Saturday, May 2, 2020

ALLAH AJAIB


Oleh: Muhammad Plato

Ada sekelompok manusia mengatakan bahwa Allah itu ajaib. Hati-hati memahami Allah ajaib, karena banyak yang ajaib di muka bumi ini tetapi tidak berarti dia Allah. Manusia, kuburan, batu, pohon, hewan, laut, gunung, kadang terlihat ajaib, tapi tidak bisa dikatakan Allah. Sekelompok orang berkeyakinan bahwa Allah itu ajaib, maka semakin tidak dimengerti akal itulah Allah.

Masalah Allah ajaib bermula dari kelahiran Nabi Isa Al Masih. Nabi Isa proses kelahirannya melalui keajaiban. Lahir dari seorang perempuan suci, bukan penjinah, dan tidak pernah disentuh seorang laki-laki. Siti Maryam mengandung dan melahirkan seorang bayi cerdas yang sudah bicara sejak dalam buaian. Lalu bisa menyembuhkan orang buta, dan menghidupkan orang yang mati.

Kejadian ini melahirkan kesalahan persepsi bagi sekelompok orang. Mereka menduga bahwa tuhan telah menjelma menjadi manusia sebagai anak, yang dilahirkan dari seorang ibu dengan kekuasaan ruh bapak. Terjadilah kerancuan tuhan menjadi ada tiga unsur yaitu bapak, ibu dan anak. Untuk tujuan tertenu tuhan menjadi anak manusia, kemudian mati dan kembali menjadi tuhan. Lalu diklaim bahwa kejadian itu bagian dari keajaiban tuhan.


Bandingkan dengan kejadian Nabi Adam, tidak pernah diberitakan Adam punya ayah dan ibu. Adam sebagai manusia sempurna yang pernah tinggal di surga, kemudian melanggar perjanjian dengan Tuhan, lalu Tuhan memberi ampun. Tuhan manakah yang dimintai ampun oleh Adam?  Jika sejarah Tuhan dimulai dari yang di sembah Adam, maka Adam memohon ampun kepada Tuhan Yang Esa.

Jika ada orang mengklaim Tuhan yang diyakini manusia berbeda-beda karena keyakinan agama masing-masing, orang-orang itu akan masuk neraka karena sudah menjadikan tuhan berbilang atau lebih dari satu.  Tuhan harus satu yang membedakannya adalah personifikasi imajinasi setiap manusia dalam menyebut nama Tuhannya.

Keajaiban Tuhan bukan dalam bentuk perubahan dari ghaib ke wujud kemudian menjadi ghaib. Terlalu rendah bagi Tuhan untuk berubah wujud menjadi manusia demi tugas kemanusiaan. Dunia material ini adalah kelas dunia rendahan, sangat tidak ajaib jika tuhan pernah berubah wujud menjadi manusia sekalipun Tuhan bisa.

Keajaiban Tuhan itu terletak pada keegoisannya dalam memeprtahankan dirinya sebagai Tuhan yang tunggal. Dia tidak mau disebut punya bapak, ibu dan anak. Dia tidak pernah mau dikatakan pernah dilahirkan dan mati. Dia juga ingin dikatakan menguasai awal dan akhir. Dia penyebab tetapi tidak butuh sebab. Dia wujud tetapi tidak terlihat. Dia ada dimana saja kemanapun manusia menghadap. Semua makhluk akan hancur kecuali Dia kekal. Itulah gambaran beberapa keajaiban Tuhan.

Sangat tidak mungkin Tuhan berubah menjadi makhluk fana dan kembali kekal. Tuhan itu akan selalu ghaib dan tidak akan pernah menampakkan diri atau menjadi manusia sebagaimana makhluk material yang harus makan, minum, buang air besar, kedinginan, kesakitan, dan mengalami kematian. Tuhan-tuhan yang diwujudkan dalam benda adalah tuhan imajinasi buatan manusia dan tuhan-tuhannya yang diyakini karena keberadaannya dipertahankan oleh manusia dan  organisasi yang ingin mendapat kedudukan dan tidak mau kehilangan kedudukannya di muka bumi. (wallahu ‘alam).



(Master Trainer Logika Tuhan)

No comments:

Post a Comment