Saturday, September 14, 2019

ERDOGAN MENJELASKAN LOGIKA TUHAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Kita mungkin seperti prasangka orang awan lainnya. Bahwa kedigdayaan sebuah bangsa terletak pada kepemilikan angkatan bersenjata dengan alat-alat senjata super canggih. Kapal Induk, pesawat tempur anti radar, rudal dengan jarak jangkau ribuan kilometer berhulu ledak nuklir, pesawat tempur tanpa awak dan satelit pengintai. Berdasar ukuran material itu, kita merasa tidak berdaya dan menjadi bangsa lemah dibanding negara lain.

Kekuatan sebuah bangsa bukan pada kepemilikan benda material. Dalam logika Tuhan kekuatan itu terletak pada ketaatan warga negara kepada Tuhan. Umar bin Khattab, menyuruh pulang seorang pemuda dari petempuran, karena seorang pemuda tersebut diketahui termasuk anak durhaka kepada orang tua.

Erdogan dalam pidatonya di youtube berjudul Kisah Hulagu dan Kadihan. Hulagu (cucu Jengis Khan) menaklukkan Bagdad. Persitiwa penaklukkan dikabarkan memakan korban antara 200-400 ribu orang. Setiap masjid bersejarah, istana, perpustakaan, dibumi hanguskan oleh Hulagu khan. Pemerintahan Hulagu yang berada di luar kota, mengirim kabar bahwa dirinya ingin bertemu dengan ulama terkemuka di daerah itu. Tidak ada satu pun ulama yang berani bertemu Hulagu. Pada akhirnya seseorang bernama Kadihan, seorang guru madrasah yang masih muda belum berjanggut, berani bertemu dengan Hulagu.

Dia membawa seekor unta, seekor kambing, dan seekor ayam bersamanya. Ketika sampai di markas, Hulagu memandanginya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hulagu bertanya kepada Kadihan, “apakah selama ini mereka hanya bisa menemukan orang seperti mu untuk menghadap ku?”. Kadihan menjawab, “jika engkau ingin bertemu orang besar, di luar ada unta, jika engkau ingin bertemu yang berjanggut di luar ada kambing, jika engkau ingin bertemu yang bersuara lantang di luar ada ayam jantan. Engkau bisa panggil sesuka hatimu”. Demikian jawaban Kadihan.

JIKA KALIAN SUDAH SADAR DIRI, BERSABAR DAN SELALU BERHARAP PERTOLONGAN DARI TUHAN, MAKA TUHAN AKAN MEMBERI KEKUATAN KEPADA BANGSA MU DENGAN 5000 MALAIKAT BERTANDA (MUHAMMAD PLATO)
Hulagu sadar bahwa orang yang dihadapinya bukan orang sembarangan. Lalu Hulagu berkata, “beritahu padaku, apakah sebab yang mampu mendatangkan aku ke sini?”. Sang pemuda itupun memberikan jawaban yang sangat menyentuh, “yang mendatangkan kamu ke sini adalah amal-amal kami. Kami tidak bersyukur kepada nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kami. Kami jatuh ke dalam jurang kesenangan dan berfoya-foya. Kami sibuk mengejar pangkat, jabatan, dan kekayaan dunia. Allah mendatangkan kamu untuk mengambil nikmat-nikmatnya kembali”.

Hulagu pun memberikan pertanyaan kedua, “kalau begitu siapa yang bisa mengusirku dari sini?” Kadiha pun menjawab, “JIka kami kembali sadar akan diri kami. Jika kami mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kami. Jika kami berhenti bertikai satu sama lain, maka pada saat itulah kau tidak akan bisa bertahan di tanah ini”.

Erdogan ingin menyampaikan bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada ketakwaan warga negara kepada Tuhan, merasa cukup atas nikmat yang telah diberikan Tuhan, dan melaksanakan perintah Tuhan dengan mengutamakan persatuan dan perdamaian.

LOGIKA TUHAN

SEBAB
AKIBAT

KETAKWAAN DITANDAI
SABAR, BERSYUKUR ATAS SEGALA NIKMAT YANG TELAH ALLAH BERIKAN
MENGUTAMAKAN HIDUP DAMAI DAN MENJAGA PERSATUAN

KEKUATAN BANGSA TIDAK AKAN TERKALAHKAN

SUMBER PENGETAHUAN


“ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Ali Imran, 3:125)


Logika ini bisa jadi pondasi dasar dalam mengelola pendidikan. Sekolah sebagai tempat pewarisan generasi penerus, jika ingin melahirkan generasi-generasi yang kuat dan cerdas di masa mendatang, maka pendidikan harus didasari oleh pembentukan pola pikir dan pembiasaan yang akan menjadikan anak-anak manusia bertakwa (sabar dan optimis berharap pada Allah), cinta damai dan selalu menjaga persatuan sebagaimana Allah perintahkan. Jika sekolah-sekolah melaksanakan pendidikan dengan dasar logika Tuhan, maka Allah akan menolong keberhasilan di sekolah dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Wallahu’alam.

(Penulis Master Trainer Logika Tuhan).

Sunday, September 8, 2019

DUA ALAM BERPIKIR

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Alam berpikir terbagi menjadi dua, sebagaimana dijelaskan dalam kitab suci bahwa alam ini terdiri dari alam nyata terlihat kasat mata (empiris) dan ghaib. Berdasarkan dua sifat alam ini, berpikir memiliki dua pola yaitu berpikir empiris (artifisial) dan berpikir ghaib (original).

BERPIKIR ARTIFISIAL

Berpikir artifisial dikembangkan dengan metode pengamatan dan pembuktian di alam, sedangkan berpikir original dikembangkan dengan mengikuti pola-pola baku yang dijelaskan dalam kitab suci. Ilmu-ilmu alam dan sosial yang dikembangkan melalui metode penelitian kuantitatif dan kualitatif melahirkan pola berpikir artifisial. Kebenarannya bersifat relatif karena mengandalkan kebenaran berdasar pembuktian visual.

Kebenaran ilmu berdasarkan kajian statistik yang melahirkan generalisasi dan teori pada prinsipnya adalah kebenaran yang diada-adakan atas dasar pengamatan. Kebenaran buatan ini untuk sementara dibenarkan karena mengacu kepada metode dan bukti nyata yang dihasilkan.

Artifisial intelegen pada dasarnya mesin (teknologi) berpikir yang dibuat berdasarkan pola berpikir yang dikembangkan dari pengamatan terhadap alam. Sumber dasar dari artifisial intelegent adalah berpikir dengan sumber kebenaran di alam nyata.

Pola berpikir artifisial dibutuhkan untuk mengelola dan mengendalikan alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kelemahan dari pola berpikir artifisial adalah cenderung pada kecerdasan manusia dalam mengelola dan mensejahterakan alam nyata. Sementara pola berpikir ghaib (original) tidak tersentuh oleh pola pikir artifisial karena manusia tidak memiliki waktu yang cukup untuk membuktikannya. Keberadaan kehidupan setelah mati (akhirat), sulit dibuktikan karena waktu yang tidak cukup dimiliki manusia untuk membuktikannya, mengingat masa waktu hidup manusia di alam nyata sangat singkat dan harus memasuki dimensi waktu yang tidak dimasuki jasad manusia.

Andai manusia bisa hidup 10.000 tahun, mungkin manusia bisa menyaksikan bagaimana jatuh bangunnya peradaban manusia di bumi sebagaimana dijelaskan kitab suci. Manusia bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana hilangnya peradaban Mesir, Yunani, dan Romawi, dan menyaksikan bagaimana lahirnya manusia peradaban baru. Melalui ilmu sejarah, manusia melakukan rekonstruksi (membuat cerita buatan) untuk bisa sedikit memahami bagaimana jatuh bangunnya sebuah peradaban, dan lahirnya peradaban baru.

BERPIKIR ORIGINAL

Berpikir original adalah pola berpikir dengan mengikuti pola berpikir ghaib. Sumber pola pikir ghaib adalah kitab suci. Pola pikir ghaib bersifat baku tidak mengalami perubahan. Di alam nyata kebenaran alam ghaib bersifat kontroversi karena sifat alam nyata. Kebakuan pola pikir ghaib ada dikarenakan ada alam setelah kematian yaitu akhirat.

Pembuktian kebenaran pola pikir ghaib di alam nyata tidak akan lepas dari kontroversi karena sifat alam nyata yang relatif. Iman adalah pembakuan pola pikir. Pembakuan berpikir dipengaruhi oleh ketidaktahuan, ketidakmampuan manusia untuk membuktikan kebenaran adanya hidup setelah kematian.


Untuk itu pola pikir ghaib kebenaranya milik Tuhan Yang Maha Mengetahui bagaimana kejadian-kejadian hidup setelah mati. Kasih sayang Tuhan kepada manusia diwujudkan dengan turunnya petunjuk berpikir dalam bentuk kitab suci yang diturunkan kepada utusan-Nya.

Alam nyata dengan segala kejadiannya, mengikuti pola-pola pikir baku sebagaimana dijelaskan dalam kitab suci. Keterikatan manusia pada ruang dan waktu dan keterbatasan penglihatan, menjadi sebab lahirnya keraguan. Untuk itulah Tuhan menurunkan kitab suci sebagai sumber pengetahuan yang bisa menghilangkan keraguan dengan memberikan petunjuk-petunjuk baku dalam berpikir. Pembakuan berpikir ditetapkan dalam konsep iman isinya pola-pola berpikir baku yang bisa digali dari sumber pengetahuan langsung dari Tuhan.

Dalam tulisan terdahulu, penulis sudah menjelaskan contoh-contoh pola pikir baku (iman), yang digali dari sumber kitab suci. Jika terjadi kontroversi itulah sifat dunia yang begitu luas dan tidak bisa dipersepsi utuh oleh manusia yang terbatas. Kebakuan berpikir tidak akan terjadi jika manusia tidak menempatkan pola pikir itu sampai ke kehidupan setelah mati. Kebakuan berpikir manusia tidak akan terjadi jika tidak mengetahui ada ketentuan-ketentuan hidup yang baku setelah mati. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi untuk mengetahui dan membuktikan pola-pola bikir baku di akhirat berlaku dalam kehidupan alam dunia. Wallahu’alam.

(Penulis Head Master Trainer)

Monday, September 2, 2019

BERAGAMA TANPA ORGANISASI

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Ustad Yahya Waloni mengatakan, “saya masuk Islam tidak masuk dan berlindung dibalik organisasi. Saya milik Allah dan biarkan Allah yang melindungi saya”. Begitulah inti pekataan Beliau. Lengkapnya bisa lihat ceramahnya di youtube. Penyataan Ustad Yahya Waloni menarik untuk kita bahas, karena pernyataan Beliau mengandung nilai ketauhidan.

Sebagaimana kita ketahui, fenomena perpecahan umat beragama diawali lahirnya organisasi-organisasi yang mengatasnamakan agama. Organisasi kemudian digunakan untuk tempat perlindungan. Akibatnya terjadi perbedaan pendapat dalam beragama dan merasa pemilik kebenaran hingga menyebabkan umat beragama terpecah belah.

Hemat penulis organisasi tidak digunakan untuk melegitimasi memaksakan kebenaran agama. Organisasi seharusnya digunakan untuk kepentingan muamalah dalam kehidupan dunia yang diridhai Allah. Contoh, organisasi dalam bidang ekonomi. Dalam sejarah Indonesia, para ulama mendirikan organisasi bernama syarikat dagang untuk menjaga kepentingan ekonomi untuk kesejahteraan umat.

Membaca pikiran Ustad Yahya Waloni, jika organisasi dijadikan sebagai alat legitimasi agama, akan menggeser Allah sebagai pemilik kebenaran. Nabi Muhammad saw menjelaskan agama Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang berada di jalan lurus yaitu yang taat menjalankan sunnah dan Al-Qur’an. Satu golongan akan tetap berada di jalan lurus adalah yang tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunah, organisasi ini yaitu Islam.

Perdebatan tentang kebenaran agama yang mengatasnamakan organisasi menggiring umat menjadi terpecah belah dan saling mengkafirkan. Jika kebenaran milik Allah, maka organisasi manapun yang berpendapat tentang kebenaran tidak dapat memutlakkan pemilik kebenaran. Satu hal yang dapat kita identifikasi bahwa sebuah organisasi berada di atas kebenaran jika mereka berargumen atas dasar sumber kitab suci yang diyakini. Sikap yang harus kita miliki adalah saling menghormati dan menghargai.

BUKAN ORGANISASINYA YANG KITA JADIKAN DASAR KEBENARAN, TETAPI PENDAPATNYA YANG BERSUMBER DARI KEBENARAN (MUHAMMAD PLATO) 
Maka siapapun yang berargumentasi berdasarkan kitab suci (Al-Qur’an atau hadis) dia dianggap berada di atas kebenaran Allah. Jika terjadi perbedaan pendapat sekalipun dibeking oleh organisasi tidak menjamin kebenaran tersebut satu-satunya kebenaran milik Allah. Kebenaran yang kita tafsir dari Al-Qur’an sudah diintervensi oleh pemahaman manusia. Maka Allah mengajarkan tidak ada paksaan dalam beragama, kecuali mereka memahami karena terinspirasi mendapat hidayah dari Allah yang diilhamkan ke dalam pikiran dan hati manusia itu sendiri.

Memaksakan kebenaran atas dasar dukungan organisasi, mengkafirkan pendapat lain atas dasar organisasi tidak dapat dibenarkan karena pemaksaan dan pengkafiran terhadap kelompok lain, bukan kehendak Allah tetapi atas dasar ego pribadi yang terangkum dalam oganisasi. Ego pribadi atau organisasi akan menciderai ketauhidan kita kepada Allah, karena sudah merasa diri menjadi pemilik kebenaran dan diliputi sifat-sifat sombong sebagai mana sifat setan.

Untuk itu, Ustad Yahwa Waloni tidak mau berorganisasi semata-mata untuk menjaga kemurnian akidah dan menjaga perintah Allah agar umat tidak terpecah belah gara-gara mendukung organisasi, tetapi harus tetap bersatu dalam satu organisasi besar atas nama agama Islam.

Organisasi bisa menggeser akidah manusia menjadi tidak murni dalam ketauhidan kepada Allah. Sementara, tidak boleh ada yang mendominasi niat hati dan pikiran manusia selain Allah. Menjadikan oganisasi sebagai penjamin kebenaran, sama dengan mempersekutukan Allah dengan selain Allah, dan sama dengan dosa besar.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. (Al Bayyin, 98:5).

Hanya Allah yang patut ditaati, yang memerintahkan shalat dan berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Allah melarang bermusuhan, berpecah belah, saling hujat dan mengkafirkan. Semua harus menahan diri dengan menolak kejahatan dengan cara-cara yang baik, tidak menyakiti, dan menjaga perdamaian. Allah mengajarkan kepada semua manusia dan orang-orang beriman untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sekiranya inilah penafsiran penulis terhadap argumen Ustad Yahya Waloni yang berislam tanpa beorganisasi. Beliau ingin menjadikan Islam sebagai satu-satu "organisasi", dan Allah sebagai pelindung hidupnya sampai maut menjemput. Beliau khawatir dengan berorganisasi akan mencederai keimanannya yang murni kepada Allah swt. Toh manusia ketika mati tidak akan dipertanggungjawabkan oleh organisasi, tetapi diadili atas dasar perbuatan hati, pikiran, dan perbuatannya sendiri selama hidup di dunia. Demikian penjelasan penulis semoga bermanfaat untuk kita semua. Wallahu ‘alam.

(Head Master Trainer)

Sunday, September 1, 2019

SHALAT MINTA HUJAN DAN KESADARAN


OLEH: MUHAMMAD PLATO

Ketika kemarau panjang terjadi, tanah dan rumput-rumput mulai kering, mata air menghilang, dan hutan-hutan terbakar, hujan adalah rahmat Allah yang ditunggu-tunggu. Manusia membaca gejala alam, dan memprediksi siklus hujan terjadinya hujan. Namun sangat terbatas kemampuan manusia untuk menurunkan hujan.

Orang-orang beriman memohon pertolongan Allah dengan shalat minta hujan. Para ilmuwan meneliti dan berkesimpulan, diminta atau tidak hujan akan segera turun jika waktunya sudah tiba. Maka para ilmuwan merasa akan aman dari bencana kekeringan karena hujan akan segera turun dengan sendirinya sesuai siklus.

Lalu apa bedanya berdoa minta hujan dan tidak? Hujan pada akhirnya akan segera turun jika sudah tiba waktunya. Bagi para ilmuwan, shalat minta hujan seperti pekerjaan yang tidak perlu dilakukan, jika toh pada akhirnya hujan turun tanpa diminta kepada Tuhan. Sikap para ilmuwan, akan menjauhkan dan menyepelekan peran Tuhan dalam menurunkan hujan.

Untuk itulah para ilmuwan kadang terjebak dengan gejala alam yang berhasil dibacanya. Para ilmuwan merasa bahwa alam bisa menghidupinya tanpa ada intervensi Tuhan. Gejala ini akan melahirkan pola pikir materialis, agnostik, dan tidak percaya Tuhan karena merasa cukup dengan apa yang tersedia di siklus alam.

SHALAT MINTA HUJAN ADALAH MEMBANGUN KESADARAN BERSAMA UNTUK KEMBALI KE JALAN TUHAN (MUHAMMAD PLATO)
Shalat minta hujan pada hakikatnya bukan minta hujan, tetapi membangun kesadaran manusia sebagai individua atau kelompok sebagai makhluk Tuhan. Kesadaran individu adalah kemampuan memahami diri sebagai makhluk yang membutuhkan air untuk kesehatan dan kesejahteraan hidup. Kesadaran kolektif adalah kemampuan manusia untuk bekerja sama menjaga kelestarian sumber air agar terjamin kesejahteraan hidup bersama. Kesadaran spiritual adalah kemampuan mengingat dan memohon ampun kepada Tuhan bahwa segala keburukan yang menimpa manusia adalah hasil dari perbuatan manusia sendiri.

Kesadaran tertinggi manusia adalah ketika ingat dan mengakui kelemahan diri sebagai hamba Tuhan. Arti kesadaran ini dikisahkan ketika Nabi Musa pingsan setelah berprilaku lantang ingin melihat Tuhan. “Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (Al A’raaf, 7:143).

Shalat minta hujan adalah upaya memobilisasi kesadaran masyarakat agar kembali bangun dari pingsan, dan mengakui bahwa Tuhanlah yang maha menggerakkan awan untuk menurunkan hujan, berhenti berbuat segala keburukan terhadap alam, dan bersama-sama kembali beriman dengan sepenuh hati kepada kekuasaan Tuhan sekalipun kita bisa berbuat sesuatu di alam.

Antara orang minta dan tidak minta hujan kepada Tuhan, terdapat perbedaan. Mereka yang tidak minta hujan kepada Tuhan, akan tetap pingsan (tidak sadar) dan merasa aman dari kekeringan dengan hanya membaca siklus alam. Bisa jadi, mereka seperti yang digambarkan dalam Al-Qur'an.“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (Al Baqarah, 2:12).

mengingat Allah dan patuh pada segala ketentuannya akan membangun kesadaran manusia untuk selalu berharap kepada Tuhan. Shalat minta huja adalah gerakan untuk menjaga ingatan manusia untuk selalu kembali kepada Tuhan dalam menghadapi segala permasalahan. 

Shalat minta hujan bisa jadi cara untuk mengajarkan anak-anak di sekolah, agar mereka  selalu menjadi hamba Tuhan, dan paham apapun permasalahan hidup di muka bumi ini, shalat adalah solusi untuk ingat kepada Allah dan membangunkan kesadaran bersama untuk berhenti berbuat keburukan sebagaiman perintah Tuhan. Bukan hujannya yang penting tetapi kesadaran kepada Tuhannya. Ketika kita sadar dan membangun harapan kepada Tuhan, maka kita termasuk hamba-hamba yang taat beribadah dan dijanjikan keberuntungan besar oleh Tuhan. Wallahu’alam.

(Head Master Trainer)

Sunday, August 25, 2019

RAHASIA KAYA DARI WAQI’AH

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Pertanyaan ini pernah saya dan mungkin anda ungkapkan kepada orang-orang yang dianggap mumpuni dalam memahami Al-Qur’an. “apa hubungannya membaca surat Al-Waqi’ah dengan kekayaan?” Isi surat Al Waqi’ah menceritakan tentang penghuni surga dan neraka di akhirat diawali dengan kejadian kiamat. Membaca surat ini diyakini umat Islam dapat menjauhkan dari kefakiran.

Dari kajian yang penulis lakukan, mengikuti pola konstruksi logika dalam Al-Qur’an, ada beberapa rumus kaya yang diajarkan di dalam surat Al-Waqi’ah. Penulis coba sajikan dalam tulisan ini agar para pembaca dapat memahami dan terdorong untuk mengamalkannya.


Rahasia pertama adalah manusia akan digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu golongan kanan, (ashabul maimanah), kiri (ashabul masamah), dan orang-orang paling dulu beriman (saabiqun). Ketiga golongan ini memiliki karakter masing-masing.
Menurut Hanan Attaki, sabiqun adalah golongan manusia khusus. Karakteristik mereka adalah golongan yang rela berkorban. Mereka yang rela berkorban, digolongkan pada manusia-manusia yang dekat dengan Tuhan, dan dijanjikan kehidupan sejahtera surga.

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga kenikmatan. (Al Waqi’ah, 56 : 10-13).

Golongan yang rela berkorban, bukan hanya mengamalkan shalat tetapi mengeluarkan harta dan jiwanya untuk Allah. Rela berkorban adalah rahasia agar kesejahteraan dunia dan akhirat menghampiri kita. Allah menetapkan hukum, bahwa orang-orang yang rela berkorban mereka akan diberi rezeki yang berkelimpahan di dunia, sampai rezeki terbaik di akhirat yaitu surga.

PENDIDIKAN TERBERAT ADALAH MEALHIRKAN GENERASI SABIQUN, GENERASI YANG RELA BERKORBAN UNTUK ALLAH. (MUHAMMAD PLATO)
Sabiqun adalah golongan awal para sahabat Nabi Muhammad saw. Golongan awal yang mengorbankan harta dan jiwanya untuk penyebaran agama Islam. Mereka adalah golongan yang diberi kelimpahan rezeki dari Allah, dan mendapat rezeki terbaik yaitu surga.

Logika orang-orang sukses di dunia, selalu diawali dengan pengorbanan. Pengorbanan itu dalam bentuk ujian-ujian hidup yang berat dan berhasil dilalui dengan kesabaran di jalan Tuhan. Logika sukses ini sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an.

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. (Al Kautsar, 2: 1-2).

Rahasia kaya dari Wa’qiah adalah berkorbanlan untuk Allah, dengan harta jiwa, dan raga. Orang-orang yang rela berkorban akan menjadi orang yang dekat Allah, lalu Allah menganugerahkan rezeki yang banyak di dunia dan surga diakhirat.

Ketetapan ini selain dibaca berulang-ulang untuk mengingatkan dan memotivasi,  kita harus melakukannya berulang-ulang berkorban dimulai dari hal-hal kecil sampai pada puncak pengorbanan yaitu mengorbankan barang-barang yang kita cintai dan bernilai tinggi di jalan Allah. Rahasia kaya dari surah Waqi’ah jika ingin benar-benar dirasakan harus dengan tekun dilakukan.

Setiap orang bisa mendapatkan kekayaan dengan rumus ini. Syaratnya baca dan lakukan berulang-ulang dengan konsisten, dan bertawakal kepada janji Allah bahwa mereka yang berani berkorban akan diberi rezeki banyak. Sampai kapan? Sampai mati menjemput kita, agar rezeki yang kita dapatkan bisa kita dapatkan diakhirat. Selamat mencoba, salam sukses dengan logika tuhan. Wallahu’alam.

(Head Master Trainer)

Sunday, August 11, 2019

KARAKTER ORANG KAYA

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Seluruh aktivitas hidup di muka bumi adalah berbagi. (Muhammad Plato). Pastikan apa yang anda lakukan dilandasi oleh semangat berbagi. Di dalam ajaran Islam semangat berbagi sangat dianjurkan sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,” (Al Baqarah, 2:3). Oleh karena itu setiap muslim pasti memiliki semangat berbagi.

Berbagi di dalam ajaran Islam diniatkan atau tidak diniatkan, tindakan ini pasti akan menghasilkan balasan. Ada orang mengatakan semangat berbagi dengan ikhlas itu adalah ketika kita tidak berharap apa-apa. Namun demikian, berharap atau tidak berbagi itu pasti menghasilkan balasan. Jadi konsep ikhlas itu bukan pada masalah berharap dan tidak berharap, tetapi kepada siapa harapan itu ditujukan?

Jika Allah mengajarkan bahwa hanya kepada Tuhan Yang Satu lah kita berharap, maka apapun harapan itu harus tertuju kepada-Nya. Setiap tindakan dan harapannya bukan kepada-Nya maka tindakan atau perbuatan itu batal atau tidak bernilai ikhlas. Apapun tindakan kita, apapun yang kita harapkan, selama harapan itu digantungkan kepada Allah maka itulah jalan lurus! Sekalipun di dalam jalan lurus dalam menjadikan Allah sebagai satu-satunya harapan ada tingkatannya. Tingkatan yang rendah adalah berharap dunia kepada Allah, dan setinggi-tingginya harapan adalah berharap syurganya Allah.

"Semakin besar kekayaan material, intelektual, spiritual yang kita miliki dibagikan maka semakin besar kesejahteraan yang akan kita dapatkan". (Muhammad Plato)
Saya rasakan berbagi itu ringan ketika yang kita harapkan bukan bersifat material tetapi pujian Allah. Sekalipun di dalam hati kita tetap ada harapan Allah memberi balasan dalam bentuk material. Teknis berharap kepada Allah, agar semua kita dapatkan adalah meminta kekayaan (kesejahteraan) di dunia dan kekayaan (diakhirat) di akhirat. Dalam setiap tindakan kita dalam berbagi, gantungkan kepada Allah harapan didunia dan akhirat.

Berbagi tidak harus selalu bersifat material. Sebagaimana konsep sedekah dalam agama islam tidak berkaitan secara khusus dalam bentuk materi, tetapi segala aktivitas yang bermanfaat bagi orang lain, atau dinilai baik oleh Allah itulah sedekah. Shalat pada dasarnya adalah tindakan yang dinilai baik oleh Allah dan mencegah perbuatan keji dan munkar yang dapat merugikan orang lain. Shalat masuk dalam kategori sedekah.

Pada saat penulis menulis tulisan ini, dan berbagai melalui media sosial, tulisan ini jika menginspirasi orang menjadi berprilaku baik, maka tulisan ini bisa jadi sedekah. Demikian juga orang-orang yang membuat video-video pembelajaran, motivasi, ceramah agama, kemudian membagikannya ke internet, mereka-mereka adalah ahli sedekah.

Semangat memberi (sedekah) harus jadi mindset setiap orang jika menginginkan hidup sejahtera. Semakin besar harta, kekayaan material, intelektual, spiritual yang kita miliki dibagikan maka semakin besar kesejahteraan yang akan kita dapatkan. Orang-orang yang memiliki semangat militan dalam berbagi, mereka telah diberi petunjuk berpikir oleh Allah.

Oleh karena perintah Allah kepada setiap manusia untuk berbagi, bisa kita ambil pelajaran bahwa Allah sesungguhnya memerintahkan kepada kita semua untuk menjadi orang kaya. Orang kaya tidak ditandai dari kepemilikan harta benda tetapi karakternya. Karakter orang kaya adalah tidak cinta dunia, dan segala tindakannya mengundang banyak harta. Karakter yang menyolok dari orang kaya adalah selalu memohon pertolongan kepada Allah dan punya semangat tinggi dalam berbagi. Wallahu’alam.

(Head Master Trainer Logika Tuhan) 

Saturday, August 10, 2019

MANUSIA BERKARAKTER AKHIRAT


OLEH: MUHAMMA PLATO

Allah menciptakan dua alam yaitu aalam dunia dan akhirat. Dunia bersifat fana, rusak, kusam, keriput, hancur, musnah, temporer, dan sementara. Akhirat bersifat kekal, baku, tetap, pasti, dan selamanya. Allah mengabarkan beberapa penghuni akhirat dengan beberapa kharakter yang dapat kita ketahui dari kitab suci Al-Qur’an.

SEMUA PERKATAANNYA BAIK

Manusia-manusia berkarakter akhirat semua pekrataannya tidak ada yang sia-sia. Perkataan yang tidak sia-sia adalah ucapan-ucapan yang semuanya mengandung unsur doa, berampak positif, menyenangkan, mengarah pada kerukunan dan perdamaian.


“Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.” (Al Waaq’ah, 56:25-26).


Perkataan baik adalah perkataan yang mengandung kualitas doa, rasa syukur, terimakasih, pujian, dan kekaguman,  terhadap segala kegiatan dan kejadian. Setiap perkataan dalam kualitas doa, tidak ada yang sia-sia.

SABAR DAN SHALAT

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, (Al Baqarah, 2;45).

Manusia berkaratker akhirat tampil dengan tenang, karena pribadinya sudah terbentuk jadi pribadi-pribadi sabar. Kesabarannya dibangun bukan menahan amarah, tetapi memahami dari logika tuhan bahwa keburukan bukan datang dari luar dirinya, tetapi dari dalam diri atas dasar apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dilakukannya.

Shalat adalah karakter manusia akhirat. Shalat tidak menghasilkan keuntungan langsung dalam wujud materi, namun shalat bisa mengarahkan karekter manusia untuk menghargai waktu, disiplin, optimis, dan memotivasi untuk melakukan segala sesuatu dengan ikhlas dan tidak fokus pada keuntungan material.

Shalat jika dikaji dari sains neurologi, adalah membentuk pola pikir baku dalam membangun harapan. Shalat adalah proses pembekuan pola pikir agar menjadikan satu Tuhan sebagai tempat berharap. Tuhan yang tidak mati, tidak beranak, tidak berwujud materi, tidak berbapak dan tidak beribu. Pembekuan pola pikir ini untuk menjaga agar optimisme hidup tetap hidup dalam segala kondisi.

SELALU OPTIMIS

Optimisme hidup lahir dari harapan baik. Optimisme bisa tetap ada jika pikiran menerima informasi positif. Informasi positif bisa di dapat jika seseorang melakukan hal-hal positif. Manusia berkarakter akhirat melakukan tindakan-tindakan yang berlandaskan pada keterangan dari akhirat.

Setan adalah makhluk yang hidup dengan logikanya sendiri, tanpa dipandu dari Tuhan. Seoptimis-optimisnya setan dia pesimis. Informasi akhirat selalu menawarkan kepastian terhadap balasan perbuatan baik. Optimis tanpa batas, bisa terjadi jika pikiran kita punya patokan baku dan kepastian.  “dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (Alam Nasyraah, 94:8).

BERMANFAAT

Manusia bermanfaat itu tertuang dalam informasi akhirat, bahwa manusia-manusia terbaik adalah mereka yang menyisihkan sebagian hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan. Kebermanfaatan manusia terhadap manusia lain, menjadi keunggulan dari manusia akhirat.

Manusia bermanfaat  tidak tergantung pada material. Manusia bermanfaat selalu memosisikan diri sebagai pemberi bukan penerima. “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,” (Al Baqarah, 2:3)

PEKERJA KERAS

Manusia berkarakter akhirat tidak pernah mengenal putus asa. Selalu menciptakan pekerjaan dan mengerjakan segala sesuatu dengan penuh kecintaan dan keikhlasan. Setiap pekerjaan yang dilakukan selalu menghasilkan harapan. Manusia dengan karakter akhirat tampil sebagai sosok pekerja keras dan bergerak tanpa batas.

Dorongan untuk menjadi pekerja keras, bersumber dari prinsip bahwa perubahan tidak akan menjadi takdir dirinya, jika perubahan tidak dilakukannya sendiri. Tuhan sudah menetapkan, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Ar Rad, 13:11).

MEMBALAS KEBURUKAN

Manusia berkarakter akhirat membalas keburukan dengan kebaikan. Baginya hidup hanya dua pilihan antara baik dan lebih baik. Sekalipun manusia diberi pilihan membalas keburukan seimbang, manusia berkarakter akhirat akan membalas keburukan dengan kebaikan.

Membalas keburukan dengan keburukan hanya akan mempersulit diri untuk keluar dari keburukan.  “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (Al Mukminuun, 23;96).

Orang-orang sukses di dunia memiliki karakter akhirat. Maka bisa dipahami jika hadis mengatakan, “fokuslah pada akhirat, dunia akan mengikutimu”. Artinya jadilah manusia-manusia berkarakter akhirat. wallahu'alam.

(Head Master Trainer Logika Tuhan)

INFROMASI DARI AKHIRAT

OLEH: MUHAMMAD PLATO

"Manusia akan membusuk dengan informasi busuk yang diterimanya” (Muhammad Plato). Karakter kita tergantung dari infromasi yang kita terima setiap hari.  Anak-anak yang diberi makian setiap hari, mereka sedang menerima informasi buruk dan kelak anak itu akan jadi pencaci maki. Jika anak diberi kata-kata dengan penuh kasih sayang, maka kelak anak-anak akan tumbuh menjadi penyayang.

Percobaan Masaru Emoto terhadap nasi dalam toples yang diberi label negatif dan nasi itu berubah menjadi busuk, membuktikan bahwa informasi negatif dapat mengubah kondisi sesuai dengan informasi yang diterima.

INFORMASI DUNIA

Informasi yang kita terima bisa dari dalam atau dari luar diri kita. Informasi dari luar bisa kita terima bersumber dari kejadian alam, fenomena sosial, dan kehidupan seluruh makhluk hidup di muka bumi. Alam adalah sumber informasi untuk kita yang tidak akan pernah habis diekplorasi selama manusia hidup. Informasi alam diproduksi diolah selam manusia hidup. Jadi informasi dari alam bersifat sementara, dan punah. Hingga informasi dari alam pada dasarnya berkaratker negatif.

Informasi dari alam bersifat relatif atau ragu-ragu. Informasi dari alam menjebak manusia. Informasi dari alam menjebak manusia menjadi tidak percaya Tuhan. Bencana adalah kejadian alam yang cenderung jadi informasi negatif. Manusia yang sudah terjebak dengan informasi dari alam, akan membakukan bahwa kejadian dan fenomena alam sebagai ukuran kebenaran.


"Informasi akhirat memandu manusia untuk selalu memproduksi informasi positif" (Muhammad Plato)
Sihir masuk pada ranah informasi alam. Sihir adalah pemanfaatan fenomena alam untuk kepentingan manusia. Sihir adalah ilmu alam di level kuantum. Level kuantum ada di dunia tidak kasat mata, pada level ini manusia tidak bisa melihat kenyataan, tetapi bisa mengendalikan keadaan. Pada saat manusia bisa mengendalikan dunia tidak kasat mata, maka ada manusia-manusia yang berlebihan memposisikan diri sebagai Tuhan.   

INFORMASI PIKIRAN

Pikiran bisa memproduksi informasi. Pikiran memproduksi informasi dengan menghubung-hubungkan informasi yang ada dalam memori. Informasi yang tersimpan dalam memori, dihubungkan dengan informasi yang baru diterima (stimulus), maka tercipta (create) informasi baru.

Manusia kreatif adalah mereka yang pandai menghubung-hubungkan informasi yang ada dalam memori, dengan informasi-informasi yang baru diterima hingga menghasilkan berbagai informasi baru. Menusia kreatif tidak pernah berhenti menciptakan informasi baru dengan kemampuan pikirannya.

Informasi yang dihasilkan pikiran bisa negatif bisa positif. Cacian dan makian yang diterima, bisa jadi depresi berat jika diolah oleh pikiran menjadi informasi negatif. Informasi yang dihasilkan oleh pikiran bersifat relatif.

Sebagian besar manusia menerima informasi berdasarkan jenis informasi yang diterima. Ketika informasi negatif maka manusia akan kembali memproduksi informasi negatif. Perasaan ikut mengendalikan warna informasi yang akan diterima. Perasaan tidak senang, tidak enak, akan mendorong pikiran untuk meproduksi pikiran negatif. Perasaan seperti pembangkit yang bisa meningkatkan produksi informasi. Jika perasaan negatif, maka produksi informasi negatif dalam pikiran akan meningkat.

INFORMASI AKHIRAT

Informasi dari akhirat memiliki karakter tersendiri. Infromasi dari alam akhirat punya karakter sendiri. Jika informasi dari alam dan pikiran bersifat sementara dan fana, informasi akhirat bersifat pasti, baku, atau kekal. Informasi akhirat selalu punya karakter positif. Informasi-informasi negatif arah tujuan selalu positif.

Informasi akhirat cenderung memandu manusia untuk selalu memproduksi informasi positif. Informasi yang di dapat dari alam, dan pikiran, harus kembali menghasilkan informasi positif. Informasi dari akhirat bersumber dari yang baku dan kekal. Alam dan pikiran menurut informasi dari akhirat, dipandu untuk menghasilkan informasi positif setiap kejadian.

Dunia dan pikiran ditundukkan oleh informasi dari akhirat yang harus selalu positif. Informasi dari dunia, pikiran, bersifat fana. Manusia tidak dapat menemukan kebakaun, kepastian, dalam berpikir tanpa informasi akhirat. Informasi akhirat membantu hidup manusia berada dalam kepastian.

Manusia adalah makhluk berpikir. Aktivitas berpikir adalah mengolah pengetahuan. Informasi dari akhirat adalah petunjuk dari Tuhan, agar manusia mengolah informasi  dunia, dan pikiran selalu membawa kepastian. Kitab suci Al-Qur’an adalah informasi akhirat yang berisi informasi-informasi baku yang akan memandu dunia dan pikiran ke arah positif. Wallahu ‘alam.

(Head Master Trainer)

Thursday, August 8, 2019

MAU SUKSES? JANGAN TAKUT SETAN

OLEH: MUHAMMAD PLATO

Gara-gara melihat penampakkan, akhirnya jadi takut setan. Ini, gejala anak-anak remaja yang sering dicekoki tontonan video, dan cerita-certita tentang setan. Padahal ada nasehat, “kalau mau sukses jangan takut setan”. (Muhammad Plato). Bagaimanakah cara mengendalikan rasa takut? Mari kita diskusi dengan panduan ayat-ayat pengendali rasa takut di bawah ini.

Manusia diciptakan oleh Allah dengan rasa takut. Ketakutan yang paling umum dialami oleh manusia diberitakan oleh Allah adalah ketakutan kepada makhluk gaib selain Allah, manusia, dan kondisi buruk dan kekurangan. Ketakutan ini harus dikendalikan, jika tidak dikendalikan maka ketakutan kepada selain Allah akan merusak keimanan.

“Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (At taubah, 9:13).

Ajari anak anak takut kepada Tuhan, karena para penakut akan diberi kemenangan oleh Tuhan. (Muhammad Plato)
Takut kepada setan adalah tanda bahwa kita sedang mengalami krisis keimanan. Takut kepada setan adalah cikal bakal kemusyrikan. Pada saat kita takut pada setan, maka pikiran sudah fokus kepada selain Allah. Pada saat pikiran fokus takut setan, seungguhnya kita telah menghilangkan ketauhidan bahwa Allah sebagai pusat perhatian. Jika takut setan maka akan tergolong kaum yang belum benar keimanannya.

Takut setan adalah salah satu bentuk kemusyrikan yang sengaja dan tidak sengaja dikondisikan oleh lingkungan, pikiran, perasaan, dan ini bagian tipu daya setan. Kemusyrikan dalam bentuk takut setan bisa terkondisikan oleh suasana gelap, mitos, waktu-waktu tertentu yang dikeramatkan, video penampakkan, film horor, dan cerita-cerita penampakkan, dan tampilan-tampilan menyeramkan.

Takut kepada setan, adalah tanda krisis keimanan, karena mereka yang benar-benar beriman menjadikan Allah saja sebagai sumber ketakutan. Jika kita takut setan, maka kita gagal fokus pada Allah, dan jika kita takut kepada Allah maka kita tidak akan takut kepada segala hal. Takut kepada setan akan memunculkan rasa takut kepada segala hal, sebaliknya takut hanya kepada Allah akan memunculkan keberanian untuk menghadapi segala kenyataan hidup di dunia nyata dan ghaib.

Orang-orang yang takut kepada Allah tergolong orang yang taat dan bertaqwa. Orang yang takut kepada Allah akan terus fokus pada Allah. Sesunguhnya orang-orang yang takut kepada Allah adalah pemilik kemenangan. Dengan demikian, sebenarnya para penakut adalah pemenang.

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (An Nuur, 24:52). 

Inilah ayat-ayat yang memandu manusia dalam berpikir. Ayat-ayat pengendali rasa takut, agar hanya takut kepada Allah supaya ketauhidan tetap terjaga. Sesungguhnya setan-setan memasukkan tipu dayanya melalui pikiran dan perasaan. Untuk itulah Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai pemandu berpikir dan merasa yang benar. Wallahu ‘alam.

(Penulis Head Master Trainer)

Saturday, August 3, 2019

DOKTRIN BERPIKIR


OLEH: MUHAMMAD PLATO

Kita sering mendengar nasehat, berdoalah dengan bahasa-bahasa positif jangan menggunakan bahasa negatif. Bahasa-bahasa negatif akan menjebak pikiran dan perasaan menjadi negatif. Alhasil doa yang kita lantunkan menjadi harapan negatif. Demikian sedikit argumen mengapa berdoa harus dengan bahasa positif.

Nasehat di atas tidak salah namun itu berlaku bagi orang-orang yang belum memahami hakikat Allah sebagai dzat yang absolut baik. Allah tidak terpengaruh kata, kalimat, atau bahasa negatif. Sifat Allah Maha Baik, tidak ada yang dapat mengubah sifatnya menjadi maha buruk. Allah memperkenalkan dirinya kepada manusia sebagai yang maha baik, pengasih, penyayang, pemelihara dan maha teliti.

Jika sudah memahami bahwa Allah selalu positif dan seluruh isi dunia adalah sesuai sifat pemiliknya, maka ini doktrin bagi isi pikiran kita bahwa semua kejadian, fenomena, adalah baik. Jika doktrin pikiran ini kita gunakan, maka setiap kejadian akan baik karena persepsi kita sudah mendapat doktrin bahwa semua harus baik sesuai dengan sifat Allah yang maha baik.

"ALLAH TIDAK AKAN BERUBAH BURUK KARENA PERBUATAN MAKHLUK, JANGAT KHAWATIRKAN ALLAH JADI BURUK, KAHAWATRIKANLAH DIRI MU SENDIRI"

(MUHAMMAD PLATO)
Allah Yang Maha Baik tidak terpengaruh oleh persepsi manusia. Sekalipun bahasa manusia buruk, dan jahat kepada Allah, sifat Allah yang maha baik tidak akan berubah jadi buruk. Jika manusia menghujat Allah, memaki Allah, maka Allah akan tetap baik. Bukan Allah yang membuat prilaku manusia buruk, tapi perkataan dan perbuatan manusia itu sendiri.

Doa-doa yang kita lantunkan sekalipun dalam bahasa negatif, Allah akan tetap memberikan hal yang positif. Ketika semua makhluk bersentuhan dengan Allah, mengenal Allah semuanya akan positif sesuai sifat Allah.

Semua makhluk milik Allah, semua makhluk akan kembali kepada Allah. “Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.” (Yasin, 36:83). Jika Allah baik tidak mungkin semua makhluk akan kembali ke Allah dalam kondisi buruk. Untuk itulah fungsi neraka, seperti penggorengan yang akan mensterilkan makhluk dari keburukan. Neraka bukan tempat menghukum makhluk tapi tempat untuk mensucikan, membersihkan makhluk agar bebas dari keburukan dan kembali kepada Allah. Maka neraka adalah fasilitas kenikmatan yang disediakan Allah untuk semua makhluk.

Semua makhluk mengenal Allah, yang berbeda hanya kadarnya saja. Tidak pernah, kadang-kadang, sering, sangat sering, itulah kadar makhluk dalam mengingat Allah. Mereka yang tidak pernah bukan tidak kenal tetapi melupakan dan hidup dengan naluri duniawinya. Makhluk yang sangat beruntung adalah mereka yang sering mengingat Allah.

Dalam kondisi apapun makhluk mengingat Allah maka Allah akan memberikan kebaikan. Jika anda memaki-maki Allah, menistakan Allah, menghujat Allah, merendahkan Allah, menyimpan Allah dalam telapak sendal mu, maka Allah akan terpingkal-pingkal tertawa dan dia taburkan rahmat dan kasih sayangnya kepada makhluk itu dengan sepenuh kasih sayangnya melebihi ibu-ibu binatang buas kepada anaknya.

Kenalilah Allah maka kamu akan mengenal dirimu sendiri. Makhluk dicipta dari citranya Allah maka siapa yang mengenal Allah dia akan mengenal dirinya. Sebaliknya siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Allah. Jangan mengkhawatirkan Allah menjadi buruk karena perbuatan makhluknya, khawatirkanlah dirimu sendiri, karena semua kebaikan dan keburukan sebabnya dari dirimu sendiri.

Jika kita memaki-maki Allah kita masih fokus pada Allah, dan Allah akan tetap memberikan yang terbaik. Lupa adalah seburuk-buruknya perbuatan makhluk. Ingat Allah sekalipun dipandang ringan, tetapi itulah penyelamat hidup kelak. Ya Allah aku sudah merasakan tidak ada kebahagiaan untuk diriku, kecuali engkau pertemukan aku, istri dan keluarga ku, dalam keridhaan surga Mu. Wallahu ‘alam.

(Head Master Trainer)