungsi masing-masing belahan otak. Otak depan memiliki fungsi berpikir, otak tengah mengatur emosi, dan otak belakang mengatur fungsi motorik. Lalu belahan otak mana yang berfungsi sebagai pengontrol kesadaran manusia? Sampai saat ini para ilmuwan belum menemukan kesimpulan.

Lalu secara konsep, apa yang dimaksud dengan kesadaran? Dalam ceramahnya, Almarhum Buya Syakur menjelaskan tentang apa itu kesadaran. Ketika seseorang mati suri akibat kecelakaan, dia terbaring ingatannya tidak berfungsi, lalu dia di bawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dia diobati, dan ingatannya kembali pulih. 

Ketika ditanya, siapa nama? Dia menyebutkan namanya, ini tanda orang itu telah sadar. Namun kembali diajak pulang ke rumah, dia tidak mau karena dia tidak ingat dimana rumahnya. Lalu dokter menyimpulkan ingatannya belum pulih sempurna. Beberapa hari setelah pengobatan, kemudian ditanya kembali dimana rumah? dia menyebutkan alamat rumahnya, dan mengatakan ingin pulang ke rumah. Hal ini pertanda bahwa kesadarannya sudah pulih. 

Namun demikian, Buya Syakur berpendapat kesadaran seseorang bukan karena orang bisa mengingat nama dan di mana rumah tempat tinggalnya, tetapi kesadaran yang hakiki adalah ketika orang ingat bahwa tempat kembalinya adalah Allah. 

Jika kita kaji, konsep kesadaran yang dijelaskan Buya Syakur berdasarkan pada keterangan dalam Al Quran. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?" (Al Baqarah, 2:28). Jadi berdasarkan ayat ini, kesadaran manusia adalah mengingat Allah dan Allah tempatnya kembali.

Dijelaskan dalam ayat lain, konsep kesadaran ada kaitan dengan mengingat Allah. "Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar." (Al Bararah, 2:8).

Orang-orang yang sadar, mereka yang meyakini bahwa segala perbuatan baik dan buruknya akan diperhitungkan di hadapan Allah. "Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari." (Asy Syu'araa', 26:113). Informasi dari Al Quran di atas, bisa jadi petunjuk untuk meneliti dan memahami fungsi otak dalam hal kesadaran. 

Berkaitan dengan otak dan kesadaran, kita teringat pada fenomena tahun 2001, Ary Ginanjar Agustian mempopulerkan istilah God Spot di Indonesia yang merancang konsep The ESQWay165. God Spot adalah sebuah bagian otak manusia bernama lobus temporal merupakan area tempat merespon hal spiritual dan mistis (Pasiak, 2002). 

Edi Wirastho (2013) istilah ini sebenarnya merujuk pada temuan ilmiah yang lahir dari penelitian Prof. VS. Ramachandran, seorang ahli syaraf (neurolog) dan Direktur Center for Brain and Cognition di Universitas California, San Diego. Istilah ini dipopulerkan oleh Danar Zohar dan Ian Marshall yang memakainya sebagai dasar ilmiah teori kecerdasan spiritualnya. Menurut mereka, Spiritual Quotient (SQ) bertumpu pada satu titik pada otak yang diberinya nama God Spot yang berfungsi sebagai pusat mekanisme aktivitas Spiritual Quotient (SQ).

Dengan terus berkembangnya penelitian tentang otak, keberadaan God Spot perlu dikonfirmasi ulang. Para peneliti otak juga harus jujur, karena para peneliti sekuler tentu sangat menghindari penelitian yang berkaitan dengan kesadaran manusia tentang adanya Tuhan. Penulis merasa, penelitian tentang otak yang berkaitan dengan otak spiritual seolah-olah dihentikan karena tidak sejalan dengan paradigma pemikiran sekuler.

Di era informasi, semua manusia berhak untuk mengemukakan pikirannya. Dominasi pemikiran sekuler tidak boleh mematikan perkembangan pemikiran-pemikiran dari sudut pandang lain. Di era informasi, setiap orang bisa saling mengapresiasi dan belajar dari berbagai ragam pemikiran, dengan tujuan menemukan kebenaran yang hakiki yang bisa membantu kesejahteraan, kedamaian, dan kebahagiaan hidup manusia.

Perbedaan pendapat telah menjadi takdir Tuhan, karena setiap manusia memiliki keterbatasan. Pemikiran yang dikemukakan manusia bersumber pada perbendaharaan pengetahuan yang diingat di memori otaknya. Pengetahuan yang tersimpan di otak, sangat tergantung dari mana sumber pengetahuan di dapatnya. Kitab suci berisi pengetahuan, maka selayaknya dapat menjadi sumber pengetahuan untuk memberi warna pemikiran pada riset-riset yang dilakukan para ilmuwan.***


Sumber
Wirastho, E., Hidayat, S., & Basri, M. (2013). Studi Kritis Konsep God Spot ESQ 165 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Sunday, January 28, 2024

Neouroquran

Oleh: Muhammad Plato

Dokter Taruna Ikrar adalah pakar Neurosains tingkat dunia, tinggal di Amerika berkebangsaan Indonesia. Neurosains adalah ilmu yang berusaha memahami prilaku manusia dengan memahami unsur-unsur biologisnya (Ikrar, 2015). Neurosains terus dikembangkan dan diaplikasikan dalam berbagai cabang ilmu. Dari kajian neurosains diyakini bahwa seluruh kontrol organ tubuh manusia berada dalam kontrol dan regulasi sistem otak. 

Otak sangat menarik diteliti karena otak menjadi pusat kehidupan. Neurosains kini mulai dipalikasikan dalam berbagai cabang ilmu seperti marketing (neuromarketing), web design (neuro-web-design), computer (neuro-simulation), cognittive behavior (neuropsycology), comunity (neuroleadership), farmasi (neuropharmacology), dll (Ikrar, 2015).

Akan banyak keajaiban jika Neurosains mengkaji Al Quran menjadi Neuroquran. Al Quran sesungguhnya mengandung informasi tentang seluk beluk alam raya dan otak menjadi refresntasi dari miniatur alam raya. Neurosains membuka kejaiban dari otak dan Al Quran menjadi petunjuk jalan-jalan yang ada di dalam otak.

Profesor Fahmi Basya, menjadi ilmuwan yang telah ikut membuka ilmu matematika mengikuti pola yang ada dalam Al Quran. Profesor Fahmi Basya menemukan pola otak dengan membagi dua bagian dipandu dari Al Quran. 

Otak kiri dan kanan memiliki peran masing-masing. Otak kiri menjadi wilayah kerja logika dan wilayah kanan menjadi wilayah kerja emosi. Al Quran mengisyaratkan bahwa kompetensi yang harus dikembangkan di dalam pendidikan adalah kemampuan bernalar dan karakter (akhlak). Otak tengah dan otak kecil merupakan bagian-bagian otak yang bisa dijelaskan fungsinya dengan Neuroquran.

Otak bisa jadi adalah miniatur jagad raya. Memahami Al Quran dengan neurosains bisa membuka rahasia langit dan bumi tanpa harus pergi ke luar anggkasa dan menyelam ke dalam laut. Mukjizat-mukjizat para nabi yang dijelaskan di dalam Al Quran, suatu saat bisa jadi kenyataan.

Neuroquran bisa jadi sebuah ilmu yang memahami Al Quran sebagai petunjuk hidup manusia. Ilmu logika tuhan bisa jadi sebuah produk dari neuroquran. Neuroquran bisa menghasilan sebuah cara pandang baru dalam menjelaskan banyak hal yang terjadi di alam.  Ilmu-ilmu yang dikembangkan rujukannya kepada Neuroquran. Inilah sebuah babak baru dunia ilmu pengetahuan di awal abad 21 ini.***

ISLAM BEBASKAN MANUSIA DARI MAKHLUK

Oleh: Muhammad Plato

Islam yang mewakili ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad, ajarannya bersumber pada Al Quran dan Sunnah. Al Quran dengan jumlah 6236 ayat diakui oleh umat Islam sebagai kitab suci. Berbagai penelitian banyak menungkap kebenaran-kebenaran nyata di langit dan bumi menjelaskan kebenaran Al Quran. 

"Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?" (Huud, 11:14).

Al Quran adalah berisi ilmu dari Allah. Inti dari ajaran ilmu Allah adalah tiada tuhan selain Allah. Seluruh makhluk tunduk pada segala ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Secerdas apapun manusia di muka bumi, manusia harus tetap sadar tidak akan melebihi kecerdasan dari Tuhan. Inilah keredahan hati yang harus tetap dimiliki manusia. 

Memperhatikan kisah sejarah Nabi Muhammad di Mekah dan Madinah, seluruh misi kenabian sebenarnya adalah mengenalkan kepada umat manusia agar taat kepada Allah yaitu Tuhan yang maha esa, yang maha pengasih dan penyayang.  Tuhan yang Maha Esa adalah Tuhan seluruh umat manusia. Inilah inti dari ajaran agama Islam yang sering disebut dengan ajaran ketauhidan. 

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (Al Baqarah, 2:62).

Ajaran-ajaran dari Tuhan Yang Maha Esa adalah manusia harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya melalui zakat, sedekah, infak, wakaf, memberi makan orang miskin dan anak yatim, berbuat baik pada ibu bapak, kerabat, dan tetangga, menjaga perdamaian, saling memaafkan, melaksanakan musyawarah untuk mufakat, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Semua ajaran ini tertulis di dalam kitab suci Al Quran.

Islam mengajak kepada seluruh umat manusia, untuk berbuat baik di muka bumi ini sebagai wujud ketaatan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Semua manusia dari berbagai latar belakang suku, bangsa, ras, dan ajaran agama, pasti menganjurkan untuk berbuat baik, namun tidak semua kebaikannyannya sebagai bagian dari kepasrahannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perpecahan di muka bumi terjadi karena ada tuhan-tuhan selain Allah. Tuhan tuhan ini diciptakan oleh manusia berdasarkan pikiran dan imajinasinya. Tuhan-tuhan selain Allah yang ada pada diri manusia adalah egoisme. Egoisme adalah sifat keakuan yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan. Ego yang melampaui batas ketentuan dari Tuhan adalah ego yang sengaja melanggar keadilan.

Dikisahkan dalam keluarga Adam, hidup manusia itu ada dua kemungkinan. Ada yang berbuat baik atas nama Tuhan dan ada yang berbuat baik atas nama pribadi. Orang-orang yang berbuat baik atas nama Tuhan, berbuat baik mengikuti perintah Tuhan, dan orang yang berbuat baik anak nama pribadi, berbuat baik berdasarkan ukurannya sendiri.*** 

Sunday, January 21, 2024

TIGA KUALITAS MANUSIA

Oleh: Muhammad Plato

Ide ini saya kembangkan dari Al Quran. Jika dianggap benar pemikiran ini, itulah anugerah dari Allah. Jika dianggap salah tinggalkan saja. Namun, sebaik-baiknya tujuan dalam berpikir adalah mendekatkan manusia supaya ingat Allah. Untuk itulah saya gunakan rujukan Al Quran dalam berpikir agar hati dan pikiran kita selalu dibimbing di jalan-Nya. 

Tiga kualitas manusia saya kembangkan ketika membaca sebuah ayat di dalam surat An Nuur. Ayat ini mengabarkan tentang penciptaan hewan dari air. Namun keterangan selanjutnya ada yang menarik jika kita lihat terjemahan perkata. 

"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (An Nuur, 24:45).

Dalam terjemahan per kata ada kata menarik. Kata "paminhum man yamsi" (maka sebagian mereka orang yang berjalan). Di terjemah perkata, kata  "man" diartikan orang. Jika kita maknai, Allah selain mengabarkan tentang penciptaan jenis hewan, juga menginformasikan tentang sifat orang.

Untuk itu saya memaknai ada tiga sifat orang di muka bumi ini, yaitu orang yang berjalan dengan perut, dua kaki, dan empat kaki. Tiga jenis ini memandakan orientasi sifat seseorang dalam hidup. Perut menandakan orientasi hidup pada pemenuhan kebutuhan makan dan minum, dua kaki mencerminkan sikap hidup dengan kekuatan akal, dan empat kaki mencerminkan oritentasi hidup dengan kekuatan fisik. 

Berdasarkan ayat di atas, saya simpulkan oritentasi hidup manusia terbagi menjadi tiga. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia diberi tiga potensi untuk bertahan hidup yaitu hawa nafsu, akal, dan fisik.  

Faktanya, ada orang yang hidup dikendalikan dominan oleh kekuatan hawa nafsunya. Hidup mereka hanya bertujuan untuk memenuhi keinginan hawa nafsunya. Mereka melakukan apa saja untuk memenuhi segala keinginan berdasarkan pada hasrat hawa nafsunya. Orang-orang seperti ini, hidupnya cenderung untuk menikmati makan dan minum. 

Ada juga orang yang hidup dominan dikendalikan oleh kecerdasan akalnya, mereka berusaha menciptakan berbagai ilmu pengetahuan, teknologi, untuk mewujudkan segala tujuan hidupnya. Mereka hidup dengan berbagai kreativitas yang dihasilkan dari kekuatan akalnya. Orientesi hidup orang-orang ini menciptakan berbagai ilmu dan teknologi.   

Ketiga, ada orang yang hidupnya dominan dengan mengandalkan kekuatan fisik yang dimilikinya. Mereka bekerja keras menggunakan kekuatan fisiknya untuk mengolah alam untuk memenuhi kebutuhan dan eksitensi hidupnya. Orientasi hidup orang-orang ini bekerja keras untuk mengolah kekayaan alam. 

Untuk itu, kelompok manusia terbagi menjadi tiga yaitu masyarakat konsumtif, kreatif, dan eksploitatif. Masyarakat konsumtif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam melimpah. Penduduknya malas karena segala kebutuhan hidupnya sudah tersedia di alam dan melimpah.

Masyarakat kreatif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam terbatas. Tantangan hidupnya berubah-ubah dengan bergonta-ganti musim. Mereka harus berpikir menciptakan berbagai ilmu dan teknologi untuk bertahan hidup. 

Masyarakat eksploitatif ada di wilayah-wilayah dengan kekayaan alam sangat terbatas. Kerasnya tantangan hidup membuat mereka tidak mampu bertahan hidup, kecuali dengan bekerja keras mengeksploitasi kekayaan alam yang ada dan terbatas.  

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus". (An Nuur, 24:46). 

Bagaimana manusia menggunakan tiga potensi yang ada pada dirinya, untuk itulah manusia perlu petunjuk jalan yang lurus. Jalan yang lurus adalah ketika manusia saling menghargai dan menghormati hak-hak manusia dan rasul-rasul utusan-Nya, atas dasar penghormatan pada Tuhan Sang Pencipta.

"Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan." "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung". (An Nuur, 24:51).

Orang-orang yang patuh kepada Tuhan, mereka yang menggunakan seluruh potensi hidup yang dimilikinya, untuk berbuat baik kepada sesama manusia untuk mencapai tujuan hidup sejahtera di dunia dan sejahtera di kehidupan setelah mati.***

Sunday, January 14, 2024

PERINGATAN UNTUK AMERIKA SERIKAT

Oleh: Muhammad Plato

Penyebab kemenangan perang bukan terletak pada kelengkapan senjata. Kisah perang Badar menjadi saksi bahwa kekuatan pasukan, kelengkapan senjata bukan penyebab kemenangan perang. Kisah perang Badar membawa sebuah pesan untuk bangsa-bangsa di dunia, bahwa kekalahan perang disebabkan oleh kesombongan atau keangkuhan sebuah pemimpin yang merasa paling berkuasa, sementara kekuasaan hanya milik Allah.

Orang-orang sombong dan merasa berkuasa adalah pesaing-pesaing Allah yang maha kuasa. Kekuasaan tertinggi di langit dan di bumi hanya miliki Allah, siapa yang menyainginya maka dia telah menentang kekuasaan Allah. Orang-orang karena kesombongannya merasa segala sesuatu ada di dalam kekuasaannya. Inilah pelajaran sejarah yang akan terus berulang pada kisah manusia. 

"Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (Al An'aam, 6:61). 

Kisah runtuhnya sebuah peradaban bangsa, bukan karena serangan senjata bangsa-bangsa lain, tetapi karena sebuah bangsa yang telah memilih cara-cara hidup menentang kekuasaan Allah. Mereka berprilaku sombong, tidak menegakkan keadilan, berbuat aniaya kepada bangsa lain, dan tidak menyuarakan cara-cara damai dalam menyelesaikan masalah.

Kesombongan kepada Tuhan akan membawa mereka pada prilaku-prilaku buruk dan menyeret sebuah bangsa menuju jurang kehancuran. Allah mengurangi kekuasaan mereka dari berbagai sisi. Seluruh penduduk dunia sudah tidak lagi sejalan dengan cara-cara hidup kejam yang Amerika Serikat pertontonkan.  

Amerika Serikat jika ingin tetap bertahan di muka bumi ini sebagai negara dihormati di dunia, Amerika Serikat harus meninggalkan Israel dan harus merubah kebijakan-kebijakan politiknya yang sudah cenderung tidak menghargai hak-hak dasar sebuah bangsa, dan segera kembali menjadi bangsa terhormat yang sangat menghargai hak-hak asasi manusia dan hak merdeka sebuah bangsa.

Keberlangsungan dunia akan terjadi jika bangsa-bangsa di dunia masih mementingkan cara-cara damai dalam menyelesaikan konflik. Tanda kehancuran kehidupan dunia, jika bangsa-bangsa sudah terjebak pada tujuan-tujuan kekuasaan yang hanya mementingkan kepentingan hidup untuk bangsanya dengan menogrbankan kepentingan hak-hak dasar kepentingan bangsa lain. Inilah bibit kesombongan yang akan membawa kehancuran sebuah bangsa dan dilakukan oleh bangsa-bangsa besar seperti Amerika Serikat.

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan". (Al Anfaal, 8:47). 

Informasi di atas menjelaskan tentang kisah bala tentara kaum Quraisy Mekah yang pada saat itu akan berangkat menuju medan perang. Mereka berjalan dengan angkuh, memperlihatkan kekuatan pasukkannya dengan bangga, seolah-olah mereka pasti dapat memenangkan perang dengan menumpas pengikut Nabi Muhammad. 

Kisah ini ternyata, menjadi sebab kekalahan kaum Qurasiy dalam pertempuran di perang Badar. Mereka sama sekali tidak menyangka akan kalah dalam perang Badar, sebab kekuatan pasukan dan senjata lebih unggul dibanding pengikut Nabi Muhammad yang hanya sepertiga dari kekuatan pasukannya. 

Kisah ini saya saksikan pada bangsa Amerika Serikat, mereka mengerahkan seluruh pasukan untuk memerangi sebuah kelompok kecil yang tujuan mereka adalah mempertahankan hak-hak hidup mereka sebagai manusia di muka bumi, dan ingin mendapat pengakuan sebagai bangsa yang berdaulat seperti bangsa-bangsa lain di dunia. 

Amerika Serikat dengan angkuh mempertontonkan kekuatan senjata, memberi dukungan kepada bangsa-bangsa lain untuk perang, dan dengan ria menakut-nakuti bangsa lain dengan kekuatan tentara dan sejatanya. Amerika Serikat sudah terjebak dengan cara pandangnya sendiri yang mengira tidak akan ada lagi bangsa lain yang sanggup melawannya. 

Amerika Serikat tidak menyadari, bangsa yang akan mengalahkannya bukan bangsa besar tetapi sekelompok manusia yang memiliki keyakinan tinggi kepada Tuhan dan dia berjuang untuk mempertahankan hak-hak hidupnya sebagai bangsa. Amerika Serikat akan mengalami kekalahan dan dipermalukan di dunia internasional dan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Amerika Serikat sedikit demi sedikit akan terus berkurang. 

Apakah Amerika Serikat akan bernasib sama seperti ketika kaum Quraisy menerima kekalahan dari pasukan kecil Nabi Muhammad di tanah Badar? Jika Amerika Serikat tidak menyadarinya, dan tidak mengubah kebijakan-kebijakan politiknya yang angkuh, lambat laun Amerika Serikat akan jatuh tidak akan lagi menjadi bagian kekuatan politik dunia dan akan digantikan oleh generasi bangsa baru yang lebih berperadaban.***


Monday, January 8, 2024

CARA BERKOMUNIKASI ALAM SEMESTA

Oleh: Muhammad Plato

Dalam fisika kuantum alam semesta saling berkomunikasi melalui gelombang elektromagnetik. Gerakannya ada tetapi tidak terlihat secara kasat mata. Para ahli mengatakan bahwa inti dari hidup ini adalah getaran. 

Masih ingat ketika Masaru Emoto peneliti dari Jepang menemukan fakta bahwa air dapat merespon kata-kata. Respon air dibuktikan dengan ditemukannya berbagai bentuk heksagonal sebagai wujud dari respon air terhadap kata-kata. 

Baru-baru ini, saya menemukan hasil penelitian Mas Gungung tentang Ritme Pernafasan. Beliau menemukan ritme pernafasan menghasilkan gelombang elektromagnetik. Ritme pernapasan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang dapat diukur dengan Hertz. 

alam semesta saling berkomunikasi dengan bahasa universal yaitu getaran

Dari penemuan-penemuan ini, saya menyimpulkan alam semesta ini saling berkomunikasi, dan cara berkomunikasi yang dapat diteliti yaitu melalui gelombang elektromagnetik. Jadi alam semesta dapat merespon seluruh tindakan-tindakan manusia di muka bumi. 

Hati manusia berkomunikasi dengan getaran yang menghasilkan gelombang. Fakta ini dapat kita temukan di dalam Al Quran. 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (Al Anfaal, 8:2).

Bukti lain bahwa alam saling bekomunikasi dengan manusia dijelaskan pula di dalam Al Quran. "dan manusia bertanya: "Mengapa bumi?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya". (Az Zalzalah, 99:5).

Hukum tarik menarik (the law of atraction) menjelaskan bahwa alam semesta merespon setiap perbuatan yang manusia lakukan. Perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukan manusia akan menimbulkan gelombang frekuensi kepada bumi, gunung, laut, atau air. 

Masaru Emoto bisa mengobati penyakit dengan menggunakan air. Ternyata air yang dapat dijadikan obat diukur dulu frekuensinya disesuaikan dengan frekuensi organ tubuh yang akan diobati. Metodenya persis sama dengan apa yang dilakukan Mas Gunggung pada ritme pernafasan. 

Organ-organ tubuh manusia memiliki frekuensi gelombang tertentu. Kecerdasan temuan Mas Gunggung adalah ketika dia berhasil menemukan ukuran frekuensi dari ritme-ritme nafas yang dia temukan. Sehingga melalui ritme-ritme nafas yang terukur frekuensinya, jika dilakukan dengan disiplin dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang ada dalam organ tubuh. 

Fakta lain bahwa alam saling berkomunikasi dapat kita temukan dalam Al Quran. Fakta ini menjelaskan bagaimana sebab akibat terjadinya bencana dengan prilaku buruk yang dilakukan manusia. Fakta ini ada dalam kisah para nabi yang diutus pada sebuah kaum.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang dzalim." (Al 'Ankabuut, 29:14).

Bencana ditimpakan kepada orang-orang yang berprilaku buruk. Dengan ditemukannya gelombang elektromagnetik, bisa jadi banji yang terjadi pada umat Nabi Nuh adalah respon alam bertahun-tahun terhadap prilaku buruk umat Nabi Nuh pada saat itu. 

Hukum aksi reakasi atau sebab akibat adalah takdir yang sudah Allah tentukan dalam kehidupan alam semesta. Pada hakikatnya alam semesta seperti satu tubuh, di dalamnya ada organ-organ yang saling berhubungan dan berekasi. Hukum ini Allah tetapkan dalam kehidupan alam dunia dan akhirat.*** 

Saturday, December 30, 2023

KRITERIA MANUSIA UNGGUL MENURUT AL QURAN

Oleh: Muhammad Plato

Jika Al Quran bukan dari Allah, maka Allah menantang manusia, "Atau (patutkah) mereka mengatakan: "Muhammad membuat-buatnya." Katakanlah: "(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (Yunus, 10:38).

Allah mewahyukan dalam Al Quran, mausia-manusia unggul sesuai dengan yang Allah kabarkan di dalam Al Quran. Manusia unggul bukan orang-orang sombong dihadapan Allah. 

Kami berkata: "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). (Thaahaa, 20:68).

Kisah Nabi Musa menghadapi kekuasaan Fir'aun, menjadi bukti bahwa orang-orang yang beriman dan taat pada Allah, akan mendapat pertolongan dan kemenangan. Tidak ada kekuasaan yang melebihi dari kekuasaan Allah. 

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali Imran, 3:110).

Orang-orang yang berpegang teguh pada Al Quran akan menjadi manusia-manusia unggul. Dia umat terbaik selalu menyuruh untuk berbuat baik dan mencegah orang-orang berbuat jahat. Inilah ciri keunggulan dari umat manusia. 

Manusia-manusia unggul ditandai dengan kemampuan mendengar dan mematuhi segala perintah Allah dalam Al Quran dan sunnah. 

Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya), (Al Anfaal, 8:20).

Jadi, keunggulan bukan dilihat dari kekuasaan yang bersifat material, tapi kekuatan orang-orang yang memegang teguh keimanan pada Allah dan selalu berbuat baik, mencegah perbuatan-perbuatan buruk. Keunggulan terletak pada akhlak atau karakter manusia yang selalu beriman dan beramal sholeh. Amal sholeh adalah perbuatan-perbuatan baik atas nama Allah.

Tipu daya setan ada pada sudut pandang manusia, yang memandang dunia lebih baik berdasar sudut pandangnya yang bersifat material. Itulah cara setan menyebarkan tipu dayanya.***



Friday, December 29, 2023

SEBAGIAN BESAR MASYARAKAT BARAT BUTA HURUF

Oleh: Muhammad Plato

Buta huruf menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang tidak bisa membaca dan menulis. Pengertian lain, buta huruf menunjukkan kekurangan pengetahuan terhadap dasar-dasar bidang ilmu tertentu (https://www.merriam-webster.com/dictionary/illiterate).

Berkaitan dengan buta huruf Al Quran memberi informasi sebagai orang-orang yang tidak mengetahui tentang sesuatu. Jika ditafsir, penjelasan Al Quran terhadap kata buta huruf lebih pada substansi, yang menggambarkan orang-orang tidak berpengetahuan, tetapi tidak bersumber pada data yang benar. Orang buta huruf digambarkan orang yang tidak mengetahui isi kitab suci.

Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. (Al Baqarah, 2:78).

Nabi Muhammad, diutus pada Allah kepada masyarakat buta huruf. Dalam konteks ini, buta huruf yang dijelaskan di dalam Al Quran adalah orang-orang yang tidak mengetahui isi kitab suci. Jadi, menurut pendapat penulis, dalam konteks ini, Nabi Muhammad bukan orang yang buta huruf, karena beliau menerima wahyu Al Quran dari Allah, dan menyampaikannya kepada masyarakat Arab yang pada saat itu buta huruf karena tidak lagi mengenal isi kitab suci. Mereka mengenal Allah dan beribadah berdasarkan tradisi, dongeng-gongeng dan menduga-duga. 

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (Al Jumu'ah, 62:2). 

Melihat keterangan ayat di atas, dalam konteks keterampilan baca dan tulis, mungkin Nabi Muhammad SAW pada saat itu kurang menguasai, namun pada konteks pengetahuan pada wahyu dari Allah, Nabi Muhammad justru dipilih oleh Allah sebagai manusia super cerdas (utusan) dan sangat menguasai isi kitab suci. Dalam konteks ini, Nabi Muhammad bukan manusia buta huruf. 

Berdasar informasi Al Quran di atas, masyarakat Barat pada saat ini sedang berada pada fase masyarakat buta huruf. Mereka tidak mengenal isi kitab suci, dan mengenal Tuhan hanya berdasar tradisi dan dugaan-dugaan. Mereka mengenal Tuhan melalui pemikiran-pemikiran para filsuf, dengan tidak berdasar pada wahyu dari Tuhan. Dengan demikian mereka mengenal Tuhan dari tradisi nenek moyang yang diwariskan melalui para filsuf. 

Jadi orang buta huruf, keyakinan mereka kepada tuhan dan ibadah-ibadah ritual yang mereka lakukan, hanya berdasar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang mereka yaitu para filsuf dan teolog. Masyarakat Sebagian besar masyarakat Barat seperti masyarakat Arab dahulu, yang  hanya mengenal Tuhan dari para penyair dan pembesar-pembesar mereka yang berkuasa.*** 

Tuesday, December 26, 2023

TERORIS KATA STEREOTIF

Oleh: Muhammad Plato

Melihat perjalanan sejarah perjuangan bangsa berbasis agama, stereotif kepada kelompok beragama sudah disematkan sejak dulu. Ketika Belanda dulu berhadapan dengan pejuang rakyat Indonesia, mereka menamakan kelompok ektrimis fanatik agama. 

Sekarang, untuk menjatuhkan kelompok agama Islam berkembang istilah "teroris". Kata teroris muncul disosiallisasikan oleh Amerika Serikat untuk menandai musuhnya pasca peristiwa runtuhnya World Trade Center. Hingga sekarang stereotif terhadap kelompok agama yang punya pendirian dan berani bertempur untuk membela haknya, mereka sematkan "kelompok teroris". 

Pembantaian rakyat Palestina oleh Israel dan Amerika Serikat, dilegalisasi oleh stereotif bahwa rakyat Palestina yang berani angkat senjata untuk membela tanah airnya dianggap teroris. Israel yang didukung Amerika Serikat saat ini masih memegang kendali opini publik. Saat ini masih banyak masyarakat dunia masih tercekoki propaganda Israel dan Amerika Serikat. 

Kejadian 7 Oktober 2023, diopinikan ke publik oleh Israel dan Amerika Serikat sebagai aksi teroris, seperti aksi teroris ke WTC. Setelah itu, aksi teroris 7 Oktober 2023 terus dinarasikan oleh Israel dan Amerika kepada sekutu-sekutunya untuk melegitimasi pembantaian penduduk Palestina. Pola ini persis seperti yang dilakukan Amerika Serikat kepada Afganistan. Kenapa pola ini sama? Karena pembuat skenario, dan tujuan politiknya memang Israel dan Amerika Serikat yang punya. 

Agar dunia aman, penduduk dunia harus sadar bahwa narasi-narasi yang dibuat media minstream harus hati-hati kita verifikasi. Di balik berita-berita mainstream ada agenda atau kepentingan pemilik media yang berafiliasi dengan kepentingan politik. 

Saat ini media-media minstream Barat rajin memberitakan tentang berita stereotif  terhadap Islam sebagai "teroris". Mengapa media minstream barat rajin memberitakan tentang Islam dengan stereotif teroris, karena media minstream sudah menjadi suara pemilik media bukan suara publik. 

Secara psikologis sekalipun media milik publik, tetapi tujuan, niat, dan agenda, dari pemilik media publik tidak tahu. Sementara masyarakat sudah terbiasa menkonsumsi informasi dari media minstream. Sesungguhnya ketika kita menerima informasi dari media, sebenarnya kita sama dengan kita memakan makanan yang diberikan orang lain tanpa bertanya makanan apa ini, bagaimana rasanya, apakah menyehatkan untuk tubuh saya?

Mungkin saja pada hal-hal tertentu, media minstream memberitakan yang benar sesuai fakta. Hal itu bisa terjadi, untuk membuktikan bahwa media minstream memberitakan sesuai fakta yang benar, untuk mempromosikan diri seolah-olah mereka berpihak pada yang benar. Hal ini dilakukan untuk membangun kondisi psikologis bawah sadar masyarakat. 

Masyarakat Barat yang masih tidur dan belum sadar bahwa mereka sudah terkondisikan oleh temannya sendiri masih mengkonsumsi media minstream. Keterlambatan mereka dalam memverifikasi kebenaran berita, terjebak pada kondisi psikologi bahwa pembuat berita dari kelompok mereka sendiri, dan mereka merasa sebagai kelompok beradab, beretika, sehingga mereka yakin berita yang ditampilkan telah memenuhi standar etika jurnalistik. Padahal sebaliknya, berita-berita yang mereka konsumsi adalah hanya agenda sekelompok dari mereka yang punya kepentingan politik dan bisnis pribadi.

Sampai saat ini, sebagian besar masyarakat Barat yang mengaku beradab, sebenarnya mereka "buta huruf", artinya mereka sudah terjebak oleh tradisi dan mereka merasa apa yang mereka pikirkan dan lakukan sudah paling benar dan diluar sana adalah salah. Mereka seperti masyarakat Arab pagan yang sudah merasa nyaman, tidak ada yang salah, dan semuanya harus berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dan ketika ada pemikiran berbeda, mereka mencap sesat atau "teroris", dan mencari-cara pembenaran, dengan memanfaatkan berbagai media.

 Kata "teroris" sekarang sudah jadi kata yang digunakan oleh orang-orang tidak beradab. Orang-orang yang menggunakan kata teroris adalah kelompok buta huruf yang tidak berpendidikan, karena kata "teroris" adalah kata yang menyamaratakan persepsi dengan tujuan menjatuhkan nama baik kelompok tertentu berdasar sudut pandang dirinya yang paling benar. 

Kata "teroris" dengan menggunakan fakta 7 Oktober 2023, telah digunakan Israel dan Amerika Serikat sebagai kunci masuk untuk membumihanguskan penduduk Palestina, plus diselipkan tujuan-tujuan politik mereka. Pembunuhnan masal terhadap anak-anak, perempuan, warga sipil, digilas tank, dikubur hidup-hidup, menjadi kekejian yang sangat mengerikan. 

Infrastruktur Palestina dibumiratakan, jalan dibuldoser, rumah warga, rumah sakit, sekolah, masjid, gereja, di bom menggunakan pesawat tempur. Penduduk dunia hanya bisa menyaksikan di media sosial, dan media-media resmi yang memiliki kepedulian pada kemanusiaan. Media-media sosial menyiarkan protes warga sdunia dari berbagai belahan penjuru dunia menyerukan rasa kemanusiaan. Israel dan Amerika Serikat tidak bergeming. Mereka tetap melaksanakan misinya, dengan pemberitaan media sesuai dengan kepentingannya. 

Anak-anak cucu kita kelak akan membaca, pembantaian yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat diawali dari stereotif "teroris" terhadap kelompok agama yang ingin membela mempertahankan hak tanah dan kemerdekaannya. 

Sudut pandang ini mungkin akan dianggap orang terlalu subjektif, namun faktanya seluruh masyarakat dunia melihat fakta seperti itu. Masyarakat dunia menuntut, jangan sampai rasa kemanusiaan mati hanya untuk kepentingan ekonomi dan kekuasaan semata. 

Karakter manusia sudah digariskan oleh Tuhan, suka menumpahkan darah. "Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al Baqarah, 2:30). 

Pada akhirnya, kami semua tidak tahu apa selanjutnya yang akan terjadi. Semua ini adalah rencana Tuhan yang maha tahu. Namun akhirnya, Tuhan memberi tahu pada kita, setiap orang akan mendapat balasan dari apa yang pernah dikerjakannya. Bagi mereka yang berbuat jahat akan mendapat balasan sesuai kejahatan yang dilakukannya, dan siapa yang berbuat baik akan mendapat balasan kebaikan berlipat ganda.***

Monday, December 25, 2023

ISRAEL JADI SEBAB BERAKHIRNYA PERADABAN

Oleh: Muhammad Plato

Al Quran sebagai wayhu dari Tuhan, tidak diragukan lagi. Banyak informasi ilmiah yang mengkonfirmasi bahwa ayat-ayat Al Quran mengandung kebenaran yang nyata. Informasi dari Al Quran selalu terkonfirmasi akurat oleh para ilmuwan. Al Quran layak untuk dijadikan sumber kebenaran untuk memverifikasi atau memprediksi kejadian-kejadian yang terjadi di masa lalu dan masa yang akan datang.

Sejak kejadian 7 Oktober 2023, serangan besar-besaran Israel menggunakan pesawat tempur, tank, dan bom fosfor ke Gaza Palestina, tindakan brutal ini mendapat reaksi negatif seluruh penduduk dunia. Tagar #freePalestine menjadi dukungan besar dari rakyat dunia. 

Melihat kebrutalan Israel di Palestina, banyak warga dunia terbuka dan mengubah sudut pandangnya tentang apa yang terjadi di Palestina. Sejarah berdirinya Israel dari tahun 1948 diungkap sebagai pendudukan tidak sah atas tanah Palestina. Peta sejarah dunia sebelum tahun 1948 banyak diungkap bahwa Palestina tercatat sebagai pemilik tanah Palestina. Perebutan paksa dilakukan Israel terhadap tanah rakyat-rakyat Palestina hingga sekarang Israel telah menguasai sebagian besar tanah Palestina. 

Kini Israel bersama Amerika Serikat berada di puncak peradaban. Kekuasaannya tidak tergoyahkan. Sebagian besar negara-negara Arab tidak ada yang berani menentak kekuasaan Israel dan Amerika Serikat. Usaha damai melalui genjatan senjata selalu di veto oleh Amerika Serikat. Kekuasan Israel dibawah perlindungan Amerika Serikat menjadi tidak terbatas, dan melampaui batas-batas kemanusiaan.

Melihat fenomena ini, Al Quran memberi informasi sebagai tanda-tanda akan berakhirnya kekuasaan Israel dan Amerika Serikat. Tanda-tanda berakhirnya peradaban dapat disimak dalam penjelasan Al Quran. 

"Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain." (Al An'aam, 6:6).

Israel dan Amerika Serikat sekarang sudah ada pada fase diteguhkan kekusaannya, selanjutnya menuju kebinasaan dan Allah menciptakan lagi generasi yang lain. Dahulu, orang-orang Yahudi mengalami pembinasaaan, sehingga mereka menyebar ke mana-mana. Kini Allah telah meneguhkan kedudukan orang-orang Yahudi dan telah mencapai titik puncaknya. Binasa-Teguh-Binasa-Teguh; menjadi siklus peradaban yang akan berulang. 

Apakah tanda-tanda bahwa kekuasaan Israel dan Amerika Serikat akan binasa? Curah hujan akan mengalami peningkatan di muka bumi ini. Peningkatan curah hujan di muka bumi ditandai dengan seringnya turun hujan di daerah-daerah yang dulunya gurun hingga terjadi banjir. Turunnya suhu udara di daerah gurun yang dulunya kering hingga timbul salju. Di daerah gurun mulai mengalir sungai-sungai dan gunung-gunung mulai hijau. Tanda-tanda ini dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad.

“Kiamat tidak akan terjadi sampai harta menjadi banyak, hingga seseorang keluar membawa zakat lalu tidak menemukan orang yang sah untuk menerimanya, dan sampai bumi Arab kembali menjadi tanah lapang penuh tumbuhan dan sungai-sungai mengalir.” (Muslim, Shahih Muslim, [Beirut: Dar Ihya’ut Turatsil ‘Arabi], juz II, halaman 701). dikutif dari https://www.liputan6.com.

Fakta-fakta yang bisa kita saksikan sekarang, "di tanah Arab sudah sering terjadi hujan, hingga menyebabkan terjadinya banjir. Di tanah Arab juga salju sudah turun. Gunung-gunung ditutupi salju, dan ketika mencair akan membentuk aliran-aliran sungai. Tumbuhan-tumbuhan akan hidup dan menghijaukan padang-padang pasir. 

Fakta berikutnya, dengan kemajuan teknologi, uang dan kekayaan semakin mudah di dapat. Namun penggunannya tidak sesuai sasaran, karena kelaparan dan kemiskinan masih terjadi. Kekayaan menumpuk di para pemilik kekayaan dan tidak disalurkan untuk mensejahterakan masyarakat, tetapi digunakan untuk kepentingan-kepentingan pemilik kekayaan dan kekuasaan. Pengusaha-pengusaha besar ikut menyokong kegiatan-kegiatan untuk melindungi kekayaannya. 

Fakta berikutnya adalah, kebinasaan sebuah peradaban disebabkan oleh dosa-dosa yang mereka lakukan. Dosa adalah tindakan-tindakan melampaui batas yang dilakukan oleh para pemilik kekuasaan. Kekejaman Israel pada penduduk Palestina yang didukung Amerika Serikat, telah melakukan pembersihan penduduk Palestina merupakan perbuatan melampaui batas kemanusiaan. 

Kisah ini pernah terjadi saat-saat sebelum ditenggelamkannya kekuasaan Fir'aun. Raja Fir'aun dengan kekuasaannya yang tidak terbatas, melakukan pembunuhan terhadap semua anak-anak laki-laki yang lahir. Rezim Fir'aun memerintah dengan kejam dan berkuasa dengan menobatkan dirinya sebagai tuhan. Fir'aun menjadi pemilik mutlak untuk mengontrol dunia, semua keputusan harus mendapat izin darinya. Bagi yang melanggar dia tidak segan-segan menghukumnya dengan kejam.

"Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun (kepada Fir'aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Fir'aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka". (Al A'raaf, 7:127).

Kisah Fir'aun sedang terjadi sekarang. Israel dan Amerika Serikat menjadi pengontrol dunia. Segala keputusan yang diambil negara-negara di dunia tidak bisa dilakukan tanpa izinnya. Mereka punya hak veto (mutlak), untuk mengendalikan jalannya politik dunia. Kekejaman Israel dan Amerika Serikat pada penduduk Palestina terus berlangsung sesuai agenda politik mereka tanpa memperdulikan protes dari penduduk dunia. Sementara, negara-negara di dunia tidak ada yang berani menghentikan kekejaman Israel dan Amerika Serikat. 

Dunia sedang menuju pada fase pembinasaan sebuah peradaban, dan Allah sedang menciptakan generasi lain. Sesunguhnya kisah-kisah manusia sudah tertulis dalam Al Quran. Apa yang dikisahkan dalam Al Quran sedang terjadi sekarang, dan saat-saat kehancuran peradaban manusia saatnya sudah dekat,. Sungguh, Allah sebaik-baiknya pembuat rencana.***

CARA MENEMUKAN LOGIKA TUHAN

Oleh: Muhammad Plato

Logika tuhan adalah cara berpikir mengikuti petunjuk Allah dari Al Quran dan Hadis. Pondasi dari logika Tuhan adalah Al Quran dan Hadis. Sebaik-baiknya pemikiran bukan pada hasilnya tapi dari sumber pemikirannya. Seperti kita menemukan teori, sebaik-baiknya teori yang didukung oleh sumber yang benar. Kebenaran teori bukan pada teorinya tapi data-data yang mendasari teori. Untuk itulah dalam metode penelitian untuk mendapatkan teori yang benar, syaratnya didukung oleh valid dan realiabel. 

Sebenarnya Allah sudah menganugerakan ilmu kepada umat manusia, dengan menurunkan wahyu Al Quran pada Nabi Muhammad SAW. Al Quran jika kita lihat dari persfektif ilmu, isinya adalah data-data, fakta-fakta, dengan validitas tinggi, karena sampai sekarang dapat dibuktikan isinya otentik bersumber dari Allah. Artinya, informasi, data-data, atau fakta, menjadi sumber primer untuk mengembangkan berbagai pemikiran, kajian, untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada dalam kehidupan manusia. 

Di era teknologi informasi saat ini, Al Quran semakin mengukuhkan dirinya sebagai kitab suci dari Allah. Dengan perkembangan teknologi informasi, saat ini orang-orang begitu mudah membuktikan berbagai kebenaran empirik yang telah dijelaskan di dalam Al Quran. Sangat sulit untuk melakukan kebohongan di zaman terbuka saat ini, karena semua kebenaran dalam Al Quran dapat dengan mudah dan cepat terkonfirmasi.

Berpikir adalah perintah dari Allah. Berpikir berkaitan dengan fungsi otak. Secara spesifik manusia mulai meneliti fungsi-fungsi otak ketika berpikir. Para ahli sepakat seluruh tindak-tanduk manusia diawali dari pemikiran. Kecenderungan orang dalam berpikir di dorong oleh dorongan dari hati. Cara kerja hati adalah cinta dan benci. Apa yang orang cintai, itulah kecenderungan berpikirnya. 

Kecenderungan hati seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan yang sering dikonsumsinya. Untuk menjaga kecenderungan hati yang baik, Allah memerintahkan "Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan," (Al 'Alaq:96:1). Inilah kunci masuk untuk mendapatkan logika Tuhan. Membaca dengan bimbingan Tuhan. 

Membaca atas nama Tuhan, menjadi syarat jika kita ingin mendapat petunjuk-petunjuk berpikir dari Tuhan. Syarat yang kedua adalah membaca kitab suci yang otentik diwahyukan langsung dari Tuhan. Data-data yang ada dalam kitab suci adalah sumber logika Tuhan. Hingga saat ini, Al Quran banyak dibuktikan para ahli sebagai kitab suci yang otentik sebagai wahyu dari Tuhan. 

Ketiga, membaca dengan tujuan-tujuan positif sebagai bimbingan pertama dari Allah dan Rasulullah. "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (Al Hujurat, 14:19).

Keempat, menggunakan fungsi otak sebagaimana kita pelajar dari Al Quran dengan menjadi Allah sebagai sebab dan juga Allah sebagai akibat. Manusia diciptakan oleh Allah dan akan kembali kepada Allah. Inilah ajaran logika sebab akibat paling dasar yang Allah ajarkan kepada manusia. Alam semesta harus dibaca dengan logika sebab akibat, berawal dari Allah dan akan kembali pada Allah. Logika sebab akibat ini berlaku pada seluruh kejadian. 

Logika sebab akibat ada dalam kejadian sehari-hari di alam, merupakan ketetapan yang sudah ditetapkan Allah. Manusia akan menjalani seluruh kejadian secara sebab akibat sebagaimana sudah Allah tetapkan. Untuk membaca seluruh kejadian sebab akibat di muka bumi ini, Allah memberi panduannya di dalam kitab suci Al Quran baik dalam wujud nyata maupun tidak nyata.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Hadiid, 57:3).

Allah menghendaki kebaikan dan melarang manusia berbuat keburukan. Di dalam logika Tuhan, segala kejadian harus dibaca sebagaimana Allah kehendaki, bahwa segala sebab dan akibat yang terjadi berada dalam rangka kebaikan dan harus berakhir dalam kebaikan.

"Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa". (Al 'Araaf, 7:128). 

Fungsi akal adalah membaca segala kejadian berdasarkan logika sebab akibat yang Allah ajarkan di dalam kitab suci Al Quran. Otak adalah organ yang bertugas memproses seluruh pengetahuan dengan fungsi dasar otak yaitu berpikir sebab akibat. Logika-logika sebab akibat yang dibimbing Allah dari Al Quran itulah hakikat dari logika Tuhan. Logika sebab akibat yang terjadi di alam tidak terpisahkan satu sama lain, saling berkaitan yang pada akhirnya manusia akan menemukan semua berawal dari Allah dan kembali kepada Allah. 

Sebagai contoh kita temukan logika sebab akibat dari Tuhan dari Al Quran, bahwa setiap peradaban ada ajalnya, lalu Allah akan menggantikan dengan peradaban baru. Logika sebab akibat ini bisa kita saksikan dalam sejarah hidup manusia berabad-abad yang lalu. 

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu), telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (Al An'aam, 6:6).

Logika sebab akibat dari Tuhan yang dapat kita pahami dari ayat Al Quran ini adalah, "setiap bangsa manusia akan binasa setelah mereka mencapai puncak kekuasaan. Hal ini ditandai dengan curah hujan yang tinggi, hingga mengalirkan sungai-sungai. Di tanah gersang tidak mungkin ada sungai-sungai mengalir karena daerahnya kering. Maka untuk menjadikan sungai-sungai mengalir di tanah gersang, Allah menjadikan tanah gersang itu dingin membeku dan kelak mencair hingga mengalirkan sungai-sungai. 

Nabi Muhammad dalam hadis memprediksi, mengalirnya sungai-sungai adalah tanda-tanda bahwa peradaban manusia akan berakhir digantikan dengan generasi baru. Hal ini sesuai dengan tanda-tanda yang dijelaskan di dalam Al Quran surat Al An'aam surat ke 6 ayat 6. Dijelaskan pula penyebab peradaban lama binasa karena dosa-dosa yang mereka lakukan. Dipahami bahwa kebinasaan sebuah peradaban disebabkan manusia itu sendiri.  

Logika ini dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad, bahwa tanda-tanda kiamat (kehancuran peradaban) ditandai dengan melimpahnya kekayaan namun tidak digunakan untuk kebaikan, turunnya salju di daerah kering, dan daerah itu berubah menjadi daerah yang dipenuhi tanaman hijau dengan sungai-sungai mengalir di dalamnya. 

“Kiamat tidak akan terjadi sampai harta menjadi banyak, hingga seseorang keluar membawa zakat lalu tidak menemukan orang yang sah untuk menerimanya, dan sampai bumi Arab kembali menjadi tanah lapang penuh tumbuhan dan sungai-sungai mengalir.” (Muslim, Shahih Muslim, [Beirut: Dar Ihya’ut Turatsil ‘Arabi], juz II, halaman 701). dikutif dari https://www.liputan6.com.

Demikianlah salah satu logika Tuhan yang dapat kita gali dari Al Quran dan keterangan hadis. Kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan milik manusia. Agar manusia berada dalam kebenaran maka mereka harus belajar dari logika-logika yang diajarkan Allah Penguasa Alam Semesta, dari para rasul yang membawa logika-logika sebab akibat jalannya kehidupan dari Tuhan. Wallahu'alam.***

Sunday, December 24, 2023

ALAM ADALAH AYAT ALLAH

Oleh: Muhammad Plato

Fenomena turunnya salju di Mekah adalah tanda-tanda bagi orang yang berpikir. Alam adalah ayat-ayat Allah. Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis memberikan panduan kepada umat manusia, tentang fenomena turunnya salju di Mekah.

“Kiamat tidak akan terjadi sampai harta menjadi banyak, hingga seseorang keluar membawa zakat lalu tidak menemukan orang yang sah untuk menerimanya, dan sampai bumi Arab kembali menjadi tanah lapang penuh tumbuhan dan sungai-sungai mengalir.” (Muslim, Shahih Muslim, [Beirut: Dar Ihya’ut Turatsil ‘Arabi], juz II, halaman 701). dikutif dari https://www.liputan6.com.

Tanah Arab bersalju: Tangkapan layar youtube https://www.youtube.com/@AlmanMulyana1983

"Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar." (An Nisaa, 4:13). 

Nabi Muhammad SAW, tinggal di gurun pasir yang gersang dengan segala keterbatasan. Melalui wahyu yang diterimanya, beliau mampu memprediksi kondisi Arab di masa depan. Allah menggambarkan di dalam Al Quran, kemenangan yang besar bagi umat manusia di dunia adalah kehidupan sebagai mana surga digambarkan di dalamnya terdapat sungai-sungai mengalir. 

Nabi Muhammad SAW tinggal di gurun tetapi Beliau menggambarkan Arab di akhir zaman dengan gambaran tempat seperti surga yang dialiri sungai-sungai mengalir di dalamnya. Inilah bukti bahwa pengetahuan Nabi Muhammad SAW bersumber pada Al Quran yang dibawanya. 

Kondisi negara Arab sekarang seperti yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW kini terbukti. Kondisi tanah Arab bersalju adalah tanda bahwa Arab akan dipenuhi tumbuhan dan sungai-sungai yang mengalir ketika salju mencair. Air adalah sumber kehidupan yang akan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Setelah itu kiamat akan terjadi. Kiamat adalah sebuah kerusakan besar yang akan terjadi menimpa umat manusia. 

Peristiwa perang antara Palestina dan Israel adalah tanda-tanda bahwa dunia sudah berada di penghujung ajalnya. Ketika tanah Arab sudah digambarkan seperti surga, ini merupakan puncak dari kemenangan tanah Arab. Namun demikian kemenangan besar akan di dapat oleh orang-orang yang tetap berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. 

"Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (At Taubah, 9:20). 

Kemenangan besar di dunia bukan pencapainya akhir dari orang-orang beriman. Orang-orang beriman yang diberi kemenangan besar ditandai dengan pemanfaatan harta benda dan dirinya untuk tetap berada di jalan Allah demi mendapat kemenangan besar di kehidupan kekal yang dijanjikan Allah.

Bagi orang-orang beriman, kemenangan di dunia hanya sebuah proses kehidupan bahwa Allah menjanjikan kemenangan bagi orang-orang beriman di dunia maupun akhirat. Fokus, kemenangan dari orang-orang beriman adalah kemenangan besar di akhirat. Untuk itu, karakter orang-orang beriman dalam kondisi apapun akan tetap berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.

Perang antara Palestina dengan Israel adalah ayat dari Allah bagi orang-orang beriman yang memiliki harta dan jiwa. Apakah harta dan jiwanya akan tetap digunakan di jalan Allah? Bagi jiwa-jiwa yang taat kepada Allah dan Rasulnya, harta dan jiwanya akan tetap digunakan untuk taat kepada Allah, apalagi sekarang tanah Arab sudah ada di penghujung ajalnya. 

Maka, ujian bagi orang-orang beriman saat ini, apakah setelah kemenangan dunia di dapat, apakah dia masih taat kepada Allah dan Rasulnya? Apakah dia masih mau berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, sementara hari kiamat, tanda-tanda akan terjadinya kehancuran dunia sudah terjadi. Apabila dia masih berpegang teguh pada Allah dan Rasulnya, dia akan tetap menggunakan harta dan jiwanya di jalan Allah. Wallahu'alam.

Saturday, December 23, 2023

SELURUH DUNIA DIMAKAN PROPAGANDA ISRAEL

Oleh: Muhammad Plato

Ketika anda mengatakan, "bangsa Israel adalah bangsa yang diberkati Tuhan. Selamat anda sudah termakan oleh propaganda Israel dan sekutunya, karena anda menganggap Israel cerdas, dan diri anda sendiri bodoh". Tidak ada kebodohan paling bodoh di muka bumi ini kecuali menganggap diri sendiri bodoh dihadapan manusia atau bangsa lain. 

Menganggap diri kita bodoh hanya boleh dilakukan ketika kita berhadapan dengan Tuhan. Sesama manusia atau bangsa, kita tidak berhak membodoh-bodohi diri atau membangga-banggakan orang lain.  

Allah menciptakan manusia dengan bahan baku yang sama. Manusia memiliki kelemahaman dan keunggulan, karena itu tidak akan pernah ada manusia bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Kita tidak sadar, otak kita telah dicuci oleh opini-opini yang mengandung propaganda zionis Israel yang menginginkan semua bangsa mengakui keunggulan bangsanya. 

Sayangnya, banyak orang yang tidak sadar dengan mengamini begitu saja narasi-narasi yang dibuat kaum zionis. Pada akhirnya, mental kita menjadi bangsa lemah dan tergantung pada bangsa lain. Bukti bahwa setiap manusia cerdas, dijelaskan di dalam Al Quran. 

Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (Al Baqarah, 2:285).

Jadi jelas bahwa tidak ada perbedaan bagi setiap orang. Fakta bahwa bangsa Israel punya kecerdasan secara intelektual, tetapi kita lihat fakta juga, bahwa bangsa Israel dalam hal etika, moralitas, dan spiritual, mereka sangat bodoh. Mereka mewarisi karakter sombong, merasa diri paling berkuasa, merasa diri paling hebat, dan berani menentang kekuasaan Tuhan. 

"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israel dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (Al Israa, 17:4).

Propaganda yang dilakukan Israel bersama sekutunya adalah melalui jalur-jalur paling strategis yaitu, pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Pada bidang pendidikan, propaganda menggunakan kontrol terhadap pemikiran. Mereka membuka beasiswa-beasiswa internasional untuk menarik seluruh insan terbaik dunia masuk perguruan tinggi yang dikelolanya. Mereka dilatih untuk melahirkan pemikiran pada bidang filsafat, sains, dan teknologi informasi yang kemudian mereka kembangkan untuk diklaim menjadi miliknya, dan dipropagandakan melalui media yang sudah dikuasainya.

Dalam bidang ekonomi mereka gunakan satu sistem ekonomi global yang bisa mengontrol seluruh perekonomian dunia. Mereka jadikan dolar US sebagai alat transaksi dunia. Di pendidikan mereka promosikan standar metodologi penelitian, dan menjadikan kecerdasan intelektual sebagai satu-satunya ukuran kecerdasan manusia sebagaimana keunggulan yang mereka miliki. 

Mereka memisahkan agama dan ilmu. Mereka tahu jika agama tidak dipisahkan dengan ilmu, semua orang akan sadar, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Politik diskriminasi, pecah belah, adalah model akan pola pikir semua orang menjadi diskrimantif dan tidak suka satu sama lain. Pada akhirnya, semua orang akan mengakui keunggulan bangsanya. 

Cap "teroris" adalah upaya propaganda terhadap orang-orang yang konsen terhadap ajaran agamanya. Media-media yang berhasil mereka kontrol kerap memberitakan keunggulan-keunggulan sains dan teknologi yang dimilikinya. Upaya ini dilakukan untuk semakin menguatkan agar bangsa-bangsa lain tunduk pada kekuasaannya. 

Namun sebaik-baiknya rencana jahat yang dilakukan manusia, Allah memiliki rencana. Di era teknologi informasi saat ini, dengan keterbukaan informasi membuat penduduk dunia mulai sadar akan kebodohannya selamanya ini. Kebohongan demi kebohongan terungkap dengan terang benderang. 

Inilah manusia unggul menurut pandangan Allah, bukan seperti yang dipropagandakan Israel dan sekutunya. "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Ali Imran, 3:110).

Siapapun yang membaca ayat ini, dialah yang dipilih Allah menjadi manusia unggul. Dan kriterianya bukan pada kecerdasan intelektual yang bisa menciptakan sains dan teknologi. Orang-orang unggul adalah mereka yang bisa mengajak kepada kehidupan damai sejahtera, dan mencegah pada kehancuran atas dasar keimanan kepada Tuhan. 

Maka bisa kita saksikan, manusia-manusia yang berbuat kerusakan, melakukan genosida, membunuh anak-anak, perempuan, menghancurkan rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, dan rumah-rumah warga sipil, apakah itu yang dimaksud dengan manusia-manusia unggul? Semoga Tuhan memberkahi pikiran kita semua dan menjauhkan kita semua dari tipu daya setan.***